Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 155


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain.


Seorang gadis sedang duduk dekat dengan jendela kamarnya. Gadis itu sedang melamun, karena teringat kejadian kemarin. dimana dia hampir saja di lecehkan oleh Agus, jika saja Fadil tidak datang tepat waktu untuk menolong nya.


" Bagaimana dengan kabar kak Fadil sekarang. Apakah dia baik-baik saja." Gumam Fina, yang mengingat bagaimana kabar Fadil sekarang. Karena kemarin Fadil sudah membantu nya." Apakah aku harus menelfon nya. Tidak-tidak itu tidak mungkin. Tapi bagaimana aku tahu kabar nya sekarang, jika aku tidak menelfon nya. Apakah aku harus menemuinya. Tapi itu juga tidak mungkin, karena aku tidak tahu rumahnya dimana." Gumam Fina kembali. Lama terdiam, Fina mengingat kalau Wiyah adalah kakak ipar Fadil. Dia bisa menanyakan kabar Fadil lewat Wiyah, sahabatnya." Aku sampai lupa, kalau Wiyah adalah kakak ipar kak Fadil. Aku bisa bertanya kepada Wiyah, bagaimana kabar kak Fadil sekarang." Gumam Fina kembali.


Fina berdiri dari duduknya, melangkah kearah kasur, lalu mengambil ponselnya yang berada di atas meja nakas.


Fina mencari nomor sahabatnya itu, setelah menemukan ia ia langsung menekan tombol hijau.


Lama menunggu, terdengar sudah dari seberang sana, menandakan kalau Wiyah sudah mengangkat panggilan telepon nya.


" Assalamualaikum Fin."


" Waalaikumsalam Wiyah." Jawab Fina." Hari ini kamu kuliah ngga." Tanya Fina berusaha basah basi, agar sahabatnya itu tidak curiga saat nanti ia menanyakan keadaan Fadil.


" Ngga Fin, soalnya aku lagi ngga enak badan."


" Emangnya kamu sakit apa Wiyah." Tanya Fina ikut khawatir saat mendengar kalau sahabatnya itu sedang sakit.


" Sakit kepala, sama mual Fin, mungkin pengaruh awal-awal kehamilan." Jawab Wiyah. Sambil memberitahukan kabar bahagia itu kepada sahabatnya.


Fina yang mendengar jawaban sahabatnya, membuatnya terkejut. Tapi sedetik kemudian Fina tersenyum senang mendengar jawaban Wiyah.


" Alhamdulillah Wiyah, aku ikut senang dengan kabar bahagia ini. Selamat ya, semoga kamu dan janin dalam kandungan mu tetap sehat sampai lahiran nanti." Fina ikut bahagia dengan kehamilan sahabatnya itu."


" Amin. Makasih buat doa nya Fin."


Fina masih belum menyangka kalau sahabatnya sekarang sedang mengandung dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Sahabat yang dulu selalu bersama nya mungkin sebentar lagi akan sibuk, karena kesibukannya sebagai seorang ibu rumah tangga.


" Wiyah, sekarang kamu lagi berada dimana." Tanya Fina, berusaha memberanikan dirinya untuk bertanya tentang Fadil.


" Aku lagi berada di rumah utama."


" Hmm, apakah ada kak Fadil disana... Maksud ku, aku mencarinya karena aku ingin berterimakasih kepada kak Fadil, karena sudah membantu memperbaiki motor ku kemarin." Jelas Fina dengan gelagapan, takut sahabatnya salah paham dengannya, karena ia mencari Fadil.


" Maaf Fin, Tapi kak Fadil sedang tidak ada di rumah."


" Emangnya kak Fadil berada dimana."


" Maaf aku tidak bisa memberitahukan nya."


" Kenapa, apa terjadi sesuatu dengan kak Fadil. Coba kamu cerita." Fina merasa khawatir saat mendengar jawaban dari Wiyah yang tidak ingin memberitahukan keberadaan Fadil.


Lama terdiam, Wiyah yang berada di sebarang sana, menjawab pertanyaan Fina.


" Kak Fadil di tangkap polisi, karena terlibat konflik dengan orang yang hampir saja melecehkan seorang gadis."


Deg


Detak jantung Fina, berdegup sangat kencang saat mendengar kalau Fadil di tangkap polisi. Fina tau, kalau Fadil di tangkap polisi itu karenanya. Gadis yang di selamatkan oleh Fadil itu tidak lain adalah dirinya.


" Kantor polisi dimana kak Fadil ditahan sekarang Wiyah." Tanya Fina.


" Aku kurang tahu juga Fin, tapi kalau tidak salah aku dengar tadi. Kakak Fazar mengatakan, kalau kak Fadil akan di tahan di polres S, untuk sementara, karena masih di interogasi."


" Kalau gitu, aku ada urusan sebentar ya Wiyah, makasih. Assalamualaikum" Fina langsung mematikan panggilan teleponnya.


" Aku harus pergi menemui kak Fadil. Karena kak Fadil di tangkap polisi itu karena aku" Gumam Fina.

__ADS_1


.


.


Wiyah menatap ponselnya dengan heran, karena Fina mematikan panggilan teleponnya secara tiba-tiba, setelah mendengar penjelasan darinya dimana sekarang Fadil berada.


" Kenapa dengan Fina, kenapa tingkah begitu sangat aneh. Apakah ada sesuatu yang dia sembunyikan, tapi aku tidak mengetahuinya."


Dengan banyak pertanyaan yang hadir di kepalanya, tapi Wiyah berusaha untuk berpikir positif, mungkin saja Fina ada urusan sebentar.


.


.


Di ruangan kerja Fazar.


Fazar, tuan Aslan, Abidzar dan Rido. Sedangkan berkumpul di ruang kerja Fazar, karena mereka sedang membahas masalah yang sedang menimpah Fadil.


" Apa yang harus di kita lakukan untuk menghentikan masalah ini Zar." Tanya Abidzar.


" Untuk kali ini kita perlu mendapatkan bukti, kasus pelecehan yang pernah Agus lakukan. Karena aku yakin kalau Agus pasti pernah melakukan hal bejat nya itu di tempat lain."


" Kalau masalah itu aku sudah mendapatkan bukti nya." Rido mengeluarkan beberapa selebaran kertas." Fadil pernah menyuruh orang kepercayaan nya, untuk mencari tahu sebenarnya siapa Agus, karena Fadil curiga saat melihat Agus yang memiliki wajah hampir sama dengan Aron."


Abidzar mengambil beberapa kertas itu, lalu membacanya.


" Dia sudah beberapa kali m**perkosa wanita yang berbeda di setiap negara lain, tapi kasus nya tidak di tindak lanjutkan karena Aron selalu mengunakan kekuasaan nya untuk menutupi kesalahan anaknya. Agus atau Aldrich Ainsley sudah banyak melakukan hal bejat nya hanya untuk kepuasan nya."


" Dia benar-benar pria brengsek dan haus akan wanita, makanya dia tidak bisa berdekatan dengan wanita lain." Sambung Rido.


" Persis seperti ayahnya. Tapi kenapa Fadil mencari tahu tentang Agus." Tanya Abidzar menatap kearah Rido


" Mungkin ada gadis yang Fadil sukai, tapi dia dekat dengan Agus."


" Bisa jadi Abidzar."


" Apa kalian sudah mencari tahu, siapa korban yang Fadil selamatkan kemarin." Sambung tuan Aslan yang dari tadi hanya diam mendengarkan perbincangan mereka.


" Sedang kami selidiki paman, tapi kami belum menemukan, siapa wanita itu." Jawab Fazar.


" Kalian harus menemukan nya, sebelum Aron, karena dia juga salah satu bukti yang kuat dan jangan sampai Aron menemukan nya duluan."


" Orang suruhan ku sedang menyelidiki nya paman. Mudah-mudahan bukti-bukti yang ada tidak duluan di hapus oleh Aron, mengingat Aron selalu menghilangkan setiap bukti kejatahan anaknya."


" Benar, dan kalian duluan mendapatkan bukti sebelum mereka."


" Agar Fadil bisa bebas, sedangkan Agus mendapatkan hukuman dari semua kejahatannya selama ini." Sambung Abidzar.


.


.


Di Sisi lain.


Ruangan yang yang di penuhi suara alat-alat rumah sakit. Terbaring pria muda dengan tubuhnya di penuhi alat-alat rumah sakit untuk membantunya hidup. Setiap selang dan hal lain tertempel di tubuhnya.


" Cepatlah sadar nak, karena kamu satu-satunya keturunan yang akan mewarisi semua perusahaanku." Ucap pria itu sambil duduk di kursi sebelah ranjang putranya, yang sekarang masih berbaring tanpa tanda-tanda kalau pria muda itu akan hidup.


" Aku akan menghancurkan pria yang membuat mu seperti sekarang. Maka cepatlah sembuh."

__ADS_1


Pria itu tidak lain adalah tuan Aron ayahnya Agus atau Aldrich Ainsley.


Agus mengalami luka parah, karena pendarahan otak di kepalanya yang lumayan parah, karena pukulan Fadil kemarin. Bukan saja saja pendarahan otak, melainkan retak di bagian tulang wajah nya.


Setelah Fiki mengantarkan nya di rumah sakit untuk memeriksa kondisi Agus yang ternyata memiliki pendarahan otak karena pukulan Fadil. Agus harus melakukan operasi, tapi karena operasi itu ia harus kritis seperti sekarang.


" Apakah kamu tahu nak, kalau Fadil dan Fazar itu ternyata saudara. Dan kamu sudah salah memilih lawan nak. Karena Fazar tidak akan membiarkan adiknya terjerat dalam ruangan dingin itu dan akan mencari semua bukti, kasus yang pernah kamu lakukan. Tapi kamu tidak perlu khawatir, karena ayah akan menghapus semua kejahatan yang pernah kamu lakukan, agar kamu tidak masuk dalam jeruji besi." Bisik tuan Aron.


" Kamu tidak perlu takut. Karena selama ada aku disini dan akan selalu bersamamu, maka Fazar tidak akan pernah mendapatkan bukti, kasus yang pernah anakmu lakukan." Sambung seseorang yang membuat tuan Aron langsung berbalik kebelakang untuk melihat siapakah yang datang keruangan anaknya.


.


.


Fazar berdiri di balkon sambil menatap luar. Karena cuaca hari ini tiba-tiba saja mendung, padahal tadi cuacanya lumayan cerah.


Ingatannya tertuju pada tiga tahun yang lalu dimana rasa sakit itu itu pernah tertanam dalam hatinya.


" Padahal aku berusaha untuk menghilangkan semua rasa sakit itu, tapi kenapa orang yang sama tiba-tiba saja datang." Gumam Fazar." Apakah aku harus menyelesaikan masalahku sampai tuntas, barulah rasa sakit dan rasa takut ini menghilang."


Fazar berpikir berjalannya waktu maka rasa sakit pada dirinya akan menghilang. Tapi dugaannya salah, karena saat melihat pria baru baya tadi, rasa sakit itu kembali lagi.


Fazar menatap langit yang di tutupi awan. Perasaannya sekarang seperti sedang mendung seperti siang ini. Dia tidak ingin mengingat masalalunya, tapi keadaaanlah yang memaksa nya untuk kembali mengingat masalalunya.


" Aku harus menceritakan masalaluku kepada Wiyah, agar aku bisa lebih tenang dan Wiyah bisa tahu masalalu menyakitkan itu, yang pernah terjadi pada diriku, dan mengubahku menjadi pria yang dingin dan arogan. Membenci setiap wanita."


Saat Fazar sedang berdiri di balkon, tiba-tiba saja ada tangan yang melingkar di perutnya, sedangkan kepalanya bersandar di pundaknya. Lengan itu begitu sangat lembut dan hembusan nafas yang bisa Fazar dengar.


Fazar tersenyum, ia tahu siapa yang memeluk nya itu.


" Kakak tidak perlu takut, karena semuanya akan selesai dan kak Fadil akan baik-baik. Aku tahu kak Fadil orang baik, dia melakukan hal itu karena ingin melindungi seseorang." Lirih Wiyah membuat Fazar melepaskan tangan yang melingkar di perutnya yang membuat Fazar berbalik dan menghadap istrinya.


" Iya kakak percaya, kalau semuanya akan berlalu. Karena kakak tau, kalau Fadil melakukan itu, karena ingin melindungi seseorang. Kakak mengenal Fadil yang tidak akan melukai orang jika orang itu tidak melakukan kejahatan."


" Kita harus sama-sama berdoa agar semua baik-baik saja dan kak Fadil mendapatkan bukti kalau dia tidak bersalah."


Fazar mencium kening istrinya, lalu memeluk istrinya itu" Iya sayang, kakak selalu berdoa yang terbaik untuk Fadil."


" Sayang."


" Hmmm,"


" Aku ingin menceritakan sesuatu kepada sayang, apakah sayang mau mendengarkan nya." Wiyah mengangkat kepalanya agar bisa menatap suaminya.


" Tentu, aku akan mendengarnya."


...----------------...


Maaf author baru bisa update, soalnya author masih sakit 😷.


Ini aja kepala author masih sakit, makanya sulit buat update 🤢😷


Buat teman-teman makasih doanya.


Insya Allah kalau sudah sepenuhnya pulih author update ke lagi.


Buat teman-teman, jaga kesehatan ya.


Salam manis dari author

__ADS_1


Assalamualaikum


__ADS_2