Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 229


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


Fina keluar dari kamar hotel, tempat dimana tadi dia dirias. Fina dan Cyra mengunakan lift untuk turun kelantai bawah. Karena acara itu berada di ballroom, yang berada di lantai bawah dari hotel itu.


Sedangkan Anita yang berada disamping Fina, bisa melihat kalau kakaknya yang tidak bahagia. Bahkan Fina terlihat seperti orang yang memiliki beban hidup di setiap langkahnya.


" Kak, apakah kak Fina bahagia dengan pertunangan ini." Tanya Anita di sela-sela langkah mereka.


Cyra yang mendengar ucapan adiknya itu langsung melihat kearah Anita saat mendengar pertanyaannya adiknya itu.


" Jika aku mengatakan kalau aku tidak bahagia. Apakah pertunangan ini akan dibatalkan." Tanya Fina menghentikan langkahnya." Walaupun aku mengatakan kalau aku tidak ingin pertunangan ini terjadi. Apakah kalian mau mendengarkanku." Fina menoleh secara bergantian kearah kedua saudarinya itu." Jangan pernah tanyakan hal ini lagi, jika kalian tau jawabannya." Setelah mengatakan itu Fina kembali melangkahkan kakinya sendiri tanpa di teman oleh Anita dan juga Cyra.


.


.


" Duduklah disini Fin, karena pria akan bertunangan dengan mu akan datang sebentar lagi." Ucap Cyra sambil menundukkan tubuh Fina di sebuah sofa yang sudah dihias secantik mungkin.


" Jika kak Fina menginginkan sesuatu, kak Fina bisa memberitahukan ku." Fina hanya mengangguk mendengar ucapan Anita.


Anita dan Cyra meninggalkan Fina, setelah melihat kalau Fina sudah duduk dengan tenang di sofa itu. Mereka pergi untuk menemui keluarganya yang lain. Menanyakan, apakah pria yang akan bertunangan dengan Fina sudah datang atau belum.


Sedangkan Fina menatap keseluruhan gedung itu yang sudah dihias sedemikian rupa, hingga terlihat kalau acara pertunangannya begitu sangat mewah, bahkan Fina bisa melihat kalau yang datang adalah orang penting semua, atau dibilang orang dari kalangan atas.

__ADS_1


" Apakah karena ini, papa dan mama menyuruhku untuk bertunangan dengan orang pilihan mereka. Karena mereka memandang status nya." Batin Fina yang begitu sangat kecewa mengingat pilihan kekurangannya.


Saat sedang terdiam memikirkan nasib kedepannya. Lampu tiba-tiba saja mati, dan menyisakan lampu warna-warni yang memberikan sedikit cahaya dari ruangan itu.


" Apa yang terjadi, apakah acaranya akan dimulai." Gumam Fina.


Sampai Fina mendengar suara MC yang sedang membuka acara itu. Tapi Fina seperti mengenal suara MC itu. Karena penasaran, Fina melihat ke atas panggung tepatnya kearah dua MC itu.


" Abidzar, Rido." Gumam Fina terkejut saat melihat kalau sepupu dan juga sahabat Fadil berada di atas panggung, dan mereka menjadi MC itu.


" Malam ini, sangatlah istimewa, karena adik sepupuku akan bertunangan." Ucap Abidzar, di atas panggung sana." Selamat buat adik sepupu ku, karena seorang gadis yang kamu cintai, sebentar lagi akan kamu ikat dalam satu hubungan yang serius." Tiba-tiba saja lampu mengarah sesuatu tempat, dan Fina mengikutinya. Untuk melihat siapakah calon tunangannya sebenarnya.


Dari jarak yang sedikit jauh, Fina bisa melihat pria yang sedang berdiri dengan wajah kebingungannya." Kak Fadil." Lirih Fina saat melihat pria yang beberapa hari ini sangat dia rindukan." Sebenarnya apa yang terjadi." Gumam Fina yang masih bingung dengan apa yang terjadi malam ini.


Karena terlalu fokus dengan pikirannya. Fina sampai tidak menyadari kalau lampu mengarah kepadanya.


" Jangan gugup calon pengantin." Ucap Rido saat melihatnya menundukan kepalanya.


" Belum nikah Do." Orang-orang langsung tertawa, mendengar ucapan Abidzar.


Fina yang masih menundukkan kepalanya karena karena bingung sebenarnya apa yang sudah terjadi." Jangan gugup nona Fina. Maaf, silahkan angkat kepalamu agar calon suamimu bisa melihat calon istrinya." Fina mengakat kepalanya dengan malu-malu saat mendengar ucapan Rido.


" Kak Fadil." Lirih Fina kembali, saat benar-benar mendengarkan ucapan Rido kembali, kalau pria itu adalah calon suaminya.

__ADS_1


" Benarkah ini." Gumam kedua pasangan itu.


.


" Pasti kedua pasangan ini bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi." Ucap Rido sambil tersenyum menatap kedua pasangan itu.


" Tapi kalian bisa menanyakannya langsung kepada, nyonya Sintia, tuan Aslan dan juga tuan Fazar. Karena acara ini sudah mereka rencanakan." Sambung Abidzar. Membuat Fadil menatap kearah Fazar dan bunda Sisi, untuk meminta penjelasan.


Bukan saja Fadil yang menatap kearah Fazar, melainkan sang istri yang bingung sama-sama menatap kearah Fazar.


" Kakak punya utang penjelasan ke aku." Ucap Wiyah sambil menatap suaminya itu, dengan tatapan menyelidik. Sedangkan Fazar hanya tersenyum manis mendengar pertanyaan istrinya itu.


" Baiklah, karena kedua pasangan itu sudah tidak sabaran untuk saling bertemu, apalagi selama beberapa hari ini mereka tidak perjumpa sama sekali."


" Mari kita panggil mempelai pria nya untuk bertemu dengan mempelai wanita, karena mempelai wanita seperti nya yang sabar untuk bertemu." Ucap Rido sedikit kalimat menggoda sahabatnya itu.


Fadil tidak banyak bertanya, dia hanya menurut untuk menemui Fina disana yang terlihat sangat cantik." Walaupun aku bingung sebenarnya apa yang telah terjadi, tapi aku begitu sangat senang, karena malam ini kamu tidak bertunangan dengan orang lain, melainkan denganku." Batin Fadil sambil melangkah mendekati istrinya itu.


Sampai Fadil berdiri tepat di depan wanita yang sudah sah menjadi istrinya, hanya saja mereka dipisahkan oleh sesuatu. Yang mereka sendiri pertanyakan malam ini.


Sedangkan Anita dan Fazri yang melihat bahkan mendengar semuanya, sama-sama kebingungan. Sebenarnya apa yang terjadi terjadi. Walaupun Fazri sudah mendengar kalau pertunangan ini adalah rencana bunda Sisi, Fazar dan juga tuan Aslan


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2