Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 121


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


Kita tinggalkan kebahagiaan di keluarga Fazar.


Seorang gadis kecil sedang menyapu dengan tangan kecilnya, gadis kecil itu mengelilingi hampir seluruh taman yang begitu sangat besar di mansion itu.


Matahari yang mulai panas tidak menghalangi semangatnya untuk membersihkan taman itu, agar dia bisa merasakan yang namanya makanan karena, dari semalam ia belum makan. Setelah gadis kecil di kurung di gudang.


Gadis kecil yang tidak lain adalah harum.


" Alhamdulillah, selesai juga." Ucap gadis itu tersenyum senang saat melihat hasil kerjanya yang luar biasa.


Gadis kecil itu tidak ingin mengeluh dengan nasibnya, karena dia tahu. Apa yang Allah rencanakan pasti akan indah di kedepannya.


Harum masih bisa bersyukur, karena masih di beri kehidupan untuk menikmati indahnya dunia ini. Walaupun perjalanan hidup gadis kecil itu begitu sangat rumit. Harum tidak tahu siapa ayah nya, karena Harum tidak pernah berjumpa dengan ayahnya. Mungkin jika Harum masih memiliki ayah, hidupnya tidak akan seperti ini.


" Hey, babu ngapain kamu berdiam di situ." Pekik suara seorang wanita yang begitu sangat harum kenal suaranya, dialah nyonya yang sudah membelakangi nya.


Mendengar suara wanita dewasa itu membuat harum menundukkan kepalanya takut.


" Maaf nyonya, saya baru saja menyelesaikan pekerjaan saya." Cicit harum dengan suara terbata-bata nya karena takut, saat melihat wanita dewasa itu berdiri sedikit jauh darinya.


Wanita dewasa itu yang mendengar jawaban dari harum, menyusuri setiap taman belakang dengan matanya, taman belakang itu terlihat bersih.


" Bagus, ternyata kamu pintar juga berberes-beres." Puji wanita dewasa itu." Karena pekerjaan mu sudah selesai, kamu bisa mengerjakan pekerjaan didalam." Ucap wanita itu kembali, membuat Harum menggaguk mengerti. Sebelum wanita itu benar-benar pergi, wanita itu menatap kearah Harum." Jangan coba-coba untuk lari babu, karena aku akan menghilangkan nyawamu dalam sekejap." Ancam wanita itu kembali, setelah itu dia pergi meninggalkan Harum yang masih berdiri ketakutan kerena mendengar ancaman wanita dewasa itu.


" Bagaimana aku bisa lari, nyonya, sedangkan aku tidak tahu sekarang aku berada di mana." Batin Harum ketakutan. Gadis kecil itu, benar-benar begitu sangat takut berada di rumah yang begitu sangat besar seperti istana. Tapi rumah itu begitu sangat menyeramkan karena kekejaman sang pemiliknya.


Harum melangkah masuk kedalam, untuk mengerjakan tugasnya yang lain, walaupun perutnya sudah sakit karena Harum merasakan kelaparan.


" Nak Harum." Panggil pelayan rumah itu.


Harum yang mendengar namanya di panggil, melangkah mendekati pelayan rumah itu.


" Iya bi, ada yang bisa Harum bantu." Tanya Harum dengan sopan.

__ADS_1


" Bibi tahu, pasti nak Harum belum makan, sebaiknya nak Harum makan dulu, baru itu lanjutkan perkejaan nak Harum." Jawab pelayan rumah itu.


" Tapi bi, nanti saja harum makannya setelah Harum selesaikan semua pekerjaan Harum." Ucap Harum.


" Baiklah, tapi kalau sudah selesai semuanya Harum langsung makan ya. Bibi udah siapin Harum makanan di belakang." Harum hanya mengangguk mendengar ucapan dari pelayan rumah itu.


Walaupun rasa lapar di perutnya meminta di isi, tapi gadis kecil itu tetap melakukan tugasnya seperti yang di perintahkan oleh wanita dewasa tadi, yang sampai sekarang belum harum tahu siapa namanya.


Setengah jam membersihkan perkejaan rumah yang begitu sangat luas itu, akhirnya harum menyelesaikan tugasnya.


Melihat semuanya telah bersih, membuat Harum tersenyum senang.


Harum melangkah mendekati meja khusus untuk para pembantu untuk menikmati makanan mereka.


Harum dengan begitu sangat antusias mengambil makanan yang hanya tersisa, telur dan tempe serta nasi. Tapi Harum masih bisa bersyukur karena bisa menikmati makanan itu.


" Alhamdulillah, hari ini Harum bisa makan lagi." Gumam harum tersenyum setelah menghabiskan makanannya.


Saat Harum ingin mengerjakan tugasnya kembali, bibi yang tadi menyuruhnya istirahat datang menghampiri Harum.


" Iya bi, ada apa." Jawab Harum melangkah mendekati pelayan rumah itu.


" Harum, mau ngga temani bibi pergi belanja kebutuhan dapur." Tanya pelayan rumah itu.


" Dimana bi." Tanya Harum


" Supermarket, Harum mau ngga ikut bibi."


" Tapi, apa boleh Harum pergi bi, takutnya nanti nyonya marah kalau Harum ninggalin rumah ini." Ucap Harum.


" Ngga apa nak rum, jalannya kan sama bibi Ida." Jawab pelayan rumah itu


" Baiklah bi, Harum ikut." Ucap Harum tersenyum membuat bibi ida ikut tersenyum mendengar jawaban gadis kecil didepannya itu.


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Sesampainya di supermarket, bibi Ida dan Harum membeli semua bahan-bahan dapur yang sudah mulai habis. Seperti sayuran, daging ikan dan masih banyak lagi yang bibi ida dan Harum cari.


Sedangkan gadis kecil itu, hanya menikmati tempat yang baru kali ini dia injak, karena dia orang yang penuh kekurangan membuat, harum tidak pernah menginjak tempat seperti ini.


" Harum, mau ngga beli es krim." Tanya bibi ida setelah ia menyelesaikan berbelanja nya.


" Harum mau bi, tapi Harum ngga bawah uang." Jawab Harum jujur, membuat bibi ida merasa tersentuh dengan jawaban yang gadis kecil itu berikan.


" Biarkan bibi yang belikan, mau ngga." Tanya bibi Ida.


" Emangnya boleh bi." Tanya Harum membuat bi Ida mengangguk mengiyakan sambil tersenyum.


Harum yang mendengar jawaban bi Ida ikut tersenyum senang, karena dia akan kembali merasakan rasa es krim selama berbulan-bulan ini dia belum pernah membelinya kembali, karena Harum tidak sanggup untuk membelinya.


Bi Ida memberikan uang berwarna biru ke Harum." Harum beli es krim nya di situ( sambil menunjuk kearah ketempat es krim ) bibi mau bayar dulu." Ucap bi ida yang mendapatkan anggukan dari Harum.


Wiyah yang menerima uang itu tersenyum senang." Makasih ya bi, nanti kalau Harum sudah ada uang nanti harum gantiin." Ucap gadis kecil itu dengan polosnya.


" Iya sama-sama nak rum. Ngga usah di ganti, bibi ikhlas memberikannya untuk kamu." Ucap bi Ida.


" Tapi bi..."


" Ngga apa-apa rum, sana nanti es krim nya habis." Suruh bi Ida yang membuat Harum menggaguk.


" Semoga kesabaran gadis kecil itu, bisa mempertemukannya dengan orang yang bisa menyayanginya dan mengeluarkannya dari penjara nyonya besar." Batin bi ida. Bibi Ida membayar belanjaan sedangkan Harum membeli es krim yang dia suka


Harum tersenyum senang, saat melihat es krim yang dia beli itu dan harum juga masih mendapatkan angsulan dari uang yang tadi bi Ida berikan.


" Bismillahirrahmanirrahim." Harum mencoba es krim yang baru dia beli, merasakan es krim itu, membuat mata Harum langsung berkaca-kaca karena dia begitu sangat merindukan orang yang begitu sangat baik kepadanya. Orang yang selalu membelikan yang Harum mau.


" Kak Wiyah Harum kangen." Ucap Harum dengan lirih, Harum menghapus air matanya, agar dia tidak terlarut dalam kesedihannya, Harum kembali melanjutkan langkahnya untuk menemui bi Ida.


Tapi baru saja beberapa langkah. Tidak sengaja Harum di tabrak oleh seseorang, yang membuat es krim yang Harum pegang langsung tumpah mengenai pekaian orang itu.


" Astaga."

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2