
Setelah melakukan perintah istrinya, untuk mandi dan shalat isya. Kini Fazar dan Wiyah duduk disisi kasur. Fazar menatap istrinya, dengan penasaran. Karena istrinya itu akan memberikan nya hadiah.
" Kakak tutup mata dulu."
" Kenapa harus tutup mata, sayang."
" Pokoknya tutup dulu." Fazar menuruti permintaan istrinya, ia memejamkan matanya.
Wiyah mengambil hasil USG dan memberikannya ketangan suaminya itu.
" Sekarang kakak, buka matanya." Fazar membuka matanya, lalu melihat sebuah foto yang berukuran sedang.
" Ini hasil USG, anak kita sayang." Tanya Fazar berbinar bahagia melihat kehidupan didalam rahim istrinya. Walaupun masih terlihat kecil dan samar-samar, tapi Fazar bisa melihatnya dengan jelas sekarang, walaupun hanya lewat hasil USG.
Fazar merasa menyesal, karena tidak mengantarkan istrinya kemarin.
Wiyah tau, kalau suaminya belum menyadari sesuatu dalam usg itu." Coba kakak perhatikan baik-baik, ada berapa titik dalam foto itu."
Walaupun bingung. Tapi Fazar tetap menuruti permintaan istrinya. Ia dengan seksama memerhatikan foto itu sesuai permintaan istrinya dan Fazar bisa melihat kalau ada tiga titik disana yang masih berukuran sangat kecil.
Fazar masih mengingat, Jika dulu, saat bunda nya mengandung adiknya Fazri. Didalam foto itu hanya memiliki satu titik tapi tidak dengan ini, Karena didalam nya terdapat tiga titik yang masih berukuran kecil.
" Ada tiga sayang. Emangnya ada apa dengan tiga titik ini." Tanya Fazar yang masih belum mengerti sesuatu.
Sampai Fazar menatap istrinya itu dengan wajah keterkejutan nya, saat menyadari sesuatu." Benarkah ini sayang." Tanya Fazar kembali ingin memastikan kalau istrinya benar-benar sedang mengandung kembar dan janin dalam rahim istrinya terdapat tiga.
Ya, lama terdiam Fazar baru menyadari sesuatu yang aneh dalam foto USG itu. Kalau hasil USG istrinya berbeda dengan bunda nya dulu. Jika dulu bundanya hanya memiliki satu titik, maka berbeda dengan istrinya yang memiliki tiga titik yang berukuran kecil. Yang berarti istrinya sedang mengandung kembar.
Wiyah mengangguk sambil tersenyum, lalu mengarahkan tangan suaminya itu, untuk menyentuh perutnya yang masih rata." Mereka ada tiga kak. Aku mengandung bayi Triplet." Jawab Wiyah dengan mata berkaca-kaca.
Fazar ikut terharu dengan jawaban istrinya. Kalau tebakannya memang benar." Alhamdulillah ya Allah, Terimakasih. Ini adalah hadiah yang begitu sangat luar biasa untukku." Fazar mengusap perut istrinya itu. Ia tidak bisa menggambarkan kebahagiaan nya sekarang.
Fazar mendekati istrinya lalu memeluknya. Tidak sadar keduanya menangis haru, karena kabar bahagia ini.
Entah, kebaikan apa dulu, yang Fazar perbuat. Sampai Allah, memberikan nya rejeki yang begitu sangat luar biasa. Rejeki yang tidak ternilai harganya.
Apakah ini buah dari kesabarannya dulu. Saat dimana, ia di sakiti oleh orang-orang yang dia sayangi, sampai tega membohonginya.
.
.
" Anak-anak Abi, sehat-sehat di perut ummi. Kalian jangan menyusahkan ummi, jadilah anak-anak yang pintar." Bisik Fazar pada perut istrinya. Karena sekarang Fazar sedang duduk bersimpuh, sambil mengusap perut istrinya itu.
Sedangkan Wiyah hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya itu. Ia masih belum percaya, allah memberikan nya kebahagiaan yang luar biasa untuknya.
Kebahagiaan yang tidak dia banyangkan saat dia menikah dulu. Karena ia menikah secara terpaksa.
Wiyah kira pernikahan nya akan berakhir perpisahan setelah Fadil sembuh. Ternyata tidak, karena Allah semakin mengikat mereka dengan kuat dengan hadirnya, tiga malaikat dalam rahimnya. Bahkan cinta suaminya itu semakin besar untuknya.
" Apa sayang sudah memberitahukan keluarga kita, kalau sayang mengandung bayi kembar." Tanya Fazar, yang sekarang sudah berada di samping istrinya.
" Yang lain belum tau kak, tapi bunda sudah. Soalnya aku ingin memberitahukan kakak terlebih dahulu, baru keluarga yang lain."
" Tapi mereka sudah mengetahui, kalau sayang sedang mengandung."
" Udah kak, termasuk ayah."
__ADS_1
" Kalau gitu, ayo kita beritahukan mereka, soal kabar bahagia ini. Kakak juga ingin bertemu dengan ayah mertua."
Wiyah hanya mengangguk menyetujui permintaan suaminya. Ia juga tidak sabar melihat wajah bahagia keluarganya.
.
.
Masih di rumah Haidar.
Di ruang tamu, kini kedua keluarga itu sedang berkumpul. Karena tadi Fazar menelfon mereka, untuk datang kerumah Haidar.
Entah apa yang ingin Fazar bahas. Sampai dia memanggil keluarganya kerumah Haidar. Sedangkan orang yang menelfon mereka tidak ada di situ.
Windi dan bunda Sisi, sedang asik bercanda seperti ibu-ibu lainnya. Jika bertemu pasti ada saja yang mereka bahas.
Sedangkan, Haidar, tuan Aslan dan Jambri sedang membahas perkejaan mereka. Yang lebih tepatnya tuan Aslan menawarkan mereka posisi yang tertinggi dari perusahaan nya.
Karena tuan Aslan begitu sangat menyukai keluarga baru anak keponakannya, yang ternyata tidak seperti keluarga lain.
Karena mereka memiliki kehidupan yang sederhana, bahkan rendah hati. Keluarga itu juga tidak membahas masalah harta saat bertemu dengan mereka. Padahal mereka tau kalau keluarga Fazar adalah orang-orang yang bisa memberikan permintaan mereka.
Tapi keluarga Haidar tidak seperti itu. Karena mereka tidak mementingkan harta, melainkan kebahagiaan dari keluarganya.
Karena Haidar maupun Jambri menolak halus tawaran tuan Aslan. Karena mereka suka dengan perkejaan nya sekarang.
Anak keponakan nya, ternyata tidak salah memilih seorang istri, yang sebaik Wiyah.
.
Jika para orang dewasa sedang bercanda tawa, sambil mengobrol bersama. Maka berbeda dengan anak-anak yang sedang asik menikmati cemilan mereka. Apalagi ada Abidzar disana, yang sedang mengajari mereka bermain game.
Tapi tidak dengan Fazri yang dari tadi hanya diam. Karena dia bingung ingin melakukan apa, apalagi tangan satunya tidak bisa digunakan. Dia hanya diam sambil melamun membayangkan masa depannya.
.
.
Karena asik dengan perbincangan mereka. Membuat keluarga itu tidak menyadari, kalau Wiyah dan Fazar sudah berada disana sambil menatap mereka yang masih asik berbincang. Bahkan mereka juga mengabaikan suami istri itu.
" Hmmm."
Fazar membuka suaranya dengan cara berdehem dengan keras. Agar kedua keluarganya itu melihat kearah mereka.
Tapi apa yang Fazar pikirkan tidak sesuai rencana, karena mereka semakin mengabaikan keduanya.
Apakah mereka sedang marah, karena di abaikan olehnya. Setelah meminta mereka untuk datang. Tapi ia malah santai didalam kamar, sambil bermesraan dengan istrinya.
" Kak, apakah bunda dan yang lainnya marah, karena kita keluar terlalu lama." Tanya Wiyah menolah menatap suaminya itu.
" Bisa jadi sayang. Soalnya mereka udah dari tadi datang, tapi kita masih berada di kamar."
Mendengar suaminya menyebut kamar, membuat pipi Wiyah seketika memerah, karena mengingat apa yang mereka lakukan tadi didalam kamar tadi
" Kenapa pipi nya merah sayang." Goda Fazar.
" Kak..." Lirih Wiyah begitu sangat malu.
__ADS_1
Sedangkan Fazar langsung tertawa melihat wajah merona istrinya itu. Fazar merasa gemas, jika melihat pipi yang tembem itu memerah. Seperti strawberry yang baru matang.
Kedua keluarga itu, yang memang sudah menyadari kehadiran Fazar dan Wiyah dari tadi. Tapi mereka, berpura-pura, seolah tidak melihat keduanya.
Langsung menghentikan perbincangan mereka, saat mendengar tawa Fazar yang begitu sangat keras.
Mereka menatap Fazar bergantian kearah Wiyah, yang terlihat sedang malu-malu
" Keasikan didalam kamar, sampai kita yang diluar disini dilupain." Ucap Fazri membuka suara.
Fazar membulatkan matanya mendengar ucapan adik bungsunya itu yang terdengar menyindirnya.
" Fazri." Tegur bunda Sisi, walaupun dia sendiri merasa lucu dengan ucapan Fazri barusan.
Sedangkan yang lainnya hanya terkekeh, karena merasa lucu dengan ucapan Fazri yang memang ada benarnya.
" Iya Bun. Maaf."
" Ngapain aja Zar, didalam kamar. Sampai lupa sama yang diluar." Sambung Abidzar yang ikut menggoda pasangan itu. Apalagi melihat rambut Fazar yang basah.
" Abidzar..." Tegur Fazar kesal. Karena merasa malu di goda oleh Abidzar.
Sedangkan keluarga itu semakin tertawa mendengar ucapan Abidzar. Mereka juga merasa lucu saat melihat wajah memerah dari keduanya.
.
.
Setelah mendapatkan godaan dari keluarganya, karena keluar dari kamar terlalu lama.
Kini keluarga itu duduk bersama. Sampai-sampai sofa dalam ruangan tamu itu tidak muat. Padahal mereka hanya beberapa orang saja.
" Katakan Zar, ada hal penting apa yang kamu ingin bicarakan dengan kami semua disini. Sampai kamu mengajak kami untuk berkumpul semuanya kesini." Tanya tuan Aslan.
" Aku ingin memberitahukan kalian semua disini. Kalau istriku sedang mengandung bayi kembar tiga." Ucap Fazar dengan bahagianya.
Semuanya terdiam, selain bunda Sisi. Karena sudah mengetahui perihal kehamilan kembar Wiyah. Semuanya masih diam karena terkejut. Sampai semuanya ikut tersenyum senang mendengar kabar bahagia ini, karena Wiyah sedang mengandung bayi kembar.
" Alhamdulillah." Ucap syukur semua orang yang berada di ruangan itu, saat mendengar kabar bahagia ini. Termasuk Jambri ikut merasa terharu mendengar kabar bahagia ini.
Ternyata putri kecilnya itu, memberikan nya kabar bahagia yang begitu sangat besar. Jika beberapa hari yang lalu ia bahagia kerena kehamilan putrinya, maka kebahagiaan yang kemarin semakin bertambah saat mengetahui kalau putrinya mengandung bayi kembar.
" Andai kamu berada disini Widya. Pasti kamu merasa senang dengan kabar bahagia ini." Batin Jambri.
" Selamat kak Wiyah. Aku tidak menyangka kalau aku akan memiliki tiga anak keponakan sekaligus.". Wajah yang tadi sedih seketika berubah menjadi bahagia setelah mendengar kabar bahagia dari kakak iparnya.
" Terimakasih Fazri, ini semua berkat doa-doa kalian semua disini."
" Selamat dek, kakak tidak menyangka, kalau kamu mengandung bayi kembar. Padahal ini kehamilan pertamamu." Windi memeluk tubuh Wiyah.
" Terimakasih kak. Ini adalah karunia yang begitu sangat besar, yang Allah titipkan untukku kak."
" Selamat dek, kak idar sampai bingung mau ngomong apa." Sambung Haidar yang bingung ingin mengucapkan apa setelah mendengar kabar bahagia ini. Karena dia juga bahagia dengan kabar bahagia ini.
" Terimakasih kak."
Beralih kepada Jambri yang langsung memeluk dan mencium kening Wiyah, karena Jambri begitu sangat bahagia." Terimakasih nak, ini adalah hadiah yang paling terindah sebelum kepergian ku nanti.". Batin Jambri yang tidak bisa mengatakan nya langsung.
__ADS_1
...----------------...