Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 82


__ADS_3

Di rumah sakit.


Tuan Aslan langsung ditangani oleh dokter sedangkan Abizard menunggu di luar, Abizard begitu sangat khawatir dengan kondisi papi nya.


" Kenapa dokter lama sekali keluarnya." Gerutu Abizard kesal karena dari setengah jam yang lalu, papi nya masuk kedalam ruangan UGD, tapi dokter tidak kunjung keluar untuk memberikannya kabar, apakah papi nya baik-baik saja atau tidak.


Saat sedang mondar mandir menunggu dokter keluar, ponsel Abizard berdering membuat Abizard menghentikan langkahnya.


Abizard mengangkat ponselnya.


" Tuan muda, perusahaan RSH, telah di ambil alih oleh perusahaan Al grup. Dan sekarang perusahaan itu sudah berpindah tangan ke tuan Fazar karena Al grup sudah membeli perusahaan anda yang bangkrut." Jelas sekertaris Abizard diseberang sana.


Abizard yang mendengar kabar kalau perusahaan telah berpindah tangan semakin, di buat terkejut, dan tidak percaya kalau perusahaan yang di bangun kakeknya hancur dalam sekejap. Belum cukup satu jam kabar kalau perusahaan bangkrut, kini Abizard kembali mendengar kabar kalau perusahaannya telah di ambil alih oleh Fazar.


" Kenapa bisa." Tanya Abizard dengan nada suara yang meninggi, karena Abizard masih belum percaya dengan kabar yang ia dapat.


" Itu semua karena kebangkrutan perusahaan anda tuan muda, membuat perusahaan Al grup bisa mengambil alih perusahaan anda. Apalagi tuan Fazar memiliki lima persen dari perusahaan RSH." Jelas sekertaris Abizard kembali. Membuat Abizard mengeram kesal.


" Ah, sial." Geram Abizard. Abizard sampai melupakan kalau Fazar memang memiliki hak perusahaan RSH karena Fazar." Aku tidak mau tahu, kalian harus mengembalikan perusahaan RSH, karena aku tidak mau sampai jatuh tangan ke pria itu." Perintah Abizard setelah itu Abizard mematikan ponselnya. Abizard melangkah mendekati kursi lalu duduk di kursi sambil memegang kepalanya yang terasa pusing saat mengetahui kalau sekarang, perusahaan nya telah beralih tangan.


" Kenapa dengan sekejap perusahaan ku bisa hancur di tangannya, hanya karena kekuasaan yang dia punya." Ucap Abizard.


" Apakah karena penolakanku membuat dia menghancurkan perusahaan ku. Tapi walaupun dengan itu, dia tidak bisa memaksakanku untuk menjadikanku sebagai seorang pendonor buat adiknya." Ucap Abizard kembali. Abizard berjanji pada dirinya sendiri kalau ia tidak akan mau menjadi pendonor, karena janji Abizard kepada tuan Aslan.


Saat sedang menenangkan pikirannya, suara dering ponsel membuat Abizard kembali melihat kearah ponselnya.


" Katakan." Suruh Abizard langsung to the point.


"...."

__ADS_1


" Katakan kepadanya, kalau aku tidak mau bertemu dengannya." Jawab Abizard langsung mematikan panggilan telfonnya, satelah itu menyimpan ponselnya dengan kasar di kursi.


" Kamu terlihat baik. Tapi dugaan ku salah karena kamu ternyata lebih kejam dari pada seekor macan." Gumam Abizard.


🌺🌺🌺🌺🌺


Sedangkan disisi lain.


Wiyah dan Fazar yang berada meja makan yang sama, masih merasa canggung setelah kejadian tadi. Keduanya hanya diam tanpa membuka suara sama sekali, sambil mengerjakan tugas mereka masing-masing


Fazar yang sedang fokus menyantap makanannya, Sedangkan Wiyah sedang sibuk memasukan masakannya yang tadi dia masak kedalam tupperware. Karena Wiyah akan pergi ke rumah sakit untuk bertemu dengan mertuanya.


Wiyah sengaja membawa makanan karena takut kalau mertuanya itu belum makan malam. Walaupun Wiyah tidak yakin akan hal itu mengingat mertuanya itu bisa saja membeli makanan di luar. Tapi Wiyah akan tetap membawa makanannya untuk mertuanya.


" Kenapa kamu memasukan makanan itu kedalam tupperware." Tanya Fazar yang ternyata dari tadi memerhatikan gerak gerik istrinya itu.


" Aku ingin membawakan makanan buat bunda, takutnya bunda belum makan malam." Jawab Wiyah tanpa mengalihkan pandangannya dari tupperware nya.


" Iya tuan." Jawab Wiyah, membuat Fazar terdiam.


" Apa kamu tidak takut kalau makanan yang kamu bawah tidak termakan, karena bunda sudah makan disana." Tanya Fazar.


Wiyah yang tadi menatap tupperware langsung mengalihkan pandangannya dari tupperware kearah Fazar." Tidak tuan. Jika bunda sudah makan, aku bisa membagikan makanan yang aku bawa ke orang-orang disana." Jawab Wiyah sambil tersenyum.


" Apakah kamu tidak mempermasalahkan hal itu." Tanya Fazar membuat Wiyah menggeleng kecil.


" Tidak tuan, aku tidak akan mempermasalahkan itu."


Fazar yang mendengar jawaban istrinya itu, langsung di buat terdiam." Masyaallah, aku tidak salah memiliki istri sepertinya. Ternyata dia memiliki hati yang lembut, tidak terlalu mempermasalahkan sesuatu." Batin Fazar begitu sangat senang dengan jawaban istrinya itu.

__ADS_1


.


.


" Apa ada yang tertinggal." Tanya Fazar menatap istrinya itu.


Wiyah mencoba mengingat-ingat sampai ia Wiyah mengingat kalau ponselnya masih berada di atas meja makan.


" Astagfirullah, aku sampai lupa. kalau ponselku masih berada didalam tuan." Ucap Wiyah menepuk keningnya." Aku masuk bentar ya tuan untuk mengambil ponselku." Ucap Wiyah membuat Fazar menggeleng kecil dengan kelakuan istrinya itu..


" Masuklah, aku akan menunggu mu disini." Jawab Fazar membuat Wiyah langsung tersenyum senang


" Makasih tuan." Ucap Wiyah.


" Hmm, cepat masuk keburu aku tinggal." Suruh Fazar.


" Baik tuan, aku langsung masuk." Wiyah sambil melangkah masuk kedalam apartemen nya.


" Dasar siput. Tukang tidur, pelupa lagi." Gumam Fazar.


Saat Fazar sedang menunggu Wiyah. Ponselnya kembali berdering.


Fazar langsung mengambil ponselnya itu, lalu mengangkatnya.


" Maaf tuan Fazar, tuan Abizard tidak ingin bertemu dengan anda, dan menolak permintaan anda untuk bertemu dengannya." Jelas orang di seberang sana.


" Baiklah jika itu yang dia inginkan. Buat dia hancur lebih hancur daripada kabar kehancuran perusahaannya." Perintah Fazar.


" Baik tuan." Fazar langsung mematikan ponselnya satelah ia memberikan perintah kepada bawahannya.

__ADS_1


" Kamu masih menolak ternyata, tunggu apa yang akan aku buat." Gumam Fazar.


__ADS_2