
Sesampainya di rumah sakit, Wiyah dan Fazar melangkah mendekati ruangan rawat Fadil.
" Assalamualaikum." Ucap keduanya sambil masuk kedalam rungan Fadil. Terlihat disana kalau bunda Sisi sedang duduk sambil membaca Alquran.
" Waalaikumsalam." Jawab bunda Sisi menoleh kebelakang." Kalian kesini lagi." Tanya bunda Sisi heran padahal tadi bunda Sisi menyuruh keduanya untuk beristirahat, tapi sekarang keduanya kembali lagi ke rumah sakit.
Wiyah dan Fazar melangkah mendekati bunda Sisi lalu mencium punggung tangan bunda Sisi.
" Iya bun, aku ada urusan sebentar makanya aku kesini, karena aku tidak mungkin meninggalkan Wiyah sendiri di apartemen." Jawab Fazar memberitahukan kenapa ia kembali ke rumah sakit.
" Emangnya ada urusan apa." Tanya bunda Sisi penasaran.
" Pokoknya ada bun, nanti bunda tahu tapi tidak sekarang." Jawab Fazar membuat bunda Sisi hanya mengangguk mengerti.
Bunda Sisi beralih melihat menantu nya yang sedang membawa sesuatu dalam tas kain." Kamu bawah apa sayang." Tanya bunda Sisi menatap menantunya itu.
" Aku membawa makanan buat bunda, takutnya bunda belum makan malam." Jawab Wiyah jujur.
Bunda Sisi yang mendengar jawaban dari menantu nya itu tersenyum." Kamu tahu aja kalau bunda belum makan sayang. Kalau gitu, sini biar biar kita makan sama-sama makanan yang kamu bawah." Ucap bunda Sisi sambil tersenyum, sambil meraih tas kain yang di dibawah oleh Wiyah.
Sedangkan Wiyah tersenyum saat mendengar tanggapan mertuanya, yang tidak menolak apa yang Wiyah bawah melaikan dengan senang hati menerima makanan yang tadi dia bawah.
Sama halnya dengan Wiyah, Fazar juga merasa senang dengan tanggapan bundanya yang begitu sangat menghargai apa yang Wiyah bawah.
Bunda Sisi melangkah mendekati sofa bersama dengan Wiyah di sampingnya.
" Kamu masak apa sayang, sepertinya enak." Tanya bunda Sisi sambil melihat isi dalam tupperware.
" Ayam bumbu balado aja bun." Jawab Wiyah dengan senyumannya.
Bunda Sisi mulai menyantap masakan menantu nya, untuk pertama kalinya, karena hampir dua bulan setelah pernikahan Fazar, bunda Sisi sudah pergi ke kota J.
__ADS_1
" Bunda ngga salah punya menantu kayak kamu Wiyah. Sudah cantik, baik. Pintar masak lagi." Puji bunda Sisi dengan begitu sangat kagum dengan menantu nya itu. Bunda Sisi marasa tidak salah memilih seorang menantu untuk putranya." Pasti Fazar begitu sangat senang karena kamu setiap harinya masak seperti ini, lihat sekarang Fazar sedikit gemukan karena kamu merawatnya dengan baik." Ucap bunda Sisi kembali sambil menatap putranya itu.
Fazar yang mendengar ucapan sang bunda hanya merasa kesal, karena di katakan sedikit gemukan, padahal perasaan Fazar, dirinya baik-baik saja seperti kemarin-kemarin nya tidak ada yang berubah sama sekali.
Sedangkan Wiyah yang mendengar ucapan bunda Sisi hanya tersenyum.
" Bunda jadi ngga sabar pengen cepet-cepet dapat cucu dari kalian. Apalagi setelah Fadil sembuh pasti dia ikutan seneng dengan kabar gembira itu." Ucap bunda Sisi kembali, wajah bunda Sisi yang tadi bahagia seketika berubah menjadi sedih saat mengingat kondisi Fadil.
Fazar maupun Wiyah yang mendengar ucapan dari bunda Sisi seketika saling menatap satu sama lainnya.
" Ya Allah, jawaban apa yang harus aku berikan ke bunda. Bagiamana mau memberikan bunda cucu, sedangkan hubungan kami saja mungkin hanya sebentar. setelah Fadil sembuh maka kami akan bercerai, dan memilih kehidupan kami masing-masing." Batin Wiyah sedih mengingat seperti apa hubungan nya dengan Fazar.
" Bagiamana mau hamil bun, aku saja belum menyentuhnya. Apakah setelah aku menyentuh nya istriku bisa hamil dengan cepat, dan bunda akan mendapatkan cucu sekali tiga dalam satu kali tembakan." Batin Fazar menatap Wiyah lalu beralih menatap kearah bunda Sisi kembali.
" Bun, aku ijin keluar, soalnya ada urusan yang harus aku selesaikan." Ijin Fazar memecahkan suasana yang tadi hening.
" Hh, iya Zar, hati-hati dijalan kalau sudah selesai langsung kembali." Ucap Bunda Sisi.
" Siap, bun." Jawab Fazar. Fazar beralih menatap istrinya itu hanya diam sambil menatap kearah Fazar
Mungkin karena mereka dihadapan bunda Sisi, jadi Fazar berlaku manis padanya agar bunda Sisi berpikir kalau hubungan mereka memang baik-baik saja. Pikir Wiyah.
" Iya kak Fazar." Jawab Wiyah dengan bingung heran menatap kearah Fazar.
Wiyah meraih tangan Fazar lalu mencium punggung tangan suaminya seperti biasanya jika Fazar keluar. Sedangkan Fazar langsung mencium ubun-ubun Wiyah yang tertutup oleh kain." Jangan tidur lagi, soalnya ada yang aku mau bicarakan denganmu." Ucap Fazar.
Wiyah semakin di buat terkejut dengan apa yang Fazar lakukan tadi. Benarkah ini nyata atau hanya mimpi, karena ini pertama kalinya Fazar mencium nya seperti ini.
Bagiamana dengan bunda Sisi hanya tersenyum sambil menatap putranya itu yang sedang berlaku romantis dengan menantunya.
" Alhamdulillah zar, akhirnya kamu mau menerima Wiyah sebagai istrimu. karena Kamu sendiri sadar kalau dia berbeda dengan wanita lain dan juga wanita masalalu mu. Istrimu memiliki kasih sayang yang membuat orang-orang menyayanginya." Batin Bunda Sisi menatap Fazar.
__ADS_1
Setelah berpamitan kepada bunda Sisi, Wiyah. dan juga Fadil. Fazar melangkah meninggalkan ruangan rawat Fadil untuk pergi menyelesaikan urusannya.
🌺🌺🌺🌺🌺
Fazar melangkah masuk kedalam restoran untuk menemui seseorang didalam ruangan VVIP yang sudah di pesan oleh sekertarisnya.
Fazar melangkah masuk dan melihat kalau sekertarisnya bersama dengan sahabatnya Rido sudah menunggunya.
" Apa kalian sudah lama menunggu." Tanya Fazar yang sudah duduk di sofa sambil menatap kedua pria itu.
" Belum bang, kamu juga baru aja datang." Jawab Rido.
" Dia belum datang, bukannya tadi dia mengatakan kalau akan datang untuk menemui kita." Tanya Fazar.
" Sepertinya belum tuan, tapi tadi dia mengatakan kalau dia akan kesini." Jawab Zain.
" Mungkin sebentar lagi dia akan datang." Sambung Rido.
Tidak lama menunggu, pintu ruangan itu di ketuk. Lalu masuklah seorang pria muda.
" Maaf aku terlambat datang." Ucap pria itu lalu duduk di sofa yang langsung berhadapan dengan Fazar, tapi keduanya di pisahkan oleh meja.
...----------------...
Maaf ya kakak-kakak tersayang yang baik hati. Mungkin cerita terlalu bertele-tele. tapi author akan usahain biar cerita nya ngga mutar di situ aja.
Author juga punya kesibukan yang membuat author susah buat nulis.
Author harus kerja dari pagi sampai sore. Pas pulangnya author kelelahan benget, sampai membuat author ngga sempet buat nulis karena kesibukan author.
Padahal rencananya author mau selesai nya dengan cepat, karena author cepek juga pulang kerja harus berpikir lagi.
__ADS_1
Author nulis juga karena menuntaskan hobi author yang suka coret-coret buku ngga jelas.
Buat kakak² yang sudah membaca karya author. Makasih ya. Author akan usahain biar makin semangat lagi.