
Kesabaranku membawa cinta.
Sebenarnya kasus, tuan Aron, Aldrich, dan juga Nadila. Sudah lama mereka tinggalkan, karena kasus mereka bertiga sudah berurusan dengan pihak berwajib. Fazar dan tuan Aslan, sudah tidak mau berurusan atau mendengar ketiga orang jahat itu. Untuk kasus, yang pernah menjerat Fadil, semua sudah sudah di tangani oleh Fiki dan Liando, apalagi semua bukti sudah mereka temukan, dan bukti itu yang akan memberatkan ketiganya bersalah, karena memfitnah Fadil, bahkan memalsukan bukti yang ada.
Walaupun Fazar tidak ingin mendengar tentang ketiganya. Tapi dua hari yang lalu, Fazar kembali mendengar kabar tentang ketiga orang jahat itu, yang kini menderita dengan keadaan mereka masing-masing.
Seperti, tuan Aron yang mendapatkan gugatan cerai dari istrinya, karena kasus perselingkuhannya dengan putri tirinya. Serta perusahaannya semuanya bagrut, karena tuan Aron terbukti melakukan kurupsi.
Sedangkan Nadila, wanita jahat itu telah menjadi orang gila sekarang saat mendengar usaha gelapnya telah dihancurkan. Bukan itu saja, Nadila juga harus di amankan di tempatnya sendiri. Karena Nadila banyak menyakiti parah tahanan lain, bahkan parah polisi wanita, serta orang gila yang sama dengannya, terkena amukan Nadila.
Sungguh Nadila berubah menjadi wanita yang begitu sangat gila, dia bagikan iblis wanita, yang begitu sangat kejam di rumah sakit jiwa kusus tahanan. Walaupun Nadila dinyatakan gila, Tapi wanita itu akan tetap mendapatkan hukumannya, karena kejahatan wanita itu sangatlah banyak.
Bagaimana dengan Aldrich. Pemuda itu akan mendapatkan hukuman nanti, setelah kondisinya benar-benar pulih. Apalagi dia kembali kesulitan berbicara, karena tulang rahangnya kembali bergeser, saat Aldrich marah besar mendengar tuntutan parah korbannya, serta mendengar kalau perusahaan ayahnya sudah bangkrut.
Walaupun tidak ingin mendengar kabar dari ketiga orang jahat itu, tapi Fazar masih menyuruh orang kepercayaan untuk terus mengawasi mereka. Karena Fazar takut, kalau sampai dia lengah. Pasti sewaktu-waktu, orang-orang jahat seperti mereka akan menyerang keluarganya.
.
.
.
Fazar dan Wiyah yang berada didalam kamar. Sedang menidurkan Beby Fauzan yang tiba-tiba saja menangis tadi, karena bayi kecil itu sedang kehausan.
__ADS_1
Fazar yang baru saja keluar dari kamar mandi, menatap istrinya yang sedang menidurkan Beby Fauzan didalam box bayi yang berukuran besar, yang memang berada di kamar mereka. Sebenarnya Fazar sudah menyiapkan kamar tersendiri untuk ketiga anaknya, hanya Fazar menunggu sampai ketiga anaknya berusia enam bulan baru lah kamar itu di pakai, karena untuk sekarang ketiga bayi itu akan tidur bersama mereka.
" Beby Fau, udah tidur, sayang." Tanya Fazar melangkah mendekati istrinya.
" Sudah, abbi. Beby Fauzan, baru aja tidur." Jawab Wiyah tersenyum menatap anaknya itu, yang kini sudah tidur didalam box bayi." Apakah, Abbi membutuhkan sesuatu."
" Tidak sayang." Jawab Fazar, memeluk tubuh istrinya itu saat sudah berada di depannya." Abbi, bangga padamu sayang. Karena begitu sangat sabar, padahal di usiamu yang masih muda tapi kamu sudah memiliki anak. Seharusnya sekarang sayang sedang mengejar cita-cita, dan juga bermain bersama teman-teman di luar sana, tapi Abbi malah membuat sayang melahirkan di usia muda." Ucap Fazar, yang memeluk istrinya itu dengan erat. Apalagi Fazar masih ingat, bagaimana perjuangan istrinya itu saat sedang mengandung, sampai melahirkan." Maafkan Abbi, sayang." Lirih Fazar dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Wiyah melepaskan pelukan suaminya itu, lalu menatap wajah suaminya itu dengan dalam. Wiyah menengkup wajah Fazar dengan lembut. Ditatapnya suami, yang begitu sangat dia cintai dan mencintainya." Abbi, jangan meminta maaf, ataupun merasa bersalah. Karena aku tidak pernah berpikir untuk menyesal telah mengandung di usia muda, bahkan melahirkan. Malahan aku mengagab kalau ini adalah suatu anugerah terindah untukku." Ucap Wiyah menghapus kedua mata suaminya yang kini sudah meneteskan air mata, mengunakan jari telunjuknya.
" Apa Abbi tau, diluar sana banyak orang yang ingin memiliki anak seperti ku, tapi Allah belum memberikan mereka rezeki, dan banyak orang yang harus bersabar lagi menunggu. Tapi giliran Allah menitipkan rezeki itu untukku, masah aku harus menyesal, padahal banyak orang-orang nantikannya. Abbi, semuanya sudah di atur sama yang diatas. jadi jangan merasa bersalah seperti ini, Aku malah senang memiki keluarga kecil yang indah, suami yang tampan dan baik, serta anak-anak yang lucu dan tampan seperti, Abbi nya." Jelas Wiyah panjang lebar." Untuk masalah cita-cita. Aku masih bisa melanjutkan kuliah ku, walaupun sudah memiliki anak. Apalagi suamiku ini begitu sangat mendukungku. Untuk bermain bersama dengan teman-teman, aku bisa melakukannya saat waktu senggang, dan aku juga bisa menitipkan ketiga anak kita ke Abi, atau ke bunda" Jelas Wiyah kembali.
Fazar mendengar ucapan istrinya itu, hanya bisa tersenyum penuh haru. Karena istrinya itu jauh lebih dewasa dari umurnya. Lihatlah, bagaimana cara dia menanggapi ucapannya tadi.
" Jangan berterimakasih Abi, karena ini adalah tugas setiap seorang istri, yang harus memahami semuanya, tanpa mengeluh. Karena mengeluh, tidak akan bisa menyelesaikan masalah yang ada."
" Sayang begitu sangat pengertian, I love my wife." Bisik Fazar sambil tersenyum sangat manis.
" I love you too my husband." Jawab Wiyah
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Malam yang sudah larut, membuat orang-orang banyak yang sudah tidur, dan terbang kedunia mimpi.
__ADS_1
Tapi tidak dengan wanita dengan perut sedikit membuncit itu, yang dari tadi gelisah, Karena dari tadi matanya itu susah untuk terpejam. Apalagi dari tadi dia membayangkan ikan bakar, dengan baluran sambal. Membayangkan itu membuat perutnya berbunyi, rasanya dia ingin memakannya sekarang.
" Anak bunda lapar ya." Ucap Fina sambil mengusap perut yang sudah mulai membucit itu." Tapi ini sudah malam, bunda takut buat turun di bawah." Seperti sedang mengajak orang bercerita, Fina memberitahukan ketakutannya, kenapa dia tidak berani untuk turun kelantai bawah. Sampai-sampai dia tidak bisa tidur, karena memikirkan makanan yang dia inginkan." Sebenarnya bunda ingin membangunkan ayahmu, tapi bunda lihat. Sepertinya ayahmu sangat kelelahan. Lihatlah walaupun bunda sudah bergerak sini bergerak sana, tapi Ayahmu itu ngga ada bangun-bangunnya." Aduh Fina kembali, sambil menatap suaminya itu yang kini sudah tidur sangat nyenyak seperti bayi.
Mungkin Fadil kelelahan, karena dari pagi sampai malam, dia begitu sangat antusias untuk menyambut kedatangan abang dan juga kakak iparnya. Satu hari penuh, Fadil menyimpkan kejutan untuk kedatangan ketiga anak keponakannya, dengan sangat antusias sampai lupa untuk istirahat.
Fina tidak bisa membayangkan, bagaimana nanti saat kelahiran anak mereka, sedangkan kelahiran sih kembar, Fadil begitu sangat antusias seperti kemarin. Apakah Fadil akan melakukan hal yang lebih dari ini, untuk menyambut kedatangan anak mereka.
" Suamiku, kamu begitu sangat sempurna, sebagai seorang suami, dan aku begitu sangat bersyukur, karena bisa menjadi istrimu. Kamu adalah pria dengan sejuta kesempurnaan, yang jarang pria lain dapatkan. Wajah yang tampan, baik, Soleh, dan penyayang. Ck, pokoknya kamu adalah pria yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Lihatlah, sampai aku sendiri tidak bisa berkata-kata apapun sekarang." Gumam Fina, yang menatap wajah suaminya itu dengan intens. Sedangkan Fadil yang ditatap, hanya diam. Sesekali dia bergerak, mungkin sedikit terusik dalam tidurnya.
kruyuk...kruyuk
Suara perut yang berbunyi membuat Fina melihat kearah perut yang mulai membuncit itu." Sepertinya anak bunda benar-benar nggak sabar untuk makan ya. Sampai-sampai suara perut bunda terdengar sampai di luar. Untung saja ayahmu sudah tidur, kalau ngga mungkin ayahmu akan mengejek bunda sekarang." Karena sudah tidak tahan, dan ingin cepat-cepat makan. Fina bangun dari tidurnya secara perlahan-lahan, lalu turun dari kasur.
" Rumah mewah ini, terlihat seram ya kalau malam." Gumam Fina, menatap keseluruhan rumah utama. Kebetulan Fina menginap di rumah utama, karena besok adalah acara akikah sih kembar, makanya Fadil dan Fina menginap beberapa hari di rumah utama. Tapi kalau sudah selesai, mereka akan kembali pulang kerumah mereka.
Kebetulan, Fina dan Fadil sudah memiliki rumah sendiri, yang Fadil beli satu bulan yang lalu. Mungkin rumah Fadil, tidak semewah rumah Fazar, karena Fadil sengaja membeli rumah yang sedikit sederhana, sesuai permintaan istrinya.
" Anak bunda, jangan rewel ya, soalnya kita mau turun kelantai bawah. Takut kalau ada hantu nanti." Ucap Fina. Rumah utama akan terlihat sunyi saat malam hari, karena penghuni di rumah itu sudah beristirahat di kamar mereka masing-masing. Fina memasuki pintu lift, lalu menekan tombol untuk turun kelantai bawah. Sambil mengusap-usap perutnya, Fina melangkah memasuki dapur. Hal pertama yang dia cari adalah ikan, karena Fina sangat menginginkan ikan membakar sekarang, dengan baluran sambal.
" Ayo Fina, kita bakar ikannya." Ucap Fina antusias, karena Fina, telah menemukan ikan yang dia cari.
...----------------...
__ADS_1
Padahal kak Zahra dari kemarin mau upload Extra part yang kedua, tapi kak Zahra nggak sempat, karena lagi sakit.