Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 101


__ADS_3

Kesabaran ku membawa cinta


Seorang pria yang masih terbaring di atas ranjang rumah sakit, dari tadi memperhatikan kearah pintu. Tapi orang yang dia tunggu tidak kunjung datang.


" Bunda, kenapa Abang dan Wiyah belum kemari, padahal sekarang sudah jam sepuluh. Biasanya Wiyah mengantarkan bunda sarapan." tanya pria itu yang tidak lain adalah Fadil. Fadil begitu sangat penasaran karena abangnya dan juga kakak ipar tidak kunjung datang, padahal setiap pagi. Pasti Wiyah akan datang kerumah sakit untuk membawakan makanan untuk bundanya. Tapi pagi ini berbeda, karena sudah jam sepuluh tapi Fazar maupun Wiyah tidak ada yang datang.


" Mungkin mereka sedang ada urusan sebentar Dil. makanya abang dan kakak iparmu belum datang kemari." Jelas bunda Sisi." Apa mereka sudah melakukannya." Batin bunda Sisi, karena dia juga merasa begitu sangat heran dengan menantunya yang tidak pernah kesiangan untuk datang kerumah sakit. Tapi berbeda dengan hari ini, sudah jam sepuluh tapi menantu dan putranya tidak kunjung datang. Bunda Sisi curiga kalau keduanya pasti sedang melakukan hal yang bunda Sisi tidak tahu.


Apakah rencananya berhasil untuk menyatukan keduanya dengan cara itu. Pertanyaan itu terus berputar di kepala bunda Sisi kerena penasaran.


" Apa yang terjadi kepada mereka, sampai tidak ada, datang di jam segini." Batin Fadil penasaran.


🍃🍃🍃🍃🍃


Wiyah memaksakan dirinya untuk turun kelantai bawah, walaupun Wiyah begitu sangat kesulitan saat melangkahkan kedua kakinya.


Wiyah memutuskan untuk cepat-cepat memasak, karena dia sudah terlalu kesiangan bangunannya, saat tadi ia tertidur lagi sehabis menyelesaikan sholat subuh.


Wiyah memeriksa kulkas. Untungnya kemarin, ia baru saja mengisisi isi didalam kulkas, jadi ia tidak perlu bingung ingin memasak apa.


Saat ia ingin mengambil bahan dapur, terdengar kalau ia di panggil dari arah ruangan tamu.


" Sayang." Panggil seorang pria yang membuat Wiyah menghentikan aktivitasnya untuk mengambil sayuran didalam kulkas.


Wiyah yang mendengar suara suaminya melangkah kearah ruang keluarga.


" Iya kak, aku ada di dapur." Jawab Wiyah. Fazar yang melihat kehadiran istrinya menghembuskan nafasnya lega, karena tadi ia sempat panik saat menyadari kalau istrinya sudah tidak ada disampingnya lagi.


Fazar begitu sangat takut kalau sampai istrinya meninggalkannya setelah kejadian semalam. Karena Fazar berpikir kalau istrinya itu menyerahkan dirinya hanya karena terpaksa. Fazar melangkah mendekati Wiyah, lalu memeluk tubuh istrinya itu.


Wiyah yang di peluk tiba-tiba oleh suaminya membuatnya merasa heran.

__ADS_1


" Jangan tinggalkan aku, sayang." Ucap Fazar memeluk tubuh Wiyah, Fazar juga mencium kening istrinya itu. Entah kenapa Fazar begitu sangat posesif terhadap istrinya, saat mendengar pengakuan dari Abizard kemarin, yang mengatakan kalau Abizard menyukai istrinya. Fazar begitu sangat takut jika sampai Abizard merebut istrinya, setelah hatinya sudah mau menerima kehadiran Wiyah. Jika dibilang Fazar menyukai istrinya, jawabannya adalah iya. Karena sekarang Fazar sudah menyukai istrinya itu. Sebenarnya Fazar ingin mengatakan perasaannya, tapi Fazar sedang mencari waktu yang tepat.


" Aku tidak kemana-mana kak, aku hanya ingin memasak. Karena aku sudah begitu sangat lapar. Dan aku juga belum membawakan sarapan pagi untuk bunda, karena aku kesiangan bangunannya." Jelas Wiyah membuat Fazar melepaskan pelukannya.


" Hari ini, sayang nggak usah masak, kita makanya di luar aja." Sambung Fazar.


" Tapi kalau untuk bunda."


" Kita belikan aja di luar nanti." Potong Fazar membuat Wiyah hanya pasrah saja, mengikuti kemauan suaminya itu." Sebaiknya sayang, siap-siap dulu, baru itu kakak." Suruh Fazar membuat Wiyah mengangguk." Atau kakak, saja yang gantikan." Goda Fazar dengan senyuman di bibirnya, yang membuat Wiyah menggeleng cepat.


" Ngga mau, aku bisa sendiri." Jawab Wiyah dengan cepat, yang membuat Fazar terkekeh kecil melihat pipi istrinya yang memerah karena godaan nya tadi.


Wiyah melangkah meninggalkan Fazar, karena Wiyah begitu sangat malu dengan godaan Fazar tadi.


Sedangkan Fazar hanya tersenyum, melihat tingkah istrinya yang sedang salah tingkah. Fazar beralih melihat jalan istrinya yang aneh, walaupun mengunakan gamis, tapi Fazar bisa melihat kalau jalan istrinya itu begitu sangat lucu." Maafkan aku sayang, karena aku sudah membuatmu sulit berjalan." Gumam Fazar merasa bersalah, tapi masih ada kebahagiaan dalam perasaanya.


🌾🌾🌾🌾🌾


" Sudah siap sayang." Tanya Fazar menatap istrinya itu yang kini terlihat cantik walaupun mengunakan makeup sedikit, yang terlihat natura, tapi tidak menghilangkan kecantikan alami istrinya itu dan juga begitu sangat anggun, saat memakai gamis yang sekarang istrinya itu pakai.


" Iya kak, sudah." Jawab Wiyah sambil tersenyum menatap suaminya itu.


Fazar tersenyum, lalu melangkah mendekati istrinya itu. Mencium keningnya, lalu turun ke permen yupi yang kini sudah menjadi candunya jika Fazar sedang berdua bersama dengan istrinya.


" Maşallah güzel meleğim. Allah size her zaman bu dünyada ve ahirette sağlık ve mutluluk versin." ( Masya Allah, cantiknya bidadariku. semoga Allah selalu memberikan mu kesehatan dan juga kebahagiaan dunia dan akhirat )


Bisik Fazar mengunakan bahasa Turki tepat di kuping istrinya.


Wiyah mendengar bisikan suaminya, mengerutkan keningnya bingung. Karena Fazar mengunakan bahasa yang asing untuknya.


" Kenapa diam sayang." Tanya Fazar menatap istrinya itu yang hanya diam di tempatnya sambil menatap kearahnya.

__ADS_1


" Tadi kakak ngomongnya pakai bahasa apa." Tanya Wiyah penasaran menatap suaminya itu dengan wajah penuh dengan tanda tanya.


Fazar yang mendengar pertanyaan dari istrinya, tersenyum kecil." Rahasia sayang." Jawab Fazar tersenyum." Sebaiknya kita cepat keluar, karena kakak sudah sangat lapar." Ucap Fazar kembali.


" Tapi kakak belum kasih tau aku, apa yang tadi kakak ucapakan dengan bahasa asing itu." Tanya Wiyah penasaran, Wiyah Ingin tahu apa yang suaminya itu katakan tadi mengunakan bahasa asing.


" Rahasia sayang, nanti baru sayang tahu jawabannya." Jawab Fazar." Lebih baik sekarang, kita pergi. Soalnya kakak sudah begitu sangat lapar." Ucap Fazar mengalihkan pertanyaan istrinya itu, sedangkan Wiyah hanya mengikuti permintaan suaminya, padahal dia begitu sangat penasaran dengan ucapan suaminya barusan yang mengunakan bahasa asing.


🌾🌾🌾🌾🌾


" Kita ke restoran, mana tuan." Tanya sekertaris Zain, yang sedang menyetir.


Fazar yang mendengar pertanyaan sekertarisnya menoleh kearah istrinya.


" Mau makan apa sayang." Tanya Fazar menatap istrinya itu.


Wiyah yang sedang menatap kearah luar, berbalik menghadap kearah suaminya." Terserah kakak, kalau aku ikut aja." Jawab Wiyah sambil tersenyum.


" Emangnya, kamu lagi ngga kepingin apa gitu." Tanya Fazar bingung, kenapa istrinya itu tidak meminta apapun darinya, padahal dia bisa membelikannya.


" Ngga ada kak. Aku lagi ngga kepingin apapun, makanya aku jawab terserah." Jelas Wiyah membuat Fazar menghela nafasnya.


" Apa semua wanita selalu menjawab terserah, kalau sedang di ajak mau kemana." Batin Fazar.


Sedangkan Zain yang mendengarnya obrolan nyonya dan tuannya hanya bisa mengulum senyumnya." Aku senang tuan dengan perubahan anda, karena nona Wisyah sudah berhasil merubah anda, semoga anda bisa berubah seperti dulu lagi. Pria yang mudah tersenyum." Batin Zain.


" Zain, kita ke restoran yang menyajikan aneka makanan jawa." Suruh Fazar.


" Baik tuan." Jawab Zain.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2