Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 191


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


Tidak terasa sudah dua minggu setelah kejadian dimana mereka menyelamatkan Naila dari tangan Nadila dan juga Jack.


Kini Nadila telah ditangkap oleh Liando dan juga rekannya. Karena Nadila akan mendapatkan hukuman dari semua kesalahannya. Apalagi bukti begitu sangat kuat membuat Nadila tidak bisa mengenal. Dari bukti kesehatannya, seperti penjualan ilegal, prostitusi penjualan anak di bawah umur, sampai tindakan kekerasan, dan masih banyak bukti lainnya yang memberatkan Nadila.


Sedangkan Jack, pria itu akan mendapatkan hukuman di negara A, karena mereka tidak bisa menghukum Jack disini, karena Jack, berasal dari kota A. Apalagi Jack, adalah kriminal yang negara A cari selama ini, jadi hanya negara A yang bisa memberikannya hukuman.


Sedangkan Harum, Kini gadis kecil itu masih terbaring dengan lemah diatas tempat tidur rumah sakit, bahkan hidup gadis kecil itu juga harus dibantu oleh alat medis yang terpasang di tubuhnya, agar bisa membantu kehidupannya, karena gadis kecil itu masih senantiasa tertidur.


Padahal gadis kecil itu sudah melakukan operasi pada kepalanya untuk mencegah pendarahan pada kepalanya, tapi gadis kecil itu masih saja senang tiasa untuk tidur, padahal sekarang sudah dua minggu dia tertidur.


Apakah gadis kecil itu tidak berniat untuk bangun, dan menikmati dunia ini kembali.


Mungkin saja jawabannya iya, karena gadis kecil itu sudah lelah dengan apa yang dia dapatkan selama ini, siksaan rasa sakit, terus dia rasakan, membuat gadis kecil itu tidak ingin membuka matanya kembali.


Seharusnya anak usianya, tidak merasakan rasa sakit. Tapi berbeda dengan Naila, yang sudah merasakan semua rasa sakit itu, selama hidupnya. Dari Naila lahir ke dunia. Naila sudah di anggap anak haram oleh orang-orang bahkan di usia yang masih terlalu kecil, dia harus berkerja membantu mamanya, dan saat usianya ke sembilan tahun, Naila harus kembali mendapatkan siksaan fisik maupun mental, yang membuat taruma pada dirinya.


Jadi masih pantaskah gadis kecil itu untuk hidup setelah luka dan taruma yang dia dapatkan. Apakah setelah ini, Naila akan mendapatkan kebahagiaan seperti keinginannya dan doanya.


Semoga harapan gadis kecil itu terkabul, setelah dia bangun dari tidurnya.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Di kota S.


Banyak perubahan setelah dua minggu terakhir ini. Selama kedua adiknya dan juga sepupunya berada di kota B, untuk menunggu Naila bangun dari tidur panjangnya. Karena mereka belum ada yang pulang dari kota B selama dua minggu ini, yang membuat rumah utama terasa sunyi tampak kehadiran ketiga orang itu.


Apalagi tuan Aslan harus kembali ke Turki setelah beberapa bulan berada di kota S. Karena ada perkejaan yang menunggunya disana. Sebenarnya tuan Aslan tidak ingin kembali ke Turki, karena terlalu betah berlama-lama Indonesia, apalagi dia berkumpul bersama dengan keluarga adiknya.


Rasa nyaman itu membuat tuan Aslan tidak ingin kembali ke negara kelahirannya, tapi pekerjaan dan tangung jawabnya sebagai bos dari beberapa perusahaan, membuat tuan Aslan harus kembali. Apalagi putra nya masih berada di kota B membuat tangung jawabnya lebih banyak, karena Abidzar masih ingin menemani sepupunya di sana, membuat pekerjaannya sedikit terbengkalai. Untung saja sekertaris Abidzar selalu dengan sigap membantu perkejaan Abidzar.


Sedangkan kondisi Wiyah dan juga kandungannya sudah lebih baik, bahkan Wiyah sudah pulang ke rumah setelah empat hari di rawat di rumah sakit. Dan kini dia sedang menikmati masa kebosanannya di rumah, karena Fazar melarang Wiyah untuk pergi kuliah, dan Wiyah hanya boleh berkuliah di rumah saja. Bahkan Fazar juga menyuruh kedua sahabat Wiyah untuk sering kerumah mereka, agar mengurangi kebosanan istrinya itu


Sungguh, Fazar begitu sangat protektif terhadap istri dan juga kandungannya, membuat Wiyah merasa kesal dengan perilaku Fazar, yang menurut Wiyah sangatlah berlebihan. Tapi Wiyah juga senang dengan perlakuan Fazar yang begitu sangat memperhatikannya, walaupun terlalu berlebihan.


.


Fazar sedang memikirkan perilaku Fazri yang brutal dua minggu yang lalu.


Ya, Fazar mengetahui kebrutalan Fazri lewat anak buah yang Fazar kirim, untuk menjaga ketiga adiknya itu. Walaupun Fadil belum menceritakan semuanya kepada Fazar, tapi Fazar sudah mengetahuinya terlebih dahulu.


" Apakah taruma Fazri belum sepenuhnya sembuh, sampai dua minggu yang lalu taruma itu kambuh kembali." Gumam Fazar.


Fazar sedang mengingat laporan dari anak buahnya, yang menceritakan, bagaimana sadisnya adik bungsunya itu saat membunuh anak buah Nadila, bahkan Nadila sendiri menjadi korbannya, dari kebrutalan Fazri.


Sungguh Fazar takut dengan sikap Fazri yang seperti itu. Karena takut akan membahayakan orang terdekatnya ataupun orang lain.

__ADS_1


Memikirkan itu, membuat Fazar mengusap wajahnya, lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Sungguh pikirkan nya akhir-akhir ini terlalu pusing.


" Sebaiknya aku pulang saja kerumah, untuk menenangkan pikiranku." Fazar berdiri dari duduknya untuk pulang kerumahnya, walaupun sekarang masih jam tiga, tapi rasa malasnya membuat dirinya ingin cepat-cepat pulang dan bertemu dengan istri tercinta.


Fazar mengambil Jas yang ia pasang di sandaran kursi kerjanya, lalu mengenakannya. Setelah penampilannya rapi, Fazar melangkah keluar dari ruangan.


Belum juga Fazar membuka pintu, pintu itu sudah terbuka. Dan orang yang membukanya adalah Rido dan juga sekertarisnya.


" Tuan mau pulang." Tanya Rido mengunakan bahasa formal jika mereka berada di dalam kantor.


" Iya aku mau pulang." Jawab Fazar." Apakah ada yang ingin kamu bahas."


" Iya tuan, ada hal-hal penting yang harus kita bahas, sebelum kita melakukan pertemuan di negara A." Jawab Rido


" Apakah itu tidak bisa di tunda sampai besok."


" Maaf tuan Fazar, seperti tidak bisa karena, klien itu akan kembali malam ini di Negara A." Jawab Zain.


Walaupun Fazar sangat ingin pulang kerumahnya, tapi melihat perkejaan nya masih ada, membuat Fazar mengurungkan niatnya sebentar, untuk membahas hal penting itu.


" Baiklah, aku akan bertemu dengan klien itu. Setelah semuanya selesai, aku akan pulang ke rumah. Jika ada pertemuan untuk hari ini, tolong undur sampai besok." Setelah mengatakan itu, Fazar kembali melanjutkan langkahnya. Bukan kearah keluar, melainkan kearah meja kerjanya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2