
Kesabaranku membawa cinta.
"Lepaskan br**gsek!!" Teriak Fazar setelah dia mendapatkan tenaganya kembali walaupun hanya sedikit.
"Saya tidak akan melepaskan anda tuan Fazar! Karena saya sudah begitu sangat lama menunggu waktu yang tepat untuk menangkap anda seperti ini!" Bukan Aldrich yang mengatakan perkataan itu. Melainkan orang lain yang sekarang berada didalam kegelapan, dan Fazar hanya mendengar suaranya dan juga samar-samar melihat tubuh orang itu tanpa melihat wajahnya.
"Sepertinya aku mengenal suara itu?" Batin Fazar yang mengenal suara orang itu."Zain?!" Ucap Fazar, saat menyadari kalau suara orang itu sangat persis seperti suara sekertarisnya yang selama bertahun-tahun ini mengapdi kepada nya dan juga keluarganya.
"Ternyata anda mengenali saya tuan Fazar! Walaupun hanya lewat suara saja!" Ucap pria itu sambil keluar dari kegelapan dan berdiri tepat dihadapan Fazar, dengan tersenyum sinis.
Sedangkan Fazar begitu sangat terkejut saat tebakannya benar, kalau suara itu benar-benar adalah milik Zain, Sekertaris nya."Zain, Apa maksud semua ini?" Tanya Fazar bingung sekaligus terkejut dengan apa yang dia lihat sekarang. Kalau ternyata, sekertarisnya adalah penghianat sebenarnya.
"Saya sampai lupa memperkenalkan identitas asli saya tuan Fazar. Perkenalkan saya, Kevin Arlio. Sepupu dari Amira Jia berend Lian. Gadis yang kamu hancurkan kehidupannya." Bagaikan tersambar petir di siang bolong, saat Fazar mendengar identitas asli dari sekertarisnya itu. Yang ternyata adalah sepupu dari mantan tunangannya dulu, dan orang yang dia cari selama ini, karena nama itu adalah musuhnya. Tapi, Tanpa dirinya sadari, kalau ternyata musuhnya itu berada didekatnya dan selama ini selalu bersamanya.
"Bagaimana tuan Fazar? Apakah anda terkejut?" Tanya Zain atau lebih tepatnya Kevin Arlio."Bagaimana? anda suka dengan permainanku? Tapi kalau kamu masih bingung, baiklah aku akan menceritakan nya sedikit. Kenapa aku bisa menjadi sekertaris mu tujuh tahun yang lalu."
Flashback tujuh tahun yang lalu.
"Kak Kevin, plis. Bantu ayah nya teman Mira untuk membangun usahanya kembali. Soalnya sekarang ayahnya sedang mencari sekertaris baru. Karena sekertaris nya yang lama telah menipu perusahaan Al grup." Rengek seorang gadis cantik. Mungkin usianya sekitar dua puluh dua tahun, dengan penampilan syar'i menatap seorang pria didepannya.
"Amira, kakak ngga bisa. Kamu taukan, kalau kakak kuliah kedokteran buka kuliah Manajemen Bisnis seperti mu." Tolak pria itu dengan lembut menatap tulus adik sepupunya itu, yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.
"Plis kak. Ya. Mira mohon." Ucap Amira dengan tatapan memohon, membuat Kevin menghembuskan nafasnya bingung. Apakah dia harus mengiyakan atau tidak?
__ADS_1
"Baiklah, kakak aku memikirkannya dulu." Jawab Kevin, membuat Amira langsung tersenyum senang.
"Aaa, Makasih kak." Ucap Amira begitu sangat bahagia, sangking bahagianya. Amira hampir saja memeluk tubuh tinggi pria didepannya. Tapi dengan cepat Kevin menahan kepala Amira yang tertutup dengan hijab." Hihihi, Maaf kak. Amira kesenangan." Ucap Amira sambil tersenyum malu-malu.
"Jangan dilakukan lagi." Amira hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Kalau gitu Mira pergi dulu ya kak. Amira mau kuliah, takutnya nanti telat." Ijin Amira yang mengingat kalau sebentar lagi, kelas pertamanya akan masuk.
"Baiklah hati-hati." Ucap Kevin mengulurkan tangannya.
"Iya kak. Assalamualaikum." Jawab Amira sambil mengambil tangan kakak sepupu nya itu lalu menciumnya.
"Waalaikumsalam." Jawab Kevin, menatap punggung adik sepupunya itu yang sudah keluar dari ruangannya."Aku senang kamu bahagia Amira, adik kecilku." Gumam Kevin menatap pintu yang kosong.
Huuu.
Ya, Amira dan Kevin adalah saudara sepupu, Karena ayah Kevin dan juga ayah Amira adalah adik kakak. Bukan saja itu. Amira dan juga Kevin saudara susu, Mereka berdua hanya beda setahun, tua Kevin sedikit. Sebenarnya Kevin menyimpan rasa terhadap sepupunya itu. Tapi Kevin membuang jauh-jauh perasaannya mengingat mereka adalah saudara sepersusuan. Jadi tidak akan bisa bersama walaupun rasa cintanya sangat besar.
Hari terus berlalu, tidak terasa hari ini adalah hari Kevin akan memulai wawancara kerja di perusahaan Al grup. Karena Kevin menyetujui permintaan adiknya itu, untuk menjadi sekertaris tuan Aldevaro ( Ayah Fazar ).
"Masyaallah kakaknya Amira tampan benget." Puji Amira sambil merapikan penampilan Kevin agar terlihat semakin tampan."Kak Kevin. Mira sudah menyiapkan beberapa data yang akan menyembunyikan identitas kak Kevin, agar paman Al tidak curiga." Amira memberikan beberap berkas yang Amira buat untuk menyembunyikan identitas asli Kevin. Agar tuan Aldevaro tidak curiga dengan penyamaran Kevin, yang akan menjadi sekertaris dari tuan Aldevaro.
"Aamir Zain?" Kevin mengerutkan keningnya saat membaca berkes yang sengaja Amira palsukan.
__ADS_1
"Kak Kevin jangan takut, itu nama bodyguard nya ayah, bukan nama orang yang Mira ambil, jadi aman. Mira juga udah ijin sama bodyguard nya ayah kemarin." Jelas Amira yang tidak ingin kakak sepupu nya itu salah paham.
"Baiklah, doakan kakak, Agar diterima. Tapi kalau kakak tidak diterima, jangan paksakan kakak agar tuan Aldevaro mau menerima kakak."
"Baiklah kak." Jawab Amira."Semangat kak Kevin." Ucap Amira menyemangati kakak sepupu nya itu.
"Iya." Jawab Kevin, yang kini sudah mengganti namanya menjadi Aamir Zain ( Zain )"Bagaimana aku tidak semangat Amira. Kalau aku melihat senyuman mu seperti itu." Batin Kevin menatap adiknya itu.
Entah keberuntungan dari mana. Saat Kevin melakukan wawancara, dia langsung diterima beberapa hari kemudian. Karena menurut tuan Aldevaro, kalau dia begitu sangat cocok menjadi sekertaris nya, karena sangat hebat dan pintar. Padahal kalau, Kevin akui kalau dia tidak kuliah di bagian manajemen, karena Kevin kuliah di bagian kedokteran. Entah bagaimana dia bisa menyelesaikan semua pertanyaan tuan Aldevaro, sampai membuat dia menjadi sekertarisnya. Tapi kalau bisa diakui, kalau sebenarnya Kevin itu pintar.
Selama hampir dua tahun Zain menjadi sekertaris tuan Aldevaro. Ya, hampir selama itu, karena Kevin begitu sangat betah berkeja disana, apalagi keluarga Fazar begitu sangat baik kepadanya. Bahkan keluarga Fazar menganggap nya seperti keluarga nya sendiri. Rencananya waktu itu, mereka hanya ingin membantu tuan Aldevaro saja untuk menjadi sekertaris sementara, sampai perusahaan Al grup kembali pulih. Tapi rencana itu sekaan terlupakan karena Kevin begitu sangat betah berkeja di perusahaan Al grup.
Kevin juga masih tetap kuliah, karena tuan Aldevaro tidak melarang nya untuk berkuliah. Sampai Kevin merasa marah, saat mendengar Amira sepupunya dan juga anak dari bos nya akan bertunangan. Kevin merasa marah dan cemburu, saat gadis yang dia cintai ternyata akan bertunangan. Kevin merasa kalau Amira hanya milik nya, bukan milik orang lain. Rasa cinta itu, sekaan membuat Kevin ingin memiliki nya. Entah apakah itu cinta, atau hanya rasa penasarannya saja.
Setelah pertunangan itu terjadi, Zain merencanakan sesuatu, Agar pernikahan mereka batal. Apalagi pernikahan Fazar dan Amira akan dilangsungkan satu bulan setelah pertunangan mereka.
Setelah mendapatkan rencana yang bagus. Kevin mulai merencanakan nya. Yaitu membunuh tuannya. Setelah menemukan waktu yang tepat. Kevin, memberikan sebuah obat yang akan mengehentikan jantung tuan Aldevaro dengan perlahan-lahan, dan membuat kalau tuan Aldevaro seperti terkena penyakit jantung, padahal sebenarnya tuan Aldevaro telah diracuni.
Mungkin rencana itu sudah Kevin rencanakan jauh-jauh hari, makanya dokter yang memeriksa tuan Aldevaro mengatakan. Kalau tuan Aldevaro telah meninggal karena serangan jantung, apalagi dalam keluarga Fazar terdapat riwayat penyakit jantung.
Bukan saja itu. Tapi Kevin juga membuat rencana, agar perusahaan Al grup bangkrut dengan cara menyalin beberapa berkas penting dari perusahaan Al grup. Dan di ditahun yang sama, dimana tuan Aldevaro baru saja meninggal, ditahun itu juga perusahaan Al grup hampir gulung tikar. Tapi untungnya Amira selalu mendukung Fazar untuk tetap bangkit.
Amira juga menyuruh Kevin untuk selalu bersama dengan Fazar, padahal sebenarnya kalau Kevin lah penjahat sebenarnya.
__ADS_1
Sedangkan Kevin, dia begitu sangat marah. Karena pertunangan Fazar dan Amira tetap berlanjut. Apalagi pamannya ( ayahnya Amira ) Memberikan waktu kepada Fazar, untuk memperbaiki perusahaannya, Sampai membaik, Barulah mereka menikah.
...----------------...