Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 128


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


Di sisi lain.


" Babu kecil, dimana kamu." Panggil Nadila dengan suara yang begitu sangat nyaring membuat siapa saja yang mendengarnya pasti akan merasa ketakutan.


Termasuk pelayan di rumah itu yang mendengar teriakan dari nyonya mereka.


" Dimana babu kecil itu." Tanya Nadila menatap salah satu pelayan yang hanya menundukkan kepalanya, tidak lupa kaki nya juga gemetaran karena takut." Katakan dimana babu kecil itu." Tanya Nadila kembali, sambil menatap semua pelayan yang hanya diam tidak ada yang membuka suara." Jika tidak ada yang menjawab, maka aku akan membuat kalian kehilangan nyawa atau kehilangan anggota keluarga kalian satu persatu." Ucap Nadila kembali dengan ancamannya.


Para pelayan yang mendengar ancaman dari Nadila langsung mengangkat kepalanya, karena tidak ingin terjadi sesuatu kepada keluarga mereka.


" Cepat katakan dimana babu kecil itu." bentak Nadila kembali.


" Maaf nyonya, kami tidak melihat Harum dari tadi pagi." Jawab pelayan itu sedikit terbata-bata karena takut.


" Apa maksud kalian." Tanya Nadila bingung." Kalian tidak menemukan babu kecil itu." Tanyanya kembali, membuat para pelayan hanya mengangguk mengiyakan.


" Rendi.." Panggil Nadila berteriak, membuat orang-orang semakin para pelayan ketakutan.


" Iya nyonya, ada yang bisa saya bantu." Jawab seorang pria dengan takut-takut saat sudah sampai di depan nyonya itu, karena pria itu sendiri takut kalau nyonya muda nya itu sedang marah-marah.


" Cek cctv, dimana keberadaan gadis itu." Suruh Nadila.


" Baik nyonya." Jawab pria itu mengangguk mengerti. Pria itu pergi keruangan keamanan, untuk mengecek cctv dalam mansion itu. Sedangkan Nadila mengikutinya dari belakang.


" Apa dia berada di sekitar mansion." Tanya Nadila saat melihat ke layar komputer dengan teliti untuk mencari keberadaan babu kecil nya, yang memperlihatkan setiap sudut ruangan yang berada di mansion itu.


" Sepertinya tidak ada nyonya." Jawab pria itu takut-takut kalau sampai nyonya itu marah lagi.


" Periksa cctv semalam, yang berada di ruangan kerja saya." Suruh Nadila, membuat Rendi menggaguk lagi.


Setelah mengecek cctv semalam, Rendi dan Nadila bisa melihat di layar kalau gadis kecil itu sedang berjalan turun dari tangga sambil menangis.


" Percepat, saya tidak suka melihat wajahnya." Rendi hanya mengangguk kembali.


Rendi dan Nadila terus memperlihatkan Gadis kecil itu, sampai gadis itu membuka pintu bagian belakang dan pergi ke halaman belakang, gadis kecil itu terus melangkah sampai di depan pintu pagar di bagian belakang mansion dan keluar secara diam-diam.


Takkk

__ADS_1


Nadila membulatkan matanya dengan begitu sangat besar sambil memukul meja didepannya dengan begitu sangat kuat saat mengetahui kalau babu kecil nya telah kabur.


" Berani sekali gadis kecil itu kabur." Ucap Nadila geram dan begitu sangat merah, saat melihat dari layar kalau babu kecilnya sudah berani melarikan diri darinya." Cari dia, sampai ketemu." Teriak Nadila geram, rasanya dia ingin menyiksa gadis kecil itu kembali, jika ia berhasil menemukan nya.


Sedangkan Randi hanya menggaguk mengerti.


" Kumpulkan para pelayan dan bodyguard, di ruang tengah sekarang. Saya ingin melihat siapa yang sudah berani-berani main-main dengan saya" Ucap Nadila kembali sambil keluar dari ruangan khusus keamanan.


.


.


Nadila menatap para pelayan dan bodyguard satu persatu.


" Siapa yang sudah bermain-main dengan saya." Tanya Nadila dengan suara dinginnya, tidak lupa tatapan mengintimidasi." Kalian tau hukuman yang akan kalian dapat, jika kalian bermain-main dengan saya." Tanya Nadila kembali." Jawab bentak nya membuat para pelayan mengangguk mengiyakan.


" Jika kalian tahu, kenapa bisa babu kecil itu kabur dan ada yang membantu nya, maka saya tidak akan segan-segan untuk membunuh kelian."


Ucapan dari Nadila membuat para pelayan hanya diam tidak menjawab karena mereka sendiri tidak tahu, kenapa Harum bisa lari dari rumah ini sedangkan keamanan disini begitu sangat ketat.


" Kenapa kalian hanya diam, apakah kalian ingin melihat keluarga kalian habis di tangan saya." Ancam Nadila kembali, karena dia begitu sangat geram saat melihat para pelayannya hanya diam tidak membuka suara sama sekali." Baiklah jika itu yang kalian inginkan, maka saya akan memusnahkan semuanya." Nadila tersenyum sinis menatap kearah pelayan itu.


" Maaf nyonya, ini semua kesalahan saya, karena saya lupa menutup pintu pagar di bagian belakang mansion ini, yang membuat babu kecil itu kabur." Ucap pria itu membuat para pelayan dan orang-orang menatap kearah nya.


" Jadi jangan hukum mereka, tapi hukum saya nyonya, karena saya yang membuat kesalahan, disini."


" Bagus, saya suka orang yang jujur." Ucap Nadila tersenyum sinis menatap kearah pria itu." Tangkap dia jangan biarkan dia bebas karena kesalahan nya. Dan cari babu kecil itu karena dia sudah berani-berani kabur dari saya." Orang yang di perintahkan oleh Nadila hanya mengangguk mengerti mendengar permintaan dari nyonya mereka itu.


🍃🍃🍃🍃🍃


Fazar menatap istrinya yang kembali tidur, setelah mereka sampai di hotel. Fazar dan Wiyah baru saja sampai di bandara kota B, satu jam yang lalu.


Fazar memutuskan untuk singgah di hotel karena melihat istrinya yang tampak kelelahan setelah melakukan perjalanan hampir empat jam lamanya.


" Saat kamu masih tidur seperti ini, kamu terlihat begitu sangat cantik." Gumam Fazar menatap istrinya itu yang kembali tidur, setelah sampai di hotel." Kamu benar-benar kucing kecil, sekaligus siput yang suka sekali tidur ya." Ucap Fazar gemas lalu mencium pipi dan kening istrinya itu dengan gemas. Entah kenapa Fazar merasa begitu sangat gemas melihat istrinya yang semakin hari semakin cantik, dan ya semakin tembem, mungkin karena Istrinya itu akan bergemuk kali ya. Pikir Fazar.


Saat sedang menatap istrinya, ponselnya kembali berdering." Bukannya tadi aku sudah menelepon bunda. Ucap Fazar, karena Fazar mengira kalau yang menelponnya pasti bundanya. Karena beberapa menit yang lalu bunda Sisi baru saja menelfon mereka untuk menanyakan kabar istri dan dirinya.


Tapi saat Fazar melihat ponsel, ternyata yang menelfon itu bukan sang bunda melaikan orang suruhannya, yang di tugaskan untuk mencari harum teman kecil Wiyah, dan Fadil.

__ADS_1


" Tuan, kami sudah menemukan semua informasi tentang Harum." Lapor pria diseberang." Tapi tuan kami sedang mencari keberadaan gadis kecil itu yang selama beberapa hari ini menghilang. Kami sudah mengirimkan informasi tentang gadis kecil itu di email tuan, kenapa gadis kecil itu bisa hilang, sampai sekarang." Ucap pria itu kembali.


" Bagus saya suka dengan kerja kalian. Cari tahu keberadaan gadis kecil itu. dan kalian harus menemukannya. Saya akan memberikan kalian tambahan jika kalian berhasil menemukan gadis kecil itu." Ucap Fazar.


" Baik tuan. Terimakasih. Kami akan mencarinya kembali." Ucap pria itu kembali.


Setelah itu, Fazar memutuskan bangilan telfonnya. Tidak lama suara ponselnya kembali berbunyi, tanda pesan baru saja masuk.


Karena tidak ingin menganggu istrinya yang masih tidur, Fazar melangkah mendekati meja untuk membaca email. Tapi sebelum itu dia menyaring pesan itu ke laptopnya, agar lebih mudah lagi untuk membaca informasi tentang Harum.


Fazar membuka informasi tentang Harum.


Nayla Harum Sya, gadis berusia delapan tahun dan sebentar lagi genap berusia sembilan tahun. Gadis kecil yang suka berjualan di taman SM di kota S.


Nama ibunya Mayla Saynia yang berusia dua puluh enam tahun. Bekerja sebagai seorang ART.


Dan Nayla memiliki tante yang bernama Keliyana hana yang berusia dua puluh delapan tahun Berkerja sebagai wanita malam


Membaca nama keli mengingatkan Fazar ke berapa bulan yang lalu, dimana istrinya menjadi korban fitnah orang masalalunya dan menjadikan Wiyah menjadi korban kambing hitamnya.


Fazar tidak ingin memikirkan itu, karena dia ingin melanjutkan membaca informasi tentang Harum gadis kecil yang di cari oleh istrinya.


Nayla Harum Sya, tidak memiliki sosok ayah, karena orang yang mengenal mereka mengatakan kalau gadis kecil itu adalah anak haram hasil hubungan gelap mama nya bersama pria hidung belang yang sering dia layani.


Karena permasalahan itu, banyak warga yang menghina Harum bahkan merendahkan mamanya yaitu mayla. Mereka tidak di terima di masyarakat karena para warga sudah membuktikan kalau Kali tante Harum itu adalah wanita malam.


Tapi para warga tidak bisa membuktikan kalau Mayla bukanlah wanita malam, karena wanita itu memilih berkerja di hal lain ketimbang menjadi wanita penghibur.


Nayla bahkan rela menjadi ART untuk menghidupi anak satu-satunya tanpa peran seorang ayah agar kebutuhannya tercukupi. Tapi saat usia putrinya baru saja berusia lima tahun, Mayla harus jatuh sakit, karena terkena kanker paru-paru. Karena penyakitnya itu membuat dia kesulitan berkerja, sampai membuat Harum turun tangan untuk membiayai kehidupan mereka padahal usianya masih terlalu kecil.


Sedangkan tantenya tidak bertanggung jawab sama sekali, karena dia begitu sangat membenci anak keponakannya.


Harum bisa merasakan sekolah, karena ada orang baik yang membiayai sekolahnya, bahkan membelikan semua kebutuhan sekolah untuk Harum.


Gadis itu bernama Wisyah Hanifah Putri, gadis yang begitu sangat menyayangi Harum dengan ketulusan nya.


( Dia adalah istri anda tuan ) Pesan dari orang suruhan Fazar.


Fazar melihat kearah istrinya yang masih tertidur dengan nyenyak nya di atas kasur." Ternyata kamu memiliki hati yang begitu sangat baik sayang, tidak menyesal aku menjadikan mu istriku." Batin Fazar tersenyum senang menatap istrinya itu.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2