Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Ekstra part 7


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta.


Trakk


" Astaghfirullah, apa yang terjadi?" Ucap bunda Sisi, saat melihat gelas yang tiba-tiba saja jatuh dari tangannya dan pecah berhamburan dilantai." Ya Allah, lindungilah keluarga hamba dari marah bahaya." Batin bunda Sisi, saat merasakan perasaannya semakin kacau. Entah apa yang akan terjadi." Ya Allah, kenapa perasaanku tiba-tiba saja merasa tidak enak?" Batin bunda Sisi yang dari tadi gelisah. Bunda Sisi tidak tau kenapa, tapi perasaannya mengatakan kalau sebentar lagi akan terjadi sesuatu hal yang buruk." Ya Allah, lindungilah kelurga hamba dari marabahaya, dan lindungilah kelurga hamba dari orang-orang jahat, yang sedang mengincar nyawa dan kebahagiaan keluarga hamba." Batin bunda Sisi. Saat bunda Sisi sedang menenangkan perasaannya, yang dari tadi merasa tidak enak. Suara tangisn dari lantai atas, membuat bunda Sisi mengerutkan keningnya bingung.


" Kenapa Beby Falisha nangis?" Batin bunda Sisi, bertanya-tanya karena cucunya tiba-tiba saja menangis. Karena sebelumnya bayi berusia satu bulan itu begitu sangat anteng bersama dengan Wiyah. Tapi entah kenapa, bayi kecil itu tiba-tiba saja menangis dengan suara yang sangat kencang. Karena tidak mau penasaran, bunda Sisi melangkah kearah kamar tiga F yang berada dilantai atas, tempatnya di samping kamar Fazar dan Wiyah.


.


Ookkk....ookkk


" Kenapa Beby Falisha nangis sayang?" Tanya Fazar yang begitu sangat terkejut mendengar suara tangisan anak keponakannya itu. Karena Fazar yang sedang berada didalam dikamar nya. Kerena dia sedang melanjutkan perkejaan kantornya. Harus dibikin kaget dengan tangisan Beby Falisha.


" Ngga tau Abi, tiba-tiba saja Beby Falisha nangis tadi. Padahal tadi Beby Falisha, baik-baik saja." Jawab Wiyah khawatir.


" Apa sayang sudah kasih mimi Beby Falisha?"


" Sudah Abi, tapi Beby Falisha tidak mau menyusu." Jawab Wiyah semakin khawatir saat bayi berusia satu bulan itu semakin kencang menangis.


" Coba sini Abi yang gendong." Wiyah memberikan Beby Falisha, ke Fazar, dan Fazar dengan sigap mengendong Beby Falisha, sambil menimang-nimangnya. Tapi bayi kecil itu semakin menangis dengan kencangnya.


Ookkk....ookkk...ookkk....


" Ada apa Zar, Wiyah? Kenapa Beby Falisha menangis." Tanya bunda Sisi mendekati Fazar dan Wiyah.


" Ngga tau Bun, tiba-tiba saja Beby Falisha menangis. Tadi sudah di kasih mimi, Tapi Beby Falisha nya ngga Bun." Jawab Wiyah.


" Coba sini biar bunda yang gendong." Bunda Sisi mengambil cucunya itu, lalu menimang-nimangnya. Tapi bukannya diam, beyi kecil itu semakin menangis." Cup-cup, kenapa cucu oma menangis. Harusnya cucu Oma Anak pintar, anak hebat kuat." Ucap bunda Sisi menimang-nimang Beby Falisha.


Entah keajaiban apa, tapi tangisan bayi kecil perlahan-lahan mulai mereda." Alhamdulillah, Beby Falisha ngga nangis lagi." Ucap Wiyah dan Fazar bersamaan, saat mendengar. Kalau beyi kecil itu sudah berhenti menangis.

__ADS_1


Baru saja suara tangisan bayi kecil itu berhenti, Suara ponsel Fazar berdering. Karena tidak ingin anak keponakannya terbangun. Fazar langsung mengangkat ponselnya, tanpa melihat siapakah yang menelpon.


" Halo assalamualaikum."


"......."


" Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...." Bunda Sisi dan Wiyah menoleh kearah Fazar, saat mendengar ucapan Fazar barusan.


.


.


" Hahahaha, walaupun aku tidak membunuhmu Fazar. Tapi aku bisa membunuh adikmu!" Ucap orang itu sambil tertawa." Lihatlah, bagaimana caranya aku membalas dendam Fazar! Karena kamu sudah berhasil menghancurkan keluarga ku, yang begitu sangat bahagia dulu!" Gumam pemuda itu, sambil meminum bir didalam gelasnya." Dalam hitungan menit dan detik, aku akan mendengarkan kalau dua nyawa yang akan hilang! Nikmatilah pembalasan ku Fazar!" Ucap pemuda itu sambil tertawa penuh dengan kebahagiaan, membayangkan apa yang akan terjadi beberapa menit lagi.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


" Suamiku. Kenapa kita tidak memberitahukan ke Abang, kalau Aldrich, tuan Aron dan juga nyonya Nadila. Berhasil melarikan diri dari penjara?" Tanya Fina menatap suaminya itu yang sedang menyetir.


Ya, Fadil mendapatkan kabar dari orang yang sering mengawasi ketiga penjahat itu, kalau ketiganya berhasil kabur dari penjara, Berkat bantuan dari antek-antek mereka yang masih bebas dan tidak bisa ditangkap oleh para polisi. Dan sekarang, parah penjahat sudah bebas, dan mereka pasti memiliki rencana untuk membalaskan dendam kepada keluarganya. Karena berani memasukkan ketiga orang itu kedalam penjara. Bahkan menghancurkan semua usaha gelap ketiganya.


" Jangan mengatakan itu suamiku. Masalah mu adalah masalah ku setelah kita menikah. Kita akan berusaha menyelesaikan nya bersama-sama. agar, semua yang terjadi bisa selesai. Jangan pernah berkata seperti itu, karena apapun yang terjadi kita akan melewati nya suamiku." Jawab Fina menatap suaminya itu dengan tulus.


" Apakah istriku ini menyesal, telah menikah denganku? Setelah mengetahui, kalau keluarga kami memiliki banyak musuh yang selalu mengincar kami?"


Fina mengegam tangan, suaminya itu saat mendengar pertanyaan." Suamiku. Masalah keluarga mu, adalah masalah ku juga. Aku bukan orang lain, dalam keluarga ini. Karena aku telah masuk kedalam kelurgamu. Artinya setiap masalah yang ada. Kita akan melewatinya bersama-sama. Jangan pernah berpikir, kalau aku menyesal telah menikah dengan mu dan menjadi salah satu dalam keluarga mu, suamiku. Karena aku berpikir, kalau ini adalah ujian untukku, bukan hanya ujian mu dan juga keluargamu. Suamiku. Apapun yang terjadi, kita akan melewatinya bersama-sama, dan kalau bisa aku akan selalu bersamamu..." Ucapan Fina. Membuat Fadil merasa terharu mendengar ucapan istrinya itu.


" Terimakasih, karena kamu selalu ada untukku istriku." Ucap Fadil menoleh kearah istrinya sebentar, setelah itu pandangannya kembali lurus ke depan. Sedangkan Fina hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya itu.


Saat keduanya sedang menikmati perjalanan mereka. Tiba-tiba saja dari arah depan, terdapat motor yang ingin menyeberang jalan, dan saat Fadil ingin menginjak rem mobilnya. Fadil merasa kalau rem mobilnya tidak berfungsi. Karena hal itulah, membuat Fadil jadi panik. Saat merasakan rem nya tidak berfungsi sama sekali.


" Ada apa suamiku?" Tanya Fina saat melihat wajah suaminya itu yang tiba-tiba saja panik.

__ADS_1


" Istriku, rem mobil ini tidak berfungsi!" Jawab Fadil panik.


" Astaghfirullah, apa yang terjadi suamiku?!" Tanya Fina ikut panik saat mendengar jawaban suaminya itu.


" Aku tidak tau istriku, sebaiknya kamu berpegangan lah dengan erat-erat, karena kecepatan kendaraan kita tidak stabil dan rem nya juga tidak berfungsi." Ucap Fadil dengan serius menatap istrinya." Maaf, aku telah membawamu kedalam marah bahaya sayang." Ucap Fadil menatap istrinya itu dengan tulus.


" Jangan berkata seperti suamiku! Aku yakin kalau kita akan baik-baik saja!" Tegas Fina yang tidak suka dengan ucapan suaminya." Kita akan baik-baik saja!"


" Jika terjadi, sesuatu. Tolong jaga anak kita Fin." Ucap Fadil diselah-selah dia mengatur jalan mobilnya, agar tidak menabrak kendaraan lain.


" Tidak suamiku, kita akan tetap bersama-sama. Apapun yang terjadi, sampai maut yang memisahkan kita." Ucap Fina serius dengan ucapannya." Jika hari ini adalah hari terakhir kita, maka aku siap. Asal kita selalu bersama-sama suamiku." Ucap Fina kembali, yang kini pasrah dengan keadaan yang ada. Ampun yang terjadi semua adalah kehendak takdir.


" Apa yang kamu katakan istriku, kam__" Belum Fadil menyelesaikan ucapannya. Fadil melihat, kalau ada motor yang melaju kencang kearah mereka. Saat Fadil ingin memencet tombol klakson mobilnya, tombol itu seakan tidak berfungsi.


Karena tidak ingin terjadi sesuatu, dengan pengendara lain. Fadil membelokkan mobilnya, kearah lain. Tepatnya jalur berlawanan, dan kebetulan ada mobil truk besar, yang sedang mengarah ke jalur itu dengan kecepatan tinggi.


" Astaghfirullah........


Allahu........Akbar.......


Bukkkkk.....


Kecelakaan tidak bisa terhindarkan, karena mobil Fadil telah menabrak mobil truk itu dengan sangat kuat. Membuat mobil depannya sampai hancur.


Pengandara motor tadi, yang sengaja berhenti untuk melihat apa yang terjadi. Dengan jelas melihat kecelakaan didepannya.


" Astaghfirullah." Pemuda yang masih mengunakan seragam putih Abu-abu, dengan cepat melangkah kearah mobil itu. Yang kini sudah setengah hancur, akibat kecelakaan yang tidak bisa terhindarkan. Bahkan pengandara, yang tadi melanju ikut berhenti. Untuk melihat, bahkan banyak orang yang menelpon ambulans serta polisi untuk menyelamatkan orang yang berada didalam mobil itu.


" A ku, aku te lah memb unuh seseo rang." Ucap pemuda itu saat melihat darah yang mengalir dari luar mobil.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2