
Kesabaranku membawa cinta
Windi yang baru sampai Rooftop, bisa mendengar ucapan adik iparnya itu. Windi tau kalau Wiyah merasa sangat sedih mendengar kebenaran ini.
Apalagi selama empat tahun ini, Wiyah diabaikan oleh keluarganya, karena keegoisan mereka masing-masing. Sehingga Wiyah hanya sendiri tanpa peran orang tuanya selama tiga tahun.
" Aku tau ini tidak adil untukmu dek. Tapi Allah telah menuliskan sesuatu yang indah untuk kamu jalani. Karena Allah tau kalau kamu sanggup melewatinya."
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
" Ayah, maafkan aku. Karena tadi aku marah ke ayah." Lirih Wiyah sambil memeluk tubuh kurus ayahnya itu.
Sekarang Wiyah lebih tenang setelah menenangkan dirinya tadi di Rooftop. Apalagi Windi selalu memberikannya penjelasan, yang membuat Wiyah sadar kalau seharusnya dia tidak marah seperti tadi.
Allah memberikan kita ujian, karena Allah tau kita bisa melewatinya. Dari apa yang kamu jalani selama empat tahun ini. Allah hanya ingin menguji mu. Allah hanya ingin melihat, sebesar apa kesabaran mu dan juga keikhlasan hatimu untuk menerima semuanya. Dari kamu sabar menunggu keluarga mu selama empat tahun. Sampai kamu mengikhlaskan sesuatu yang mungkin tidak bisa kamu ikhlaskan, Seperti kebenaran berapa bulan yang lalu.
Mungkin kamu sulit menerima kenyataan itu, tapi lambat laun kamu bisa menerima semuanya, dan mengikhlaskan apa yang terjadi.
Dan sekarang kamu tau. Kalau semua kesabaranmu dan keikhlasan yang kamu rasakan selama ini. Allah telah mengganti nya dengan kejutan, yang kamu sendiri bahkan semua keluarga tidak akan percaya, Yaitu kebenaran yang sebenarnya.
Entah mukjizat apa yang ingin Allah perlihatkan, sampai memberikan kejutan yang sangat besar di hari ulang tahunmu. Apakah ini sebuah kado karena kesabaran mu selama ini.
Dari pelajaran yang kamu dapatkan selama empat tahun ini, seharusnya kamu tau arti dari rasa syukur sayang. Karena apa yang terjadi padamu, belum tentu orang lain merasakannya.
Perkataan Windi, seakan membuat Wiyah tenang, dan dia bisa menerima semuanya. Sungguh kakak iparnya itu selalu tau apa yang dia inginkan.
" Maafkan ayah juga nak, yang telah mengabaikan kamu selam tiga tahun ini. Maafkan ayah yang telah egois. Seharusnya ayah mencari tau terlebih dahulu, tidak mempercayai apa yang terjadi dimasa lalu." Jawab Jambri membalas pelukan anaknya itu. Ada rasa senang dalam hatinya, karena kesedihannya selama empat tahun, akhirnya hilang setelah mengetahui kebenaran ini.
" Ayah, tidak mengabaikan ku, hanya saja ayah tidak percaya dengan apa yang terjadi sebenarnya. Ini juga bukan karena salah ayah, melainkan salah pihak rumah sakit." Ucap Wiyah." Ayah jangan pergi lagi, Tetaplah disini bersama kami, yah."
" Tapi ayah tidak bisa janji nak, untuk selalu disini. Karena sewaktu-waktu ayah bisa saja pergi."
__ADS_1
" Emangnya ayah mau pergi kemana. Bukannya sekarang ayah ngga kerja lagi, karena sudah pensiun."
" Kamua akan tau nanti nak." Jawab Jambri mencium kening putrinya itu." Terimakasih ya Rabb, ini adalah kejutan yang sangat luar biasa untuk keluarga hamba. Ya Allah panjangkan lah umur hamba, sampai hamba di pertemuan dengan anak-anak hamba yang lain." Batin Jambri mengusap punggung Wiyah dengan lembut.
Orang-orang yang berada di ruangan itu, ikut merasa terharu saat melihat pemandangan didepan mereka, sungguh mereka tidak menyangka dengan apa yang terjadi. Ini seperti mimpi.
" Ya Allah, terimakasih karena angku telah menunjukkan kebenaran yang sebenarnya sebelum ayah hamba benar-benar pergi." Batin Jidan. Jidan bingung, apakah dia harus bahagia atau sedih melihat semuanya. Apakah dia harus bahagia mengetahui kebenaran ini, atau sedih karena ayahnya akan pergi selamanya.
" Aku mengerti sekarang paman, apa yang paman katakan waktu itu. Aku berjanji, setelah paman pergi aku akan menjaga adik-adikku nanti, seperti yang paman amankan." Batin Haidar.
" Ya Allah aku tidak tau, sesedih apa istri hamba nanti, saat melihat kepergian ayah yang begitu sangat dia cintai. Pergi untuk selama-lamanya. Apalagi pertemuan mereka sangatlah singkat." Batin Fazar yang memikirkan apa yang terjadi selanjutnya. Apalagi dia tidak bisa melihat istrinya itu menangis. Tapi mau bagaimana lagi, ini semua sudah kehendak takdir.
Seperti yang pernah ayahnya katakan waktu itu." Sejauh-jauhnya kamu pergi untuk menghindari kematian. Tapi jika sudah waktunya kamu untuk mati. Maka kematian itu akan tetap datang menghampiri mu walaupun kamu bersembunyi di lubang semut sekalipun."
Semua orang yang berada situ, hanya diam dan berada pada pikiran mereka masing-masing, saat melihat pemandangan yang sangat mengharukan ini. Sungguh mereka tidak ingin momen seperti ini cepat berlalu.
🍂🍂🍂🍂🍂
Setelah meluruskan kesalahpahaman selama empat tahun. Kini keluarga itu kembali menikmati acara itu dengan bahagia.
Sebenarnya empat tahun yang lalu, pihak rumah sakit sudah mengabari Jambri tentang kesalahan tes DNA empat tahun yang lalu. Tapi dari pihak Jambri tidak ada yang mengubris sama sekali.
Kita tinggalkan masalah mereka yang kini sudah selesai, karena kesalahpahaman sudah terpecahkan.
Kita beralih kearah anak-anak yang begitu sangat menikmati acara ini. Sepertinya acara kali ini membuat anak-anak begitu sangat senang. Apalagi sih kecil Fanesya yang dari tadi tidak berhenti mengunyah. Sepertinya mulut kecil itu begitu sangat menikmati cemilan yang ada disana.
" Harum, apakah kamu tau apa itu adopsi." Tanya Rafa, yang kini duduk di meja bundar yang ditemani oleh Harum dan Rafi. Mereka sedang duduk sambil menikmati bakso.
" Aku juga ngga tau Fa, apa itu adopsi, soalnya baru tadi aku mendengarnya."
" Masa kamu ngga tau sih. Bukannya kamu yang di adopsi oleh om tampan dan Acil Wiyah." Sambung Rafi sepertinya kedua bocah yang memiliki wajah sama itu, sangatlah penasaran dengan kata adopsi. Karena mereka baru mendengarnya.
__ADS_1
" Aku juga ngga tau. Soalnya tadi papi ( Panggilan Harum untuk tuan Aslan ) ngga kasih tau Harum, apa itu adopsi." Jawab Harum." Emangnya kenapa sih sampai kalian penasaran." Tanya Harum menatap kedua secara bergantian.
" Cuman mau tau aja Rum. Iya ngga Fi."
" Iya Rum, apa yang dikatakan oleh Rafa benar, kami cuman pengen tau aja." Jawab Rafi membenarkan.
" Bagaimana kalau kita tanya kak Fazri sama om Abidzar aja. Siapa tahu kak Fazri atau om Abidzar tau apa itu adopsi." Usul Harum.
" Benar tuh Rum. Aku setuju." Jawab Rafa antusias.
" Kalau gitu kita habiskan dulu makannya. Kata bunda sama Acil Wiyah, jangan mubazir nanti makanannya nangis."
Kedua bocah itu hanya mengangguk Mendengar ucapan Rafi. lalu ketiganya kembali melanjutkan memakan makanan mereka dengan tenang.
Dari jarak yang sedikit jauh dari meja ketiga bocah itu. Ada seorang pria gagah, yang sedang duduk sambil menatap kearah gadis kecil itu.
" Aku kira gadis kecil itu adalah anak dari tuan Aslan atau anak dari Fazar. Ternyata dugaan ku salah, saat mendengar pengakuan dari Fazar. Kalau dia mengadopsi gadis kecil itu." Gumam pria, yang tidak lain adalah Adrian.
Ya, Adrian hadir di hari akad Fadil dan Fazar. Karena Fazar sengaja mengundang pria itu, agar Ardian mengijinkan Jidan sekertaris nya untuk hadir. Karena Fazar tau. Kalau sampai Ardian tidak diundang, dan dia hanya mengundang abang dari istrinya, mungkin Jidan tidak akan bisa menghadiri acara ini, karena Ardian pasti akan berikan banyak pekerjaan kantor untuk Jidan. Dan Fazar tentu tau sifat dari teman bisnis nya itu.
Rencananya sih Ardian hanya akan menikmati suasana acara itu. Hanya saja dia dibuat bingung, bahkan banyak pertanyaan hadir di kepalanya saat melihat Fazar mengumumkan kepada orang-orang yang berada di acara itu. Kalau dia telah mengadopsi anak, dan anak itu adalah gadis kecil yang memiliki wajah sepertinya.
" Saya ingin memberitahukan kepada kalian semua disini. Kalau saya dan istri saya, baru saja mengadopsi seorang anak, dan anak itu akan menjadi anak pertama kami. Walaupun kami akan memiliki anak sendiri, Tapi gadis kecil itu akan tetap menjadi anak pertama dan juga cucu pertama dari keluarga Aldevaro. Dia adalah cucu pertama dan juga gadis kecil kesayangan keluarga Aldevaro. Perkenalkan anak pertama kami, Naila Harum Syah, kami memanggil nya Naila."
Nama, dan tepuk tangan dari parah tamu beberapa menit yang lalu masih ada didalam pikiran Ardian. Bahkan nama gadis kecil itu, menghantui pikiran Ardian. Karena mata gadis kecil itu mengingatkan nya pada seseorang.
Mayla
" Siall, kenapa namamu hadir kembali Mayla. Padahal kamu tau kalau aku begitu sangat membencimu. Tapi aku berdoa dimanapun kamu berada, semoga kamu tetap bahagia." Batin Ardian.
•
__ADS_1
•
Maaf kak Ulfa baru update. Soalnya beberapa hari ini kak Ulfa lagi sakit. Jadi ngga bisa update sama sekali. Tapi tenang aja, hari ini kak Ulfa bakal update banyak-banyak.