Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 51


__ADS_3

Mendengar ketukan pintu itu membuat Fazar mengalihkan pandangannya yang tadi menatap kearah Wiyah beralih melihat kearah pintu. Fazar berdiri dari tidurnya untuk mengecek siapakah yang mengetuk pintu ruangannya.


" Zain. Ada apa." Tanya Fazar, setelah membuka pintu kamarnya. Fazar bisa melihat kalau yang mengetuk pintu kamarnya itu, Zain sekertarisnya yang sekarang sedang berdiri di depan pintu.


" Maaf tuan, kita sudah sampai di bandara internasional tokyo Jepang." Jawab Zain membuat Fazar mengangguk mengerti.


" Siapkan semuanya, karena malam ini kita akan beristirahat di hotel. Besok kita baru bisa ke apartemen, karena sekarang sudah malam. Kamu bisa menungguku kami sebentar, karena Aku dan dia akan menyusul nanti." Ucap Fazar.


" Baik tuan." Jawab zain mengerti. Zain meninggalkan Fazar, untuk menyiapkan semua kebutuhan tuan dan nyonya selama mereka berada di Jepang untuk beberapa hari kedepannya.


" Bersiaplah, karena kita sudah sampai di bandara internasional tokyo Jepang." Ucap Fazar sambil melihat kearah Wiyah yang kini sudah duduk di sisi ranjang sambil merapikan penampilannya yang terlihat kusut, karena tadi dia baru saja bangun tidur.


Wiyah yang mendengar ucapan Fazar langsung menatap kearah suaminya itu, karena begitu sangat terkejut saat Wiyah mendengar ucapan dari Fazar, yang mengatakan kalau mereka sekarang sudah berada di Jepang. Bukan Indonesia yaitu kota Jakarta.


" Jepang tuan." Tanya Wiyah tidak percaya, membuat Fazar mengangguk mengiyakan.


" Ya." Jawab Fazar singkat.


" Tapi tuan, bukannya anda tadi mengatakan kalau kita akan kekota Jakarta bukan Jepang." Tanya Wiyah menatap bingung, suaminya itu.


" Kita akan tetap pergi ke Jakarta, tapi setelah aku menyelesaikan urusan ku disini, setelah selesai semuanya maka kita akan kembali ke Jakarta yaitu Indonesia." Jelas Fazar semakin membuat Wiyah terkejut sekaligus bingung dengan penjelasan yang Fazar berikan untuknya." Dan jangan banyak bertanya lagi, jika kamu tidak ingin aku tinggal disini." Ucap Fazar kembali dengan nada memperingati.

__ADS_1


Wiyah yang tadi ingin bertanya kembali langsung di urungkan, karena takut dengan peringatan yang Fazar berikan.


" Baik tuan." Jawab Wiyah mengangguk mengerti.


" Bersiaplah, jangan lupa pakai jaket karena cuaca disini lumayan dingin saat malam hari." Ucap Fazar, yang membuat Wiyah hanya mengangguk mengerti.


Fazar kembali keluar dari kamarnya memberikan Wiyah untuk bersiap-siap terlebih dahulu, barulah mereka keluar.


❄️❄️❄️❄️❄️


Fazar, dan Wiyah, bersama dengan beberapa orang suruhan Fazar melawati bandara yang begitu sangat di padati banyak orang.



" Apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku belum bisa bahasa Inggris. Terus kalau aku tersesat atau hilang, bagaimana." Batin Wiyah yang begitu sangat takut kalau sampai dia tersesat di kota sebesar ini. Jika saja ini di Indonesia, maka Wiyah akan merasa tenang, dan mungkin akan baik-baik saja. Tapi ini di negeri orang, bukan di Indonesia, jadi bahasa mereka asing dan orang disini lebih banyak mengunakan bahasa asing yang Wiyah tidak mengerti..


" Jika aku tahu akan seperti, ini maka dari dulu aku ngeles bahasa Inggris." Batin Wiyah yang begitu sangat menyesal karena ia begitu sangat tidak suka dengan pelajaran bahasa.


Jika di bandingkan dengan rumus matematika, lebih baik Wiyah menghafal rumus matematika ketimbang bahasa yang membuat kepalanya sering sakit jika Wiyah menghafalnya.


Sedangkan Fazar yang berada di sebelah Wiyah tahu kalau istrinya itu merasa, gugup bercampur dengan takut, karena ini pertama kalinya buat Wiyah berada di negri orang.

__ADS_1


" Tenanglah, jangan gugup. Kamu tidak akan hilang disini, karena orang-orang tidak suka wanita seperti mu." Bisik Fazar tempat di kuping Wiyah.


Wiyah yang merasakan hembusan nafas Fazar merasa merinding dengan hembusan


nafas Fazar, membuat Wiyah melihat kearah samping, Dan tatapan keduanya saling bertemu satu sama lainnya, karena Fazar masih menatap kearah Wiyah.


Deg.


Deg


Deg


Detak jantung keduanya, berdegup kencang, seperti mereka baru saja melakukan lomba lari mengelilingi bandara itu.


Wiyah dan Fazar yang menyadari akan hal itu cepat-cepat mengalihkan pandangannya mereka kearah lain. Karena keduanya merasa canggung


Sedangkan Zain yang melangkah di bekang Fazar dan Wiyah, hanya bisa menatap pasangan itu yang terkesan romantis tapi dingin, setiap orang lain melihatnya. Ya itu semua karena Fazar tuannya itu.


" Pasangan yang begitu sangat unik." Gumam Zain yang hanya bisa geleng-geleng melihat kelakuan Fazar. Walaupun Zain jomblo dan masih belum pernah merasakan yang namanya pacaran. Tapi Zain yakin kalau pasangan itu begitu saling mencintai, hanya saja keduanya belum menyadari perasaan mereka satu sama lainnya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2