
Tidak terasah sudah waktunya makan siang. Kini Wiyah bersama dengan mahasiswa lain keluar dari kelas mereka, mengarah ke kantin, karena sekarang sudah waktunya mereka untuk mengisi perut mereka yang kosong.
Termasuk Wiyah yang di temani oleh sahabatnya Yaya, melangkah kearah kantin kampus itu. Karena kedua gadis itu sudah merasa lapar, apalagi bumil yang dari tadi merasa ingin memakan sesuatu. Karena perutnya terus meronta-ronta ingin diisi.
" Wiyah, apa yang kamu rasakan beberapa hari ini, selama kamu mengandung." Tanya Yaya penasaran, sambil menatap sahabat itu.
" Rasanya. Bagaimana ya, aku tidak bisa menjelaskannya. Tapi disaat seperti sekarang, aku sangat menikmatinya. Karena aku bisa merasakan kalau kehidupan disini yang membuatku banyak berubah."
" Begitu ya. Apakah kamu merasa mual Wiyah. Kata orang, kalau sedang hamil itu pasti mereka akan merasakan mual-mual."
" Iya, aku merasakan mual, Yaya. Tapi, itu disaat pagi hari saja, tapi kalau siang Alhamdulillah ngga."
Sedangkan Yaya hanya bergumam mendengar jawaban Wiyah. Sebenarnya Yaya penasaran, kenapa ibu hamil akan merasakan mual-mual saat pagi, setelah siang mereka akan mendingan.
Tidak terasah Wiyah dan Yaya sudah sampai di kantin. Mereka bisa melihat, kalau kantin itu sudah di penuhi oleh mahasiswa lain, yang sedang menikmati makan siang mereka. Sangking banyaknya mahasiswa di kantin itu, membuat kantin itu seakan sesak.
Wiyah dan Yaya, menyusuri setiap sudut ruangan itu, untuk mencari tepat yang masih kosong. Karena banyaknya orang-orang, membuat Yaya, berpikir kalau mereka pasti tidak akan mendapatkan meja kosong.
Lama mencari tempat yang kosong, pandangan Yaya tertuju pada satu meja yang kosong.
Yaya langsung menarik tangan Wiyah dengan pelan, agar Wiyah mengikuti langkahnya.
Sedangkan Wiyah hanya pasrah saja saat tangan di tarik dan di bawah pergi entah kemana oleh Yaya.
" Kamu mau makan apa Wiyah." Tanya Yaya saat sudah sampai di meja itu.
" Aku juga bingung Yaya, mau makan apa." Jawab Wiyah bingung.
Yaya tampak berpikir." Bagaimana kalau soto ayam atau bakso, mungkin nasi pecel."
" Hmm, aku mau soto ayam dan juga nasi pecel, Yaya. Aku juga mau kedua makan itu dibikin porsi jumbo." Ucap Wiyah yang mendadak menginginkan kedua makan itu. Walaupun Wiyah merasa malu mengatakannya, karena Yaya pasti berpikir kalau ia rakus. Tapi mau bagaimana lagi, ketiga janin dalam kandungannya yang menginginkannya.
Yaya yang mendengar pesanan Wiyah langsung melongo, karena bingung dengan pesanan sahabatnya itu, yang terbilang aneh. Padahal biasanya Wiyah tidak akan seperti sekarang." Kamu yakin Wiyah, apakah kamu bisa menghabiskannya."
" Iya Yaya, aku yakin bisa menghabiskannya." Jawab Wiyah menyakinkan sahabatnya itu.
" Baiklah, kamu tunggu disini." Wiyah hanya mengangguk mendengar ucapan sahabatnya itu.
Yaya melangkah kearah meja kantin, untuk memesan makanannya dan juga pesanan Wiyah. Setelah itu ia kembali duduk di kursinya untuk menunggu pesanan mereka.
Tidak beberapa lama pesan Wiyah dan Yaya di antar oleh pelayan di kantin itu.
__ADS_1
" Selamat menikmati kak." Ucap pelayan wanita itu sambil tersenyum.
" Terimakasih mbak." Jawab Wiyah dan Yaya bersamaan dengan sopan dan juga senyum di bibir keduanya.
Pelayan itu membalas senyuman mereka, lalu berlalu pergi untuk mengantarkan pesanan lain.
Yaya menatap kedua makan yang sahabatnya pesan. Karena terlihat begitu sangat banyak, mungkin kedua makan itu terhitung untuk porsi dua orang. Sedangkan Wiyah menatap kedua makanan itu dengan berbinar bahagia.
" Apa kamu yakin bisa menghabiskan itu Wiyah, aku lihat makanan itu terlihat begitu sangat banyak."
" Aku yakin Yaya, kalau makan ini bisa habis."
Sedangkan Yaya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya bingung, karena tingkah sahabatnya itu.
" Apakah setiap bumil seperti ini." Batin Yaya bingung.
Setelah membaca doa, Wiyah mulai menyantap makanannya itu dengan terburu-buru, seperti makan itu akan di rebut oleh orang saja. Sampai-sampai Wiyah mengabaikan sahabatnya yang dari tadi menatap nya dengan heran.
" Makannya pelan-pelan Wiyah, tidak akan ada yang mengambil makananmu." Tegur Yaya.
Wiyah menatap sahabatnya." Ini rasanya sangat enak, Yaya, kamu harus mencobanya." Ucap Wiyah dengan makanan yang masih berada di mulutnya.
" Tidak Wiyah terimakasih. Aku sudah memesan makanan yang sama seperti mu." Tolak Yaya halus.
Sedangkan Yaya, berusaha untuk mengabaikan Wiyah yang terlihat aneh hari ini. Dia mencoba untuk fokus dengan makanannya.
" Alhamdulillah, kenyang juga." Ucap Wiyah setelah menghabiskan makanannya. Wiyah mengambil minuman disebelahnya lalu meminum nya sampai habis.
Sedangkan Yaya, yang melihat kedua makanan sahabatnya itu benar-benar habis,
semakin dibuat terdiam. Padahal Yaya baru saja makan, tapi sahabatnya sudah menghabiskan makanannya itu dengan waktu singkat, padahal makanan sahabatnya itu terbilang banyak.
" Kamu menghabiskannya sendiri Wiyah." Tanya Yaya masih belum percaya.
" Iya Yaya, aku yang menghabiskannya sendiri."
Yaya melirik perut Wiyah. Yaya meringis kecil saat melihat perut sahabatnya itu yang terlihat kecil, tapi bisa menghabiskan dua makanan dengan porsi jumbo sendiri.
" Maaf aku membuat kamu tidak berselera makan, karena melihat cara makan ku tadi." Ucap Wiyah merasa bersalah, kata Wiyah tau kalau sahabatnya itu pasti jijik dengannya, saat melihat bagaimana cara makannya tadi.
Mendengar ucapan Wiyah, membuat Yaya menggelengkan kepalanya. Yaya tidak suka sahabatnya itu berbicara seperti itu.
__ADS_1
" Bukan seperti Wiyah, aku hanya merasa heran saja, karena perut mu yang kecil bisa memuat makan tadi." Jelas Yaya." Apakah kamu tidak merasakan sakit Wiyah."
." Aku tidak merasakan sakit sama sekali, Yaya, malahan aku ingin makan lagi kalau saja boleh.". Jawab Wiyah tersenyum. Wiyah begitu sangat senang, karena sahabatnya itu tidak merasa risih dengannya, walaupun tadi dia begitu sangat aneh.
Mendengar jawaban Wiyah membuat Yaya membulatkan matanya tak percaya. Apakah sahabatnya itu masih lapar. Pikir Yaya.
" Aku bercanda Yaya. Kamu bisa melanjutkan makanan mu sekarang." Wiyah hanya terkekeh kecil melihat wajah keterkejutan dari sahabatnya itu. Sedangkan Yaya hanya tersenyum.
Yaya kembali menikmati makan siangnya, yang sempat tertunda tadi. Karena heran melihat tingkah sahabat yang biasanya kalem berubah menjadi aneh.
🍂🍂🍂🍂🍂
Setelah beristirahat hampir satu jam, kini pengadilan kembali di buka. Semua orang kembali masuk, untuk mendengar hakim mengambil keputusan.
Semua orang kembali duduk ketempat mereka masing-masing.
" Untuk disini, kami menyatakan kalau tuan Muhammad Fadil Al Fazar dinyatakan bersalah, karena terdapat beberapa bukti kalau tuan Fadil, sudah melakukan kekerasan terhadap tuan Aldrich. Tuan Fadil juga telah main hakim sendiri, yang membuat tuan Aldrich sampai kritis, bahkan tuan Fadil juga sudah menghapus beberapa bukti yang membuat pengadilan sedikit terkecoh."
Tuan Aron dan Nadila langsung tersenyum mendengar ucapan dari hakim itu. Kalau ternyata Fadil tetap dinyatakan bersalah. Tidak sia-sia mereka merekayasa bukti untuk menjatuhkan Fadil, agar Fadil mendekap masuk kedalam penjara.
Tuan Aron dan Nadila menatap kearah keluarga Fazar dengan remeh, karena berhasil mengalahkan mereka
Sedangkan Fazar begitu sangat terkejut mendengar keputusan hakim. Ini tidak benar. Rasanya Fazar ingin berdiri dan meminta keadilan sebenarnya. Tapi bunda Sisi menghentikannya.
Sama halnya seperti tuan Aslan dan juga Abidzar yang merasa geram dengan keputusan hakim. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa sekarang.
Sedangkan Fina dan Fadil sama-sama memejamkan matanya. Fadil begitu sangat menyesal. Ia bukan menyesal karena di nyatakan bersalah. Tapi ia menyesal, karena kasus ini sudah membuat Fina malu. Karena video itu akan merusak nama gadis yang dia cintai.
Biarlah dia masuk kedalam penjarah dengan nama yang jelek asal jangan gadis yang dia cintai hancur, karena kejadian ini. Fadil tidak mau Fina sampai di gunjing oleh orang-orang.
Sama halnya seperti Fadil, Fina juga merasa menyesal. Karena kejadian ini, membuat Fadil harus masuk kedalam jeruji besi. Itu semua karena dirinya.
" Semua ini karena mu Fina." Batin Fina menyalahkan dirinya.
...----------------...
Maaf baru bisa update, soalnya author baru selesai ujian.
Maksudnya, author baru selesai dapat ujian kehidupan 😂
Makasih buat teman-teman yang sudah nungguin author buat update, soalnya akhir-akhir ini author jarang update.
__ADS_1
Maklum tugas dunia nyata lagi numpuk menjadi satu sama seperti pikiran author 😁
Maaf author malah curhat 🤭