Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 139


__ADS_3

Kepergian keduanya langsung mendapatkan tatapan dari para pengunjung dan karyawan di sana, saat melihat kalau Fadil menggenggam pergelangan tangan Fina. Karena mereka berpikir kalau Fina dan Fadil adalah pasangan kekasih yang sedang bertengkar, makanya ada kejadian seperti tadi. Pikir karyawan dan pengunjung disana. Padahal dalam kenyataan tidak seperti itu, karena kejadian tadi murni tidak sengaja.


Saat sudah lebih jauh dari para pengunjung, Fina langsung menghempaskan tangan Fadil dari tangan nya yang tadi sedang menggenggam lengannya.


" Maaf, aku tidak sengaja melakukannya." Ucap Fadil yang baru sadar telah menggenggam lengan Fina.


" Iya ngga apa-apa kak, tapi jangan seperti tadi." Ucap Fina mengingatkan. Sebenarnya Fina ingin marah, karena Fadil telah memegang tangannya, tapi tidak jadi saat ia mengingat kalau Fadil telah membantu nya barusan." Terimakasih karena kak Fadil, telah membantu ku tadi." Ucap Fina.


Fadil yang mendengar ucapan terimakasih dari Fina, hanya tersenyum." Tidak usah berterimakasih, karena disini aku juga salah Karena aku tidak sengaja menyenggol mu, sampai membuat nampan yang kamu pegang sampai jatuh." Jawab Fadil yang tahu kalau ia salah." Kamu kerja disini, sudah lama apa baru saja. Soalnya aku baru tahu kalau kamu berkerja disini." Tanya Fadil.


" Aku baru kerja disini kak, mungkin baru sebulanan." Jawab Fina membuat Fadil mengangguk-anggukkan kepalanya kecil, tanda kalau ia mengerti.


" Lalu bagaimana dengan kuliah mu." Tanya Fadil.


" Alhamdulillah, kuliahku baik-baik saja kak. Aku kerja disini karena aku masuk kuliahnya pagi, jadi bisa kerja sambil kuliah." Jelas Fina.


" Jadi kamu masuk kerja nya malam gitu." Tanya Fadil.


" Ngga kak. Sebenarnya aku masuk nya siang, cuman karena teman kerjaku ada yang ngga turun, makanya aku yang gantiin malam ini." Jelas Fina, membuat Fadil kembali menggaguk kepalanya, kalau dia mengerti dengan penjelasan Fina." Kalau ngga ada lagi yang mau di bicarakan kak, aku lanjut kerja lagi." Ijin Fina.


" Jangan pergi dulu, aku masih mau mengobrol dengan mu." Cegah Fadil saat melihat Fina ingin pergi.


" Maaf kak, aku ngga bisa. Soalnya ini masih jam kerja, nanti kalau kak Fadil mau ngobrol bisa besok." Jawab Fina." Kalau gitu permisi kak."


"Jam berapa kamu pulang." Tanya Fadil, saat melihat Fina akan melangkah meninggalkan nya.


Fina berbalik melihat kearah Fadil


" Mungkin setengah sebelas." Jawab Fina, setelah itu melangkah meninggalkan Fadil yang masih berdiri.


Fadil menghebuskan nafas nya saat melihat Fina yang sudah meninggalkannya karena dia kembali lagi pada perkejaan nya.


" Ya, gue sendiri lagi." Gumam Fadil setelah itu ia mendudukkan tubuhnya di kursi sambil menatap kearah luar.


.


.


Setengah sebelas Fina sudah selesai dengan semua perkejaan nya, dan dia akan kembali pulang kerumahnya.

__ADS_1


Sebenarnya ini bukan kali pertama dia kerja lembur seperti malam ini, tapi sudah sering.


Fina merapikan jilbab nya yang sedikit berantakan, lalu memakai jaket, karena angin malam terlalu dingin malam ini. Mungkin akan turun hujan, karena awan-awan hitam mulai menutupi bintang-bintang di langit.


Fina melangkah keluar dari toilet untuk turun kelantai bawah, tapi ia tidak sengaja berpaspasan dengan teman kerja nya.


" Mau pulang bareng." Tanya pria itu muda, mungkin hampir seumuran dengannya.


" Ngga usah gus, aku bawah motor sendiri." Jawab Fina, kembali melanjutkan langkahnya menuruni satu-persatu anak tangga.


Mendengar penolakan dari Fina membuat pria itu merasa kecewa." Padahal aku mau pulang bersama nya, tapi selalu saja di tolak olehnya." Batin pria itu merasa kecewa.


Tidak ada perbincangan lagi, karena keduanya hanya diam dalam pikiran mereka masing-masing sampai tidak terasah mereka sudah sampai diparkiran.


" Kita jalan bareng aja, nanti sekalian aku antar kamu sampai di depan kerumahmu, bagaimana." Tawar Agus yang masih ingin mendengar jawaban Fina kalau Fina mau menerima tawarannya untuk pulang bersamanya.


" Ngga usah gus, aku bisa pula sendiri. Rumah kamu lebih jauh dariku. Nanti kalau kamu ngantar aku dulu, takutnya nanti kamu kemalaman pulangnya." Tolak Fina kembali dengan lembut.


" Tapi bagaimana denganmu." Tanya Agus.


" Insyaallah, aku baik-baik saja." Jawab Fina tersenyum.


" Baiklah, kalau gitu aku duluan. Kamu di jalan hati-hati." Ucap Agus kembali. Fina bisa melihat raut kecewa dari Agus, setelah mendengar penolakannya tadi.


" Waalaikumsalam." Jawab Fina, melihat motor Agus yang sudah keluar dari parkiran.


Saat Fina ingin menjalankan motornya keluar dari parkiran, tiba-tiba saja ada mobil yang berhenti didepannya motor nya.


" Astaghfirullah." Fina terkejut saat mobil itu berhenti tiba-tiba di depan motor nya. Hampir saja ia menabrak mobil itu, jika ia tidak langsung mengerem motor nya tadi." Siapa sih, yang berhenti tiba-tiba didepan motorku." Gumam Fina kesal.


Tidak lama pintu mobil itu terbuka, dan memperlihatkan pria muda yang turun dari mobilnya.


" Kak Fadil." Lirih Fina terkejut saat melihat pria itu, yang ternyata adalah Fadil." Kak Fadil ngapain disini, kak Fadil belum pulang." Tanya Fina heran.


" Baru mau pulang." Bukannya menjawab, Tapi pria itu malah balik bertanya membuat Fina langsung mendengus kesal.


" Bukannya menjawab pertanyaanku, dia malah balik bertanya." Gumam Fina tapi masih bisa didengar oleh Fadil yang hanya tersenyum mendengar gumaman Fina barusan.


" Kenapa kamu belum menjawab pertanyaan ku." Tanya Fadil kembali, membuat Fina menghebuskan nafasnya berusaha untuk sabar.

__ADS_1


" Ini baru saja aja mau pulang kak Fadil." Jawab Fina sambil tersenyum yang dipaksakan. Membuat Fadil terkekeh melihat senyuman itu, karena ia tahu kalau gadis didepannya itu sedang kesal.


" Kalau gitu pulang nya, bareng sama aku aja." Tawar Fadil membuat Fina langsung menggeleng.


" Ngga usah kak, aku bawah motor sendiri." Tolak Fina.


" Lebih baik aku mengantarkanm pulang, mengingat ini sudah larut malam, tidak baik seorang wanita jalan sendiri." Jawab Fadil mencoba untuk membujuk Fina.


" Ngga usah kak, aku bisa pulang sendiri. Insyaallah aku akan baik-baik saja." Jawab Fina menolak.


" Di jalan berbahaya, kalau perempuan muda pulang sendiri sambil berkendara, lebih baik aku antar kamu sampai didepan rumah." Bujuk Fadil kembali.


" Insyaallah semuanya akan baik-baik saja kak, karena aku sudah sering pulang larut malam seperti malam ini." Jawab Fina."Bukannya maksud aku menolak tawaran kak Fadil, hanya saja aku tidak mau sampai orang-orang menatap ku sebagai wanita mu**han, karena pulang larut malam sambil di antar seorang pria. Aku tidak mau orang menganggap ku wanita gatel yang suka keluyuran ngga jelas, Jadi aku mohon kak, jangan paksa aku untuk pulang bersama dengan kak Fadil." Jelas Fina, tidak ingin membuat Fadil sampai kecewa dengan penolakannya makanya ia memberikan alasan yang tepat, agar Fadil tidak memaksanya untuk pulang bersama dengannya.


Fadil yang mendengar penjelasan dari Fina membenarkan setiap ucapan dari Fina, kalau semua itu benar." Baiklah, aku tidak akan memaksamu." Jawab Fadil, memilih mengalah." Tapi hati-hatilah di jalan, karena ini sudah larut malam." Ucap Fadil kembali membuat Fina mengangguk mengerti.


" Terimakasih kak Fadil. Maaf aku menolak ajakan kak Fadil, tapi insyaallah kapan-kapan aku akan menerima ajakan kak Fadil untuk pulang bersama." Ucap Fina." Kalau gitu permisi kak, maaf aku duluan." Ucap Fina kembali.


Fina membelokan motor nya, agar ia bisa menghindar dari mobil Fadil yang menghadang mobil nya." Assalamualaikum." Salam Fina, setelah itu Fina menjalankan motornya untuk melanjutkan perjalanannya tadi yang sempat tertunda.


Sedangkan Fadil hanya menatap motor Fina yang sudah menjauh.


" Apa kita langsung pulang tuan." Tanya Fiki.


Fadil menatap kearah Fiki." Ya, kita langsung pulang." Jawab Fadil sambil masuk kembali didalam mobil nya.


.


.


Tidak terasa Fina sudah sampai didepan rumahnya, yang kini tampak sepi karena keluarganya sudah pada tidur semuanya.


Fina melangkah masuk kedalam rumah, dengan kunci cadangan yang memang sudah di persiapkan." Assalamualaikum." Salam Fina, tapi tidak ada yang menjawab, karena orang-orang sudah pada tidur semuanya. Ruangan itu juga gelap, karena sengaja di matikan oleh mama nya jika sudah malam seperti ini.


Fina masuk kedalam kamarnya, setelan melepaskan jilbabnya menyimpan beberapa barang yang tadi dia bawah, Fina masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa gerah.


Setelah sepuluh menit, akhirnya dia bisa merasakan tempat tidur yang yaman dan empuk.


Ingatannya tertuju kejadian tadi, dimana Fadil memegang tangan nya." Astaghfirullah, Fin apa yang kamu pikirkan." Batin Fina." Dia pria yang tidak pantas untukmu." Ucap Fina kembali, lalu membuang pikirannya itu agar dia bisa tidur.

__ADS_1


...----------------...


Maaf baru bisa update, soalnya author lagi sibuk.


__ADS_2