Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 91


__ADS_3

" Maaf tuan, jika saya ikut campur dengan masalah anda. Tapi saya, hanya ingin mengatakan apa yang sekarang sedang saya pikirkan." Ucap Wiyah merasa tidak enak karena ia ikut campur dengan urusan orang lain, dan orang itu sama sekali Wiyah tidak kenal.


Abizard tersenyum mendengar kata maaf yang wanita dihadapannya itu katakan.


" Tidak apa nona. Saya malahan jauh lebih senang mendengar perkataan anda yang memegang benar adanya." Jawab Abizard." Seharusnya saya berkata jujur terlebih dahulu, agar pikiran saya bisa tenang. Tapi saya tidak berpikir sampai disitu." Jelas Abizard." Aku sangat berterimakasih kepada anda nona, karena sudah memberikan saya solusi yang begitu sangat tepat." Ucap Abizard kembali sambil tersenyum menatap kearah wanita yang sedikit jauh disebelahnya.


Abizard tidak menyangka dengan ia bercerita dengan orang, maka pikirannya akan tenang seperti ini. Jika dia tahu, dengan bercerita dengan orang, maka pikirannya akan jauh lebih tenang. Mungkin Abizard dari kemarin-kemarinnya mencari orang untuk mendengarkan curhatannya dan ia juga mendekatkan solusi dari masalahnya.


Wiyah tersenyum senang, saat mendengar jawaban dari pria itu yang senang dengan jawaban yang tadi dia berikan.


" Sama-sama tuan, saya juga senang jika anda suka dengan apa yang saya pikirkan." Jawab Wiyah sambil menampilkan senyumannya, yang membuat Abizard terdiam saat melihat senyuman dari wanita yang berada sedikit jauh disebelahnya." Semoga anda bisa menyelesaikan masalah anda tuan. Selalu semangat." Ucap Wiyah kembali.


Abizard mengangguk setelah mendengar ucapan dari Wiyah." Terimakasih." Jawab Abizard." Sekali lagi terimakasih sudah mendengar curhatan ku." Ucap Abizard.


" Iya sama-sama tuan." Jawab Wiyah.


" Saya ingin berlama-lama disini, tapi saya juga harus bertemu dengan papi saya. Jika kita di ditakdirkan untuk bertemu, saya ingin kembali bertemu dengan anda nona." Ucap Abizard menatap dalam kearah Wiyah." Tapi kita belum berkenalan. Siapa nama anda nona." Tanya Abizard yang ingin mengenal siapa wanita dihadapannya itu." Saya Abizard." Ucap Abizard sambil mengulurkan tangannya.


Wiyah tersenyum kecil." Saya Wisyah." Jawab Wiyah menengkupkan kedua tangannya di atas dada, yang membuat Abizard langsung tertekun saat melihat hal itu, yang membuat Abizard menarik tangannya." Senang bisa berkenalan dengan anda tuan." Ucap Wiyah sambil tersenyum.


" Ya, saya juga senang bisa berkenalan dengan anda nona Wisyah." Jawab Abizard." Kalau gitu permisi." Ucap Abizard yang berdiri dari duduknya.


" Iya tuan." Jawab Wiyah.


Abizard melangkah meninggalkan Wiyah untuk pergi keruangan papinya.


" Aku harus mencari tahu, siapa gadis itu." Ucap Abizard sambil tersenyum karena ia merasa penasaran dengan Wiyah, Abizard merasa kalau ia menyukai gadis itu dalam pandangan pertama.

__ADS_1


Sedangkan Wiyah berdiri dari duduknya saat melihat pria itu yang sudah pergi.


" Sepertinya aku terlalu lama disini. Pasti tuan Fazar sudah mencari keberadaan ku." Gumam Wiyah merasa kalau dirinya sudah terlalu lama pergi. Wiyah berdiri dari duduknya untuk melangkah kembali ke ruangan rawat Fadil, tapi langkahnya harus terhenti saat melihat kalau Fazar sedang melangkah kearahnya.


Wiyah yang melihat keberadaan Fazar, yang melangkah kearahnya, langsung menundukkan kepalanya. Karena Wiyah merasa takut kalau Fazar akan merah kepada dirinya, karena ia sudah pergi terlalu lama.


" Darimana kamu." Tanya Fazar dengan suara lembutnya membuat Wiyah mengangkat kepalanya saat ia mendengar suara lembut dari Fazar.


Wiyah mengira kalau Fazar akan membentaknya, makanya ia menundukkan kepalanya karena takut. Tapi sepertinya pikiran nya salah setelah mendengar suara lembut Fazar.


" Wiyah, aku bertanya kepadamu. Kamu dari mana." Tanya Fazar mengulang pertanyaan nya kembali dengan suara lembutnya.


" Aku tadi dari taman tuan. Maaf aku pergi nya terlalu lama." Jawab Wiyah yang kembali menundukkan kepalanya. Membuat Fazar tersenyum kecil saat melihat tingkah Wiyah yang sedang merasa bersalah kepadanya, membuat Wiyah melupakan kalau dia tidak boleh memanggilnya tuan.


" Angkat kepalamu." Suruh Fazar membuat Wiyah langsung mengangkat kepalanya, lalu menatap kearah Fazar.


" Karena kamu pergi terlalu lama, maka aku akan memberikan kamu hukuman setelah sampai di apartemen." Ucap Fazar memasang wajah datarnya kembali, Fazar sedang ingin mengerjai Wiyah karena dia suka dengan wajah ketakutan istrinya itu.


" Dua kali." Batin Fazar saat mendengar Wiyah memangilnya tuan." Kita tunggu sampai di apartemen nanti." Potong Fazar yang membuat Wiyah hanya pasrah dengan hukuman yang nanti Fazar berikan.


Fazar melanggar meninggalkan Wiyah, sambil menyembunyikan senyumannya. Sedangkan Wiyah hanya mengikuti langkah Fazar.


" Kak." Panggil Wiyah membuat Fazar menghentikan langkahnya, lalu berbalik menghadap kearah Wiyah.


" Akhirnya, kamu mengingat panggilan ku." Batin Fazar." Kenapa." Tanya Fazar.


Wiyah melangkah mendekati Fazar yang membuat keduanya berdiri dengan sejajar. Lalu keduanya kembali melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


" Tuan, aku ingin menceritakan sesuatu." Ucap Wiyah disela-sela langkahnya yang membuat Fazar menoleh kearah Wiyah.


" Apa yang kamu ingin ceritakan." Tanya Fazar mendadak penasaran.


Wiyah mulai menceritakan tentang pria asing yang tadi duduk sedikit lebih jauh darinya, dan juga menceritakan masalahnya kepada dirinya.


Wiyah memilih jujur kepada Fazar karena takut, kalau suaminya itu akan salah paham jika Fazar mendengarkannya dari orang lain, makanya Wiyah langsung menceritakan kejadian pertemuannya dengan pria asing tadi.


Sedangkan Fazar tersenyum senang saat mendengar kejujuran dari Wiyah, yang langsung menceritakan pertemuannya tadi dengan Abizard.


Ya Fazar mengetahui kalau Wiyah bertemu dengan Abizard, karena tadi, saat Fazar sedang mencarinya keberadaan istrinya. Fazar tidak sengaja melihat keduanya dengan jarak yang sedikit jauh.


Karena penasaran membuat Fazar sedikit mendekati keduanya untuk mendengarkan obrolan keduanya, yang ternyata Abizard sedang menceritakan masalah yang sekarang sedang dia hadapi.


Fazar juga begitu sangat salut dengan jawaban yang istrinya berikan untuk Abizard.


Sebenarnya Fazar merasa cemburu saat melihat Wiyah berdekatan dengan pria lain. Tapi rasa cemburunya, berusaha untuk Fazar tahan karena tidak ingin menyakiti Wiyah lagi. Makanya tadi Fazar berusaha untuk tetap kuat mengendalikan rasa cemburunya. Membuat dirinya seolah-olah tidak tahu apa-apa tapi sebenarnya ia sudah mengetahuinya. Fazar yang ingin bertanya, mengurungkan niatnya, karena Fazar menunggu apakah istrinya itu akan berkata jujur atau tidak, kalau tadi dia bersama dengan pria asing.


" Aku senang kalau kamu memilih untuk jujur." Batin Fazar sambil tersenyum kecil menatap istrinya itu yang sedang bercerita di selah-selah langkah keduanya.


" Apa kamu mengenalnya sampai membuat pria itu menceritakan masalahnya." Tanya Fazar membuat Wiyah menggeleng.


" Aku ngga tahu juga kak, siapa pria itu. Tapi dia mau menceritakan masalahnya kepada orang" Jelas Wiyah.


" Mungkin orang itu sedang tidak ada orang untuk menceritakan masalahnya, makanya dia mau menceritakan masalahnya langsung kepada mu." Sambung Fazar membuat Wiyah membenarkan.


" Mungkin seperti itu kak." Jawab Wiyah.

__ADS_1


" Lebih baik tidak usah di pikirkan. Karena akan membuat kepalamu pusing." Ucap Fazar membuat Wiyah mengangguk mengerti." Kita keruangan rawat Fadil, karena bunda sedang menunggu mu." Ucap Fazar kembali.


...----------------...


__ADS_2