Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 190


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


Abidzar dan Fazri, mondar-mandir di depan ruangan yang serba putih itu. Karena, perasaan kedua pria muda itu sedang tidak tenang saat ini. Karena keduanya sedang menunggu kabar dari dalam.


Apalagi ini sudah setengah jam ini Harum masuk kedalam, tapi belum ada tanda-tanda dokter ataupun perawat keluar.


" Ya Allah, lindungilah Naila, semoga dia baik-baik saja." Gumam Fazri dalam kekhawatirannya. Perasaan Fazri tidak akan tenang, sebelum dia melihat dokter keluar dan menyatakan kalau sahabat kecilnya baik-baik saja.


Sama halnya seperti Fazri, Abidzar juga merasakan hal yang sama. Kalau perasaannya juga tidak tenang saat melihat tubuh kecil tadi, seperti tidak berdaya.


" Segitu kejamnya, wanita itu sampai tega menjual gadis polos seperti Harum. Apakah wanita s**an itu tidak memiliki hati sama sekali." Gumam Abidzar merasa geram dengan apa yang Nadila lakukan. Apalagi Abidzar sempat melihat tubuh kecil itu, memiliki beberapa bekas luka seperti goresan panjang. Abidzar yakin, kalau Nadila pasti sering mencambuk tubuh kecil itu." Aku tidak akan membiarkan wanita seperti dia terbebas dari penjara, dan dia harus membusuk dalam penjarah, setelah apa yang dia lakukan."


" Mungkin hukuman penjara tidak akan membuat kelakuan wanita itu di ampuni, setelah apa yang dia lakukan. Tapi kalau aku memberikannya hukuman dengan cara menyiksanya secara perlahan-lahan, mungkin rasa sakit korban yang pernah menerima sakit seperti Naila akan terbalaskan."


Ya, Fazri yakin kalau Naila bukanlah korban pertama, yang Nadila siksa, dan di jual, tapi masih ada korban lainnya sebelum Naila, Dan mereka tidak bisa di selamatkan dengan cepat seperti Naila sekarang.


Dan kemukiman besar, korban yang mereka sudah jual kepada pria hidup b**ang, akan di ambil organ tubuhnya, untuk di jual secara ilegal di pasar gelap, yang biasanya para mafia memperjualkan senjata api atau barang haram lainnya.


.


Saat keduanya sedang berada didalam pikiran mereka masing-masing, sampai tidak menyadari kehadiran Fadil, yang sedang melangkah mendekat kearah mereka.


Kedua pria itu hanya fokus pada pikiran mereka, dan sesekali pandangan mereka tertuju pada ruangan yang masih tertutup dengan rapat.


Sedangkan Fadil yang melihat raut wajah keduanya yang terlihat khawatir, walaupun keduanya tidak mondar-mandir seperti tadi. Tapi melihat wajah keduanya membuat perasaan Fadil ikut khawatir, dengan kondisi Harum.


Bagaimanapun Fadil juga menyayangi Harum, karena gadis kecil itu sudah berhasil merebut hatinya saat pertemuan pertamanya dengan gadis kecil itu.


Dan yang membuat Fadil semakin dekat dengan Harum. Karena melihat sifat gadis kecil itu, yang dari awal, sangatlah berbeda dengan gadis kecil lainnya.


" Zri, Abi." Abidzar dan Fazri langsung tersadar dari keterdiam mereka, saat Fadil menepuk pundak mereka.


Abidzar dan Fazri sama-sama melihat kearah Fadil.


" Ehh, Kak Fadil." Fazri berdiri dari duduknya, sama halnya seperti Abidzar.

__ADS_1


" Bagaimana kondisi Harum sekarang."


" Kami belum tau Dil, karena dari tadi dokter dalam ruangan itu belum ada keluar."


" Astaghfirullah, apakah kondisi Harum begitu sangat beruk, sampai belum ada dokter yang keluar." Wajah Fadil terlihat gusar saat mendengar jawaban Abidzar. Fadil takut terjadi sesuatu dengan gadis kecil itu, mengingat fisik maupun batin nya sudah terluka.


" Jangan katakan itu kak, karena aku yakin kalau Naila baik-baik saja." Fazri tidak suka dengan ucapan kakaknya itu, yang mengatakan kalau kondisi Naila memburuk.


" Iya, kakak tau itu Zri. Makanya kita berada disini, untuk mendoakan Harum, agar kondisi Harum baik-baik saja. Karena kakak yakin kalau Harum bisa melewati semua ini, karena Harum adalah gadis kecil yang kuat." Jawab Fadil menenangkan adiknya itu. Karena Fadil tidak mau berdebat dengan Fazri yang sekarang. Apalagi tadi Fadil melihat seperti apa kejamnya adiknya itu tadi.


Fadil bukannya takut, hanya saja Fadil tidak mau sampai membuat perasaan Fazri semakin kacau, dan akan berujung menyakiti dirinya atupun orang lain. Walaupun Fadil belum tau apa yang telah terjadi dengan adiknya itu sebenarnya, tapi dia yakin kalau Fazri sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka, yang entah apa itu namanya.


" Sebaiknya luka kalian di obati terlebih dahulu, takut terjadi infeksi nanti." Ucap Fadil sambil melihat kearah keduanya yang memiliki luka lumayan parah


Abidzar dan Fazri, mendengar ucapan dari Fadil, sama-sama baru ingat kalau mereka juga memiliki luka di tubuh mereka, Tapi karena terlalu khawatir dengan kondisi Harum, membuat keduanya sampai melupakan kondisi mereka sendiri.


" Kakak akan memanggilkan kalian dokter, agar luka kalian bisa di obati."


" Tidak perlu kak, aku bisa mengobatinya nanti, karena sekarang aku sedang menunggu kabar dari dokter, bagaimana kondisi Naila sekarang." Tolak Fazri menatap Fadil.


" Kak Fadil tenang saja, karena bengkak di tanganku sebentar lagi akan sembuh. Apalagi ini hanya luka kecil. Setelah aku berikan beberapa gerakan, maka bengkak di tanganku bisa hilang."


Fadil menghapuskan nafasnya setelah mendengar jawaban dari Fazri. Sungguh jawaban adiknya itu membuat Fadil kesal, apalagi mengatakan kalau tangannya akan sembuh hanya dengan memberikan beberapa gerakan.


Sungguh adiknya itu sangat lebih luar biasa. Karena tangan yang bengkak bisa sembuh hanya dengan beberapa gerakan." Emangnya tangannya itu sebuah tangan boneka, jika putus tinggal sambungkan lagi, maka tangannya akan baik-baik saja." Gumam Fadil didalam batinnya, sambil menggelengkan kepalanya heran.


" Abidzar, bagaimana dengan lo. Apakah lo juga tidak akan mengobati luka di tubuh lo sekarang."


" Ya, gue sama seperti Fazri. Akan mengobati luka gue, setelah melihat dokter keluar dari ruangan itu."


" Baiklah, jika itu yang kalian mau." Fadil hanya pasrah mendengar jawaban dari kedua orang itu.


.


Setelah menunggu beberapa lama, kini dokter yang dari tadi mereka tunggu akhirnya keluar juga bersama dengan satu suster di sebelah mereka.

__ADS_1


Terlihat dokter wanita itu, terlihat datar tidak memiliki ekspresi sama sekali. Menandakan kalau kabar yang dokter itu bawah bukanlah kabar baik, melainkan kabar buruk.


" Bagaimana dengan kondisi gadis kecil dok." Tanya Fazri tidak sabaran saat melihat kehadiran dokter wanita itu.


" Apakah anda keluarga dari pasien." Bukannya menjawab, dokter itu malah bertanya sambil menatap ketiganya.


" Ya dok, kami keluarganya." Jawab Fadil.


Dokter itu menghembuskan nafasnya." Apa yang sudah terjadi kepada gadis kecil itu. Apakah gadis kecil itu baru saja mendapatkan kekerasan, yang membuat tubuhnya trauma dan membuat dirinya tidak ingin bangun dari tidurnya."


" Apa maksudnya dok."


" Gadis kecil itu koma, akibat cedera di otaknya akibat kekerasan yang menyebabkan pembengkakan atau perdarahan di otaknya. Membuat gadis kecil itu koma." Fadil, Abidzar, dan Fazri begitu sangat terkejut mendengar ucapan dokter yang menyatakan kalau Harum koma.


" Bukan saja pendarahan di kepalanya yang membuat gadis kecil itu tidur. Melainkan trauma yang dia dapatkan. Dari pemeriksaan yang saya dapatkan, Kalau gadis kecil itu mengalami truma, yang membuat tubuhnya tidak memiliki semangat untuk bagun kembali, setelah apa yang telah terjadi padanya."


" Walaupun gadis kecil itu bisa bangun kembali. Tapi gadis kecil itu tidak akan seperti biasanya, karena dia akan berubah karena truma yang dia dapatkan."


Penjelasan dari dokter, membuat ketiga pria itu semakin terpukul. Segitu parahnya kerasan yang diberikan oleh Jack dan Nadila, sampai membuat gadis kecil itu harus tidur. Bahkan mereka juga menyimpan sebuah truma yang tidak akan bisa Naila lupakan.


" Dokter, apakah gadis kecil itu mendapatkan kekerasan ******, sampai membuat dia truma seperti sekarang."


Fazri ingin memastikan, kalau trauma yang didapatkan Naila bukan karena kekerasan seperti yang dia pikirkan nya. Karena tadi Fazri sempat melihat darah di atas ranjang, makanya Fazri ingin memastikan kalau darah itu hanyalah darah yang di akibatkan oleh luka yang di alami oleh Naila.


" Mungkin taruma nya bisa tertuju di hal seperti yang anda pertanyaan tuan, karena di pemeriksaan tadi, saya mendapatkan beberapa tanda di tubuh gadis kecil itu, tertuju hampir pada kekerasan ******. Tapi anda tenang saja, karena gadis kecil itu belum mendapatkan kekerasan seperti itu, yang membuat gadis kecil masih aman. Tapi truma pada gadis kecil itu, tertuju pada hal yang lain."


Penjelasan dari dokter itu membuat Fazri senang atau sedih, setelah mendengar kalau Naila tidak mendapatkan kekerasan ******. Artinya, ia berhasil menyelamatkan gadis kecil itu, dari pria berengsek seperti Jack. Tapi Fazri juga harus merasa sedih, karena tidak berhasil menyelamatkan gadis kecil itu dari tidur panjangnya, akibat siksaan yang dia terima.


Kalau saja tadi Naila mendapatkan kekerasan ******, Fazri pasti akan merasa bersalah terhadap Naila, karena pria itu sudah merusak Naila, bahkan membuat gadis kecil itu harus tidur panjang.


Jika benar-benar Jack sudah merusak Naila, maka Fazri lah, orang yang akan membunuh pria itu, karena telah merusak seorang gadis belia yang belum berusia sepuluh tahun.


Setelah memberikan penjelasan kepada ketiganya, kini dokter kembali masuk kedalam ruangan Naila. Karena mereka akan melakukan operasi kepada Naila.


Yaitu operasi pendarahan otak apabila: Pendarahan memerlukan dekompresi atau tindakan medis untuk mengurangi tekanan dan mengurai pembekuan darah pada otak. Terdapat aneurisma di otak (pembuluh darah yang melebar atau menonjol karena dinding pembuluh melemah).

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2