
Saat sedang duduk melamun memikirkan bagaimana nasibnya sekarang. Karena tisu yang dia jual baru lima yang di beli oleh orang selama satu hari ini.
" Ya Allah semoga saja ada orang baik, yang mau membeli tisu ku." Batin gadis kecil itu. Harum kembali berdiri dari duduknya untuk melanjutkan langkahnya, karena waktu sudah malam membuat gadis kecil itu ingin mencari tempat yang aman untuk dia berisitirahat malam ini.
Karena biasanya Harum akan tidur di tempat yang menurut nya bisa membuat dia beristirahat walaupun sebentar.
Barulah beberapa langkah berjalan, Harum harus di kejutkan dengan pria bertubuh besar dan juga pekaian hitam yang melekat di tubuh mereka, melangkah mendekat kearah nya.
Harum yang melihat beberapa pria itu merasa takut, yang membuat ia ingin lari saat beberapa pria itu sudah hampir mendekati nya.
Karena Harum takut kalau beberapa pria itu adalah orang jahat yang ingin mencelakai nya atau orang suruhan Nadila untuk membawanya kembali ke rumahnya.
" Ya Allah, apakah orang-orang ini adalah orang jahat yang ingin mencelakai ku atau orang suruhan nyonya Nadila yang ingin membawaku kembali kerumah nyonya Nadila." Batin Harum takut. Karena tidak mau sampai tertangkap, Harum langsung memundurkan langkahnya dan mengambil ancang-ancang untuk lari.
Saat di rasa Harum memiliki keberanian untuk lari. Harum melihat kearah gang kecil itu, membuat Harum berencana untuk masuk disitu karena masih memiliki kesempatan untuk lari.
Harum berbelok lalu menggerakkan kedua kakinya dengan cepat untuk bisa berlari memasuki sebuah gang kecil.
Dengan bawaannya yang lumayan berat Harum berusaha untuk berlarih karena para pria dewasa itu ternyata mengejar Harum.
Pria besar itu berlari, berusaha untuk mengejar Harum. Tapi karena tubuh mereka yang lumayan besar, membuat beberapa pria itu sedikit kesulitan apalagi mereka yang berjumlah banyak.
Gang yang gelap, membuat Harum takut apalagi mendengar langkah di belakangnya yang semakin mendekati membuat gadis kecil ketakutan.
" Ya Allah, lindungilah aku dari orang-orang yang sekarang sedang mengejarku." Batin gadis kecil itu.
Sampai Harum melihat sebuah tembok yang memiliki lubang di bawahnya yang lumayan besar, mungkin muat untuk tubuh kecilnya.
" Alhamdulillah, ada sebuh lubang semoga aja muat." Harum tersenyum." Tapi bagaimana dengan tisu ini." Ucap Harum kembali. Harum berpikir bagaimana dengan jualan nya jika dia masuk kedalam lubang itu, pasti tidak akan muat dengan jualannya dan pasti tidak akan ada waktu untuk membawa jualannya masuk kedalam lubang itu bersamaan dengannya.
Karena tidak ada pilihan lain Harum menjatuhkan jualan nya, lalu tubuh kecil itu segera masuk kedalam lubang di balik sebuah tembok itu dengan cepat karena tidak memiliki waktu lagi.
Sedangkan para pria itu langsung menghentikan langkahnya, saat melihat gadis kecil yang mereka cari sudah hilang di balik sebuah lubang di balik tembok.
__ADS_1
" Kita gagal untuk menangkap gadis kecil itu. Sebaiknya kita mengabari tuan, dan memberitahukan kondisi gadis kecil itu sekarang." Ucap pria itu membuat pria yang lain hanya mengangguk mengerti. Para pria itu tidak bisa melewati tembok yang lumayan tinggi.
Di balik tembok, gadis kecil itu mengatur nafasnya yang sesak karena habis berlari. Ia berhasil kabur dari beberapa pria yang tadi mengejar nya.
" Alhamdulillah. Terimakasih ya Allah karena engkau telah melindungi ku dari mereka." Batin gadis kecil itu.
Gadis kecil itu ingin berdiri, tapi merasakan kalau kaki dan lengannya terasa sakit. Karena tadi tergores oleh tembok yang dia masuki. Apalagi tembok itu begitu sangat tajam.
" Sepertinya aku harus mencari warung untuk membeli han***last untuk menutupi luka ini, sekalian beli makanan karena dari tadi siang aku belum makan." Ucap Harum. Walaupun sakit, Tapi Harum berusaha untuk melangkahkan kakinya.
πππππ
Bakkk.
Terdengar suara benda pecah, saat benda itu menghempas ke dinding. Orang yang memecahkan benda itu menatap kearah orang-orang yang hanya menuduhkan kepalanya, karena merasa takut dengan tatapannya.
" Dasar kalian tidak berguna, aku menyuruh kalian untuk menangkap babu kecil itu, tapi kalian malah tidak bisa. Dia hanya gadis kecil yang berjumlah satu, sedangkan kalian banyak dan bertubuh besar tapi kalian tidak bisa menangkap gadis kecil itu. Benar-benar kalian tidak berguna, percuma saya membayar kalian " Pekik wanita itu dengan suara yang begitu sangat menyeramkan membuat mereka hanya menundukkan kepalanya karena merasa takut." Ini sudah beberapa minggu dan sebentar lagi hampir sebulan, tapi kalian tidak bisa menangkap gadis kecil itu. Emangnya apa yang kalian lakukan selama ini." Tanya Nadila. Ya wanita itu adalah Nadila.
" Maaf nyonya, kami sudah berusaha untuk menangkap gadis kecil itu, tapi tidak bisa karena gadis kecil itu terlalu panas pintar menghindari kami." Ucap orang suruhan Nadila.
" Saya tidak mau mendengar alasan dari kalian. Kalian harus menemukannya gadis kecil itu, secepatnya. Jika tidak aku akan menghilangkan nyawa dari keluarga kalian." Ucap Nadila bersama dengan ancamannya, membuat para orang suruhannya ketakutan." Kalian semua keluar, saya mau sendiri." Ucap wanita itu kembali mengusir orang suruhannya.
Mendengar perintah keluar dari Nadila, membuat orang-orang itu langsung keluar dari ruangan Nadila.
Nadila yang melihat orang-orang sudah pergi, langsung menyalakan satu batang rokok.
" Aku ingin melihat, seperti apa reaksi mu Ardian, saat mengetahui kalau kamu ternyata memiliki seorang anak dan anak itu bersama ku." Ucap Nadila tersenyum licik, sambil menghembuskan asap dari mulut nya.
πΊπΊπΊπΊπΊ
" Kak Fadil." Lirih wanita itu saat melihat pria didepannya.
" Fina." Ucap Fadil terkejut saat mengetahui kalau ternyata wanita yang tadi tidak sengaja dia senggol ternyata adalah Fina, sahabat dari Wiyah.
__ADS_1
Fina begitu sangat terkejut saat melihat Fadil di situ, padahal yang ia tahu kalau Fadil sekarang sedang berada di Jakarta, tapi kenapa sekarang pria itu berada di situ.
" Fina, kamu berkerja disini." Tanya Fadil tidak percaya, kalau sahabat Wiyah Berkerja di situ.
" Iya kak, aku berkerja disini." Jawab Fina, yang kembali melanjutkan memungut serpihan beling itu.
" Stop, jangan kamu lanjutkan lagi, nanti biar para pelayan saja yang memunguti serpihan itu.." Ucap Fadil mengetikan kegiatan Fina.
" Tapi kak ini sudah perkejaan ku, jadi aku mohon jangan melarang ku untuk mengerjakan nya." Jawab Fina tidak mau di bantah, membuat Fadil yang mendengar jawaban dari Fina, langsung membuat nya diam.
Fadil terus memperhatikan kegiatan Fina sampai gadis itu berhasil membersihkan serpihan beling itu.
Baru saja Fina selesai membersihkan serpihan beling, manajer dari restoran itu datang, melangkah mendekat kearah Fina, karena tadi ia mendapat laporan dari pelayanan lainnya kalau Fina melakukan kecerobohan.
" Fina, kenapa kamu sampai ceroboh seperti ini, kamu menjatuhkan peralatan makan yang membuat para pengunjung merasa tidak nyaman karena kecerobohan mu." Omel wanita itu sambil menunjuk kearah Fina. Manajer itu belum menyadari kalau pria yang tadi menyenggol Fina adalah Fadil, adik dari pemilik restoran itu." Apa kamu ingin membuat restoran ini bangkrut karena kecerobohan mu."
Sedangkan Fina hanya diam sambil menundukkan kepalanya, saat manajer dari restoran ia berkerja sedang mengomeli nya, karena kecerobohan nya tadi.
" Apakah kamu ingin di..."
" Jangan pecat dia, karena disini saya yang bersalah." Potong Fadil, karena merasa tidak suka, saat manajer itu yang menuduh Fina. Padahal disini ia yang bersalah, karena tidak sengaja menyenggol Fina yang membuat semua piring yang tadi Fina bawah langsung pecah seketika.
Manajer itu yang mendengar suara dari Fadil langsung melihat kearah Fadil. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat kalau pria itu ternyata adik dari Fazar, pemilik restoran ini." Tuan." Cicit manajer itu, karena terkejut." Maafkan kesalahan karyawan saya tuan, karena dia sudah menganggu anda, karena kecerobohannya." Ucap manajer itu sambil menundukkan kepalanya hormat dan juga takut saat mengetahui kalau pria itu ternyata adalah adiknya Fazar.
Sedangkan Fina langsung melihat kearah Fadil, saat manajer restoran itu menundukkan kepalanya saat melihat kehadiran pria itu.
" Tidak disini bukan gadis ini yang bersalah. Melaikan saya karena tadi saya tidak sengaja menyenggol nya." Jelas Fadil sambil menoleh menatap kearah Fina." Jadi saya tidak ingin anda menyalahkan gadis ini kembali." Ucap Fadil kembali.
Membuat manajer itu hanya mengangguk mengerti, walaupun dalam pikiran nya merasa bingung karena, adik dari bos nya itu membela karyawan nya.
" Baik tuan saya mengerti." Jawab manajer itu.
" Saya ingin pelayan lain yang membersihkan ini semua, karena saya ingin berbicara dengan gadis ini." Ucap Fadil kembali. Tanpa sadar Fadil langsung memegang pergelangan tangan Fina lalu manarik nya dengan pelan melangkah mendekati meja yang kosong.
__ADS_1
Sedangkan Fina yang mendapati pergelangan tangan nya di pegang oleh Fadil, sambil menariknya mendekati sebuah meja. Membuat Fina terkejut, karena tindakan Fadil tersebut.
...----------------...