Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 231


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


Saat melihat gadis didepannya. Jabir langsung mengambil ponselnya, dan dengan cepat meninggalkan gadis itu tanpa mengatakan sesuatu.


" Jabir, kamu mau pergi kemana." Tanya Yaya mengikuti langkah Jabir yang melangkah masuk kedalam gedung, tanpa menoleh kearahnya." Jabir, aku mencintaimu. Kenapa kamu seperti ini." Lirih Yaya, membuat Jabir menghentikan langkahnya untuk berbalik melihat kearah Yaya. Terlihat, kalau gadis itu akan menangis.


" Aku mencintaimu Jabir, tapi kenapa kamu meninggalkan ku hanya karena perbedaan kita." Lirih Yaya kembali.


Mendengar ucapan gadis itu, membuat Jabir memejamkan matanya. Jujur, sebenarnya Jabir juga mencintai gadis itu, hanya saja mereka tidak bisa bersatu karena perbedaan mereka. Jabir membalikkan tubuhnya, lalu menatap gadis yang masih dia cintai itu.


" Maaf Yaya, kita berbeda, dan kita tidak akan pernah bisa bersatu karena perbedaan kita ini." Jawab Jabir mencoba untuk menguatkan perasaan, untuk tidak jatuh cinta pada gadis yang berstatus sebagai putri kaya, sedangkan dirinya hanya pria biasa-biasa saja. Apalagi Yaya adalah gadis yang akan dijodohkan dengan tuannya.


" Tapi Jabir, orang tuaku tidak mempermasalahkan soal status mu dan orang tuaku juga mengijinkan ku untuk mengambil keputusan untuk berpindah keyakinan. Karena menurut orang tuaku, semua keputusan yang aku ambil maka mereka akan menerimanya, asal aku bahagia. Mereka tidak akan melarang atau mencegah ku, Jabir."


" Tapi Yaya, jangan karena kamu mencintaiku maka kamu mengambil keputusan yang menurut orang-orang akan salah di mata mereka, dengan cara mengganti keyakinan mu. Karena kamu akan menyesal dengan itu." Jelas Jabir, yang sebenarnya terkejut saat mendengar ucapan Yaya, yang akan merubah keyakinannya, hanya untuk bersama dengannya." Yaya, cinta tidak selamanya indah, apalagi perbedaan kita sangat banyak. Pasti akan ada banyak perbedaan nanti, saat kita sudah bersama. Karena perbedaan kita tersebut, bisa saja membuat salah satu dari kita menyesal karena memilih untuk bersama. Maka aku mohon jangan mengambil keputusan, hanya karena kamu mencintaiku."


" Carilah pria yang memiliki status sosial, dan menganut keyakinan yang sama sepertimu, Yaya. Tapi bukan aku. Karena aku dan kamu sangatlah berbeda, dari segi manapun. Maka bahagialah bersama dengan orang, yang memiliki keasaman dengan status sosial, dan keyakinan mu, Yaya." Jujur sebenarnya Jabir begitu sangat terluka saat mengatakan ini, tapi dia sadar akan status nya yang tidak akan pernah menikah dengan seorang putri dari keluarga kaya.

__ADS_1


Jabir kembali membalikkan tubuhnya, karena dia tidak bisa melihat gadis yang dia cintai menangis. Apalagi mata itu sudah berembun.


" Tapi Jabir, aku mencintaimu." Lirih Yaya yang kini sudah meneteskan air matanya, karena begitu sangat sedih. Saat mendengar penolakan dari Jabir.


Hanya karena kasta dan keyakinan yang berbeda, mereka sulit untuk bersama.


" Yaya, dalam keyakinan ku mengatakan, kalau aku tidak bisa menikahi wanita yang memiliki keyakinan yang berbeda denganku. Dan dalam keyakinan mu juga mengatakan hal yang sama." Jelas Jabir." Hapus perasaan mu, Yaya. Karena kita jelas-jelas tidak akan bersama mau bagaimanapun itu." Setelah mengatakan itu Jabir langsung melangkah meninggalkan Yaya yang masih berdiri, dengan air mata yang mengalir dengan derasnya.


Sedangkan Yaya melihat kepergian Jabir, menjatuhkan tubuh di atas tana, Lalu menangis, dengan tangan menutup wajahnya. Untung tempat itu terlihat sepi dan hanya bodyguard yang menjaga keamanan acara itu, yang menyaksikan perdebatan keduanya. Karena orang-orang semua berada didalam gedung.


" Kenapa tuhan. Kenapa perbedaan kami yang membuat kami tidak bisa bersama." Lirih Yaya didalam tangisannya.


.


.


" Dari mana kamu." Tanya Ardian saat melihat sekertarisnya itu." Kenapa matamu terlihat sebab, apakah kamu menangis, Jidan."

__ADS_1


" Saya tidak menangis tuan. Saya baru saja dari luar, habis menelpon ayah saya. Katanya ayah saya berada di acara ini bersama dengan adik saya." Jawab Jidan sambil menundukkan kepalanya.


" Benarkah. Tapi saya tidak percaya dengan jawaban mu, Jidan. Karena saya merasa kalau kamu sedang berbohong. Jidan saya tau kalau kamu baru saja bertemu dengan seseorang yang membuat kamu menangis."


Jidan mengangkat kepalanya lalu menatap kearah tuannya itu." Saya tau Jidan, kalau kamu baru saja bertemu dengan dengan Yana Yakira, putri tuan Dirga suh aga."


Jidan terkejut saat mendengar pertanyaan tuanya itu, yang memang benar kalau dia baru saja bertemu dengan putri tuan Dirga suh aga. Tapi bagaimana tuan nya bisa tau, apakah tuan nya itu melihat mereka.


" Kamu tidak usah bingung, Jidan. Bagaimana saya tau, kalau kalian baru saja bertemu. Tapi yang jelas, kalau kamu tadi habis nangis karena bertemu dengan Yana Yakira."


Sebenarnya, Ardian tidak melihat pertemuan antara Jidan dan Yana Yakira, dan tidak tau apa yang telah terjadi diantara keduanya. Tapi tadi saat sedang pergi untuk bertemu dengan dua pasangan yang beru saja bertunangan. Ardian tidak sengaja berpaspasan dengan gadis itu. Ardian bisa melihat, kalau mata gadis itu juga seperti habis menangis sama seperti Jidan.


" Daripada kamu menangis seperti ini, sebaiknya kamu pergi menemui tuan Fazar, karena sebentar lagi kita akan pulang ke hotel untuk mendapatkan " Ucap Ardian mengalihkan pembicaraan, agar mereka tidak membicarakan tentang gadis yang menyukai sekertarisnya itu. Sedangkan Jidan hanya mengangguk mengerti mendengar ucapan tuanya itu.


Kini Ardian dan Jidan melangkah ketempat dimana Fazar bersama kelurganya berkumpul disebuah meja bundar.


Saat sudah mendekati sebuah meja bundar. Tiba-tiba saja Jidan menghentikan langkahnya, saat mendengar seseorang memanggil namanya." Bang Jabir." Jidan mencari sumber suara yang tadi memanggilnya, berasal dari mana. Sampai pandangannya tertuju, pada seorang gadis yang kini terlihat cantik dan anggun sedang melangkah secara perlahan-lahan kearahnya. Dan pandangan Jidan kembali tertuju, pada perut yang terlihat sedikit membuncit, Seperti gadis itu sedang hamil.

__ADS_1


" Bang Jidan benarkah ini Abang Jidan." Tanyanya saat sudah berada di depan Jidan yang masih diam menatap kearah gadis itu.


__ADS_2