Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 92


__ADS_3

Setelah mengurus beberapa hal penting sebelum besok Fadil melakukan operasi. Kini Wiyah dan Faza, harus kembali ke apartemen, untuk membersihkan tubuhnya mereka setelah satu hari berada di rumah sakit, sebelum nanti keduanya kembali lagi kerumah sakit. Sedangkan bunda Sisi akan menemani Fadil dirumah sakit, karena bunda Sisi tidak tega jika ia meninggalkan Fadil.


" Assalamualaikum." Salam keduanya saat memasuk kedalam apartemen.


" Kakak duluan mandi, setelah itu baru aku." Suruh Wiyah sambil menatap kearah Fazar yang hanya mengangguk mengerti.


Fazar melepaskan Jas nya setelah itu kemejanya begitu saja tanpa peduli akan kehadiran Wiyah. Karena Fazar berpikir kalau Wiyah itu istrinya, jadi tidak apakan kalau ia melihat dirinya bertelanjang dada seperti ini.


Wiyah yang melihat Fazar tidak mengunakan pekaian nya yang membuat pria itu bertelanjang langsung berbalik membelakangi Fazar, karena Wiyah tidak terbiasa dengan pemandangan didepannya.


" Kenapa kamu membalikkan tubuhmu." Tanya Fazar sambil tersenyum, karena Fazar tahu kalau istrinya itu pasti malu saat melihat dirinya seperti saat ini.


" Tidak ada kak, lebih baik kakak mandi sekarang sebelum sholat isya, soalnya kakak belum melaksanakan sholat magrib." Jawab Wiyah sambil mengingatkan Fazar, kalau suaminya itu belum melaksanakan shalat maghrib.


Fazar yang mendengar ucapan Wiyah, jadi teringat kalau ia belum melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, karena terlalu sibuk di rumah sakit.


" Aku sampai melupakan hal itu." Ucap Fazar. Fazar yang ingin mengerjai istrinya itu, harus tidak jadi setelah mengingat kalau ia belum mengerjakan sesuatu hal yang jauh lebih penting. Fazar melangkah masuk kedalam kamar mandi.


Setelah Fazar masuk kedalam kamar mandi, Wiyah menghembuskan nafas lega, karena ia terbebas dari pertanyaan Fazar.


Wiyah menyiapkan pekaian kokoh untuk Fazar, lalu mengambil pekaian untuk dirinya, karena Wiyah akan membersihkan tubuhnya di kamar mandi bawah. Tidak lupa Wiyah juga mengambil, pekaian kotor Fazar, karena ia akan mencucinya.


.

__ADS_1


.


Wiyah terlihat segar setelah membersihkan tubuhnya. Kini penampilan Wiyah semakin terlihat cantik dengan baju gamis berwarna krem tua, tidak lupa rambut yang dia sanggul seperti biasa


Wiyah juga sudah selesai mencuci pekaian kotor Fazar. Setelah semuanya selesai, Wiyah melanjutkan kegiatannya dengan cara memasak makan malam untuk dia bawah kerumah sakit. Karena Wiyah tahu kalau bunda Sisi pasti belum makan malam.


Dengan cetakan Wiyah memasak makan malam. Wiyah yang sudah terbiasa di dapur, membuat dia begitu sangat lihai saat meracik setiap bubu yang harus dia campur dalam masakannya.


" Akhirnya selesai juga." Ucap Wiyah setelah memasukan masakannya kedalam tupperware yang lebih besar dari tupperware kemarin.


Wiyah melirik kearah rungan keluarga, tapi orang yang dia cari malah tidak ada.


" Pasti masih di kamarnya." Gumam Wiyah kembali, sambil melangkahkan naik kelantai atas. Wiyah membuka pintu kamar dan melihat kalau suami yang dia cari sedang duduk di sofa. Pria itu masih lengkap dengan pekaian kokohnya.


" Wiyah bolehkah, kamu duduk disini sebenar saja." minta Fazar yang bukan menjawab ucapan istrinya itu, tapi Fazar malah meminta Wiyah untuk duduk di sebelahnya.


Wiyah yang mendengar ucapan dari Fazar, hanya mengikuti permintaan Fazar untuk duduk disebelah Fazar.


Saat Fazar merasakan kalau Wiyah sudah duduk disebelahnya. Fazar menoleh menatap kearah Wiyah. Lalu pria itu dengan sigap langsung memeluk tubuh Wiyah, tanpa mengatakan apapun.


Wiyah yang di peluk Fazar, secara tiba-tiba tanpa mengatakan apapun. Langsung menegang saat merasakan pelukan Fazar.


" Kenapa kak Fazar selalu membuat jantungku berdetak jauh lebih kencang dari biasanya, disaat kak Fazar selalu memelukku secara tiba-tiba seperti saat ini." Batin Wiyah yang merasa aneh dengan jantungnya." Apakah karena aku telah mencintainya." Batin Wiyah kembali.

__ADS_1


" Kak, ada apa, apakah kakak memiliki masalah" Tanya Wiyah mencoba untuk tenang.


" Aku tidak memiliki masalah Wiyah, tapi aku ingin memelukmu, maka biarkanlah seperti ini." Ucap Fazar yang merasa begitu sangat nyaman dalam pelukan Wiyah. Fazar menempelkan wajahnya di leher Wiyah yang sedikit terekspor, yang membuat Fazar bisa merasakan harum dari Wiyah yang begitu sangat menenangkan pikirannya sekarang yang sedang kacau.


" Tuan, jika anda memiliki masalah. Anda bisa bercerita langsung kepada saya." Ucap Wiyah yang merasakan kalau suaminya itu sedang memiliki masalah.


" Tidak ada Wiyah, aku hanya ingin seperti ini sebentar saja." Jawab Fazar, membuat Wiyah mengerti, lalu membiarkan Fazar memeluknya.


🌺🌺🌺🌺🌺.


Sedangkan disisi lain.


Seorang pria muda sedang duduk disebelah ranjang papi nya, yang sekarang jauh lebih baikan ketimbang kemarin.


Abizard bingung akan memulai dari mana, untuk menjelaskan kepada papi nya kalau ia menerima permintaan dari Fazar kalau ia akan menjadi pendonor untuk Fadil.


" Papi, aku ingin mengatakan sesuatu.." Ucap Abizard di potong oleh tuan Aslan.


" Papi tahu, kalau kamu akan menjadi pendonor untuk Fadil." Potong tuan Aslan yang membuat Abizard langsung menatap kearah papi nya itu. Karena Abizard bingung, kenapa papi nya itu sampai tahu sedangkan ia belum menceritakan apapun." Kamu tidak perlu bingung, kenapa papi bisa tahu. Itu karena papi mendapatkan informasi dari suruhan papi." Jelas tuan Aslan membuat Abizard, semakin di buat terkejut.


Ya, tuan Aslan sudah tahu, apa keputusan Abizard, yang memilih menolong Fadil. Tuan Aslan di berikan informasi langsung dari suruhannya yang selama ini mengawasi Abizard. Kalau Abizard mau menjadi pendonor untuk Fadil.


" Kamu tidak perlu takut, karena papi salut dengan keputusan apa yang kamu ambil.

__ADS_1


__ADS_2