Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 98


__ADS_3

Kesabaran ku membawa cinta


Selesai makan malam Fazar melangkah keruangan kerjanya untuk menandatangani beberapa berkas.


Sedangkan Wiyah didalam kamar, sedang menatap pekaian itu. Wiyah begitu sangat ragu untuk mengenakannya, apalagi ini pertama kalinya Wiyah mengenakan pekaian tembus pandang dan akan dilihat oleh orang, yaitu Suaminya sendiri.


Wiyah merasa begitu sangat gugup dan takut, karena dia sudah membaca di internet, kalau malam pertama itu akan terasa begitu sangat sakit. Membayangkan itu saja sudah membuat Wiyah tidak berani untuk melakukannya. Tapi ini sudah kewajibannya sebagai seorang istri untuk memberikan nafkah batin untuk suaminya.


Bagaimanapun Fazar berhak untuk dirinya, maka Wiyah sebagai seorang istri harus siap lahir dan batin.


" Ayo Wiyah, kamu bisa." Ucap Wiyah menenangkan perasaan gugup nya yang semakin menjadi. Wiyah menarik nafasnya lalu menghembuskan nya kembali, mencoba untuk menenangkan irama jantung nya yang berpacu lebih kencang dari biasanya. Wiyah mulai membersihkan tubuhnya, lalu mengenakan pakaian itu.


Wiyah menatap kain yang berwarna merah hati yang sudah ia kenakan. Pekaian itu tidak terlalu transparan, tapi sedikit tipis saat Wiyah kenakan, panjangnya sampai di bawah lutut dengan dua tali tipis di bahunya. Pekaian itu terlihat begitu sangat cocok dengan kulit putih Wiyah.


" Aku serasa hanya mengenakan baju kaos." Batin Wiyah menatap pantulan dirinya di cermin rias.


Wiyah mengunakan sedikit pengharum di tubuhnya, tidak lupa dengan make up tipis yang tidak terlihat natural. Karena Wiyah ingin tampil cantik didepan suaminya nanti. Wiyah juga mengurai rambut panjangnya yang membuat Wiyah semakin terlihat cantik.


" Ayo Wiyah." Wiyah terus menetralkan perasaannya yang semakin aneh karena rasa gugup.


Wiyah mematikan lampu terlebih dahulu, dan menyisakan lampu tidur yang sedikit menerangi kamar nya yang lumayan gelap. Lalu Wiyah duduk disisi ranjang untuk menunggu suaminya kembali kedalam kamar.


.


.

__ADS_1


Selesai membaca beberapa berkas dan menandatangani nya. Fazar memutuskan untuk kembali kedalam kamarnya.


Fazar membuka pintu kamarnya perlahan-lahan dan melihat kalau kamarnya terlihat gelap, hanya ada lampu tidur yang sedikit memberikan cahaya.


" Apa istriku sudah tidur, makanya lampu nya di matikan." Gumam Fazar. Fazar melangkah masuk kedalam kamarnya, lalu menyalakan lampu didalam kamarnya.


Saat lampu menyala, pandangannya tertuju kearah kasur yang terdapat istrinya yang sedang duduk di disana, dengan rambut yang terurai panjang. Fazar tampak heran melihat istrinya itu yang mengurai rambutnya, padahal jika Wiyah sedang tidak tidur, Pasti dia tidak akan mengurangi rambut panjangnya, dan memilih di sanggul. Istrinya itu akan mengurangi rambutnya ketika dia akan tidur, atau sedang basah karena sehabis keramas.


" Sayang belum tidur." Tanya Fazar melangkah mendekati kasur. Fazar belum menyadari penampilan Wiyah sekarang, karena Wiyah hanya mengurai rambutnya dan juga menundukkan kepalanya.


Sedangkan Wiyah yang menyadari kehadiran Fazar hanya menundukkan kepalanya, karena rasa gugupnya. Ia hanya bisa meremas pekaian nya untuk menyalurkan rasa gugupnya sekarang. Padahal mereka sudah setiap hari berada didalam satu kamar yang sama. Hanya saja malam ini sedikit berbeda.


" Bismillahirrahmanirrahim." Wiyah mencoba untuk berdiri dari duduknya untuk menyambut suaminya itu.


Saat berhasil berdiri, Wiyah mengangkat kepalanya sambil menatap suaminya sambil tersenyum. Wiyah berusaha untuk menghilangkan rasa gugupnya walaupun itu sangat sulit.


Fazar begitu sangat terkejut, melihat penampilan Wiyah yang terlihat berbeda malam ini, karena Wiyah terlihat sangat cantik, membuat Fazar begitu sangat susah menelan silvernya." Masyaallah begitu sangat cantik." Batin Fazar memuji penampilan Wiyah yang terlihat berbeda malam ini.


" Kak." Panggil Wiyah dengan suara lembutnya. Fazar yang sadar akan pengilangan istrinya itu kembali melanjutkan langkahnya untuk mendekati Wiyah lebih dekat. Sedangkan Wiyah hanya berdiri ditempatnya.


Fazar mendekati tubuh Wiyah, lalu menarik pinggang Wiyah untuk mendekat kearahnya. Wiyah yang ditarik hanya pasrah sambil menundukkan kepalanya karena malu.


" Apa maksudmu sayang, kenapa kamu mengenakan pakaian ini." Tanya Fazar lembut, sambil menyelipkan rambut Wiyah kesamping kupingnya.


Sedangkan Wiyah yang ditanya hanya diam tidak menjawab." Kenapa diam sayang." Tanya Fazar mengelus pipi lembut Wiyah, lalu menarik pelan dagu istrinya itu, yang membuat kedua mata Wiyah dan Fazar saling bertemu satu sama lainnya.

__ADS_1


Fazar tersenyum saat merasakan kalau istrinya itu merasakan gugup seperti saat ini. Fazar tahu kalau istrinya itu, ingin menyerahkan dirinya untuk menjadi istri seutuhnya untuk Fazar. Tapi merasakan tubuh Wiyah yang sedikit gemetaran karena gugup membuat Fazar yakin kalau istrinya pasti belum sepenuhnya siap untuk menyerahkan dirinya, menjadi milik seutuhnya untuk Fazar.


" Jika sayang belum siap, kakak tidak akan memaksa, dan kakak akan menunggu sayang sampai siap." Ucap Fazar sambil mengelus pipi Wiyah. Walaupun Fazar menginginkan istrinya itu saat melihat penampilannya sekarang. Tapi Fazar juga tidak mau memaksa istrinya untuk melayaninya. Karena Fazar tidak mau hanya mementingkan nafsunya saja yang nantinya akan membuat istrinya itu kembali tersakiti karena ulahnya.


Sedangkan Wiyah yang mendengar ucapan Fazar, memberanikan diri untuk membuka suara.


" Aku siap kak. Jadikan aku istri kakak seutuhnya, karena aku siap lahir dan batin." Jawab Wiyah.


" Tapi kakak tidak mau kalau sayang hanya terpaksa." Ucap Fazar yang membuat Wiyah menggeleng.


" Insyaallah aku siap kak, tidak ada keterpaksaan didalam diriku." Jawab Wiyah menyakinkan Fazar, membuat Fazar tersenyum mendengar jawaban dari istrinya itu.


" Karena sayang sudah yakin untuk menyerahkan diri sayang, kepada kakak. maka kakak akan melakukannya malam ini." Ucap Fazar senang menampilkan senyumannya dibibirnya." Jangan tengang sayang, coba untuk rileks." Ucap Fazar kembali menatap mata istrinya.


Fazar mendekatkan wajahnya untuk lebih dekat dengan wajah istrinya, lalu meraih permen yupi itu lagi. Fazar kembali merasakan permen yupi itu, yang setia malam ia curi dengan sembunyi-sembunyi saat istrinya itu sedang tidur.


Kini keduanya sudah duduk di atas kasur dengan tubuh Wiyah yang berada didalam pangkuan Fazar." Apa sayang sudah hapal doa nya." Tanya Fazar ingin memastikan kalau istrinya itu menghafal doa sebelum berhubungan.


" Iya kak, aku menghafalnya." Jawab Wiyah.


" Kalau gitu kita bacakan bersama-sama, agar tidak ada setan yang menggangu hubungi kita." Ucap Fazar membuat Wiyah mengangguk mengerti.


Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa. Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami."


Dan, malam panjang baru saja di mulai. seharusnya malam itu terjadi dua bulan yang lalu, tapi kedua insan itu baru melakukannya malam ini. Semoga hubungan keduanya semakin kuat tanpa ada kata perpisahan, karena Fazar sudah berhasil mengambil, apa yang berharga dari istrinya.

__ADS_1


...----------------...


Author ngga tahu apa-apa 🙈. Soalnya author masih polos🙈 bagi yang sudah menikah silakan di pikirkan sendiri apa yang telah terjadi 🙉🙊 dan yang belum menikah jangan ya, soalnya author takut dosa. Mending temani author main ular tangga 😁🤭


__ADS_2