Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 136


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta.


Seorang pria sedang menikmati pagi nya yang begitu sangat indah. Karena ini kali pertama dia berada di kota ini.


Pria itu sedang melakukan proyek yang dibangun oleh perusahaannya yang kebetulan dia bangun di kota ini.


Karena pagi ini dia begitu sangat, bosan berada di hotel membuat ia ingin keluar sebentar untuk menghirup udara segar di kota ini.


" Siapakah keperluan saya, Karena saya ingin berlari sebentar untuk menikmati pagi pertama di kota ini." Ucap pria itu, yang kini sudah rapih dengan setelan baju kaos dan celana panjang berwarna hitam. Karena pria itu ingin menikmati pagi pertama di kota S.


" Baik tuan, saya akan menyiapkan nya." Jawab sekertaris pria itu.


Sambil menunggu sekertaris nya yang sedang menyiapkan barang-barang kebutuhan nya, pria itu mengirimkan pesan untuk tunangannya.


" Begitu sangat sibuknya kamu sampai mengabaikan pesan dari ku." Gumam pria itu menatap kearah ponselnya, karena dari tadi menunggu jawaban dari pesannya yang kunjung tidak mendapatkan jawaban." Aku tahu kamu tidak ingin kita melakukan hal yang termasuk di larang, karena bertukar pesan seperti ini. Tapi kita sahabat dan sebentar lagi aku akan menjadi suamimu. Walaupun sebentar balas lah pesan dariku untuk memberikanku semangat, karena aku sedang melakukan pekerjaan di kota lain." Gumam pria itu kembali.


Pria itu tahu, seperti apa tunangan nya yang begitu sangat menghindari bertukar pesan dengan orang lain termasuk seorang pria, selain pesan penting. Karena tunangannya itu begitu sangat istimewa yang begitu sangat menghindari hal yang di larang oleh agama, yang berbau zinah.


Walaupun mereka sudah bertunangan, tapi pria itu belum pernah lagi memengang tangan tunangan sekaligus sahabatnya itu saat tunangannya itu sudah menginjak dewasa." Aku merindukanmu di saat-saat kita masih kecil dulu Jia." Gumam pria itu kembali.


.


.


Setelah berlari hampir setengah jam, mengelilingi taman itu dengan berlari kecil. Taman yang begitu sangat ramai seperti pagi ini, karena hari ini adalah weekend jadi banyak orang-orang yang menghabiskan waktunya untuk joging atau sebatas jalan-jalan bersama dengan keluarga nya.


" Ini minum dulu tuan." Ucap sekertaris pria itu sambil memberikan air minum saat melihat kalau tuanya itu sudah duduk di kursi taman, sambil mengelap keringatnya yang bercucuran di tubuh atletis nya yang membuat tubuhnya pria itu bahasa kuyut seperti orang yang habis mandi mengunakan handuk kecil yang tadi sudah di persiapkan oleh sekertarisnya itu.


" Terimakasih." Ucap pria itu sambil menerima botol air minum itu, pria meneguk air minumnya sampai menyisakan setengah dari botol itu.


" Tuan, anda akan mengecek proyek jam delapan." Ucap sekertaris nya mengingatkan jadual tuan nya itu.


Pria itu mengangkat tangan lalu menatap benda yang melingkar di lengan nya itu." Setengah jam lagi Zain, karena sekarang baru saja jam tujuh lewat, setelah itu kita singgah di hotel sekitar sini, sekalian aku ingin mengeceknya, Karena almarhum ayah sudah membeli hotel xxxx." Jawab pria itu.


" Baik kalau begitu tuan." Jawab sekertaris dari pria itu.


Setelah beristirahat sebentar, pria itu ingin kembali melanjutkan larinya. Tapi harus terhenti karena suara dari ponselnya.


" Bunda." Ucap pria itu saat melihat siapakah yang menelfon, dengan cepat dia mengangkat telepon nya karena tidak ingin membuat sang bunda menunggu.

__ADS_1


" Assalamualaikum bunda..."


Di taman yang sama terdapat beberapa gadis muda yang sedang menikmati pagi mereka, karena beberapa gadis kecil itu sedang libur sekolah.


Gadis itu asyik dengan obrolan mereka, membuat mereka tidak melihat kearah jalan, karena begitu sangat asyik mengobrol.


Canda tawa dari beberapa gadis cantik itu yang usianya baru saja berusia lima belas tahun, membuat orang-orang melihat kearah mereka.


Sama halnya dengan gadis cantik yang begitu sangat setia mendengar cerita para sahabatnya, sampai ia tidak fokus melihat jalan kedepan, kalau ada seorang pria yang sama-sama berjalan kearah yang sama seperti mereka.


Pria itu asyik dengan obrolan nya di ponsel, membuat tidak melihat jalan di depannya.


Sampai dia tidak sengaja menabrak gadis yang sama-sama berjalan kearah yang sama dengan nya.


Gadis itu, yang tidak sengaja pria senggol tubuhnya secara tidak segajah membuat tubuh gadis itu langsung kehilangan keseimbangan dan membuat nya hampir jatuh jika saja tidak di tahan oleh pria yang tidak segajah menabraknya tadi.


Pria itu menjatuhkan ponselnya, karena refleks menangkap tubuh gadis di depannya itu.


" Astaghfirullah Wiyah." Pekik beberapa teman gadis itu saat melihat sahabat mereka akan jatuh. Tapi saat melihat pria yang tadi tidak sengaja menabrak sahabat mereka menahan tubuh sahabat mereka, membuat tubuh gadis itu tidak jatuh. Karena hal itu membuat mereka bernafas lega.


Tangan kanan pria itu menahan punggung gadis itu agar tidak jatuh, sedangkan pandangan mereka saling bertemu satu sama lainnya.


Entah kenapa, pria itu merasakan jantungnya berdetak saat menatap mata gadis di depannya itu yang begitu sangat teduh. Mungkin gadis di hadapannya itu masih begitu sangat mudah.


" Maaf om." Lirih gadis itu saat menyadari kesalahannya.


" Tidak apa dek, om tadi yang salah." Jawab pria itu tersenyum. Pria itu merasa lucu saat gadis muda di hadapannya memanggil nya dengan panggilan om." Apakah aku terlihat tua." Batin pria itu karena merasa bingung saat gadis muda di hadapannya itu memanggil nya dengan sebutan om, padahal usianya masih begitu sangat mudah yaitu dua puluh empat tahun dan dua minggu lagi usianya dua puluh lima tahun, tapi ada seorang gadis muda yang memanggilnya dengan panggilan om.


Setelah meminta maaf, beberapa gadis muda itu meninggal nya.


" Apa aku terlihat tua Zain sampai gadis muda tadi memanggil ku dengan panggilan om." Tanya pria itu menatap kearah sekertaris nya setelah itu menatap punggung gadis cantik yang sudah mulai menjauh dari pandangannya.


" Tidak tuan, ada terlihat masih muda." Jawab sekertaris nya kembali.


" Gadis yang aneh." Batin pria itu tersenyum lucu mengingat dirinya di panggil dengan sebutan om. Pria itu merasa lucu saat mengingat wajah gadis tadi saat terkejut apalagi tatapan keduanya saling bertemu satu sama lainnya.


...****************...


Fazar menatap wajah istrinya yang kini terkejut saat mendengar ceritanya.

__ADS_1


Karena ternyata empat tahun yang lalu mereka pernah bertemu walaupun secara tidak segajah. Fazar juga mengakui kalau ia tertarik istrinya itu setelah kejadian itu, karena istrinya itu diam-diam telah mencuri hati nya empat tahun yang lalu.


" Jadi om itu kakak." Tanya Wiyah membuat Fazar menggaguk.


" Iya om itu adalah kakak." Jawab Fazar merasa lucu saat mengingat panggilan itu.


Wiyah masih belum percaya, tapi setelah mendengar cerita dari suaminya itu membuat ia percaya. Kalau suaminya itu ternyata pria pertama yang bersentuhan tubuhnya.


" Kenapa diam, apa sayang nggak percaya." Tanya Fazar membuat Wiyah menggeleng.


" Ngga kak. Cuman aku belum percaya, kalau kejadian tidak sengaja itu, ternyata membuat aku menemukan jodohku." Jawab Wiyah tersenyum, karena ia masih belum percaya dengan rencana Allah yang begitu sangat indah.


" Karena Allah telah menyiapkan pria yang baik untukmu dan wanita yang baik untukku lewat pertemuan itu sayang." Jawab Fazar lalu memegang tangan istrinya itu." Anggaplah pertemuan kita waktu itu, adalah pertemuan yang indah untuk kita dan kesalahan yang pernah kakak lakukan padamu sebagai mimpi buruk untukmu." Ucap Fazar kembali, Fazar masih merasa bersalah walaupun istrinya itu sudah memaafkan kesalahannya.


" Iya kak, dan aku tidak ingin kakak mengikat kesalahan kakak waktu itu. Karena kesalahan itu kakak lakukan hanya karena kesalahpahaman kita." Ucap Wiyah kembali membuat Fazar mengangguk.


Fazar begitu sangat bersyukur menemukan wanita seperti istrinya itu yang memiliki hati yang begitu sangat lembut, yang selalu memaafkan kesalahan orang lain, walaupun banyak luka yang telah ia berikan.


Kini kedua pasangan suami-istri itu menikmati waktu mereka. Makan malam romantis yang Fazar sudah siapkan dari jauh-jauh hari untuk menyatakan perasaannya.


Sedangkan disisi lain.


Di bandara.


Terdapat seorang pria muda yang baru saja turun dari pesawat sambil menarik kopernya.


Orang-orang dalam bandara menatap kearahnya, karena merasa aneh dengan penampilan pria itu, apalagi para wanita yang merasa penasaran dengan wajah yang tutup oleh topi dan masker yang menutupi setengah dari wajahnya.


Jaket tebal berwarna hitam, celana panjang, topi dan tidak lupa masker yang menutupi wajahnya.


" Alhamdulillah, aku bebas kembali." Ucap pria itu tersenyum senang, karena hampir beberapa bulan ini selalu di kurung dalam ruangan putih dengan bau ruangan yang tidak dia sukai." Maafkan aku ya Allah ya kabur kembali, tapi aku merasa bosan berada di ruangan itu." Ucap pria itu kembali merasa bersalah, tapi rasa bosannya membuat ia harus berani untuk pergi.


Pria itu kembali manarik kopernya, untuk keluar dari bandara. Karena tadi ia sudah menelfon orang suruhan nya untuk menjemput nya di bandarara.


Pria itu tersenyum di balik masker nya saat mengeraskan hembusan angin yang mengenai kulit nya.


" Aku kembali lagi di kota ini."


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2