Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 201


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


Fazar duduk di kursi, yang berhadapan langsung dengan dokter, Dengan meja kerja, yang berada di tengah-tengah mereka.


Dokter itu menatap Fazar, lalu menghembuskan nafasnya. Entah apa yang ingin dokter itu katakan.


" Katakan dok, apa yang terjadi dengan gadis kecil itu kenapa tadi tubuhnya kejang-kejang seperti tadi, apakah ada masalah yang belum anda jelaskan kepada kami."


" Masalah ini sudah kami jelaskan dua minggu yang lalu tuan Fazar, kepada tuan Fadil. Sebelum kami melakukan operasi pada pasien, kalau pasien memiliki taruma, Bukan saja taruma pada otaknya, melainkan secara fisik juga pasien memilikinya, karena sebelum di antar di rumah sakit ini, pasien mengalaminya beberapa lebam-lebam tanda kalau pasien mengalami kerasan fisik. Bukan itu saja, pasien juga hampir mengalami pelecehan **** ual, karena dari pemeriksaan, kami menemukan beberapa bukti yang mengarah ke hal itu."


" Sedangkan tubuh pasien kenapa kejang-kejang seperti tadi. Itu karena traumanya. Mungkin saja ada hal yang mengingatkan pasien pada sesuatu yang membuat pasien itu ketakutan, hingga cemas, dan tertekan. Yang membuat tubuhnya gemetaran, karena pasien tidak bisa mengendalikan dirinya, yang membuat tubuhnya kejang-kejang seperti tadi." Jelas dokter itu sambil terus menatap kearah Fazar.


" Tuan Fazar, Trauma yang di rasakan gadis kecil itu, tidak lah kecil. Karena gadis kecil itu sudah merasakan kekerasan fisik sampai psikologisnya juga ikut terganggu. Seseorang yang mengalami trauma psikologis, memiliki kemungkinan besar mengidap gangguan kecemasan, depresi, maupun PTSD (post trauma stress disorder). Gangguan psikologis ini dapat membuat pengidapnya kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari. Dan kemungkinan gadis kecil itu mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD). Seseorang dengan gangguan ini dapat mengingat peristiwa yang menimbulkan rasa trauma, seperti kecelakaan, bencana alam, hingga pelecehan seksual, hingga kekerasan fisik seperti yang di alami gadis kecil itu." Jelas dokter itu.


Dokter wanita itu merasa sedih, saat menjelaskan apa yang Harum alami tadi. Karena gadis kecil seperti dia harus mengalami hal menyakitkan seperti itu.


Ya dokter wanita itu tau, apa yang Harum rasakan, karena tugas dokter wanita itu bukan saja memeriksa kondisi pasien, melainkan dia juga seorang psikolog, yang sering mengatasi masalah Trauma seperti yang di rasakan oleh Harum. Makanya dia tau kondisi Harum sekarang.

__ADS_1


Sedangkan Fazar yang mendengar penjelasan dari dokter, merasa iba terhadap gadis kecil itu. Fazar merasa iba dengan Harum, karena gadis kecil yang masih berusia sembilan tahun itu, harus mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD), di usianya sekarang.


" Apakah gadis kecil itu masih bisa sembuh, dan kembali normal seperti gadis lainnya, tanpa teringat Taruma nya itu."


" Bisa tuan Fazar, dengan cara melakukan terapi, walaupun memerlukan banyak waktu."


" Apakah gadis kecil itu benar-benar akan sembuh."


" Ya gadis kecil itu akan sembuh dari traumanya tuan. Tapi traumanya akan kembali jika ada sesuatu yang berkaitan dengan traumanya. Maka sewaktu-waktu Trauma itu akan kambuh kembali. Tapi trauma itu masih bisa di atasi, kalau gadis kecil itu bisa mengatasi ketakutannya, atau hal yang lainnya, maka trauma itu akan benar-benar sembuh, dan menghilang darinya."


" Jika seperti itu, Maka lakukan yang terbaik untuk gadis kecil itu, dokter Melisenda, saya akan membayar berapapun itu."


" Berikan hukuman seberat-beratnya, pada pelaku yang telah membuat gadis kecil itu seperti itu, tuan Fazar."


Ya, dokter itu sudah mengetahui siapa yang telah membuat Harum seperti itu. Walaupun pertama kalinya Harum dibawah di rumah sakit, dokter itu mengira ketiga pria itulah yang menyiksa Harum, karena dokter itu curiga dengan ketiganya, apalagi Fadil, Abidzar, dan Fazri masih terlihat muda. Jadi bisa sajakan mereka melakukan hal itu, atau bisa saja kalau yang melakukan itu adalah keluarganya. Pikir dokter itu


" Walupun dokter tidak mengatakan itu, saya tetap memberikan hukuman berat terhadap orang-orang itu." Jawab Fazar.

__ADS_1


" Saya senang mendengar jawaban anda tuan Fazar, walaupun anda tau kalau gadis kecil itu bukanlah keluarga anda, tapi anda tetap membantunya."


" Anda salah dokter, karena sekarang gadis kecil itu sudah termasuk bagian dari keluarga kami. Walaupun gadis kecil itu hanyalah orang lain, tapi aku akan tetap menolongnya, sebagai tanda kemanusiaan." Jelas Fazar." Jika tidak ada yang dibahas lagi, saya ijin keluar untuk bertemu dengan keluarga saya, karena mereka pasti menunggu kabar dari saya tentang gadis kecil. Apalagi istriku pasti akan cemburu, jika saya terlalu lama berada di ruangan anda."


" Sudah tidak ada lagi yang dibahas tuan, anda sudah boleh keluar."


" Terimakasih. Kalau begitu permisi." Setelah mendengar jawaban dari dokter, Fazar berdiri dari duduknya, untuk keluar dari ruangan dokter itu.


" Iya tuan Fazar, silahkan."


.


.


Kita kenalan dulu sama dokter cantik, Melisenda.


Melisenda Nalda Alessandro, yang biasa di panggil Melis. Wanita berusia tiga puluh tahun. Wanita itu blasteran Spanyol dan juga Indonesia.

__ADS_1


Daddy nya asli Spanyol, sedangkan ibunya asli orang Indonesia. Melisenda memiliki satu orang adik, tapi adiknya telah meninggal sembilan belas tahun yang lalu. Makanya Melisenda menjadi anak satu-satunya.


__ADS_2