
Kesabaranku membawa cinta
Seorang gadis manis, Mungkin masih berusia enam belas tahun, sedang menjalankan motornya, masuki halaman rumahnya. Gadis muda itu bingung saat melihat mobil yang tampak asing, sedang terparkir di halaman rumahnya.
" Mobil siapa Itu. Tapi mobil itu bukan mobilnya kakak ipar, lalu mobil siapa." Gumam gadis muda itu sambil berpikir." Apa jangan-jangan itu mobil orang jahat yang sering mengawasi kak Fina beberapa hari yang lalu di kampus." Ucap gadis muda itu, yang tidak lain adalah Anita adiknya Fina.
Anita berpikir seperti itu, karena pernah mendengar dari teman sekelasnya kalau ada mobil asing sedang memata-matai kakaknya Fina secara diam-diam saat Fina pergi kemanapun. Anita yakin kalau itu adalah mobilnya, karena kata teman sekelasnya, ciri-ciri mobil itu persis seperti mobil yang berada didepannya itu.
" Sepertinya aku harus memberikan orang itu pelajaran, karena dengan sangat berani menguntit kak Fina." Ucap Anita dengan geram sambil turun dari motornya, lalu mendekati mobil itu. Anita mengambil sebuah balok kecil yang entah dia dapat dari mana.
Tok
Tok
Anita mengetuk keca mobil itu dengan keras
Sedangkan Rido yang sedang mengerutu sambil mencaci maki Fadil karena meninggalkannya sendiri didalam mobil, begitu sangat terkejut saat mendengar keca mobilnya di ketuk dengar keras. Pria itu menurunkan kaca mobilnya, untuk melihat siapa orang asing yang mengetuk keca mobilnya dengan tidak sopan.
Setelah Rido membuka kaca mobil, dia bisa melihat gadis manis yang masih terlihat seperti remaja berusia enam tahun sedang menatap garang kearahnya.
" Ada apa___" Belum juga Fadil berbicara, ucapan nya sudah di potong gadis muda itu depannya itu.
" Keluar kamu pria m**um, kenapa kamu berani sekali mengikutit kakakku. Cepat keluar, berhadapan langsung denganku, biar aku menginjak-injak mu." Maki Anita sambil menunjuk kearah Rido.
" Ehh, apa maksudmu gadis muda." Geram Rido kesal, karena gadis muda itu datang-datang langsung memakinya tidak jelas. Karena kesal, Rido ikut keluar untuk meladeni gadis muda yang sedang menatapnya dengan garang.
" Pokoknya keluar, kenapa lo berani memata-matai kakak saya." Pekik Anita kembali.
Walaupun bingung Rido tetap menuruti kemauan gadis muda itu, untuk keluar dari mobilnya.
Saat Anita melihat pria itu keluar dari mobilnya, Anita langsung memukulnya tanpa ampun." Dasar pria m**um, kenapa kamu mengikutit kakakku, berani sekali kamu. Apakah kamu tidak memiliki kerjaan lain kah." Ucap Anita sambil memukul tubuh Rido yang jauh lebih tinggi darinya mengunakan balok kecil yang tadi dia pengang.
" Auuu, sakittt. Kenapa kamu memukulku gadis bodoh." Rido berusaha untuk menangkis pukulan brutal dari gadis itu yang memukulnya begitu sangat menyakitkan mengenai tubuhnya. Sampai pukulan gadis itu mengenai kepala Rido, membuat pria itu langsung kesal sendiri." Benar-benar gadis ini." Geram Rido meras sakit di kepalanya.
Karena kesal, Rido langsung memegang balok itu dengan kuat lalu menariknya dengan paksa.
Anita yang masih memegang balok itu, ikut tertarik didekat Rido, saat balok itu di tarik dengan paksa.
__ADS_1
Buk
Tubuh kecil Anita langsung terbentur di tubuh pria yang jauh lebih tinggi darinya itu, mungkin tinggi badannya hanya sampai di bawah dadanya saja.
Setelah mendapatkan balok itu Rido langsung membuangnya jauh-jauh, lalu menundukkan kepalanya untuk menatap gadis yang sudah berani memukulnya tanpa ada alasan yang jelas.
Deggg
Bunyi jantung keduanya langsung berdetak, saat kedua mata itu saling menatap satu sama lainnya. Sampai kedua sadar dengan jarak mereka, membuat Anita langsung memundurkan tubuhnya. Anita juga terlihat salah tingkah. berbeda sekali dengan Rido yang biasa-biasa saja, malahan pria itu menatapnya dengan tajam dengan wajah datarnya, yang terlihat masih tampan di mata Anita.
" Kenapa kamu memukulku gadis bodoh." Tanya Rido menatap gadis muda itu.
Anita yang sadar dengan pertanyaan Rido, membalas tatapan mata itu dengan tajamnya seperti Rido." Harusnya aku yang bertanya pak, kenapa anda mengikuti kakakku."
Pak? Apakah Rido terlihat tua sampai gadis muda itu memanggilnya bapak. Rido yang mendengar itu semakin kesal.
" Heyy, gadis bodoh. Aku tidak tau siapa kakakmu, terus bagaimana aku bisa mengikuti kakakmu." Geram Rido." Jangan ngasal nuduh gadis bodoh, aku bisa melaporkan mu dalam tindak kekerasan dan juga pencemaran nama baik."
Anita yang mendengar ancaman pria didepannya, hanya menelan Saliva nya. Bagaimanapun Anita tetap takut pada pria didepannya itu, Apalagi mendengar ancamannya.
" Kenapa, apakah kamu takut gadis bodoh. Jika kamu takut, kenapa tadi kamu mencaci makiku, dan memukulku tanpa alasan." Ucap Rido kembali yang begitu sangat geram dengan gadis depannya.
" Jadi kamu menganggapku sebagai .
penguntit guti." Ucap Rido mengusap wajahnya dengan kasar." Dengar ya gadis bodoh, sok pinter. Pria tampan didepan mu ini bukalah penguntit seperti yang kamu pikirkan. Karena aku memiliki kerjaan lain, Masa aku menghabiskan waktuku hanya untuk menguntit kakakmu." Ucap Rido kembali.
" Bisa sajakan pak. Bukannya pria tampan sekarang suka sekali menguntit wanita." Jawab Anita yang memang benar adanya.
" Tapi aku berbeda gadis bodoh." Pekik Rido." Susah ya ngomong sama gadis yang aneh kayak kamu. Pokoknya kamu harus minta maaf cepat sama aku."
" Aku ngga mau."
" Memang gadis aneh, sudah memukul orang, tanpa alasan tapi tidak mau minta maaf."
" Pak aku hanya ingin mengecek, apakah kamu orang jahat atau tidak."
" Pokoknya apa yang kamu lakukan salah."
__ADS_1
Rasanya Rido ingin membuang gadis didepannya itu, karena terus berani menjawab ucapannya. Sungguh gadis yang sangat bar-bar.
Saat keduanya sedang berdebat diluar. Keduanya mendengar dari dalam rumah, seperti ada orang yang ribut
" Apa yang terjadi didalam,." Ucap Anita yang terkejut, karena suara itu berasal dari rumahnya.
" Apakah Fadil baik-baik saja didalam." Ucap Rido yang khawatir saat mendengar suara dari dalam rumah.
Keduanya yang tadi berdebat, langsung menghentikan perdebatan mereka. Karena kedua kini melangkah mendekati rumah itu untuk mengecek apa yang telah terjadi.
Sesampainya didalam rumah, kedua langsung dikejutkan oleh Fadil yang sedang di pukul oleh pria yang masih seumuran dengan Rido dan juga Fadil. Sedangkan yang lainnya hanya diam sambil menatap saja. Sedangkan Fina. Gadis itu sudah diamankan oleh kedua pria lainnya.
" Apakah yang kamu lakukan pada adikku pria ber**gsek." Ucap Yusuf sambil memegang kerah baju Fadil setelah tadi dia memukulnya beberapa kali.
Wajah tampan Fadil kini sudah berubah menjadi babak belur akibat pukulan kakaknya Fina yaitu Yusuf. Sedangkan Fadil tidak melawan, karena dia tau kesalahannya.
Bagaiman dengan keluarga Fina, mereka hanya diam menatap Fadil tanpa menjega Yusuf yang tadi memukul Fadil.
" Hentikan kak Yusuf, kak Fadil tidak bersalah." Pekik Fina dengan air mata yang terus mengalir membasahi mata indahnya. Fina mencoba untuk melepaskan dirinya, dari dekapan sang ayah dan juga kakak iparnya saat melihat Fadil yang sudah tersungkur di lantai." Pernikahan ini tidak sengaja kak, karena kami terjebak dalam kesalahpahaman kemarin malam." Ucap Fina kembali mencoba untuk menjelaskan apa yang terjadi kemarin malam pada keluarganya.
" Kakak tidak percaya Fin, kakak tau kalau pria ini sudah berbuat macam-macam denganmu, dan dia juga sudah membawa kamu kawin lari dengan ancaman kan. Kakak tau itu Fin. Maka jangan tutupi kejahatannya, karena Kakak akan memberikannya pelajaran."
" Tidak kak, sungguh kak Fadil tidak seperti itu. Semuanya hanyalah salah paham, sungguh kak, aku tidak bohong. Sebaiknya kak Yusuf dengarkan penjelasanku dulu, jangan pukul kak Fadil lagi" Ucap Fina Deng Isak tangisannya. Apa yang Fina takutkan tadi, kini sudah terjadi, sungguh Fina sangat menyesal membawa Fadil kesini. Karena dia tau bagaimana keluarganya akan menanggapi pernikahan mereka.
" Jangan tangisi kesalahan pria ini Fin, karena dia tidak cocok untuk menjadi suamimu. Bukannya tadi pagi kakak sudah meneleponmu dan memberitahukan soal perjodohanmu dengan anak teman ayah."
Tangis Fina semakin menjadi mendengar ucapan kakaknya itu." Yang dikatakan oleh kak Yusuf benar Fin, pria ini tidak cocok menjadi suamimu, karena sudah berani macam-macam denganmu. Pasti pria ini juga memaksamu untuk menikah." Sambung Cyra
" Tidak kak, kak Fadil melakukan itu, karena kami menikah secara tidak sengaja." Jelas Fina di sela-sela tangisannya." Bahkan kak Fadil belum pernah menyentuhku kak, jadi bagaimana dia berbuat macam-macam denganku."
" Jadi dia tidak pernah menyentuh mu dek." Kini suami Cyra ikut membuka suara.
" Iya kak, kak Fadil tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh denganku, karena pernikahan kami benar-benar tidak sengaja."
" Kalau begitu, lepaskan adikku pria berengsek. Karena dia memiliki pria yang jauh lebih baik darimu." Bagaikan di sabar petir di siang bolong, saat Yusuf menyuruhnya untuk melepaskan gadis yang dia cintai, dan dia baru nikahi kemarin malam.
" Ti_dak, aku tidak akan melepa_skan istriku." Lirih Fadil menatap Yusuf dengan sangat berani." Aku sudah menikahinya, maka tidak akan ada orang yang boleh melepaskan pernikahan ini selain maut nanti."
__ADS_1
...----------------...