
" Iya nyonya, apa anda membutuhkan saya." Tanya babu itu dengan kepala yang di tundukan. Terlihat kalau babu kecil itu ketakutan saat melihat tatapan dari Nadila.
Nadila yang melihat babu itu tersenyum sinis. Dia begitu sangat senang, menyakiti babu didepannya apalagi menyakiti mental nya.
" Babu kecil, kamu tau tugas mu."
Babu kecil. Siapa, apakah babu kecil itu adalah Harum. Gadis kecil yang Nadila cari, karena berhasil kabur dari kediaman Nadila.
" Saya tau tugas saya nyonya." Jawab babu kecil itu itu yang tidak lain adalah Naila Harum Syah. Gadis yang dicari oleh Fazar dan Fadil. Tapi sampai sekarang mereka tidak menemukan titik terang keberadaan Harum.
Ya, setelah kejadian dimana Harum berhasil menyelamatkan dirinya malam itu, dari kejaran beberapa pria, yang tidak lain adalah orang suruhan Fazar.
Yang sudah lama mencari Harum, tapi mereka tidak berhasil menangkapnya.
Setelah malam pengejaran itu, Harum di temukan oleh orang suruhan Nadila.
Setelah menemukan Harum, Harum langsung di bawah dengan paksa oleh mereka, untuk membawanya kembali ke mansion Nadila.
Setelah menemukan Harum, Nadila langsung menghukum Harum malam itu. Hukuman yang membuat gadis kecil itu tidak akan berpikir untuk kabur lagi, Karena hukuman yang Nadila berikan.
Mungkin bukan fisik yang Nadila siksa, melainkan mental gadis kecil itu yang Nadila siksa. Agar gadis kecil itu mempunyai rasa takut, dan tidak berpikir untuk kabur lagi.
" Tutup pintu itu, dan jangan biarkan orang masuk."
" Baik nyonya."
Setelah mendengar suruhan Nadila, Harum langsung menutup pintu ruangan itu. Setelah menutup pintu ruangan itu, Harum melangkah kearah kursi, lalu duduk di sebuah kursi di samping ranjang Aldrich. Dengan kepala yang di tundukan, Harum mengikuti suruhan Nadila, untuk tetap tetap di ruangan itu selama mereka melakukan, sesuatu yang seharusnya tidak boleh di perlihatkan oleh anak seusianya.
Ya, itulah hukuman yang Harum dapatkan selama hidupnya. Tapi setelah Harum dewasa. Harum akan di jual, dan dia akan melakukan hal yang sama seperti mereka.
" Kenapa kamu memberikan gadis itu berada disini sayang."
" Aku ingin dia melihat apa yang kita lakukan."
" Tapi sayang, dia masih kecil. Di usainya seperti sekarang dia tidak boleh melihat hal seperti ini."
" Aku sengaja memperlihatkan nya sayang. Agar dia terbiasa dengan adegan seperti ini. Agar nanti dia terbiasa, melihat seperti yang dia lihat sekarang, sebelum aku men jual nya."
Terdengar kejam, tapi itu yang Nadila lakukan terhadap Harum. Nadila sengaja merusak mental gadis kecil itu, agar dia bisa menyiksa Ardian secara perlahan-lahan, dengan kehancuran anaknya.
" Tapi kenapa kamu tidak menjualnya sekarang saja sayang." Tanya tuan Aron yang memang mengetahui kalau Nadila memiliki usaha ilegal. Yaitu men jual gadis kecil seusia Harum. Usaha yang sedang di cari-cari oleh polisi, sampai sekarang belum terpecahkan.
__ADS_1
" Karena gadis dewasa lebih mahal sayang, apalagi belum di sentuh sama sekali. Maka dari itu aku ingin menunggu nya sampai dia dewasa nanti."
" Tapi apakah kamu tidak takut, kalau sampai dia kabur dari mu."
" Tidak sayang, karena gadis kecil itu tidak akan berani untuk kabur." Jawab Nadila sambil tersenyum menatap kearah Harum." Daripada kita membahas babu kecil itu, lebih baik sekarang kita melakukan hal yang menyenangkan. Bukannya kamu juga menginginkan nya."
" Ah, aku sampai melupakan hal itu sayang."
Kedua orang itu, melakukan hal yang seharusnya tidak mempertontonkan gadis di depan mereka. Mereka mengabaikan gadis kecil itu.
Sedangkan Harum hanya menundukkan kepalanya sambil menutup matanya. Harum meremas pakaian, berusaha untuk menghilangkan rasa takut nya sekarang.
Apalagi suara itu, membuat gadis kecil itu ketakutan. Mungkin ini bukan kali pertama untuknya, yang mendengar hal seperti sekarang. Tapi jika ia sudah berhadapan dengan hal seperti ini Harum akan selalu ketakutan.
" Ya Allah lindungilah Harum, dari orang-orang jahat seperti mereka. Kirimkan orang baik yang bisa menyelamatkan Harum dari mereka."
🌺🌺🌺🌺🌺
Fina yang kini duduk di depan kedua pria itu yang sedang menatap kearahnya.
Sebenarnya Fina bingung, kenapa kedua pria itu mencarinya. Tapi Fina merasa ragu untuk bertanya.
" Silahkan diminum tuan." Ucap Anita sopan, sambil menatap kedua pria itu dengan senyuman.
" Terimakasih."
Rasanya Anita ingin meleleh mendapatkan jawaban terimakasih dari kedua pria itu. Apalagi pria yang dari tadi diam dengan wajah datarnya tapi masih terlihat tampan. Rasanya Anita ingin berteriak. Kalau ia menyukai pria dewasa.
" Apakah ini jodohku ya Allah, yang engkau kirimkan untukku." Batin Anita sambil tersenyum, menatap kedua pria itu.
Sedangkan Fina yang menyadari tatapan dari adiknya itu, langsung menatap Anita. Menyuruh Anita ingin kembali kedalam. Karena ia ingin berbicara dengan kedua pria itu.
Anita yang melihat tatapan kakaknya itu mengerti, kalau Fina menyuruh nya untuk kembali kedalam.
" Dasar kakak yang tidak bisa berbagi. Masa aku tidak di perbolehkan untuk menatap pria itu, yang mungkin akan menjadi jodoh ku." Batin Anita kesal, walaupun kesal. Tapi Anita tetap mengikuti perintah kakak untuk masuk kedalam.
" Maaf tuan, ada urusan apa, yang membuat anda datang menemui saya kesini." Tanya Fina sopan menatap kedua pria itu.
" Jangan di panggil tuan Fin, panggil aku kak Fazar. sama seperti istriku memanggil ku, Kerena kalian adalah sahabat. Aku tidak suka sahabat istriku memanggil ku seperti tadi."
Ya, kedua pria itu tidak lain adalah Fazar dan sekertaris nya Zain. Mereka datang kerumah Fina, karena ingin membahas sesuatu hal yang penting.
__ADS_1
" Hm, Iya k_ak Faz_ar." Jawab Fina dengan terbata-bata karena tidak terbiasa memanggil Fazar dengan panggilan kakak.
" Pasti kamu bertanya-tanya, kenapa kami datang kesini, pagi-pagi seperti." Tanya Fazar membuat Fina mengangguk mengiyakan." Kedatangan kami kesini. Karena aku ingin menyampaikan kepada kamu soal kasus Fadil."
Deg
Jantung Fina langsung berdebar, saat ia mendengar ucapan Fazar. Apakah Fazar mengetahui kalau wanita itu adalah dirinya, Wanita yang sudah Fadil tolong kemarin dan membuat Fadil di tangkap oleh polisi.
" Kamu tidak perlu bingung, kenapa aku bisa mengetahui kalau wanita itu adalah kamu." Ucap Fazar yang seperti tau apa yang sedang Fina pikirkan." Kamu juga tidak perlu takut, kalau aku akan menyalahkan mu, Karena aku tau kalau kamu tidak bersalah dalam permasalahan ini. Aku datang kesini hanya ingin meminta kamu menjadi saksi untuk Fadil."
" Tapi kalau kamu tidak mau, ya tidak apa-apa. Aku tidak akan memaksa kamu untuk menjadi saksi, karena aku tahu kalau Fadil pasti melarang mu."
Fazar juga sudah mengetahui kalau Fadil melarang Fina menjadi saksi nanti, bahkan Fadil juga sudah menghapus setengah bukti yang memperlihatkan kalau wanita itu adalah Fina.
Fazar tau, kalau Fadil tidak ingin Fina dipandang rendah oleh orang-orang, makanya ia menghapus setengah bukti sebenarnya.
" Aku mau kak, aku mau menjadi saksi untuk kak Fadil. Kalau kak Fadil tidak bersalah."
Fina tentu menyetujui permintaan Fazar, karena ia tahu kalau di kasus ini dirinya juga terlibat." Bagaimanapun, aku harus bertanggung jawab kepada kak Fadil, karena akulah dia berada disana."
Fazar hanya tersenyum, mendengar ucapan Fina. Dia tau kalau sahabat istrinya itu pasti menyetujui permintaan nya.
" Terimakasih Fin, karena kamu sudah mau menjadi saksi untuk Fadil."
" Jangan berterimakasih kak, karena ini adalah tangung jawab ku juga."
" Tapi untuk beberapa hari ini, kamu harus tetap berada dirumah, karena ayahnya Agus sedang mencari mu."
Mendengar ucapan Fazar, membuat Fina mengerutkan keningnya bingung." Tapi kak Fazar. kenapa mereka mencari ku. Dan kenapa aku harus bersembunyi."
" Karena ayahnya Agus, tidak mau kalau kejahatan anaknya sampai terungkap, makanya dia mencari mu. Karena kamu ancaman untuk Agus." Jawab Fazar.
" Tapi kenapa. Siapa Agus sebenarnya."
" Nanti kamu akan tahu, tapi tidak sekarang. Jika kamu penasaran dengan Agus, kamu bisa membacanya disini."
Zain langsung menyerahkan satu lembar kertas kepada Fina.
" Kamu akan tahu siapa Agus sebenarnya, setelah kamu membaca itu."
Dengan bingung, tapi Fina tetap menerima kertas yang Zain berikan untuknya.
__ADS_1