Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 97


__ADS_3

Kesabaran ku membawa cinta.


" Ya Allah, aku berterima kasih dan bersyukur kepada-Mu sebab telah diberi tempat yang indah di sekeliling orang-orang yang menyayangi dan mendukung diriku. Ya Allah, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada-Mu atas kesempatan untukku melihat dunia yang indah ini lebih lama. Aku selalu bersyukur padamu, karena masih dapat menikmati udara dan hangatnya mentari pagi. Terima kasih, Ya Rabb, semoga aku menjadi hamba yang selalu bersujud kepada-Mu. Ya Allah, terima kasih atas segala berkah yang telah Engkau berikan kepadaku. Lindungilah aku dari segala perilaku buruk orang lain." Batin seorang pria yang sedang menatap kearah atas langit-langit ruangan rawatnya. Pria yang tidak lain adalah Fadil masih belum percaya kalau dia telah sembuh dari penyakit kanker yang selama bertahun-tahun dia derita.


Didalam diri Fadil dia merasa bahagia dan juga sedih. Bahagia karena penyakitnya telah sembuh dan sedih karena cintanya kepada seseorang tidak bisa dia dapatkan kembali, karena gadis itu sudah memilik seseorang, yang bisa menjaganya dan juga mencitai nya lebih besar daripada segalanya.


" Aku akan berusaha ikhlas ya Allah, karena aku tahu rencana mu begitu sangat indah." Batin Fadil." Maka kuatkanlah hati ini, agar tetap kuat agar tidak menyukai yang bukan lagi hakku. Hilanglah perasaan ini ya Allah, agar aku tidak berpikir untuk merebut seseorang." Batin Fadil kembali.


Sama halnya dengan Fadil. Seorang pria yang berada di ruangan satunya merasakan hal yang sama seperti Fadil.


Karena pria itu sedang merasa kecewa. Setelah mengetahui kalau gadis yang dia sukai lewat pandangan pertama, ternyata sudah memiliki suami, dan suami gadis itu sepupunya sendiri.


Pria yang tidak lain adalah Abizard, sedang merasakan galau saat Fazar mengakui kalau Wiyah adalah istrinya.


" Siapa gadis yang selalu bersama anda tuan Fazar." Tanya Abizard.


" Gadis yang mana." Tanya Fazar tidak mengerti.


" Gadis yang selalu bersama anda" Jawab Abizard." gadis yang selalu mengenakan pakaian sarii." Jelas Abizard kembali, membuat Fazar berpikir keras. Sampai ingatannya tertuju pada Wiyah istrinya, karena selama ini yang selalu mengikutinya itu adalah istrinya dan tidak ada wanita lain.


" Yang anda maksud Wiyah." Tanya Fazar membuat Abizard mengangguk.


" Ya, siapakah gadis itu. Saya ingin mengenalnya." Jawab Abizard membuat Fazar membulatkan matanya karena terkejut dengan jawaban yang Abizard berikan. Kalau Abizard, ingin mengenal istrinya.


" Apa anda menyukai gadis itu." Tanya Fazar memastikan membuat Abizard mengangguk.


" Ya, anda benar sekali tuan Fazar. Siapa gadis itu." Tanya Abizard kembali.


" Anda jangan mengganggu nya tuan Abizard, karena dia istri saya, tuan Abizard Adli Roshan." Jawab Fazar menekan kata terakhirnya sambil menatap Abizard dengan tatapan tajamnya.


" Saya tidak percaya, kalau gadis itu istri anda. Sedangkan saya belum mendengar kalau anda sudah menikah." Ucap Abizard tidak percaya.

__ADS_1


" Saya menikah dua bulan yang lalu, dan itu secara tertutup, karena kondisi Fadil yang sedang memburuk." Jelas Fazar." Kalau anda tidak percaya, anda bisa lihat cincin di tangan saya dan gadis itu sama. Karena kami adalah suami istri." Jelas Fazar kembali sambil menunjukkan jari tangannya yang sudah memiliki cincin, dan cincin itu hampir sama seperti yang dimiliki oleh Wiyah. Karena Abizard tidak sengaja melihatnya di waktu itu.


" Aku tidak menyangka, kalau gadis yang aku temui kemarin sudah menikah, dan dia menikah dengan Fazar. Sepertinya aku terlambat bertemu dengannya." Gumam Abizard, yang begitu sangat sedih karena gadis yang sudah berhasil merebut hatinya pada pandangan pertama, ternyata sudah menikah. Abizard begitu sangat menyesal karena terlambat bertemu dengan Wiyah.


" Ya Allah, sisihkan gadis yang sama sepertinya." Batin Abizard berdoa agar di pertemukan dengan gadis yang sama seperti Wiyah.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sedangkan disisi lain.


Seorang gadis yang sedang duduk di sisi ranjang sambil menatap paper bag ditangannya yang tadi diberikan oleh bunda Sisi. Wiyah penasaran dengan isinya, karena tidak sempat membukanya tadi di saat dirumah sakit.


" Apa isi dari paper bag yang bunda kasih." Gumam Wiyah. Karena penasaran Wiyah ingin membuka paper bag itu, tapi tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka, yang membuat Wiyah tidak jadi untuk melihat isi dari paper bag itu. Wiyah menyimpan kembali paper bag itu di sampingnya.


" Sayang." Panggil suara lembut itu sambil melangkah kearahnya." Sayang, sedang apa." Tanya pria itu yang tidak lain adalah Fazar Sambil melangkah mendekati istrinya.


Wiyah yang melihat kehadiran Fazar, berdiri dari duduknya lalu menyambut suaminya itu dengan cara mencium punggung tangan Fazar. Sedangkan Fazar mencium kening Wiyah.


Karena biasanya Wiyah akan menunggu Fazar untuk pulang, barulah mereka pergi kerumah sakit untuk menjenguk Fadil sambil membawakan makan malam untuk bunda Sisi, apalagi selama Fadil dinyatakan sebuh oleh dokter dan melakukan perawatan di rumah sakit, bunda Sisi tidak pernah kembali ke apartemen, karena Bunda Sisi fokus menemani putranya.


Sebenarnya Fazar bisa saja dirumah sakit untuk menemani Fadil. Cuman bunda Sisi melarangnya, karena tidak mau kalau sampai menantunya itu kecapean dan tidak fokus dengan kuliahnya, jika Wiyah berada di rumah sakit. Makanya bunda Sisi akan menyuruh Wiyah pulang ke apartemen saja bersama dengan Fazar.


Sama halnya dengan Fazar yang sengaja membiarkan istrinya tetap di apartemen, selama Fazar berada di perusahaan. Karena Fazar sedang memberikan waktu untuk Wiyah agar tetap fokus dengan kuliahnya lewat online.


" Maaf sayang, tadi kakak habis melakukan meeting di luar bersama dengan klien di luar. Kaka juga sudah menelepon mu, tapi ponsel mu ketinggalan di rumah sakit." Jelas Fazar membuat Wiyah mengangguk mengerti.


" Maaf ya kak."


" Ngga apa-apa sayang, kakak ngerti koh." Jawab Fazar tersenyum." Sayang, tadi belanja apa saja." Tanya Fazar sambil melepaskan jas nya.


" Cuman belanja kebutuhan sayur. Sama sabun di kamar mandi yang sudah habis." Jawab Wiyah jujur, karena hanya itu yang dia cari.

__ADS_1


" Tidak belanja yang lain." Tanya Fazar membuat Wiyah menggeleng." Kenapa ngga sayang, kakak kasih kamu kartu, biar bisa belanja kebutuhan mu." Tanya Fazar bingung.


" Kebutuhan ku masih banyak kak, aku juga lagi malas mau belanja yang lain. Makanya tadi aku cuman belanja itu saja." Jelas Wiyah. Mendengar jawaban dari istrinya membuat Fazar menggeleng kecil. Fazar menarik Wiyah agar lebih dekat dengannya.


" Astaghfirullah kak." Ucap Wiyah terkejut, saat Fazar menariknya tubuh tiba-tiba agar lebih dekat dengan suaminya itu.


Yang membuat tubuh keduanya saling berhadapan dan begitu sangat dekat, Fazar juga bisa menatap mata cantik istrinya itu.


" Sayang, lain kali kalau sudah berada didalam mall, sayang belanja apa saja yang sayang mau. Kalau mau sama mall nya, kakak akan belikan. Asalkan kamu mau membelanjakan uang yang kakak kasih. Apalagi sekarang sayang adalah Istrinya kakak, yang sudah menjadi kewajiban kakak untuk memberikan sayang nafkah. Maka uang yang kakak kasih harus sayang pakai. Tanda kalau kakak sudah memberikan sayang nafkah, sebagai seorang suami." Jelas Fazar menatap istrinya itu." Apa sayang mengerti." Tanya Fazar membuat Wiyah mengangguk.


" Iya kak, aku mengerti." Jawab Wiyah membuat Fazar tersenyum.


" Bagus kalau gitu. Kakak mau mandi dulu." Ucap Fazar melepaskan Wiyah.


Fazar melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa begitu sangat gerah saat berdekatan dengan istrinya, apalagi dengan jarak yang begitu sangat dekat, yang membuat Fazar tidak bisa menahan dirinya, sebagai seorang pria pria yang sudah beristri.


Wiyah yang melihat suaminya masuk kedalam kamar mandi begitu saja, mengira kalau Fazar pasti sedang marah kepada dirinya, karena tidak membelanjakan uang yang Fazar kasih, padahal tadi Fazar sudah menyuruhnya.


Yang Wiyah tidak tahu, kalau Fazar sedang menahan sesuatu sekarang.


Karena tidak ingin memikirkan hal itu, Wiyah mengambilkan pekaian santai untuk suaminya. Tapi sebelum Wiyah turun untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya, pandangan Wiyah tertuju, pada paper bag yang tadi, belum sempat ia buka.


Wiyah kembali mengambil paper bag itu, lalu membukanya lalu mengabil isi didalamnya.


Wiyah terkejut saat melihat pekaian yang entah apa namanya, tapi pekaian itu begitu sangat tipis dan juga kekurangan kain. Karena setiap orang yang memakainya pasti merasa tidak mengenakan apapun.


" Apakah aku harus menyerahkan diriku malam ini kepada suamiku yang berhak atas diriku." Batin Wiyah menatap pekaian itu. Wiyah tahu apa kegunaan pekaian itu, karena dia pernah melihat pekaian itu saat sedang pergi ke toko pekaian khusus wanita.


Wiyah kadang bertanya-tanya apa kegunaan dari pekaian yang kekurangan bahan itu, tapi disaat dia sudah menikah. Wiyah tahu apa kegunaannya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2