Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 56


__ADS_3

Pagi yang cerah, dan pagi pertama untuk Wiyah di kota Tokyo Jepang.


Kini Wiyah yang sudah rapi, ingin segera keluar dari kamar hotel, karena Wiyah ingin menikmati pagi pertamanya di kota Tokyo.


" Kenapa tuan lama sekali, padahal aku ingin segera keluar, dan menikmati pagi yang cerah ini." Gumam Wiyah menatap keluar jendela.


Lama menunggu akhirnya Fazar keluar dari kamar mandi, yang kini sudah rapi dengan setelan Jasnya.


" Apa kamu sudah siap." Tanya Fazar membuat Wiyah berbalik menghadap kearah Fazar.


" Aku sudah siap tuan." Jawab Wiyah sambil tersenyum, karena Wiyah begitu sangat senang, akhirnya dia bisa keluar juga dari kamar hotel untuk menikmati pagi yang cerah ini.


Fazar yang melihat senyuman istrinya, tahu kalau Wiyah begitu sangat senang karena mereka akan keluar.


" Dasar gadis aneh, cuman mau keluar tapi dia sudah senang seperti saat ini." Batin Fazar menatap kearah Wiyah.


Wiyah melangkah mengarah ke pintu sambil menarik kopernya.


" Selamat pagi tuan Fazar, nona Wisyah." Sapa Zain saat melihat tuan dan nona nya itu sudah keluar dari kamar.


" Pagi juga tuan Zain." Jawab Wiyah Sambil tersenyum.


" Sebelum, ke apartemen, kita sarapan pagi dulu." Ucap Fazar membuat Zain Mengangguk mengerti.


" Baik tuan." Jawab Zain.


Fazar dan Wiyah kembali melanjutkan langkahnya untuk pergi ke restoran yang berada di hotel itu, tepatnya di lantai bawah.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸


Selesai sarapan pagi, kini Wiyah Maupun Fazar ingin pergi ke apartemen, tapi Fazar harus menundanya sebentar karena Wiyah ingin berkeliling ke taman kota yang memiliki taman yang cantik karena banyak bunga sakura di sana. Apalagi masih musim semi jadi bunga sakura sedang mekar.


Saat Wiyah dan Fazar memasuki taman kota. Mereka sudah di sambut dengan keindahan bunga sakura yang sedang mekar, karena sedang musim semi.


Wiyah yang melihat itu membuatnya berbinar bahagia.


" Subhanallah, begitu sangat indah ciptaanmu ya Robbi." Ucap Wiyah yang begitu sangat kagum dengan keindahan taman kota yang memiliki pemandangan yang sangat cantik, membuat Wiyah begitu sangat kagum dengan keindahan bunga sakura yang sedang mekar itu. Apalagi Wiyah paling senang dengan yang namanya alam seperti saat ini, membuat Wiyah ingin berlama-lama di taman itu, jika boleh.


Sedangkan Fazar hanya menatap istrinya itu yang sedang senang, karena berada di taman yang tadi Wiyah ingin kunjungi. Fazar bisa melihat mata berbinar dari Wiyah. Terlihat kalau gadis itu begitu sangat bahagia saat berada di taman itu.


" Apa kamu menyukainya." Tanya Fazar sambil menatap kearah Wiyah.


Wiyah yang mendengar pertanyaan dari Fazar berbalik menghadap kearah Fazar." Aku sangat suka tuan." Jawab Wiyah dengan senyuman di bibirnya, Membuat gadis cantik berhijab itu semakin terlihat cantik." Terimakasih tuan, karena anda sudah mau mengijinkan ku untuk kesini." Ucap Wiyah tulus sambil menatap Fazar.


Sedangkan Fazar tidak menjawab ucapan


Wiyah mengelilingi taman kota Tokyo Jepang dengan dengan hati bahagia karena dia begitu sangat senang bisa beranda kota itu yang memiliki bunga yang begitu sangat cantik.


Wiyah masih belum percaya kalau dirinya akan sampai disini, padahal dia hanya bisa berfikir apakah dia bisa sampai di kota ini atau tidak. Tapi Wiyah masih tidak percaya, kalau ternyata dirinya bisa sampai disini karena suaminya itu.


Sedangkan Fazar hanya mengikuti langkah dari istrinya itu tanpa berkomentar sama sekali, karena Fazar sendiri begitu menikmati pagi yang cerah ini sambil mengelilingi taman kota Tokyo.


Ini bukan pertama kalinya untuk Fazar, karena Fazar sudah sering berada di taman ini, jika ia sedang mengecek perusahaannya.


" Nona Wisyah, apakah anda ingin berfoto." Tanya Zain yang sudah berada di taman itu. Entah kapan pria yang menjadi sekertaris dari suaminya itu berada disitu, padahal tadi tidak ada.

__ADS_1


" Eh, tuan Zain, Apakah boleh." Tanya Wiyah yang ingin memastikan apakah boleh dia berfoto di taman ini.


" Tentu boleh nona Wisyah." Jawab Zain." Apa nona Wisyah, bisa lihat kalau para wisatawan sedang berfoto-foto, sambil menikmati taman ini." Jelas Zain kembali sambil menunjuk para wisatawan yang berada di taman itu sedang berfoto.


Walaupun masih pagi, tapi taman itu sudah di penuhi oleh orang-orang yang ingin menikmati pagi yang cerah seperti pagi ini.


Wiyah yang melihat kalau banyak para wisatawan yang sedang berselfie ria, membuatnya langsung mengangguk setuju.


" Hmm, baiklah tuan Zain aku mau." Jawab Wiyah mengiyakan untuk berfoto, Walaupun Wiyah tidak terlalu suka jika berfoto, tapi demi menikmati perjalanannya untuk pertama kalinya di kota Tokyo, membuat Wiyah mau mengabadikan momen ini.


" Baiklah nyonya Mari, kita cari tempat yang cocok untuk nona." Ucap Zain.


Wiyah mencari tempat yang cocok untuk pengambilan gambar, dan tanpa Wiyah sadari kalau Zain memotretnya dari belakang saat Wiyah sedang berjalan. Zain mengambil gambar Wiyah dengan kamera yang entah kapan berada di tangan Zain.



Sangat cantik, dan Zain berhasil mengabadikan momen itu.


Ketiganya terus menyusuri setiap taman, sedangkan Zain dengan kameranya terus mengambil gambar Wiyah, setiap Zain mendapatkan momen yang tepat. Tidak terlalu banyak tapi Zain berhasil mengabadikan momen bahagia dari Wiyah.


Seperti foto ini, Zain mengambilnya saat Wiyah sedang menghambur bunga sakura ke udara dengan bahagianya membuat Wiyah tersenyum, dan Zain berhasil mengabadikan momen itu.




Dan foto itu juga Zain sengaja mengambilnya saat Wiyah sedang mengambil gambar bunga sakura dengan ponselnya, saat itu Zain sengaja mengabadikan momen itu.

__ADS_1


Walaupun Wiyah tidak tahu kalau ia sedang di foto, tapi hasil gambar itu tetap cantik. Karena Zain begitu sangat pintar mengambil foto dengan caranya sebagai fotografi.


...----------------...


__ADS_2