Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 44


__ADS_3

" Abizard Adli Roshan. Aku bertanya kepadamu, Apa yang kamu bicarakan dengan pria itu." Tanya pria paruh baya itu dengan tegas sambil menekan kata terakhirnya. Pria paruh baya itu menatap pria muda yang masih


berdiri di tempatnya.


Abizard Adli Roshan, Pria yang masih berusia dua puluh tahun. Pria asli dari turki hanya saja pria itu besar di Indonesia.


" Aku hanya menemuinya karena dia ingin membicarakan hal penting denganku." Jawab Abizard.


Kita flashback ke satu minggu yang lalu.


Seorang pria memasuki restoran, karena tadi malam ia sudah berbuat janji dengan orang yang menelfon nya.


Abizard menyusuri setiap meja sampai ia menemukan satu meja di mana tadi malam ia berbuat janji dengan seseorang.


" Apa kamu sudah lama menungguku." Tanya Abizard saat ia sudah duduk di kursi berhadapan langsung dengan pria itu. Abizard saling berhadapan dengan orang itu, yang dari tadi menatapnya.


" Tidak, aku baru saja datang." Jawab pria itu.


" Katakan apa yang ingin kamu bicarakan denganku." Tanya Abizard langsung to the point.


" Aku hanya ingin mengatakan padamu. Jadilah pendonor untuk Fadil." Jawab pria itu kembali.


Abizard yang mendengar jawaban pria di hadapannya langsung mengerutkan keningnya bingung." Apa maksudmu Rido." Tanya Abizard." Bukannya kamu sudah mendengar, kalau aku menolak permintaan dari tante Sisi untuk menjadi pendonor untuk Fadil." Jelas Abizard kembali.

__ADS_1


Ya. Pria yang bertemu dengan Abizard tidak lain adalah Rido. Rido melakukan pertemuan ini karena ingin membahas sesuatu yang penting kepada Abizard mengenai Fadil.


" Tapi, bukannya tante Sisi itu."


" Dia tidak ada hubungannya dengan keluarga kami Rido." Jawab Abizard menekan kata terakhirnya." Jadi jangan pernah membahas dia lagi. Aku tidak akan mau menjadi pendonor untuk Fadil karena aku sudah berjanji kepada papi ku untuk tidak berhubungan lagi dengan keluarga Fazar." Ucap Abizard kembali.


Rido yang mendengar ucapan dari Abizard membuatnya terdiam.


" Tapi mereka membutuhkanmu karena hanya kamu orang yang bisa membantu Fadil, karena Kalian memiliki kecocokan sumsum tulang belakang." Jelas Rido kembali.


" Aku sudah mengatakan dari kemarin, kalau aku tidak akan mau menjadi pendonor untuk Fadil. Bukannya mereka memiliki uang untuk mencari pendonor yang cocok dengan Fadil, bukan meminta ku seperti ini."


" Kami sudah mencari pendonor yang cocok untuk Fadil tapi tidak ada yang bisa menjadi pendonornya dan hanya kamu yang bisa menjadi pendonor untuk Fadil." Jelas Rido kembali.


Abizard berdiri dari duduknya karena ia begitu sangat tidak suka waktu berharganya harus terbuang sia-sia karena membahas hal penting." Dan satu lagi Rido, ingat kalau Fadil tidak ada hubungannya dengan keluarga Roshan." Ucap Abizard sebelum ia pergi meninggalkan Rido yang masih terdiam di tempatnya.


Flashback off


" Aku sudah menepati janji ku untuk tidak menemui mereka papi, jadi jangan tanyakan hal ini lagi, sebelum aku mengubah keputusan ku karena pertanyaan dari anda tuan Aslan Aydin Roshan." Ucap Abizard sambil menekan kata terakhirnya yaitu nama dari papinya.


Aslan Aydin Roshan. Pria paruh baya yang berusia lima puluh tujuh tahun. Pria paruh baya yang asli dari turki. Papi dari Abizard. Pemilik perusahaan Roshan grup.


" Kamu benar benar tidak sopan menyebut nama orang tuamu seperti itu." Ucap Papi Aslan merasa begitu sangat tidak suka dengan sikap putra keduanya itu.

__ADS_1


" Bukannya anda yang mengajariku tuan." Jawab Abizard yang kemudian melangkah meninggalkan ruangan kerja papi nya itu.


Sedangkan papi nya itu hanya bisa menatap putranya yang sudah pergi dan menghilang dari balik pintu.


" Apakah aku terlalu keras untuk memisahkan mereka." Gumam Aslan." Andai kamu tidak memilihnya Aldevaro mungkin tidak akan seperti ini."


Abizard melangkah meninggalkan rungan kerja papinya itu untuk melangkah kekamar di lantai atas.


Sesampainya di kamarnya Abizard langsung merebahkan tubuhnya karena merasa begitu sangat kelelahan.


Abizard teringat dengan pertemuannya dengan anak buah Fazar di rumah sakit tempat Fadil di rawat. Di saat itu Abizard hanya ingin bertemu dengan sahabatnya yang sedang sakit mendengar perbincangan orang suruhan Fazar yang mengatakan kalau mereka sedang mencari pendonor yang cocok untuk tuan mereka. Karena mendengar itu membuat Abizard menjadi kasihan.


Karena rasa kasianya membuat Abizard mencoba untuk mengecek apakah mungkin tulang sumsumnya cocok.


Saat memeriksa kecocokan tulang belakangnya dengan dokter Satya, ternyata Abizard memiliki kecocokan dengan Fadil, yang membuat Abizard bisa menjadi pendonor untuk Fadil. Abizard bukan saja cocok melainkan begitu sehat tidak ada tanda-tanda penyakit apapun.


Abizard yang mengetahui hasil cek itu merasa begitu sangat senang dan Abizard yang ingin bertemu dengan keluarga pasien. Tapi saat Abizard bertemu dengan keluarga pasien yang ternyata bunda Sisi membuat Abizard tidak jadi untuk menjadi pendonor untuk Fadil.


...----------------...


Harap bijak dalam membaca karena banyak typo yang bertebaran. Jangan lupa like komen dan vote nya biar author makin semangat buat update.


Makasih buat teman-teman yang sudah mau mendukung author.

__ADS_1


Salam manis dari author 😉


__ADS_2