Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 111


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


" Kerena aku sudah berjanji kepada diriku sendiri kak, kalau tidak akan mencintai seorang pria manapun selain suamiku nanti. Aku tidak ingin memberikan hatiku untuk orang lain selain orang yang sudah halal untuk aku cintai dan mencintaiku." Jawab Wiyah kembali." Karena itulah aku akan berusaha untuk menerima kak Fadil, karena kak Fadil pria pertama yang menyatakan perasaannya untukku kak walaupun aku tidak tahu seperti apa perasaanku untuknya saat itu." Jelas Wiyah.


Fazar yang mendengar perkataan istrinya. Kalau Wiyah tidak akan mencintai seorang pria manapun selain suaminya nanti. Berpikir, kalau Wiyah sudah membuka hatinya kepada dirinya, saat istrinya itu menikah dengan dirinya.


Jika itu benar, Fazar begitu sangat bersyukur, karena dia adalah pria kedua yang masuk kedalam hati istrinya, selain ayah, kakak, dan adik laki-lakinya.


" Itu artinya sayang belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta." Tanya Fazar membuat Wiyah mengangguk kecil.


" Kalau gitu, Biarkan kakak membuat sayang merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya kepada seorang pria yang sudah halal untuk sayang cintai, seperti janji sayang dulu." Ucap Fazar menatap Wiyah dengan serius. Sedangkan Wiyah yang mendengar ucapan dari suaminya membuat dirinya terkejut tapi Wiyah begitu sangat senang, karena suaminya sendiri yang akan membuat dirinya jatuh cinta.


Walaupun dalam perasaanya sekarang, Wiyah sudah bisa merasakan kalau ia sudah mencitai suaminya itu, karena Wiyah bisa merasakan debaran jantungnya saat bersama dengan suaminya itu. Apalagi saat ia sedang bermesraan.


Tapi Wiyah juga begitu sangat senang karena suaminya itu berinisiatif untuk membuat dia jatuh cinta untuk pertama kalinya.


" Apa boleh sayang." Tanya Fazar ingin memastikan istrinya itu, kalau Wiyah mau menerima permintaan nya untuk membuat Wiyah jatuh cinta kepadanya. Karena sampai sekarang Fazar belum tahu apakah Wiyah sudah mulai menyukainya atau tidak mengingat, bagaimana keras nya dia dulu.


Wiyah yang mendengar pertanyaan suaminya itu kembali, Hanya menganggukkan kepalanya, tanda kalau ia setuju.

__ADS_1


Melihat Wiyah mengangguk membuat Fazar tersenyum begitu sangat senang, sampai membuat gigi putih yang tertata rapi itu sampai terlihat.


Senyuman yang dulu pernah hilang seakan kembali saat mendengar jawaban istrinya itu." Baiklah, karena sayang sudah setuju. Sekarang kita resmi berpacaran." Ucap Fazar memegang tangan istrinya itu yang memang berada di atas meja.


Sedangkan Wiyah tampak mengerutkan keningnya bingung saat mendengar suaminya itu, mengatakan kalau mereka resmi berpacaran sedangkan mereka sudah menikah.


" Tapi kak, kita kan sudah menikah." Tanya Wiyah dengan polosnya membuat Fazar yang mendengar pertanyaan istrinya, merasa begitu sangat gemas karena pertanyaan yang istrinya berikan.


" Pacaran kita beda sayang. Karena kita berpacaran saat sudah halal, jadi sah-sah aja mau berpegangan tangan, pelukan, ciuman bahkan bobo bareng itu ngga apa-apa sayang. Karena itu semua sudah halal untuk kita, malahan pacaran kita bisa mendapatkan pahala. Bukan saja pahala, tapi keutuhan dan keromantisan rumah tangga akan tetap terjaga." Jelas Fazar membuat Wiyah mengangguk-anggukkan kepalanya tanda kalau dia mengerti dengan penjelasan suaminya itu.


Fazar mendekatkan kepalanya ke kuping Wiyah, karena ingin membisikkan sesuatu kepada istrinya itu." Pacaran kita juga sudah halal sayang, untuk melakukan itu, bahkan saat nanti aku khilaf kita tidak akan berbuat dosa saat aku melakukan itu." Goda Fazar berbisik, sambil mengedipkan matanya genit saat menatap istrinya itu, tidak lupa senyuman yang mengembang di bibirnya.


" Dasar mesum." Ucap Wiyah dengan suara kecilnya tapi Fazar masih bisa mendengarnya. Wajah Wiyah juga berubah memerah karena bisikan dari suaminya barusan. Untungnya tempat dimana Wiyah dan Fazar duduk tidak terlalu dekat dengan pengunjung, jadi tidak ada yang melihat wajah merah dari Wiyah sekarang.


" Ngga apa-apa sayang, mesum sama istri sendiri." Sahut Fazar berbisik. Wiyah langsung mengalihkan wajahnya, karena begitu sangat malu mendengar jawaban suaminya itu.


Fazar yang melihat istrinya itu memalingkan wajahnya hanya bisa terkekeh kecil.


Tidak lama pesanan keduanya datang, dan wajah memerah tadi seperti berubah menjadi begitu sangat ceria saat makanan yang tadi Wiyah pesan sudah berada di atas meja. Apalagi Wiyah begitu sangat lapar, makanya dengan senang hati dia menerima makanan itu.

__ADS_1


Fazar menatap istrinya itu yang begitu sangat lahap memakan makanannya, Fazar tahu kalau istrinya itu begitu sangat lapar, karena ulahnya beberapa jam yang lalu.


" Terimakasih sudah mau hadir di hidupku sayang. Karena kamulah aku bisa tersenyum seperti dulu lagi, senyuman yang bukan paksaan untukku lagi." Batin Fazar menatap istrinya itu.


Fazar begitu sangat bahagia, karena dia mendapatkan istri yang bisa mengisi hatinya yang pernah kosong karena masalalunya. Hati yang dulu pernah terluka seperti mendapatkan obatnya saat kehadiran istrinya itu." Aku mencintaimu istriku, terimakasih sudah mau menjadi cahaya yang menerangi kegelapan dalam hidupku." Batin Fazar menatap istrinya yang sedang lahap memakan makanannya.


🌼🌼🌼🌼🌼


Selesai menghabiskan makanan mereka, Fazar dan Wiyah memutuskan untuk pergi ke masjid terlebih dahulu, karena sebentar lagi akan memasuki waktu sholat magrib.


Fazar dan Wiyah tidak langsung kembali ke apartemen mereka, karena keduanya ingin berkencan selayaknya seorang kekasih yang baru saja jadian.


" Sayang, mau jalan kemana." Tanya Fazar menatap istrinya itu sesekali Fazar fokus kedepan karena Fazar sedang menyetir.


Mendengar pertanyaan suaminya itu, membuat Wiyah tampak berpikir." Hmmm, kemana ya kak." Ucap Wiyah terus berpikir." Bagaimana kalau kita nonton bioskop aja kak, soalnya lagi ada film baru di bioskop." Ucap Wiyah memberikan saran.


" Baiklah jika itu yang sayang inginkan, kita langsung ke bioskop, tapi setelah selesai sholat magrib." Ucap Fazar menyetujui permintaan istrinya itu.


Terkesan lucu karena di usianya seperti ini dia harus berkencan dengan istrinya yang terlihat lebih muda darinya. Tapi Fazar juga begitu sangat senang karena mereka akan melakukan kencan pertama mereka malam ini.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2