Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 63


__ADS_3

Didalam gedung. Wiyah dan Fazar sudah di sambut dengan keindahan dekorasi dari dalam gedung yang kini sudah disulap begitu sangat cantik dan juga mewah.


" Jagalah sikapmu yang seperti gadis kampung, yang baru melihat acara orang kaya seperti saat ini." Bisik Fazar saat melihat tatapan Wiyah begitu sangat menyukai acara yang mereka datangi.


Sedangkan Wiyah mendengar ucapan Fazar, merasa begitu sangat malu, saat mendengar ucapan Fazar yang mengatakan kalau dirinya sama seperti gadis kampung yang baru saja melihat acara seperti saat ini. Padahal Wiyah sudah pernah mendatangi acara mewah seperti ini, hanya saja berbeda.


Tapi salahkan dia untuk mengangumi sesuatu.


" Maaf tuan, aku membuat anda malu." Ucap Wiyah.


" Sudahlah, jangan di bahas. Lebih baik kamu menjaga sikapmu, karena kita berada di acara orang-orang penting yang tidak sama seperti acara ditempat lain." Ucap Fazar mengingatkan membuat Wiyah mengangguk mengerti.


" Baik tuan, aku akan menjaga sikapku." Jawab Wiyah.


Fazar yang masih mengandeng tangan Wiyah melangkah mendekati kursi bulat yang sudah tertata rapi. Tapi langkah keduanya harus dihentikan saat seorang pria datang menghampiri mereka.


" Fazar." Ucap pria itu sambil tersenyum menatap kearah Fazar." Gue kira lo ngga datang tadi." Ucap pria itu kembali, yang begitu sangat senang saat melihat kehadiran Fazar di sana.

__ADS_1


Sedangkan Wiyah yang mendengar pria mengunakan bahasa Indonesia, dan begitu sangat fasih berbahasa dalam perkataannya membuat Wiyah menjadi bingung." Apakah dia orang Indonesia, sampai begitu sangat fasih berbahasa Indonesia." Batin Wiyah bingung menatap kearah pria itu.


Sedangkan Fazar tidak tersenyum sama sekali, karena Fazar hanya memasang wajah datarnya." Lo tetap dingin kayak dulu, ngga ada senyum-senyum nya dikit." Cibir pria itu sambil terkekeh.


Pria itu beralih melihat kearah samping Fazar yang terdapat gadis cantik berhijab yang sedang menatap kearahnya.


" Siapa gadis cantik yang berada disampingmu Zar." Tanya pria itu sambil menatap kearah arahan Wiyah membuat Wiyah menundukkan pandangannya kearah bawah.


Sedangkan Fazar hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari pria itu." Di tanya malah ngga di jawab, memang aneh ya lo zar." Ucap pria itu kembali sambil menggelengkan kepalanya, merasa heran dengan sikap dingin Fazar. Padahal dulu Fazar tidak sedingin ini.


Tapi pria itu juga harus dibikin heran saat melihat Fazar mengandeng tangan gadis itu, sedangkan gadis itu menolak sama sekali.


Saat pria itu ingin berkenalan dengan Wiyah, suara seseorang yang memanggil Fazar membuat pria itu mengurungkan niatnya.


" Zar," panggil Pria itu sambil tersenyum manis melangkah kearah Fazar." Aku kira, kamu tidak datang tadi." Ucap pria itu kembali.


Sedangkan Wiyah semakin dibikin bingung saat mendengar orang lain selain pria tadi mengunakan bahasa Indonesia.

__ADS_1


" Tidak mungkin kalau aku tidak datang, untuk menghadiri pernikahan adik dari sahabatku ini." Jawab Fazar, walaupun Fazar tidak menampilkan senyum nya, tapi tetap terlihat kalau Fazar senang bisa menghadiri pernikahan adik dari sahabatnya itu, dan juga bisa bertemu dengan sahabatnya.


Fazar dan pria itu saling berjabat tangan." Selamat atas pernikahan adikmu Kenzo." Ucap Fazar.


" Terimakasih zar, kamu sudah menyempatkan waktu mu untuk datang." Ucap Kenzo tulus.


" Santai aja Ken, aku kesini juga ingin mengecek perusahaan ku." Jawab Fazar.


Kenzo beralih melihat kesamping Fazar yang terdapat seorang gadis, yang Kenzo tidak tahu siapa gadis di samping Fazar itu, setahu Kenzo Fazar tidak memiliki seorang kekasih, setelah putus tiga tahun yang lalu dengan mantan tunangannya, tapi kenapa malam ini Fazar membawa seorang gadis di sampingnya.


" Siapa gadis disampingmu." Tanya Kenzo sambil menatap Wiyah yang hanya diam sambil menatap kearah bawah, karena Wiyah tidak berani menatap kearah pria yang menanyakan siapa dirinya.


Fazar terdiam saat mendengar pertanyaan dari Kenzo.


" Dia istriku."


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2