
Di kota J.
Seorang pemuda sedang mengendarai mobilnya melewati jalan kota J yang begitu sangat padat akan kendaraan, walaupun malam seperti saat ini.
Walaupun pria itu sedang mengemudikan mobilnya tapi pikiran tertuju pada hal lain. Dimana saat dirinya menolak permintaan seorang ibu yang membutuhkannya. Karena anak dari ibu itu, di ambang antara hidup dan mati, karena sekarang putra ibu itu terkena penyakit yang mematikan.
" Maaf tante Sisi, aku tidak bisa membantu tente, karena aku sudah berjanji kepada papi." Batin pria muda itu sambil menjalankan mobilnya melewati kemacetan yang tidak pernah selesai.
Saat pria muda itu sedang menyetir, ponselnya berdering membuatnya melihat kearah ponsel itu. Pria muda itu tampak mengerutkan keningnya saat melihat kalau yang menelfon nya itu, nomor yang tidak di kenal.
" Siapa yang meneleponku." Ucap pria muda itu sambil menatap ke layar ponselnya. Sesekali pandangannya tetap tertuju kearah jalan karena sekarang ia sedang menyetir.
Karena tidak mau penasaran dengan orang yang meneleponnya membuat pria muda itu mengaktifkan Headset Bluetooth agar pria muda itu bisa menelfon sambil mengemudi.
" Halo. Ini dengan siapa." Tanya pria muda itu pada orang yang berada di seberang.
"..."
" Kamu. Kenapa kamu menelfon ku." Tanya pria muda itu kembali saat mengetahui siapa yang meneleponnya.
" Kamu akan tahu besok, datanglah di restoran xxxx." Jawab pria di seberang sana.
__ADS_1
" Baiklah aku akan kesana." Ucap pria muda itu.
" Aku akan menunggumu dan kamu harus datang, Ingat itu." Ucap pria di sebarang sana mengingatkan pria muda itu.
" Baik, aku akan datang." Jawab pria muda itu. Setelah itu dari sebarang sana terdengar kalau sang penelepon sudah mematikan sambungan teleponnya.
" Bukannya tadi aku sudah menolak, tapi Kenapa dia malah menyuruhku untuk menemuinya." Gumam pria muda itu kembali.
💮💮💮💮💮
Azan subuh samar-samar terdengar di telinga seorang gadis yang begitu sangat nyenyak dalam tidurnya, sampai-sampai gadis itu melupakan solat malam yang sering ia lakukan. Perlahan-lahan gadis itu membuka matanya dan hal pertama yang ia lihat, yaitu wajah tampan bagaikan malaikat yang begitu sangat dekat dengan wajahnya.
Wiyah terdiam menatap pria itu sampai.
Kaki Fazar yang berada di atas kaki Wiyah membuat Wiyah kesusahan untuk bergerak, tangan kirinya melingkar di pinggangnya, sedangkan tubuh keduanya begitu sangat dekat membuat Wiyah bisa merasakan hembusan nafas dari suaminya itu yang membuat jarak mereka begitu sangat dekat.
" Apa yang terjadi, kenapa aku bids berada di dalam kamar ini." Gumam Wiyah yang menulusuri setiap kamar yang bernuansa hitam keabu-abuan.
Setelah berusaha beberapa lama akhirnya Wiyah bisa bernafas lega, karena dirinya berhasil bebas dari pelukan Fazar. Setelah berhasil lepas dari pelukan Fazar. Wiyah bangun dari tidurnya lalu mendudukkan tubuhnya di sisi ranjang.
" Sepertinya ini bukan kamarku, melainkan kamar dari tuan Fazar." Gumam Wiyah yang menyadari kalau kamar yang sekarang ia tepati bukanlah kamarnya, melainkan kamar dari Fazar.
__ADS_1
" Tapi kenapa aku bisa berada disini, bukannya tadi aku berada di ruangan keluarga sambil menemani Fazri yang sedang belajar." Ucap Wiyah yang sedang mengingat kalau ia sedang menemani Fazri, lalu.." Tapi aku malah ketiduran." Ucap Wiyah yang baru mengingat kalau ia ketiduran di ruangan keluarga.
" Dan kenapa aku bisa sampai disini. Apa Aku tidur sambil berjalan dan tidak sengaja masuk kedalam kamar tuan Fazar, atau aku di gendong oleh tuan Fazar lalu membawaku tidur di kamarnya." Ucap Wiyah yang mempertanyakan kenapa ia bisa sampai di kamar Fazar.
" Memang Wiyah, kamu sama seperti keboh saja. Kemarin siang kamu ketiduran sampai magrib dan semalam kamu bukannya menemani Fazri belajar, tapi kamu malah ketiduran. Setelah itu kamu tidak tahu kalau kamu tidur sambil berjalan." Wiyah menekuk wajahnya, karena merasa kalau dirinya sekarang menjadi gadis begitu sangat pemalas saat sudah menikah. Menurut Wiyah, dia seperti menantu dan kakak ipar yang malas buat keluarga ini.
Lama terdiam Wiyah di kejutkan dengan suara khas bangun tidur dari sampingnya.
" Apa yang kamu lakukan di kamarku." Tanya Fazar yang baru saja bangun dari tidurnya lalu menyadarkan tubuhnya di sandaran ranjang.
Sebenarnya Fazar tidak lupa dengan kejadian semalam. Malahan Fazar masih mengingat dengan jelas bagaimana ia mengendong istrinya itu.
Sebenarnya Fazar lebih dulu bangun daripada istrinya itu. Tapi sebelum Fazar bangun ia menyadari kalau istrinya akan bangun. Karena hal itu membuat dirinya seolah-olah sedang tidur. Dan Fazar masih mengingat bagaimana tadi ia melihat reaksi terkejut dari istrinya saat bangun dari tidurnya, tapi malah berada di dalam pelukannya dan berada didalam kamarnya. Karena melihat reaksi wajah terkejut dari Wiyah yang begitu sangat lucu hampir membuat Fazar tertawa tapi Fazar berusaha untuk menahannya.
Kali ini, jika Fazar tidak menahannya maka Fazar akan tertawa untuk pertama kalinya selama tiga tahun tawanya itu menghilang.
...----------------...
Selesai sahur, author langsung nulis.
kali ini jangan lupa di kasih vote nya ya.
__ADS_1
Harap bijak dalam membaca karena banyak typo yang bertebaran. Jangan lupa like komen dan vote nya biar author makin semangat buat up.