Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 118


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


Jauh di kota lain, tepatnya di kota B


Seorang gadis kecil sedang berusaha untuk bertahan hidup, karena selama ini dia terus di siksa oleh majikannya, Gadis kecil itu di paksa bekerja, padahal usianya baru saja delapan tahun.


Takkk


Suara gelas jatuh dan pecah di lantai membuat ruangan itu seakan ribut. Gadis kecil itu yang melihat gelas yang tadi dia bawah tidak sengaja jatuh, langsung ketakutan. Karena dia tahu kalau dia akan mendapatkan hukuman.


" Ya ampun babu, apa yang kamu lakukan. Kenapa kamu menjatuhkan gelas itu." Pekik wanita dewasa dengan kesal saat gadis kecil itu menjatuhkan gelas yang tadi gadis kecil itu bawah. Wanita itu melangkah mendekati gadis kecil itu yang sedang menuduhkan kepalanya karena ketakutan.


" Tolong maafkan saya nyonya, saya tidak sengaja menjatuhkannya." Ucap gadis kecil itu dengan suara terbata-bata karena ketakutan, gadis kecil itu juga menundukkan kepalanya karena tidak ingin melihat wajah dari majikannya itu. Gadis kecil itu tahu kalau dia akan mendapatkan hukuman jika dia melakukan kesalahan.


" Tidak berguna, percuma aku membeli babu seperti mu, menyusahkan saja. Lama-lama barang-barang di rumahku akan habis karenamu." Pekik wanita itu dengan suara yang begitu sangat menakutkan, apalagi wanita itu menatap kearah gadis itu kecil itu dengan tatapan yang menyeramkan." Jika saja aku tidak ingin membalaskan dendamku kepada mendiang ibumu karena sudah merebut perasaan kekasih ku, sudah lama aku menjualmu kepada om-om hidung belang yang begitu sangat menyukai anak kecil seperti mu." Ucap wanita itu kembali sambil menunjuk kearah gadis kecil itu.


Sedangkan gadis kecil itu merasa tidak tahu apa-apa tapi dia harus menjadi korban dari ulah orang dewasa. Gadis kecil itu, tidak tahu kalau hidupnya akan semakin menderita setelah di jual oleh tante nya sendiri.


Karena dia tidak tahu apa yang terjadi, karena gadis kecil itu hanya ingin terbebas dari kesengsaraan dalam kehidupannya.


Gadis kecil itu berpikir, Apakah masih ada yang menyayanginya seperti mama nya dan wanita muda yang sering dia panggil kak Wiyah.


Sedangkan wanita dewasa itu yang berdarah belanda dan Indonesia semakin membenci gadis di hadapannya, apalagi wajah gadis itu begitu sangat mirip seperti mantan kekasihnya dulu.


" Aku membenci mu Ardian, lihatlah aku akan membuat putri yang kamu tidak sadari kehadiran, menderita." Batin wanita itu menatap kearah gadis kecil itu." Ikut denganku, aku akan memberikan hukuman yang cocok dengan mu." Ucap wanita itu melangkah lalu menarik tangan kecil itu dengan begitu sangat kasar untuk ikut dengannya.


Sedangkan gadis kecil itu hanya mengikuti setiap langkah dari wanita yang menariknya kasar, gadis kecil itu tidak bisa menyamai langkah cepat dari wanita dewasa itu, apalagi dia merasa kesakitan di pergelangan tangannya. Karena terlalu di cengkram begitu sangat kuat sampai kuku wanita dewasa itu melukai tangannya.


Para pelayan yang berada di dapur hanya diam, saat gadis itu melewati mereka. Rasanya mereka ingin menolong karena begitu sangat kasian dengan gadis itu. Tapi apa yang harus mereka lakukan, mereka tidak bisa melakukan apapun. Karena nyawa keluarga mereka bisa saja melayang di tangan wanita itu.

__ADS_1


" Masuk didalam." Wanita itu mendorong kasar, gadis kecil itu untuk masuk kedalam ruangan yang begitu sangat gelap tanpa pencahayaan apapun.


" Saya mohon nyonya, maafkan saya. Jangan mengurungku Disini." Gadis kecil memohon dengan tangisannya, karena dia begitu sangat ketakutan saat wanita dewasa itu ingin mengurung nya di ruangan gelap itu.


Wanita itu tidak mendengar tangisan dari gadis kecil yang memohon kepada-nya, untuk tidak mengurungnya. Dengan begitu sangat tega dia mengunci gadis kecil itu dalam gudang yang begitu sangat gelap.


" Nyonya saya mohon, keluarkan saya. Saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi." Ucap gadis itu terus menggedor-gedor pintu agar ada orang yang membuka pintu, tapi sepertinya tidak akan ada yang mendengarnya atau membantunya.


Karena capek, berteriak membuat gadis kecil itu duduk di lantai berdebu dengan punggung yang dia sandarkan di pintu, dia sudah capek berteriak membuat gadis kecil itu pasrah saja berada didalam gudang.


Gadis kecil itu hanya bisa memeluk kedua kakinya karena ketakutan.


" Mama, harum takut, harum takut disini. Kenapa Tante menjual harum." Ucap gadis mengadu kepada almarhumah mamanya yang kini sudah tenang di surga. Gadis kecil yang tidak lain adalah harum.


Ya, gadis kecil itu adalah harum, sahabat kecil Wiyah dan Wiyah sudah menganggapnya seperti saudarinya sendiri.


Harum dan mamanya pindah di kota B bersama dengan Tante yang sudah menjualnya.


Sesampainya di kota B, kehidupan mereka bukannya membaik tapi malah semakin susah, mamanya yang sudah sering sakit-sakitan membuat harum sendirilah yang harus turun tangan untuk berkerja, sebagai pengamen. Walaupun uang yang dia dapatkan, tidak akan cukup untuk berobat atau untuk makanya mereka. Harum juga sampai berjualan seperti di kota S. Tapi uang yang dia dapatkan malah di ambil oleh Tante nya itu.


Beberapa bulan berada di kota B, menghadapi kerasnya kota itu, tidak berselang lama mama harum meninggalkan dunia karena penyakit yang dia derita, mama harum meninggal satu minggu yang lalu dimana harum di jual oleh tantenya.


Harum kira setelah dia sampai di mansion besar ini, maka hidupnya akan tenang. Tapi sepertinya dugaan harum salah karena wanita dewasa tadi malah menjadikannya pembantu bahkan, dengan tega menyiksanya.


Satu minggu ini harum tinggal bersama dengan wanita dewasa itu, harum selalu mendapatkan kekerasan fisik bahkan akan merusak mental anak kecil itu.


" Kak Wiyah, kak Fadil, Kak Fazri tolong selamatkan harum. Harum cepek disini, harum rindu sama kalian bertiga." Gumam harum, lalu menyembunyikan kepalanya di kakinya.


Sedangkan di luar gudang itu.

__ADS_1


Wanita dewasa itu sedang bersantai dengan kaki di lipat, tidak lupa ada rokok di tangannya. Sedangkan di atas meja, terdapat beberapa minuman haram.


Wanita Dewasa itu teringat dimana dia membeli harum untuk menjualnya kembali kepada klien yang begitu sangat menyukai tubuh anak-anak. Seperti harum. Tapi tidak jadi saat melihat wajah gadis itu begitu sangat mirip dengan mantan kekasihnya, yaitu Ardian.


Membuat wanita dewasa itu berniat untuk menyiksanya, lalu memperlihatkan kepada Ardian, apa yang terjadi jika dia berani melukaiku dulu. Walaupun Ardian tidak mengetahui kejadian harum, tapi dia pasti akan merasa sakit, saat melihat anaknya tersiksa.


" Tunggu permainanku Ardian Natan Ronaltan dan Muhammad Yusuf Al Fazar." Gumam wanita itu sambil tersenyum sinis.


🌺🌺🌺🌺🌺


" Harum..." Pekik Wiyah langsung terbangun dari tidurnya, saat dia memimpikan gadis kecil yang selama ini dia rindukan.


Keringat dingin bercucuran di dahinya, tubuh Wiyah juga langsung dingin karena keringat dingin yang keluar dari tubuhnya.


Sedangkan Fazar yang mendengar teriakan sang istri langsung membuat dirinya terbangun dari tidurnya, padahal mereka baru saja tidur satu jam yang lalu, karena baru saja mengerjakan tugas kuliah dari Wiyah yang begitu sangat banyak.


" Ada apa sayang." Tanya Fazar khawatir sambil menatap kearah Wiyah, wajah istrinya juga terlihat pucat.


Fazar menyandarkan tubuhnya di sandaran kasurnya lalu menarik istrinya itu kedalam pelukannya." Ada apa sayang, hmm. Cerita sama kakak." Tanya Fazar lembut, Fazar bingung dengan istrinya yang tiba-tiba berteriak ketakutan. Apakah istrinya itu mimpi buruk, sampai mimpi nya itu membangunkan nya.


Wiyah yang berada didalam pelukan Fazar, menjauhkan tubuhnya, lalu Wiyah menatapnya kearah suaminya itu. Wiyah ingin menceritakan apa yang dia mimpikan tadi, sampai membuatnya bagun dan berteriak ketakutan seperti tadi.


" Kakak, aku takut." Cicit Wiyah kembali memeluk tubuh Fazar dengan begitu sangat erat. Karena Wiyah tidak sanggup untuk bercerita.


" Takut kenapa sayang, hmm. Cerita sama kakak." Fazar berusaha untuk sabar mendengar jawaban dari istrinya itu." Apa sayang mimpi buruk." Wiyah hanya mengangguk mengiyakan mendengar pertanyaan suaminya itu." Kalau sayang mimpi buruk, terus mimpi apakah itu sampai, membuat istrinya kakak ini sampai terbangun." Tanya Fazar kembali yang penasaran dengan mimpi istrinya itu.


...----------------...


Mau lagi ngga 😁

__ADS_1


__ADS_2