
Wiyah yang melihat tatapan dari orang-orang yang sedang memerhatikan mereka, membuat Wiyah menuduhkan kepalanya karena begitu sangat gugup saat melihat tatapan mereka. Apalagi orang-orang itu menatap Wiyah dengan tatapan bingung dan juga penuh tanda tanya, saat melihat Wiyah datang bersama dengan Fazar.
" Apa ada yang salah dengan penampilan ku, sampai membuat mereka menatap ku seperti itu." Batin Wiyah berpikir kalau ada yang salah dengan penampilannya, sampai-sampai membuat orang-orang itu menatap dirinya.
" Angkat kepalamu, jangan ditundukkan seperti itu. Abaikan tatapan mereka yang sekarang sedang menatap kearah kita." Ucap Fazar yang melihat kalau Wiyah menundukkan kepalanya karena merasa begitu sangat gugup dengan tatapan orang-orang yang sedang menatap mereka.
Wiyah yang mendengar ucapan Fazar, membuat Wiyah mengakat kepalanya lalu menatap kearah Fazar." Jangan terlalu memperdulikan tatapan mereka, anggap kalau mereka sedang tidak menatap kearah kita." Ucap Fazar kembali membuat Wiyah mengangguk mengerti.
Sebelum mereka melangkah masuk kedalam, Fazar menarik tangan Wiyah dengan lembut agar Wiyah bisa lebih dekat dengannya. lalu Fazar menuntun tangan Wiyah untuk melingkar di lengan kekarnya.
Wiyah yang merasakan perlakuan lembut Fazar membuat jantungnya kembali berdetak. Membuat Wiyah langsung menatap kearah Fazar, sedangkan Fazar yang ditatap oleh Wiyah, hanya melihat lurus kedepan, membuat pria itu Seakan mengabaikan tatapan dari Wiyah.
" Apakah aku sudah mulai menyukaimu tuan, Makanya setiap tuan berlaku lembut seperti saat ini, pasti aku merasakan kalau jantungku selalu berdetak lebih cepat dari biasanya." Batin Wiyah yang masih menatap kearah Fazar.
Fazar yang sadar akan tatapan dari Wiyah menoleh kearah samping lalu membalas tatapan dari Wiyah, membuat pandangan keduanya saling bertemu dan mengunci satu sama lainnya. Saat keduanya sedang saling tatap, Jantung Wiyah maupun Fazar sama-sama berdetak seperti irama musik.
" Kenapa kamu menatapku seperti itu." Tanya Fazar yang masih menatap lekat-lekat wajah Wiyah.
__ADS_1
Wiyah yang mendengar pertanyaan dari Fazar, langsung salah tingkah yang membuatnya langsung melihat kearah lain, karena Wiyah ketahuan sedang menatap suaminya itu.
Fazar yang menyadari kalau Wiyah sedang salah tingkah hanya bisa menggeleng kecil, karena merasa lucu dengan tingkah lucu Wiyah.
" Apakah kita akan terus berdiri seperti ini, tanpa masuk kedalam." Tanya Fazar membuat Wiyah kembali melihat kearah Fazar.
" Bagaimana kita mau masuk kedalam tuan, kalau tuan sendiri tidak berjalan dari tadi." Jawab Wiyah jujur.
Fazar yang mendengar jawaban dari Fazar langsung membulatkan matanya." Apa kamu menyalahkan ku." Tanya Fazar dengan mata membulat menatap Wiyah saat mendengar jawaban dari istrinya barusan, yang seperti menyalahkannya
" Tidak tuan, maksudku bukan seperti itu." Jawab Wiyah menolak tuduhan Fazar.
Tanpa berkata apa-apa Fazar melangkah sambil mengandeng tangan Wiyah untuk masuk kedalam, yang membuat Wiyah belum siap langsung terkejut dengan tarikan Fazar. Karena tarikan dadakan itu membuat Wiyah langsung mengikuti langkah dari Fazar tanpa berkomentar sama sekali, karena Wiyah tidak mau berdebat dengan suaminya dinginnya itu, walaupun Wiyah sedikit kesal.
Bagaimana dengan Zain yang dari menjadi pendengar dari keduanya, hanya menghela nafasnya sabar, karena Zain disini seperti menjadi seorang jomblo tanpa adanya pasangan.
Kita kembali ke Wiyah dan Fazar.
__ADS_1
Walaupun masih merasakan gugup bercampur dengan hati penuh keraguan, tapi Wiyah tetap menegakkan kepalanya agar tidak tunduk saat melewati orang orang yang menatap mereka. Tangan Wiyah yang masih melingkar di lengan kekar Fazar, membuat keduanya berjalan dengan beriringan.
Orang-orang yang melihat keduanya begitu sangat kagum, membuat mereka di menganggap Wiyah dan Fazar begitu cocok karena dari penampilan mereka yang begitu sangat serasi.
Banyak bisik-bisik yang tidak sengaja Wiyah dengar saat melewati beberapa orang yang sedang menatap mereka.
" Pasangan yang begitu sangat cocok, yang perempuan cantik, sedangkan yang Pria juga tampan." Ucap seorang wanita mengunakan bahasa Jepang sambil menatap kearah Wiyah dan Fazar yang sudah masuk kedalam gedung.
" Kamu benar sekali, mereka pasangan yang cocok. Tapi apakah benar mereka pasangan kekasih." Tanya wanita satunya, membuat wanita lainnya mengangkat bahunya tidak tau.
" Jika benar mereka pasangan kekasih, semoga mereka bisa berlanjut ke jenjang lebih serius." Ucap wanita itu kembali.
Saat memasuki tempat acara. Keduanya langsung disambut dengan ramah oleh berapa orang pria, yang berjaga di depan pintu sambil menyambut para undangan yang datang, atau lebih tepatnya menjaga keamanan acara tetap aman selama berlangsungnya acara itu.
" Selamat datang nyonya, tuan." Ucap pria itu dengan bahasa Inggris sambil tersenyum menyambut kedatangan Fazar dan Wiyah. Sedangkan Wiyah yang tidak terlalu mengerti dengan bahasa mereka, hanya tersenyum ramah. Bagaimana dengan Fazar. Pria itu tidak tersenyum ataupun menjawab, karena Fazar hanya melangkah masuk kedalam bersama dengan Wiyah.
...----------------...
__ADS_1
Sebenarnya author mau update dua bab hari ini. Cuman author lagi kurang sehat. Jadi author updatenya satu aja ya.