
Setelah ketiga masakan itu sudah selesai. Termasuk pesanan dari Fazri dan makanan utama sudah tersusun rapi di atas meja. Wiyah pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap berangkat kuliah, karena hari ini Wiyah ada jadwal masuk pagi.
🌺🌺🌺🌺🌺
Kini Fazri dan Wiyah sudah berada di meja makan. Fazri yang melihat makanan yang tadi ia pesan sudah berada di atas meja membuatnya tersenyum senang.
" Makasih kakak, kakak sudah memasak makanan kesukaanku." Ucap Fazri tersenyum senang.
" Iya sama-sama Zri." Jawab Wiyah membalas senyuman dari Fazri.
Saat Wiyah melihat kalau kursi di sebelah Fazri masih tetap kosong." Apakah tuan Fazar, sudah keluar dari tadi, seperti pagi kemarin." Batin Wiyah bingung saat melihat kursi itu kembali kosong.
" Abang masih berada didalam kamarnya kak, soalnya abang lagi ngga enak badan." Ucap Fazri yang seperti tau kalau Wiyah sedang mencari keberadaan abangnya itu.
Wiyah yang mendengar kalau Fazar sedang sakit, membuatnya begitu sangat terkejut. Karena tadi saat ia bangun Fazar baik-baik saja. Tapi kenapa sekarang Fazri mengatakan kalau Fazar sedang tidak enak badan.
" Kak Fazar sakit apa, zri." Tanya Wiyah. Karena Wiyah sendiri tidak tahu kalau Fazar sedang sakit dan Wiyah juga baru mengetahui itu semua dari Fazri. Kalau saja Fazri tidak memberitahukannya maka Wiyah tidak akan tahu kalau Fazar sedang sakit.
" Kata Kak Zain. Kalau sakit maag abang itu lagi kambu, soalnya kemarin abang ngga sempat sarapan, dan abang baru sempat makan saat siangnya. Karena abang terlambat makan membuat penyakit maagnya kambu." Jelas Fazri.
Ya, Saat Fazri baru pulang dari mesjid. Fazri ingin bertemu dengan Fazar didalam kamarnya, karena ingin mengobrol sebentar. Tapi ia urungkan karena Zain menelfon nya. Zain menelfon nya karena ingin menanyakan, kenapa Fazar tidak mengangkat telfon dari Zain dan Zain juga menanyakan bagaimana kabar Fazar, apakah baik-baik saja soalnya kemarin penyakit maag Fazar kambu lagi.
Fazri yang melihat ekspresi diam karena terkejut dari Wiyah hanya bisa menyembunyikan senyuman kecilnya.
__ADS_1
" Apa kakak tahu, biasanya kalau abang lagi sakit kaya gini, dia paling susah buat makan. Katanya sih pahit. Terus abang juga paling manja sama bunda, kadang-kadang abang paling ngga suka di tinggal kalau lagi sakit, maunya ada yang rawat. Terus kalau abang ngga di paksain buat makan pasti abang ngga bakalan makan kak." Cerita Fazri." Jika masih ada bunda pasti bunda yang bujukin abang buat makan, kalau ngga kayak gini ya terpaksa abang harus mau sendiri atau di bujuk sama kak Zain." Jelas Fazri kembali.
Wiyah yang mendengar cerita dari Fazri membuat Wiyah merasa kasian dengan suaminya itu." Apa aku ijin aja, ya ngga kuliah dulu ya hari, soalnya kasian tuan Fazar. Tapi aku juga takut kalau tuan Fazar tidak mau kalau aku yang merawatnya." Batin Wiyah bingung. Apakah ia harus merawat Fazar yang lagi sakit hari ini atau pergi berkuliah karena Fazar pasti tidak akan mau kalau ia yang merawatnya.
" Kakak ipar karena lagi ngga ada bunda, terus aku lagi sekolah, Sedangkan kak Zain lagi ngurus kantor. Bagaimana kalau kakak saja yang jagain abang. Tapi kalau kakak ngga sibuk." Tanya Fazri sambil menatap Wiyah.
" Iya biar nanti kakak saja yang jagain kak Fazar. Karena kakak hari ini lagi ngga kerja, soalnya masuk kuliahnya pagi. Tapi melihat kondisi kak Fazar yang lagi kurang sehat nanti aku ijin aja sama dosennya kalau kakak ngga turun." Jawab Wiyah.
" Tapi kak apa ngga apa-apa. Takutnyaku malah ngerepotin." Ucap Fazri kembali.
" Ngga apa-apa Zri, malahan ngga ngerepotin sama sekali. Soalnya kak Fazar itu suaminya kakak, jadi yang seharusnya itu kakak yang merawat kak Fazar kalau lagi sakit kayak gini." Jelas Wiyah kembali.
Sedangkan Fazri semakin di buat kagum dengan sikap Wiyah. Walaupun abangnya selalu menganggap kakak iparnya tidak ada, tapi kakak iparnya itu masih saja mau merawat abangnya itu.
🌺🌺🌺🌺🌺
Setelah Fazri memakan sarapan pagi lalu berangkat untuk sekolah. Kini Wiyah hanya sendiri di rumah, karena bu Neneng sedang ke pasar untuk membeli bahan masakan selama seminggu.
Sedangkan mbak Alia dan mbak Fika sedang ada urusan penting dengan keluarganya jadi hari ini mereka berdua tidak datang untuk berkerja. Yang membuat rumah itu hanya terdapat Wiyah, Fazar dan security yang berada di luar.
Entahlah orang-orang di rumah itu seperti memiliki rencana untuk keduanya sampai-sampai mereka di tinggal berdua.
.
__ADS_1
.
Selesai membereskan meja makan dan mencuci piring bekas makanan tadi. Kini Wiyah menelfon sahabatnya Fina kalau hari ini ia tidak kuliah. Jadi Sahabatnya itu tidak usah menjemputnya.
" Assalamualaikum Fin." Salam Wiyah saat mendengar kalau panggilan telfonnya sudah diangkat oleh orang di seberang sana.
" Waalaikumsalam Wiyah." Jawab Fina.
" Maaf Fin, hari ini aku ngga kuliah soalnya ada urusan yang harus aku selesaikan." Ucap Wiyah memberikan alasan.
" Iya Wiyah, emangnya kamu ada urusan apa." Tanya Fina.
" Rahasia Fin." Jawab Wiyah sambil terkekeh." Kalau gitu sudah ya Fin, nanti aku telfon lagi. Assalamualaikum." Salam Wiyah.
" Iya Wiyah. Waalaikumsalam." Jawab Fina di sebarang sana tanpa bertanya lagi karena Wiyah sudah memutuskan panggilan teleponnya.
.
.
Sedangkan di tempat Fina yang baru saja menerima panggilan telepon dari Wiyah.
" Apa ada yang Wiyah sembunyikan dariku, kenapa ia sering ijin." Batin Fina penuh dengan pertanyaan di pikirkan nya, karena melihat perilaku Wiyah yang berubah akhir-akhir ini, apalagi Wiyah terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
__ADS_1
...----------------...