
Sampailah Fina dan Agus di sebuah bangunan yang terlihat begitu sangat mewah.
Fina yang melihat bangunan utama, mengerutkan keningnya bingung. Bukannya Agus hanya berkerja sebagai pelayan restoran. Tapi kenapa Agus memiliki rumah semewah ini. Pikir Fina.
" Ini rumah paman ku, kebetulan adikku ngerayain ulang tahunnya disini." Jelas Agus yang seperti tahu apa yang Fina pikirkan." Ayo masuk, pasti Adinda senang dengan kedatangan mu." Ucap Agus mengajak Fina untuk masuk kedalam.
" Ah, iya Gus." Jawab Fina. Kini keduanya melangkah masuk kedalam rumah pamannya Agus yang sudah di dekor sebagus mungkin.
" Kak Agus." Pekik seorang gadis muda, yang mungkin usianya baru empat belas tahun. Melangkah mendekati Agus dan juga Fina.
" Hay kak Fina, apa kabar." Siapa Adinda sambil tersenyum.
" Alhamdulillah baik Dinda." Jawab Fina tersenyum.
" Cie, yang datang nya nggak sendirian lagi, datangnya bareng pasangan." Goda gadis muda itu sambil tersenyum mengejek kearah Agus.
" Apa sih, Fina hanya teman kakak aja." Jelas Agus, malu-malu.
Sedangkan Fina hanya tersenyum mendengar godaan Adinda.
" Sudah Dinda, jangan di godain kakaknya, biarkan kakaknya masuk." Ucap mama Agus sambil mempersilahkan Fina dan Agus masuk kedalam.
Kini Agus dan Fina duduk di sebuah meja.
Sedangkan Adinda kembali menyambut teman-temannya yang baru saja datang.
" Kalau setiap adinda ulang tahun, pasti paman akan ngerayain seperti ini. Karena Paman udah menganggap adinda sebagai anaknya sendiri." Jelas Agus.
" Pasti Adinda senang benget, karena ulang tahunnya setiap tahunnya ada yang ngerayain."
" Iya dia senang benget, sampai pengen ulang tahun terus." Ucap Agus terkekeh." Ya ampun aku sampai lupa, untuk menawarkan kamu makanan." Ucap Agus kembali yang baru ingat kalau ia belum menawarkan Fina sesuatu.
" Ngga apa-apa Gus, aku bisa ngambil sendiri." Jawab Fina.
" Ngga apa-apa Fin, biarkan aku yang ambilkan. tunggu disini." Ucap Agus sambil berdiri dari duduknya lalu melangkah mendekati meja makan yang kini sudah tersedia berbagai macam makanan.
Sedangkan Fina hanya menunggu sambil meneliti setiap sudut acara yang terlihat semakin ramai.
" Nih buat kamu." Agus menyerahkan beberapa makanan ringan." Nanti kalau kurang kamu bisa ngomong sama aku."
" Terimakasih Gus, aku malah ngerepotin kamu lagi." Ucap Fina merasa tidak enak telah banyak menyusahkan Agus.
" Ngga apa-apa Fin, aman aja kalau sama aku." Jawab Agus tersenyum.
Fina memakan makanan yang Agus bawakan tadi, tapi ada yang kurang yaitu tidak ada minuman nya.
" Astaghfirullah, aku sampai lupa untuk mengambilkan kamu air minum." Ucap Agus yang baru sadar kalau ia lupa mengambilkan Fina minuman.
__ADS_1
" Ngga apa-apa Gus, aku bisa mengambil nya sendiri." Saat Fina ingin berdiri dari duduknya untuk mengambil air minum, Agus malah mencegahnya.
" Ngga usah berdiri Fin, biar nanti pelayan yang mengantarkannya disini." Cegah Agus. Agus memanggil salah satu pelayan yang kebetulan sedang mengantarkan minuman untuk orang-orang.
" Silahkan tuan nona." Fina mengambil satu gelas jus.
" Terimakasih pak." Ucap Fina sopan. Pelayan itu melangkah meninggalkan keduanya untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.
Fina meminum jus itu sampai habis.
Sedangkan Agus menatap Fina sambil tersenyum penuh arti.
Tidak berselang lama Fina merasakan kepalanya terasa sakit.
" Kenapa Fin." Tanya Agus khawatir menatap kearah Fina yang sedang memegang kepalanya.
" Ngga tahu Gus, kepala ku tiba-tiba saja sakit." Jawab Fina." Aku ijin pulang ya." Ucap Fina sambil berdiri dari duduknya.
" Biar aku antar, takutnya terjadi sesuatu sama kamu." Ucap Agus. Saat Agus ingin membantu memapah Fina. Fina langsung mencegahnya.
" Aku bisa sendiri Gus." Ucap Fina, membuat Agus mengurungkan niatnya untuk membantu Fina.
Setelah berpamitan ke Adinda dan kedua orang tua Agus. Agus dan Fina melangkah meninggalkan acara itu. Kepala Fina juga semakin terasa sakit yang membuat matanya seperti berputar-putar.
Saat Fina hampir jatuh, Agus langsung menangkap tubuhnya." Kalau kamu tidak bisa berjalan sendiri, biar aku yang bantu, jangan maksain diri sendiri, yang nantinya akan membahayakan dirimu." Ucap Agus.
Agus membantu Fina dengan cara memapah nya. Agus memapah Fina bukan kearah luar melainkan kedalam rumah. Fina yang menyadari hal itu mengerutkan keningnya." Kita mau kemana Gus." Tanya Fina saat menyadari kalau mereka bukan keluar melainkan masuk kedalam rumah.
" Aku akan mengantarmu ke kamar ku untuk beristirahat" Jawab Agus dengan tersenyum menyeringai.
" Apa maksudmu Gus." Tanya Fina yang merasa takut dengan jawaban yang Agus berikan. Fina ingin menjauh dari Agus, tapi tenaganya seakan hilang, yang membuat Fina tidak bisa lepas dari Agus.
" Aku hanya ingin menolongmu, maka dari itu ikutlah denganku." Jawab Agus yang terus memapah Fina untuk naik kelantai atas.
" Lepas Gus aku ingin pulang. Sebenarnya kamu ingin membawa Ku kemana." Dengan sisa-sisa kesadarannya, Fina berusaha memberontak tapi tenaganya tidak ada. Sampai Fina jatuh pingsan, karena rasa pusing di kepala nya.
Melihat Fina yang pingsan membuat Agus tersenyum, karena rencananya untuk mendapatkan Fina telah berhasil.
Sebenarnya Agus tidak ingin berniat jahat kepada Fina, wanita yang membuat ia jatuh cinta. Tapi setiap penolakan yang Fina berikan untuknya, membuat Agus semakin ingin mendapatkan nya. Apalagi beberapa hari yang lalu Agus mendengar ada pria yang mengakui Fina sebagai calon istrinya.
Agus tahu kalau pria itu pasti berbohong, dari semua penolakan yang Fina berikan. Agus menggendong Fina ala bridal style, membawanya ke kamar atas, tepatnya di kamarnya.
Orang-orang tidak akan mengetahui niat jahat Agus, karena didalam rumah terlihat sepi, termasuk para pelayan yang sedang sibuk dengan acara ulang tahun adiknya
Sesampainya di kamar atas, atau tepatnya di kamarnya, Agus membaringkan tubuh Fina di atas kasur, lalu menatap wajah cantik itu.
" Maaf akan aku Fin, Karena berbuat seperti ini padamu. Tapi aku melakukan ini karena aku mencintaimu, hanya saja kamu selalu saja menolak ku." Ucap Agus menatap wajah Fina." Maka dari itu aku melakukan hal ini agar kamu menjadi wanitaku dan menjadi memilikiku." Ucap Agus kembali.
__ADS_1
Agus melangkah meninggalkan Fina, lalu mengambil sebungkus rokok yang dia simpan di meja nakas. Karena Agus akan menunggu sampai Fina sadar barulah ia melakukan niatnya jahat nya.
Asap rokok itu, berhamburan ke udara, saat Agus mengeluarkan nya dari mulut nya.
" Aku sudah berusaha untuk menjadi pria baik-baik, agar aku bisa mendekati mu dan merebut perasaan mu. Tapi sepertinya itu sulit bagiku, mengingat kamu menyukai pria lain." Agus menatap Fina yang masih pingsan, sambil mengeluarkan asap rokok dari mulutnya.
" Apakah kamu tahu Fin, sebenarnya aku bekerja di restoran yang sama dengan mu itu, hanya sebuah alasan agar aku bisa mengenalmu. Bahkan yang kamu tidak tahu, kalau aku pria yang memiliki segalanya, tapi demi merebut perasaan mu aku rela meninggalkan kesenanganku untuk menjadi pria baik-baik yang tidak aku sukai.
Aku benci menjadi pria yang polos dan miskin seperti yang kamu kenal, padahal aku tidak seperti yang kamu lihat, karena aku pria yang begitu sangat jahat, pecinta wanita, yang setiap malam selalu mementingkan kesenanganku. Tapi saat aku bertemu dengan mu, aku mulai penasaran yang membuatku meninggalkan kesenanganku.
Aku kira setelah aku berubah menjadi pria yang baik, kamu akan tertarik denganku, tapi sepertinya dugaan ku salah. Karena kamu tidak akan pernah tertarik dengan ku." Cerita Agus kembali.
" Aku sengaja memperkenalkan mu dengan adinda waktu itu, agar kamu percaya dengan ku. Bahkan aku sengaja merayakan hari ulang tahun adik yang bukan adik kandungku, hanya untuk menjebakmu hari ini. Aku juga membayar kedua orang tua Adinda, agar rencaku berhasil." Agus menyentuh dagu Fina." Sebenarnya Aku ingin merasakan bibir yang manis ini, Tapi aku menunggu kamu sampai sadar agar kita bisa menikmati nya bersama."
Agus kembali berdiri dari duduknya, lalu mengambil bir yang memang berada di kamarnya. Ya rumah yang sekarang Agus berdiri, itu adalah rumahnya. Karena Agus tidak memiliki seorang paman, atau lebih tepatnya kedua orang tuanya adalah anak tunggal.
.
.
Fadil sampai didepan rumah yang terlihat begitu sangat besar, dan disana terdapat Fiki yang sudah menunggunya.
Fadil keluar dari mobilnya dengan terburu-buru.
" Dimana Fina." Tanya Fadil tidak sabaran.
" Nona Fina berada didalam tuan." Jawab Fiki." Aku melihat kalau ia datang bersama dengan Agus." Jelas Fiki kembali.
Fadil menatap kearah acara ulang tahun yang dirayakan oleh Agus.
" Siapa yang ulang tahun." Tanya Fadil menatap dekorasi yang cantik itu.
" Adiknya Agus tuan." Jawab Fadil semakin membuat Fadil geram.
" Sepertinya Agus sudah menjebak Fina dengan acara ini, karena Agus tidak memiliki adik, karena dia anak satu-satunya." Ucap Fadil kembali." Kita harus masuk kedalam secepatnya, sebelum Agus bertindak jahat kepada Fina, karena aku tahu kalau dia bukan pria baik-baik." Fadil ingin melangkah masuk kedalam acara ulang tahun itu. Tapi ia sudah di cegat oleh bodyguard, yang kebetulan menjaga didepan pagar.
" Perlihatkan surat undangan nya tuan." Ucap pria itu meminta surat undangan kepada Fadil.
" Aku tidak membawa nya, karena ketinggalan di rumah." Jawab Fadil beralasan, agar dia bisa masuk kedalam acara ulang tahun itu.
" Maaf tuan, jika anda tidak memiliki surat undangan, maka anda tidak bisa masuk." Ucap pria itu.
" Tapi saya, sahabat dari pemilik acara ini." Ucap Fadil kembali yang berusaha membujuk pria depannya.
" Maaf tuan, ini sudut perintah yang tuan saya berikan." Jawab pria itu kembali Fadil yang mendengar ucapan pria didepannya, langsung mengusap wajahnya dengan kasar.
" Apa yang harus aku lakukan, agar aku bisa masuk kedalam dan menyelamatkan Fina yang sekarang dalam bahaya." Batin Fadil frustasi, setelah tidak mendapatkan ijin dari pria itu. Sedangkan Fina sekarang sedang dalam bahaya, karena bersama dengan pria yang hantu nya wanita.
__ADS_1
...----------------...