
Kesabaranku membawa cinta.
Di bandara tempatnya di kota B.
Fazar, Wiyah, bersama dengan Fina pergi ke kota B untuk menemui Harum yang sekarang sedang koma di rumah sakit.
Ya Fina sengaja di ajak oleh Wiyah, untuk ikut menemui Harum, karena mereka sama-sama mengenal Harum. Wiyah juga memiliki alasan yang lain, kenapa Fina di ajak pergi ke kota B, Karena Wiyah ingin mendengar cerita dari sahabatnya itu. Walaupun Fazar sudah menceritakan kejadian, yang dimana Fina hampir di perkosa. Tapi Wiyah ingin mendengar cerita dari sahabatnya langsung, kenapa Fina menyembunyikan kejadian itu padanya.
Padahal dialah adalah gadis yang Fadil selamatkan waktu itu, serta menjadi korban dari kasus yang sama dengan Fadil.
" Apakah pusing sayang, atau ada yang sakit." Tanya Fazar dengan raut khawatirnya, ingin memastikan kalau penerbangan kali ini, tidak menggangu kesehatan istrinya.
Ya, setelah kejadian tiga hari yang lalu, dimana istrinya mengetahui kebenaran, siapa gadis yang Fadil selamatkan, serta mengetahui kalau Harum sudah di temukan, Lewat laptop yang tidak sengaja dia taruh sembarangan malam itu, didalam kamar.
Istrinya merengek ingin pergi ke kota B, karena Wiyah ingin bertemu dengan gadis kecil itu. Sampai-sampai Wiyah, Ngembak ngga mau ngomong kalau suaminya itu tidak mengijinkan permintaannya.
Dengan hati yang berat terpaksa Fazar mengijinkan permintaan istrinya itu, untuk pergi ke kota B. Tapi sebelum mereka berangkat, Fazar terlebih dahulu mengantarkan istrinya pergi kerumah sakit untuk memeriksakan kondisinya, apakah Wiyah bisa berpergian jauh atau tidak, mengingat sekarang dia sedang mengandung.
Dan Alhamdulillah nya, dokter mengijinkan Wiyah untuk pergi ke kota B. Karena kondisi Wiyah juga sedang fit, dan kondisi kandungannya juga baik-baik saja, asal Wiyah selalu menjaga kesehatannya. Makanya mereka bisa pergi ke kota B sekarang.
Dokter juga memberikan obat penguat kandungan, agar tidak terjadi apa-apa dengan istrinya itu, saat melakukan penerbangan.
__ADS_1
" Pusingnya dikit aja kak, mungkin karena mabuk perjalanan. Tapi kalau sakit Alhamdulillah ngga ada kak."
" Alhamdulillah, kakak senang dengarnya, say. Apakah kakak gendong aja, kalau kepala sayang masih pusing."
" Ngga usah kak, aku bisa jalan sendiri." Tolak Wiyah.
" Ngga apa-apa sayang, takutnya nanti sayang jatuh lagi kalau di paksain jalan." Tanpa mendengar jawaban dari istrinya terlebih dahulu. Fazar langsung menggendong istrinya itu.
" Kak, malu di lihat sama Fina, dan tuan Zain." Lirih Wiyah terkejut, karena Fazar mengendong nya secara tiba-tiba. Apalagi Wiyah merasa tidak enak dengan sekertaris suaminya dan juga sahabatnya disana.
" Ngga apa-apa sayang, mereka juga pasti akan memiliki pasangan, dan mereka akan melakukan hal yang sama seperti kita." Jawab Fazar santai, membuat Wiyah semakin malu di buatnya.
Sedangkan Fina dan Zain ya melihat kelakuan keduanya, hanya diam tanpa berkata apa-apa. Apalagi kedua pasangan halal itu sudah membuat kedua manusia yang memiliki status masih jomblo, hanya bisa menatap iri.
Termasuk Zain yang memang sudah mengetahui seperti apa pernikahan tuanya, beberapa bulan yang lalu ikut senang melihat perubahan Fazar yang begitu sangat mencintai istrinya.
Sama halnya seperti Fina, yang ikut bahagia dengan kebahagiaan sahabatnya itu. Tapi yang Fina tidak tau kalau kebahagiaan yang Wiyah dapatkan sekarang, itu semua hasil dari kesabarannya, sampai Wiyah berhasil mendapatkan cinta dari suaminya.
" Maaf Fin." Cicit Wiyah didalam gendongan Fazar, karena merasa tidak enak dengan sahabatnya itu.
" Tidak apa-apa Wiyah, aku ngerti koh. Apalagi sekarang kamu sedang hamil, pasti gampang kecapean, dan kita juga baru saja melakukan perjalan jauh." Jelas Fina, yang tau kalau Wiyah pasti merasa tidak enak pada dirinya." Sekarang kamu diam aja didalam gendongan kak Fazar, jangan banyak protes. Nanti anak-anak kamu juga ikut protes, karena mama nya ngga nurut." Wiyah hanya mengangguk mendengar ucapan Fina.
__ADS_1
.
.
Semua orang yang berada di bandara, sama-sama menatap kearah Fazar yang sekarang sedang mengendong istrinya.
Mereka menatap Fazar dengan tatapan penuh kekaguman, karena pria tampan itu, terlihat begitu sangat romantis terhadap wanita didalam gendongannya.
Beberapa orang yang mungkin saja mengenal Fazar, menatap Fazar dengan pikiran bertanya-tanya siapakah wanita didalam gendongan Fazar sekarang. Sedangkan pria muda itu, belum pernah di kabarkan memiliki kekasih ataupun menikah. Tapi di bandara ini, mereka melihat pria itu, sedang mengendong seorang wanita.
Sedangkan Wiyah yang mendapatkan tatapan dari orang-orang, hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu, karena malu, saat menyadari tatapan dari orang-orang yang sedang menatap kearah mereka.
" Pasti orang-orang sedang membicarakan kita sekarang kak,. Seharusnya kak Fazar tidak perlu mengendongku tadi." Lirih Wiyah.
" Biarkan saja sayang, abaikan tatapan mereka." Fazar tidak terlalu ambil pusing dengan tatapan orang-orang itu. Karena yang perlu sekarang dia lakukan, adalah bawah istrinya masuk kedalam mobil. Fazar tau kalau istrinya merasa tidak nyaman saat mendapatkan tatapan, dari orang-orang yang berada didalam bandara itu.
Fazar tentu tau, tatapan dari orang-orang itu. Yang sedang mempertanyakan wanita didalam gendongannya sekarang, karena sebagian orang-orang yang mengenalnya, pasti tau, kalau statusnya masih sendiri.
" Tunggu sebentar sayang, setelah semuanya selesai, maka aku akan mengenalkanmu sebagai istriku. Istri dari pengusaha Muhammad Yusuf Al Fazar, pemilik perusahaan Al grup. Setelah mereka mengenalmu sebagai istriku, mereka tidak akan menatapmu sebelah mata sayang." Batin Fazar. Tentu Fazar tau, kalau istrinya pasti mendapatkan gunjingan tidak enak dari orang-orang yang melihat istrinya itu bersama nya. Apalagi mereka tidak miliki hubungan yang jelas menurut orang-orang. Tapi sebenarnya mereka sudah menikah.
Fazar merasa sangat bersalah, karena selama ini dia masih menyembunyikan pernikahannya, dan juga identitas istrinya.
__ADS_1
" Maafkan aku sayang. Aku seperti suami, yang tidak becus, karena tidak mengerti perasaan istriku sendiri."
...----------------...