
Kesabaranku membawa cinta
" Tapi bagaimana ayah tau, kalau tes DNA itu salah. Sedangkan aku belum melakukan tes DNA kembali."
" Karena satu minggu yang lalu, ayah yang dibantu oleh suamimu. Kembali melakukan tes DNA untuk mengecek apakah hasil tes DNA empat tahun yang lalu benar atau salah. Hampir satu minggu menunggu, hasil tes keluar tadi malam. Tapi kami baru sempat mengambilnya tadi. Dan.." Jambri yang sanggup lagi melanjutkan ucapannya, memilih diam dengan air mata yang terus berjatuhan.
" Dan apa ayah."
" Dan ayah baru mengetahui kalau hasil tes DNA empat tahun yang lalu ternyata salah, saat melihat hasil tes yang baru saja kami ambil tadi pagi yang menunjukkan positif, sembilan puluh sembilan persen kalau sayang adalah anak ayah." Sambung Fazar melanjutkan ucapan ayahnya mertuanya itu. Karena Fazar tau kalau ayah mertuanya tidak akan sanggup melanjutkan ucapannya, mengingat rasa bersalah sangatlah besar.
Sedangkan, Haidar, Windi dan juga Jidan tidak merasa terkejut mendengar cerita Jambri. Karena tadi mereka sudah mengetahui kalau ternyata Jambri sudah salah paham kepada putri nya selama empat tahun, hanya karena sebuah tes DNA.
Haidar maupun Windi sempat menyalahkan pamannya itu. Karena tidak mengulang kembali, untuk mengecek apakah salah atau benar tes DNA itu. Tapi pamannya tidak melakukan itu, karena pamannya malah percaya dengan tes DNA yang baru sekali di lakukan.
Walaupun sebenarnya. Apapun hasil tes dari rumah sakit semuanya pasti benar. Tapi bisa sajakan kalau perawat tidak sengaja melakukan kesalahan dengan cara menukar bagian sampel akan di tes dengan sampel yang lain. Sehingga terjadi kesalahpahaman disini.
" Ayah. Apakah ini benar." Tanya Wiyah menatap ayahnya tidak percaya.
" Iya, nak, ini semuanya benar." Jawab Jambri sambil mengeluarkan sebuah kertas, yang dilipat." Bacalah agar kamu percaya."
Wiyah mulai membaca kedua surat itu. Surat yang di ambil empat tahun yang lalu menunjukkan negatif, sedangkan yang baru diambil tadi pagi adalah positif.
Setelah membaca surat itu, Wiyah langsung menyadarkan dirinya disandaran sofa karena dia tidak percaya dengan apa yang dia baca. Tapi ini adalah kebenarannya. Antara sedih atau bahagia, Wiyah tidak bisa mengabarkannya.
Hiks
Hiks
Hiks
__ADS_1
" Kenapa kalian menyembunyikan kebenaran ini." Tanya Wiyah dengan Isak tangisannya." Kenapa kakak tidak bercerita kepadaku." Ucap Wiyah sambil menoleh kearah suaminya itu." Kakak tega menyembunyikan kebenaran ini, tanpa memberitahukan ku terlebih dahulu." Wiyah berdiri dari duduknya. Bukan karena Wiyah marah, hanya saja dia ingin menenangkan dirinya.
Fazar yang melihat istrinya berdiri, ikut berdiri." Sayang, dengar...."
" Kak, biarkan aku sendiri." Potong Wiyah sambil melangkah meninggalkan ruangan itu.
" Tapi sayan..."
" Fazar, biarkan dia sendiri untuk menenangkan dirinya. Karena kalau dia sedang menangis seperti ini, dia tidak akan mendengar penjelasan siapapun termasuk kamu." Cegah Haidar menghentikan langkah Fazar yang ingin mengejar istrinya.
" Tapi kak, aku takut dia tidak bisa mengendalikan kesedihannya, sehingga akan berpengaruh pada kandungannya dan juga kesehatannya." Jawab Fazar dengan raut wajah yang khawatir.
" Aku akan menyusulnya." Ucap Windi yang ikut berdiri, untuk menyusul Wiyah.
" Insyaallah semuanya akan baik-baik saja. Aku tau seperti apa Wiyah, yang tidak akan melakukan hal ceroboh yang akan merugikan dirinya dan juga orang terdekatnya." Ucap Haidar mencoba untuk memberikan pengertian kepada iparnya itu, agar dia tidak terlalu khawatir." Jangan semakin membuat dia sedih Zar, hanya karena kita tidak bisa mengerti kondisinya sekarang."
Dia tau kalau hati istrinya itu serapuh apa, tapi istrinya itu tetap berusaha untuk tetap kuat melawan semua kesedihannya. Bahkan disaat istrinya sedang terluka. Istrinya itu akan tetap tersenyum menyembunyikan kesedihannya.
" Maafkan keegoisan ayah." Ucap Jambri sambil menangis tersedu-sedu." Ayah egois telah memisahkan kalian. Ayah egois, ayah sangat jahat. Ayah adalah penjahat."
" Ayah. Apa yang ayah lakukan. Hentikan jangan menyiksa diri ayah sendiri." Ucap Jidan menghentikan tangan ayahnya yang memukul kepalanya dengan sangat kuat mengunakan tangannya." Ayah hentikan. Ingat pesan dokter, kalau hidup ayah tidak akan lama lagi. Jangan menyiksa diri ayah sendiri, yang akan semakin memburuk keadaan." Ucap Jidan, lalu memeluk tubuh kurus itu." Ayah ingat, masih ada beberapa keinginan ayah yang belum tercapai." Kini kedua anak dan ayah itu saling memeluk satu sama lainnya.
Haidar yang melihat itu, dibuat bingung. Karena dia tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Jidan." Apa kamu mengetahui sesuatu Fazar." Tanya Haidar menatap kearah Fazar." Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dari kami, seperti yang tadi."
Fazar mengembuskan napasnya. Lalu menatap ayah mertuanya itu dengan sendu dan juga tatapan iba." Ayah terkena kanker otak stadium akhir, dan penyakit ayah tidak bisa disembuhkan lagi karena sudah sangat parah. Dan hidup ayah tidak akan lama lagi."
Ya, ayah Jambri terkena kanker dari empat tahun yang lalu. Jambri mengetahui penyakitnya, saat dia mengetahui kebenaran kalau putri nya ternyata bukanlah putri kandungnya.
Sungguh empat tahun yang lalu ayah Jambri seperti mendapatkan ujian yang bertubi-tubi. Bagaimana tidak begitu. Di hari dimana dia menemukan fakta kalau putrinya ternyata bukanlah putrinya. Di hari itu juga ayah Jambri mengetahui kebenaran kalau ayah Jambri terkena kanker otak stadium awal.
__ADS_1
Bukan saja kedua kebenaran itu. Tapi ayah Jambri juga harus mengetahui kalau toko nya bangkrut, dan rumahnya harus dijual untuk membayar karyawannya. Bahkan di hari ulang tahunnya, istrinya menceraikannya, dan hak asuh anak-anaknya jatuh ke tangan istrinya.
" Apa maksud mu Zar, kamu jangan bercanda. Ini tidak lucu."
" Aku tidak bercanda kak. Aku mengatakan yang sebenarnya." Jawab Fazar menatap Haidar dengan serius." Aku sudah berusaha untuk membantu ayah agar berobat. Tapi dokter sudah tidak bisa membantu lagi, karena kondisi ayah yang semakin memburuk."
Sungguh Haidar tidak percaya dengan kebenaran ini, tapi Fazar tidak akan berbohong bukan, karena apa yang dia katakan selalu yang sebenar.
Karena tidak percayaz Haidar mendekati pamannya itu untuk mengecek sesuatu, dan saat Haidar mengusap lembut kepala Jambri. Haidar merasakan kalau itu bukanlah rambut asli melainkan rambut palsu.
" Paman, kenapa paman tidak memberitahukan ku." Kini Haidar ikut terisak seperti Jidan saat mengetahui kebenaran itu." Kenapa paman menyembunyikan hal ini dari kami."
Fazar hanya menatap tiga orang itu yang saling berpelukan, karena mendapatkan kesediaan untuk bagitu sangat banyak hari ini.
" Seharusnya ini adalah hari bahagia kami, tapi berubah menjadi hari paling menyedihkan. Karena satu persatu kebenaran mulai terungkap." Batin Fazar.
Sedangkan ditempat lain nya.
Tempatnya di atas rumah utama yang berada di lantai empat yang terdapat Rooftop untuk bersantai.
" Kenapa terjadi lagi ya rabb. Kenapa semuanya kembali terjadi seperti beberapa bulan yang lalu." Ucap Wiyah sambil menagis." Kenapa kebahagiaan ku seperti dipermainkan ya Rabb. kenapa. Padahal aku sudah berusaha untuk menerima kebenaran beberapa bulan yang lalu, tapi kenapa engkau merubahnya dengan versi yang berbeda." Ucap Wiyah kembali. Rasanya dia ingin berteriak meluapkan kesedihannya dengan alam sekitarnya. Hanya saja dia ingat kalau sekarang acara Fadil sedang berlangsung.
Wiyah tidak mau, Kalau sampai acara ini berantakan hanya karena dirinya.
" Ya Rabb, apakah aku tidak pantas untuk bahagia, sehingga kebahagiaan ku pasti ada saja kebenaran yang tersembunyi."
...----------------...
__ADS_1