
Menit dan jam terus berputar, sampai tidak terasa kalau sudah malam. Selesai sholat isya Fazar maupun Wiyah sedang bersiap-siap. karena keduanya akan pergi ke resepsi pernikahan adik dari sahabat Fazar.
Sebenarnya Fazar tidak ingin memanggil Wiyah untuk ikut bersamanya. Tapi entah kenapa Fazar mengikuti perasaannya yang membuat Fazar ingin membawa Wiyah untuk ikut dengannya, pergi ke resepsi pernikahan adik dari sahabatnya.
Kini Fazar sudah lengkap dengan setelan jas berwarna coklat. Fazar sedang menunggu Wiyah yang masih berada di kamarnya, bersama dengan penata rias yang sedang merias Wiyah sebelum Wiyah pergi bersamanya.
Fazar yang sedang duduk di sofa rungan tamu, menatap jam di pergelangan tangannya.
" Apa semua wanita seperti ini, jika di ajak jalan pasti mereka akan lama seperti saat ini." Gumam Fazar yang merasa kesal karena sudah menunggu setengah jam hanya untuk menunggu Wiyah. Padahal dia dari tadi sudah siap, tapi istrinya itu malah paling lama.
Tidak lama seorang wanita muda yang berkerja sebagai penata rias keluar dari kama Wiyah, yang membuat Fazar berdiri dari duduknya, lalu menatap kearah kamar Wiyah, tapi orang yang Fazar tunggu dari tadi, tidak kunjung keluar menampakan wujudnya.
( Jika salah, tolong beritahu author, biar nanti author perbaiki 👇)
( Is he ready )
"Apa dia sudah siap." Tanya Fazar menatap wanita dihadapannya yang sedang tersenyum kearah Fazar.
( Yes sir. Miss Wisyah is now ready, and now Miss Wisyah looks much prettier)
" ya tuan. Nona Wisyah sekarang sudah siap, dan sekarang nona Wisyah terlihat jauh lebih cantik." Jawab penata rias itu sambil tersenyum senang, karena hasil kerjanya yang begitu sangat sempurna.
( But where is he now, why hasn't he come out yet )." Tapi dimana dia sekarang, mengapa dia belum keluar juga." Tanya Fazar yang tidak ingin berlama-lama mendengar ocehan wanita di depannya itu, karena Fazar ingin cepat-cepat pergi ke acara sahabatnya itu.
__ADS_1
( Miss Wisyah is still in her room, sir, soon Miss Wisyah will come out.)" Nona Wisyah masih berada didalam kamarnya tuan, sebentar lagi nona Wisyah akan keluar." Jelas penata rias tersebut.
( I don't want to wait long, because I don't like it when my important time is wasted.)" Saya tidak mau menunggu lama, karena saya tidak suka kalau waktu penting saya di buang begitu saja." Ucap Fazar ketus membuat penata rias itu mengangguk mengerti.
Tidak lama suara langkah sepatu kelauar dari kamar Wiyah, membuat kedua orang yang sedang menunggu Wiyah, melihat kearah sumber suara, dan Mereka bisa melihat kalau gadis cantik yang kini sudah di sulap bagaikan bidadari tidak bersayap.
( So very beautiful )" Begitu sangat cantik." Ucap wanita penata rias tersebut yang mengagumi kecantikan Wiyah saat melihat Wiyah yang Keluar dari kamarnya dengan gaun yang tadi penata rias itu pilihkan, gaun yang berwarna Baige dan juga hijab yang warna sama. Warna yang begitu sangat serasi dengan kulit putih Wiyah. Gaun yang mekar saat Wiyah berjalan membuat Wiyah terlihat semakin agun yang menambah kecantikannya. Apalagi Wiyah di rias dengan riasan yang tipis membuat wajah cantik alaminya tetap terlihat. Siapapun orang yang melihatnya pasti akan merasa kagum dengan gadis dihadapan mereka sekarang.
Sedangkan Fazar yang menatap pemandangan dihadapannya, hanya terdiam. Karena Fazar mengakui kalau istrinya itu terlihat begitu sangat cantik dan anggun malam ini, saat mengenakan gaun yang sekarang dia pakai.
" Kenapa gadis ini terlihat begitu sangat cantik malam ini." Batin Fazar yang tanpa sadar memuji kecantikan dari Wiyah.
Fazar baru dua kali melihat wajah Wiyah yang di rias seperti sekarang. Yang pertama saat mereka menikah dan yang kedua malam ini.
( Sir. How do you like it )" Tuan. Bagaiman, apa anda menyukainya." Tanya wanita itu ingin memastikan kalau Fazar menyukai hasil kerjanya, Yaitu merias wajah Wiyah.
Mendengar pertanyaan dari penata rias tersebut, membuat Fazar yang tadi menatap kearah Wiyah langsung melihat kearah lain.
( Reasonable)" Lumayan." Jawab Fazar biasa saja."( I've transferred the money for you along with the bonus, because of your work)" Saya sudah mentransfer uang untuk mu bersama dengan bonusnya, karena hasil kerja mu." Ucap Fazar membuat penata rias itu semakin tersenyum senang. Walaupun tadi penata rias itu merasa sedikit sedih saat mendengar jawaban dari Fazar yang mengatakan kalau perkejaannya biasa saja, tapi saat kalimat lain keluar dari mulut Fazar membuat kesedihannya tadi seakan hilang, saat penata rias itu mendengar bonus yang masuk kedalam rekeningnya.
" Wah, Terimakasih tuan Fazar. Semoga hubungan kalian sampai kejenjang yang lebih serius lagi." Doa dari penata rias itu yang belum mengetahui kalau Wiyah itu adalah istri Fazar bukan kekasihnya.
__ADS_1
Sedangkan Fazar yang mendengar doa dari penata rias itu hanya diam, tidak mengaminkannya atau menjawabnya.
" Sekali lagi terimakasih tuan untuk bonusnya. Kalau begitu saya ijin keluar." Ucap penata rias itu yang ingin segera kembali kerumahnya.
Fazar yang mendengar ucapan dari penata rias hanya menjawab dengan gumaman saja.
" Terimakasih nona tiako, karena anda sudah membantu merias saya." Ucap Wiyah tulus sambil tersenyum lalu memeluk tubuh wanita itu yang sudah membantunya.
Sedangkan Fazar begitu sangat terkejut saat Fazar mendengar kalau Wiyah mengunakan bahasa Indonesia kepada wanita di depannya itu.
" Iya, sama-sama nona Wisyah, saya senang bisa membantu anda." Jawab wanita itu sambil membalas pelukan Wiyah. Wanita itu memakai bahasa Indonesia, walaupun sedikit sulit tapi masih bisa di mengerti oleh Fazar maupun Wiyah.
Sedangkan Fazar yang mendengar ucapan wanita itu yang mengunakan bahasa Indonesia semakin kebingungan.
Setelah berpamitan, Tiako meninggalkan apartemen Fazar untuk kembali kerumahnya.
" Apa dia bisa bahasa Indonesia." Tanya Fazar bingung ingin memastikan.
" Iya tuan, dia bisa berbahasa Indonesia."
" Tapi kenapa dia tidak bilang ke padaku." Tanya Fazar membuat Wiyah mengangkat bahunya tanda kalau dia sendiri tidak tahu.
...----------------...
__ADS_1
Sebentar lagi author akan mengungkapkan sebuah rahasia, kenapa Fazar selalu menatap Wiyah dengan tatapan kebencian setiap mereka bertemu ðŸ¤.
Harap bijak dalam membaca karena banyak typo yang bertebaran. Jangan lupa like komen dan vote nya biar author makin semangat buat update.