Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Ekstra part 6


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta.


" Wiyah." Wiyah melihat kearah Fina, saat sahabat serta iparnya itu memanggilnya." Aku boleh minta tolong ngga sama kamu?"


" Boleh Fin, emangnya kamu mau minta tolong apa?"


Fina menoleh kearah suaminya. Agar Fadil yang menejelaskan ke Wiyah, apa yang ingin mereka minta tolongkan ke Wiyah." Begini Wiyah. Kami mau minta tolong sama kamu, buat jagain Beby Falisha selama dua jam. Karena, aku dan Fina ada urusan sebentar, dan kami tidak bisa menitipkan Beby Falisha ke mama( mama nya Fina ) karena Beby Falisha sedang rewel beberapa hari ini dan tidak mau dengan siapapun selain kamu Wiyah." Jelas Fadil.


" Iya Wiyah. Kami minta tolong sebentar. Setelah urusan kami sudah selesai, kami akan cepat-cepat pulang." Sambung Fina.


Sebenernya bunda Sisi, bisa saja menjaga Beby Falisha, selama mereka pergi. Tapi Beby Falisha sedang rewel beberapa hari ini, karena itulah bunda Sisi tidak bisa menjaganya. Beby Falisha juga, tidak bisa bersama dengan yang lain, selain kedua orang tuanya. Walaupun dia mau dengan orang lain, itupun hanya Wiyah. Selain itu tidak ada lagi.


" Wiyah ngga usah bingung masalah sih kembar. Karena ada bunda yang akan bantu jagain. Mungkin bukan hanya bunda, karena ada Beby sister Felisha yang akan bantuin." Jelas bunda Sisi.


" Satu hari aja Wiyah, setelah urusan kami selesai kami tidak akan merepotkan mu lagi." Ucap Fina memohon.


" Apa yang kamu katakan Fin. Aku saja belum mengatakan apapun, masa kamu mengira kalau aku akan menolak permintaan mu, untuk menjaga Beby Falisha." Ucap Wiyah, yang merasa aneh dengan sahabatnya itu, belum juga ia mengatakan apa-apa. Tapi Fina sudah berpikir kalau ia akan menolak permintaan sahabatnya itu, untuk menjaga anaknya." Walaupun aku memiliki tiga anak yang lumayan aktif. Insyaallah aku sanggup menjaga mereka Fin." Jawab Wiyah tersenyum menatap Beby Falisha, yang berada didalam gendongan Fina." Apa kamu lupa Fin, aku berkeja apa sebelum aku menikah?"


Mereka yang tadi berpikir kalau Wiyah akan menolak permintaan Fina, langsung menatap kearah Wiyah. Dengan tatapan bingung. Bagaimana bisa Wiyah mau menerima permintaan Fina, sedangkan dia sendiri memiliki tiga bayi yang harus dia jaga dan kalau di tambah dengan Beby Falisha maka bayi yang Wiyah jaga akan menjadi empat.


Mereka bertanya-tanya apakah Wiyah akan sanggup menjaga keempat bayi itu jika sendiri." Benar Wiyah?"


" Iya Fin. Cuman dua jam aja, ngga lama juga. Pasti Beby Falisha lebih banyak tidur, saat ketiga kakaknya lagi aktif-aktif nya. Aku juga ngga sendirian, soalnya ada bunda dan Beby sister nya Beby Falisha yang bantuin."


" Terimakasih Wiyah, kamu memang sahabat terbaikku. Makasih sudah mau menjaga Beby Falisha." Ucap Fina begitu sangat senang dengan jawaban sahabatnya itu.


" Iya sama-sama Fin. Aku juga senang bisa jagain Beby Falisha. Kamu tenang saja, aku akan jagain dia seperti anakku sendiri, sama seperti 3F." Jawab Wiyah tersenyum senang." Pasti mereka akan terlihat seperti kembar empat jika mereka besarnya sama-sama."


Mereka yang mendengar ucapan Wiyah hanya tersenyum. Karena mereka merasa heran, dengan respon Wiyah, yang mau menerima permintaan Fina." Terimakasih Wiyah."


" Iya sama-sama kak Fadil, Fina." Jawab Wiyah tersenyum.


" Apa kamu yakin sayang? Bukan maksud Abi tidak mempercayai mu. Hanya saja Abi kasian melihatmu, kelelahan nanti."Bukan maksud Fazar tidak yakin dengan kemampuan istrinya itu, yang bisa mengurus keempat Beby Falisha dan juga ketiga anak mereka atau tidak, karena istrinya tidak akan sendirian saat menjaga keempat bayi itu. Karena ada bunda dan juga pengasuh Beby Falisha. Tapi Fazar merasa kasian dengan istrinya itu, yang tidak memiliki waktu untuk istirahat, jika istrinya itu mengurus bayi lain. Walaupun Fazar tau, kalau Wiyah tidak pernah mempermasalahkan itu, karena dia begitu sangat senang dan ikhlas menjaga anak-anaknya.

__ADS_1


" Insyaallah aku yakin, Abi suamiku tersayang. Aku menjaga Beby Falisha tidak sendiri karena ada bunda. Masalah sih kembar, Abi tenang saja. Karena mereka tidak terlalu rewel jika bersama dengan bunda." Jelas Wiyah." Dan Abi tenang saja. Karena aku tidak akan kelelahan jika aku menjaga mereka."


" Baiklah sayang, Abi percaya. Tapi ingat kamu jangan terlalu kecapean."


" Siap Abi." Jawab Wiyah mengangkat tangannya seperti orang yang sedang hormat.


" Kamu tenang saja Zar, bunda ada disini, dan akan membantu menjaga sih kembar. Wiyah juga tidak akan sendirian, karena ada Beby sister nya Falisha."


" Maaf ya bang, kami malah merepotkan Abang dan istrinya Abang." Ucap Fadil merasa tidak enak hati dengan Fazar. Tapi sungguh Fadil tidak bisa menitipkan putri nya itu kepada yang lain, karena Beby Falisha hanya mau kepada Wiyah, tapi tidak dengan yang lain.


" Tidak apa-apa Dil. Abang ngerti. Karena setiap bayi yang masih kecil pasti akan mencari tepat yang nyaman senyaman ibunya. Dan Beby Falisha merasakan itu di istrinya Abang." Jawab Fazar." Kamu tenang saja, disini baby Falisha akan aman karena kami akan menjaganya."


" Sekali lagi makasih bang, Wiyah."


" Ngga usah terimakasih kak Fadil, Fin. Aku senang bisa membantu." Jawab Wiyah tersenyum.


" Tapi urusan apa yang ingin kamu urus?"


" Benar ya, awas kamu bohong ke Abang."


" Iya bang tenang saja. Aku tidak akan bohong ke Abang."


.


.


" Bunda pergi dulu ya dek. Adek jangan rewel kalau lagi sama ummi. Jadi anak yang baik dan pintar. Bunda sayang sama Adek." Ucap Fina sambil menciumi wajah bayi yang masih berusia satu bulan itu. Ada rasa sedih saat Fina akan meninggalkan anaknya itu, apalagi dari tadi hatinya merasa tidak enak." Wiyah aku titip Beby Falisha ya. Jaga dia seperti anakmu sendiri. Jangan biarkan orang lain mengambilnya, karena Beby Falisha hanya mau sama kamu." Ucap Fina menatap Wiyah dengan serius.


" Kamu tenang saja Fin. Aku akan menjaga Beby Falisha, seperti anakku sendiri. Dan aku tidak akan memberikannya kepada orang lain selain kepada bunda nya."


" Sekarang Beby Falisha adalah anakmu, Wiyah. Aku titip Beby Falisha ya." Ucap Fina sambil menyerahkan Beby Falisha kepada Wiyah. Ada rasa tidak ikhlas saat melihat anaknya berpindah tangan ke tangan orang lain, tapi mau bagaimana lagi. Urusan mereka harus segera diselesaikan.


" Iya Fin." Wiyah merasa sesuatu yang aneh dengan sahabatnya itu, karena Fina seperti orang yang akan berpamitan dengan waktu yang lama.

__ADS_1


" Wiyah aku ingin mengendongnya sebentar. Sebagai bekal diperjalananku nanti. Biar aku tidak terlalu merindukannya." Wiyah hanya menurut lalu menyerahkan Beby Falisha ke pada Fadil, dan Fadil dengan sigap mengendong tubuh kecil itu dengan perasaan yang begitu sangat bahagia." Ayah pergi dulu ya dek. Adek jadi anak yang pintar dan jangan rewel ya, nurut sama Abi, ummi, dan oma." Ucap Fadil mencium anaknya itu dengan perasaan sedih. Entah ,kenapa, dia merasa kalau dirinya akan berpisah dengan putrinya itu." Ayah akan merindukan anak ayah yang cantik ini. Sehat terus ya." Setelah mengatakan itu, Fadil menyerahkan Beby Falisha kepada Wiyah kembali. Dan ada rasa tidak ikhlas, bahkan tidak ingin berpisah dengan putri kesayangannya.


" Hati-hati dijalan ya." Ucap bunda Sisi memeluk Fadil bergantian ke Fina. Padahal mereka akan pergi sebentar, tapi ada rasa tidak ikhlas dalam hati bunda Sisi untuk membiarkan kedua pergi." Jangan ngebut, jangan terlalu lama disana." Fina dan Fadil hanya mengangguk.


" Bun, Abang, Wiyah. Kami titip Beby Falisha ya.."


" Iya Fin."


" Kami pergi, assalamualaikum."


" Waalaikumsalam." Jawab ketiganya, sambil menatap kearah Fina dan Fadil, yang melambaikan tangannya saat memasuki mobil Fazar. Karena mobil Fadil tadi, tiba-tiba saja mogok, makanya Fadila mengunakan mobil Fazar.


Sedangkan Fazar, dia tidak kembali kekantor, karena dia juga ingin membantu istrinya untuk mengasuh kempat anak-anaknya.


" Ya Allah, kenapa perasaanku tidak enak? Apakah ada sesuatu yang akan terjadi?" Batin Wiyah bertanya-tanya, karena dari tadi perasaannya tidak enak. Tapi Wiyah berusaha untuk mengabaikan itu, dan mencoba untuk berpikir positif.


Bukan hanya Wiyah yang merasa kalau perasaannya tidak enak. Tapi Fazar dan bunda Sisi juga merasakan hal yang sama, tapi mereka mencoba berpikir positif dan membuang jauh-jauh pikiran buruk mereka.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


" Kak Wiyah. Kenapa dedek Falisha dari tadi gerak terus?" Ucap Harum menatap kearah Beby Falisha yang sedang menyusu langsung kepada Wiyah, karena Beby Falisha tidak mau meminum asi yang berada didalam botol.


" Mungkin lagi ngga nyaman sama suasana Rum. Apalagi Beby Falisha, baru kali ini kerumah kita." Jelas Wiyah.


" Hmmm, gitu ya kak Wiyah?" Wiyah hanya mengangguk sambil tersenyum, menatap anak angkatnya itu. Yang makin hari semakin cantik, bahkan trauma nya seakan-akan mulai menghilang selama kehadiran ketiga anaknya, karena Harum seperti memiliki teman baru sekarang.


Tatata....


" Dedek Fauzan kenapa. Dedek bayi haus ya." Harum mengambil dodot yang berisi asi lalu memberikannya kepada Beby Fauzan, yang sudah merangkak kearahnya.


Tatata....


Celoteh bayi enam bulan itu dengan riang sambil tersenyum memperlihatkan gusi yang belum di tumbuhi oleh gigi. Menyambut dodot yang Harum berikan

__ADS_1


__ADS_2