
" Dia istriku." Jawab Fazar santai, membuat kedua pria itu membulatkan matanya tidak percaya dengan jawaban Fazar. Kedua pria itu menatap Fazar dengan penuh tanda tanya, karena mereka begitu sangat terkejut dengan jawaban yang Fazar berikan.
Sedangkan Wiyah yang mendengar jawaban dari Fazar, langsung menatap kearah suaminya itu.
Karena Wiyah tidak percaya, kalau Fazar mengakuinya sebagai seorang istri didepan sahabatnya, kalau dia istrinya.
Apakah ini awal dari hubungan mereka yang sudah dikatakan mulai membaik, atau Fazar tidak ingin kalau dirinya di anggap sebagai wanita yang sedang mengejar Fazar.
Memikirkan hal itu membuat Wiyah bingung. Tapi Wiyah tetap senang, karena suaminya mau mengakui dirinya kalau ternyata ia istrinya. Tidak ada kabar bahagia selain perkataan Fazar barusan.
" Ya Allah semoga ini benar-benar nyata, bukanlah mimpiku selama ini." Batin Wiyah berdoa kalau yang didengar tadi bukanlah sebuah mimpi melainkan nyata saat Fazar mengakuinya sebagai seorang istri.
" Apa istri." Pekik keduanya tidak percaya dengan jawaban dari Fazar." Apa Zar, kamu sedang tidak bercanda kan." Tanya Kenzo dan pria tadi memastikan, karena mereka masih belum percaya dengan jawaban Fazar.
Bagaimana kedua nya tidak percaya dengan jawaban Fazar. Karena selama ini Fazar tidak pernah memperkenankan seorang gadis manapun kepada mereka, setelah putus nya hubungan Fazar dengan mantan tunangannya tiga tahun yang lalu. Tapi kenapa sekarang. Tidak ada angin tidak ada hujan, dan juga petir disertai awan mendung, Fazar mengakui kalau dirinya sudah menikah. Dan kapan Fazar menikah, kenapa tidak mengundang mereka.
" Aku tidak bercanda, yang aku katakan sebenarnya." Jawab Fazar jujur tidak berbohong sama sekali. Sebenarnya Fazar tidak ingin mengakui Wiyah sekarang, kalau Wiyah istrinya, sampai Fazar benar-benar bisa menerima Wiyah. Tapi entah kenapa, saat Fazar melihat kalau sahabatnya Thoriq sedang menatap Wiyah dengan tatapan kagum, membuat Fazar tidak suka akan hal itu membuat perkataannya tadi tidak sengaja keluar dari mulut Fazar.
Fazar tidak tahu, apa yang terjadi dengan perasaannya sampai membuat Fazar tidak suka kalau Wiyah sampai ditatap oleh orang lain dengan tatapan penuh dengan kekaguman seperti yang Thoriq lakukan tadi. Apakah Fazar merasa cemburu.
Jawaban Fazar tidak tahu, karena Fazar masih bingung dengan perasaannya sekarang.
" Kapan kamu menikah, kenapa aku tidak tahu. Lalu kenapa kamu tidak mengundangku." Tanya Kenzo membodong semua pertanyaan kepada Fazar. Karena Kenzo begitu sangat penasaran dengan sahabatnya itu.
" Aku menikah sebulan yang lalu, dan aku tidak memberitahukan kalian, karena pernikahan kami hanya dilakukan secara sederhana yaitu akad saja. Kami belum melakukan resepsi pernikahan karena kami memiliki urusan masing-masing, setelah urusan kami selesai maka kami akan melakukan resepsi ." Jawab Fazar. Untuk kali ini Fazar tidak tahu, apakah perkataannya benar atau hanya kebohongan saja.
Kenzo yang mendengar jawaban dari Fazar tersenyum." Aku senang kalau kamu akhirnya menikah, walaupun tadi aku merasa kesal karena kamu tidak mengundangku di pernikahanmu. Selamat buat kamu Zar, semoga rumah tangga kalian selalu bahagia." Ucap Kenzo. Kenzo sebenarnya sedikit kesal dengan sahabatnya, karena tidak memberitahukannya kalau ternyata Fazar sudah menikah. Tapi Kenzo tetap senang dengan kabar pernikahan sahabatnya itu, yang artinya Fazar sudah bisa move on dari mantannya dulu.
Sedangkan Thoriq yang mendengar kalau gadis disebelah Fazar, ternyata istri dari sahabatnya, Membuat Thoriq tampak kecewa. Karena dirinya tidak bisa merebut hati kekasih dari sahabatnya itu, karena gadis itu sudah menikah. Ya, katanya orang sih. Sebelum janur kuning melengkung, itu tandanya masih ada kesempatan untuknya. Tapi kerena sudah menikah, maka kesempatan itu sudah tidak ada lagi.
" Andai kamu belum menikah maka aku akan merebut mu dari Fazar, lewat sepertiga malam." Batin Thoriq.
__ADS_1
Setelah memperkenalkan Wiyah kepada kedua sahabatnya, dan juga bertemu dengan kedua mempelai pengantin untuk mengucapkan selamat buat keduanya, tidak lupa Fazar dan juga Wiyah mendoakan rumah tangga kedua pasangan pengantin itu untuk hidup bahagia selamanya sampai kakek, nenek nanti.
Kini Wiyah sedang duduk di kursi sendirian karena Fazar sedang mengobrol dengan rekan nya yang lain.
Wiyah merasa bosan, tapi apa yang harus dia lakukan. Sedangkan Wiyah tidak mengenal siapapun disini.
Wiyah menatap orang-orang yang sedang menikmati acara ini dengan cara mereka sendiri.
Sampai ada orang yang duduk di kursi bersebelahan dengan Wiyah.
" Kamu sendiri." Tanya pria itu menatap kearah Wiyah.
Wiyah mendengar suara seorang pria berada disebelahnya, menoleh kearah samping, dan Wiyah bisa melihat kalau Thoriq sudah duduk disebelahnya.
Thoriq yang melihat kalau Wiyah hanya diam tidak menjawab, semakin mengelum senyumannya." Hay, aku bertanya kepadamu. Apakah kamu sendiri." Tanya Thoriq kembali mengulang pertanyaannya barusan, yang belum Wiyah jawab sama sekali.
" I_ya tuan, aku sendiri." Jawab Wiyah terbata-bata karena merasa gugup jika ia duduk berdua dengan orang yang baru saja Wiyah kenal, apalagi seorang pria.
" Emma. Kak Fazar sedang mengobrol bersama dengan rekan bisnisnya." Jawab Wiyah jujur, karena sebelum Fazar meninggalkan nya sendiri. Fazar mengatakan kalau dia akan berbicara dengan rekan bisnisnya sebentar, sebelum mereka kembali ke apartemen.
" Lalu kamu mau saja di tinggal sendiri disini." Tanya Thoriq tapi Wiyah hanya sia tidak menjawab.
" Gadis yang unik." Batin Thoriq tersenyum kecil hampir tidak terlihat sambil menatap Wiyah yang hanya diam.
" Suami mu benar-benar aneh, meninggalkan istrinya sendiri. Memilih berbicara bersama dengan rekan bisnisnya ketimbang dengan istrinya." Ucap Thoriq, membuat Wiyah langsung melihat kearah Thoriq.
Thoriq mengira kalau Wiyah akan menjawab ucapannya, Tapi pikirannya salah. Karena gadis itu tidak menjawab ucapannya sama sekali, malahan Wiyah memilih berdiri dari duduknya dan tidak terlalu mengherani ucapan dari pria yang duduk di sebelahnya. Pria yang berani mengatai suaminya. Walaupun perkataan Thoriq ada benarnya.
Tapi sebelum Wiyah melangkah meninggalkan meja itu, tidak sengaja Wiyah menginjak ujung gaun nya yang memang panjang. Membuat Wiyah hampir jatuh jika saja Thoriq tidak langsung menangkap Wiyah. Karena pria itu ikut berdiri saat melihat Wiyah yang ingin pergi meninggalkannya
Tak,
__ADS_1
Suara gelas pecah, karena tadi Thoriq memegang satu gelas Jus jeruk. Thoriq sengaja menjatuhkan gelas itu, karena dia memilih menangkap Wiyah yang hampir jatuh daripada jus jeruknya, jika saja dia tidak langsung menangkap Wiyah mungkin gadis itu sudah jatuh kelantai.
Sedangkan orang-orang disana yang sedang asyik dengan kegiatan mereka, langsung melihat kearah Thoriq, dan juga Wiyah, setelah mendengar suara gelas tadi yang lumayan nyaring suaranya. Apalagi saat Thoriq menjatuhkan gelas tadi, suara didalam gedung itu sedikit lebih tenang, Yang membuat orang-orang masih bisa mendengarnya.
Bagaimana dengan Fazar yang ikut menyaksikan kejadian tadi langsung Mengepalkan tangannya, karena Fazar begitu sangat marah saat Wiyah berada didalam pelukan pria lain, walaupun kejadian tadi secara tidak sengaja.
" Murahan tetap murahan, walaupun sudah di perlakukan dengan baik." Batin Fazar yang sudah tersulut oleh emosi membuat pikirannya tidak terkendali yang membuat Fazar memikirkan hal buruk.
Fazar meninggalkan rekan bisnisnya tanpa mengucapkan mengucapkan apapun, setelah melihat kejadian tadi.
Wiyah menjauhkan tubuhnya dari tubuh Thoriq yang tadi sudah menolongnya." Terimakasih." Ucap Wiyah sambil menundukkan kepalanya, karena begitu sangat malu dengan kejadian tadi.
" Iya sama_" Belum selesai Thoriq menjawab ucapan dari Wiyah, Fazar datang langsung memotong ucapan dari Thoriq.
" Kita pulang." Ucap Fazar dengan nada suara yang begitu sangat dingin. Terlihat dari sorot mata Fazar kalau pria itu sedang marah.
Fazar memegang tangan Wiyah dengan sangat kuat, membuat Wiyah meringis kesakitan, tapi berusaha untuk Wiyah tahan.
" Beritahu Kenzo kalau aku akan pulang." Ucap Fazar sebelum Fazar benar-benar pergi sambil menarik tangan Wiyah.
...----------------...
Ada yang tau, apa yang akan terjadi.
Author mau update satu lagi, cuman author mau istirahat, jadi besok lagi ya.
Harap bijak dalam bijak dalam membaca karena banyak typo yang bertebaran. Jangan lupa like komen dan vote nya biar author makin semangat buat update.
Makasih buat teman-teman yang sudah mau membaca karya author.
Salam manis dari author 😉
__ADS_1