Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 153


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


Lama berpikir, Fadil menemukan cara untuk masuk kedalam acara itu. Saat ia melihat beberapa orang pria yang mungkin sebagai pengatur dekorasi dalam acara itu.


" Fiki, apakah kamu bisa membuatkan ku untuk mendapatkan tanda pengenal seperti yang di pakai beberapa pria itu untuk masuk kedalam." Tanya Fadil menatap kearah Fiki.


Fiki melihat beberapa pria yang berkerja sebagai pengatur dekorasi untuk acara atau lebih tepatnya moderator.


" Tentu tuan, saya bisa mendapatkan nya. Tunggu saya akan menghubungi teman saya yang kebetulan pemilik dari dekorasi ini." Jawab Fiki, membuat Fadil bisa bernafas lega.


Dua puluh menit menunggu, teman Fiki datang menemui mereka.


" Selamat sore Fiki, Apa kabar." Sapa pria itu sambil berjabat tangan dengan Fiki dan Fadil.


" Alhamdulillah saya baik Niko, bagaimana dengan mu.." Jawab Fiki.


" Seperti yang kamu lihat sekarang." Jawab Niko sambil terkekeh." Tumben kamu mencari ku, apakah ada urusan penting." Tanya Niko penasaran.


Fiki melihat kearah Fadil. Lalu menceritakan apa yang Fadil inginkan, yaitu masuk kedalam, karena ingin menemui kekasihnya. Yang katanya sih lagi ngambek. Dan memutuskan untuk masuk kedalam acara karena sedang lari dari Fadil. Sedangkan Fadil tidak bisa masuk kedalam untuk menyusul kekasihnya dan membicarakan masalah mereka. Karena Fadil tidak memiliki kartu undangan untuk masuk. Makanya Fiki meminta bantuan kepada Niko.


Fiki sengaja menyembunyikan cerita sebenarnya, agar orang-orang tidak tahu apa yang akan terjadi didalam rumah nanti.


" Kasian sekali anda tuan, saya bisa membantu anda untuk masuk kedalam dan anda bisa membicarakan masalah kalian." Ucap pria itu yang ikut simpati dengan cerita bohong yang Fiki karang.


" Terimakasih tuan, karena anda sudah mau menolong saya." Jawab Fadil memasang wajah sedihnya.


Setelah mendengar cerita dari Fiki, Niko mendekati para penjaga itu untuk menjelaskan kalau ada dua anak buahnya yang baru saja masuk kerja hari ini dan dia menyuruh nya untuk masuk kedalam, hanya saja mereka belum mendapatkan tanda pengenal karena baru saja masuk kerja. Makanya Niko datang kesini untuk meminta ijin untuk keduanya di persilahkan masuk.


Sedangkan para pekerja itu menggaguk mengerti dengan penjelasan dari Niko dan setuju saja kalau dua orang pekerja Niko masuk kedalam.


" Bagaimana apa boleh Niko." Tanya Fiki.


" Boleh Fik, kalian boleh masuk kedalam tanpa mengunakan kartu pengenal." Jawab Niko." Semoga masalah anda bisa selesai tuan." Ucap Niko melihat kearah Fadil.


" Terimakasih tuan Niko." Jawab Fadil tersenyum.


" Iya sama-sama tuan Fadil, saya senang bisa membantu anda." Jawab Niko tersenyum.


Sebelum keduanya masuk, Fadil maupun Fiki sengaja menyamar menjadi orang lain agar para penjaga itu tidak mencurigai mereka.

__ADS_1


Fiki mengunakan kumis dan sedikit menghitamkan dirinya dengan benda yang entah apa namanya. Sedangkan Fadil yang memang tidak miliki rambut, hanya mengunakan sedikit kumis tipis dan jenggot, jadi tidak perlu berdandan aneh-aneh.


Entah mereka dapatkan dari mana benda penyamaran itu, tapi keduanya terlihat berbeda apalagi mengunakan pekaian yang serba hitam seperti pelayan.


" Bagaimana penampilan ku Fiki." Tanya Fadil.


" Sempurna tuan." Jawab Fiki mengangkat tangan lalu memberikan jari jempolnya.


" Kalau gitu, ayo kita masuk." Ucap Fadil yang mendapatkan anggukan dari Fiki.


Keduanya melewati kedua penjaga itu yang menatap kedua dengan curiga, tapi setelah itu membiarkan keduanya untuk masuk.


" Aku sudah mengabari beberapa orang bodyguard untuk kesini agar mereka bersiaga diluar. Takut terjadi sesuatu kepada anda." Ucap Fiki.


" Kerja bagus Fik, aku takut kalau apa yang sekarang kita kerjakan akan membahayakan diri kita, maka persiapan mu sangat bagus." Puji Fadil.


Kini keduanya, sudah berada didalam acara ulang tahun yang terlihat begitu sangat mewah.


" Kita berpencar Fik, kamu cari didalam ribuan orang-orang itu, sedangkan aku akan memeriksa didalam." Ucap Fadil.


" Siap tuan. Anda berhati-hati lah." Jawab Fiki.


Setelah itu kedua berpencar untuk mencari keberadaan Fina. Fadil mengendap-endap masuk kedalam rumah itu yang kebetulan terlihat sunyi karena para pelayan sedang berada di luar. Fadil akan memeriksa setiap kamar, karena tahu seperti apa Agus sebenarnya. Agus tidak akan bisa berdekatan dengan wanita, Karena setiap Agus berdekatan dengan wanita pasti dia akan mempermainkan wanita itu dan wanita yang dekat dengannya pasti akan menjadi wanita pemuas nafsunya.


.


.


Sedangkan didalam kamar, Fina mulai menggeliat dan merasakan tempat pembaringan nya begitu sangat empuk. Perlahan-lahan kelopak matanya terbuka dan hal yang pertama yang Fina lihat adalah tempat yang asing untuknya.


Sampai ingatannya tertuju kejadian sebelum ia jatuh pingsan tadi, dimana Fina mengingat kalau Agus mengatakan sesuatu dan itu sangat menyeramkan di Indra pendengarannya.


Fina yang mengingat bisikkan Agus, langsung bangun dari tidurnya untuk memeriksa kalau pekaian nya masih utuh, karena Fina takut kalau Agus melakukan sesuatu terhadapnya.


" Alhamdulillah ya Allah pekaian ku masih lengkap." Ucap Fina bersyukur karena pekaian ditubuhnya masih lengkap, bahkan jilbabnya masih ia kenakan." Aku tidak menyangka kalau Agus melakukan hal ini. Aku kira dia pria baik-baik, ternyata dugaan ku salah tentang dirinya." Gumam Fina kembali. Fina yang menyadari kamar itu terlihat sunyi tanpa penghuni sama sekali, membuat Fina berinisiatif untuk kabur, sebelum Agus kembali.


Belum juga Fina turun dari kasur, Fina mendengar kalau pintu kamar mandi terbuka.


" Sudah bangun sayang." Tanya Agus sambil melihat kearah Fina. Fina yang melihat tatapan Agus seketika membuat bulu nya merinding." Aku tahu, pasti kamu lelah makanya aku membawa mu kesini." Ucap Agus kembali, sambil melangkah mendekati kearah kasur.

__ADS_1


Fina yang melihat Agus ingin mendekat kearahnya langsung berteriak menghentikan langkah Agus.


" Berhenti Gus, jangan mendekat jika tidak aku akan melaporkanmu kepolisian." Ancam Fina menatap tajam Agus.


Agus yang mendengar ancaman Fina hanya bisa terkekeh." Laporkan saja Fin, aku tidak akan takut." Jawab Agus semakin melanjutkan langkahnya. Fina yang melihat itu semakin panik, yang membuat pandangannya tertuju pada lampu tidur di atas nakas samping tempat tidur.


" Jangan mendekat Gus, atau aku akan melemparkan kamu dengan lampu ini." Ancam Fina yang semakin ketakutan saat melihat kearah Agus yang hanya terkekeh.


" Lemparkan saja aku tidak takut." Jawab Agus yang sudah berada didekat ranjang, lalu mengambil lampu tidur dengan paksa.


Fina berusaha untuk mempertahankan lampu di tangan nya, tapi tenaganya tidak sekuat tenaga Agus yang membuat lampu itu terlepas dari tangannya, karena Agus berhasil merebut nya lalu melempar lampu tidur itu jauh-jauh yang membuat kamar utama sedikit bising, karena suara pecahan dari lampu yang tadi Agus lempar.


Fina semakin memundurkan tubuhnya, untuk berusaha menjauh dari Agus saat melihat Agus yang semakin mendekati nya.


" Aku mohon lepaskan aku Gus, kenapa kamu melakukan ini. Aku tidak melakukan kesalahan terhadapmu." Tanya Fina ingin tahu kenapa Agus menyekap nya seperti ini.


" Aku sangat menantikan hari ini, dimana kamu ketakutan saat melihat ku." Ucap Agus tersenyum berusaha meraih tubuh Fina yang menghindar darinya." Apakah kamu tahu Fina, aku mencintaimu, tapi kamu selalu saja menghindari ku, aku berusaha untuk menjadi pria baik-baik seperti yang kamu inginkan. Tapi kamu tidak pernah melihat atau melirikku. Bahkan dengan baik-baik aku mengajakmu untuk pergi bersamamu, kamu selalu saja menolaknya." Ucap Agus.


Mendengar jawaban Agus membuat Fina mengerti, kalau ternyata Agus menyukainya dan selama ini dia mendekati nya, karena ingin mengenalnya.


" Maaf aku tidak bermaksud untuk menolak mu Gus. Hanya saja aku tidak ingin orang membicarakan kita yang tidak-tidak dan mempertanyakan hubungan kita, yang nantinya akan berakhir fitnah untuk kita berdua. Maka dari itu aku selalu menghindari mu untuk pulang atau jalan bersama." Jelas Fina. berusaha untuk menjelaskan kenapa ia selalu menghindar dari semua tawaran Agus. Kalau masalah perasaan Fina tahu, kalau Agus menyukainya.


Fina mengetahui kalau Agus menyukainya. karena Agus selalu perhatian padanya. Tapi Fina tidak pernah merespon.


" Ya, aku ngerti Fin, Kamu hanya ingin menghindari fitnah yang akan terjadi pada kita berdua, karena kita berdua bukan marham. Tapi kenapa kamu mau jalan dengan pria lain yang jelas-jelas bukan marham mu, bahkan kamu duduk bersama dengannya dalam satu mobil bersama. Bahkan pria itu dengan jelas-jelas memegang tangan mu, padahal kalian bukan suami istri ataupun adik kakak.


Tapi kamu bersikap biasa aja jika bersamanya. Tapi tidak dengan ku." Tanya Agus menatap tajam kearah Fina.


Sedangkan Fina bingung ingin menjawab apa. Karena Fina tahu kalau Agus pasti salah paham dengannya.


Mungkin dulu mereka sering pulang bersama dengan Fadil dalam satu mobil yang sama. Hanya saja itu berbeda, karena mereka tidak berdua melainkan bertiga. Yaitu dirinya, Fadil dan Fina. Mereka juga tidak duduk di satu bangku yang sama tapi bangku yang berbeda.


" Kenapa diam Fin, apa kamu bisa menjelaskan nya." Tanya Agus dengan sambil tersenyum sinis menatap kearah Fina yang ketakutan.


Agus semakin mendekati tubuh Fina yang berada di atas kasur, karena sekarang Agus sudah berada di atas ranjang.


Sedangkan Fina semakin mundur untuk turun, tapi Agus sudah memegang kakinya.


" Lepas Gus." Fina menendang-nendang untuk bisa lepas dari Agus yang memegang kedua kakinya." Kamu hanya salah paham tentang siapa pria itu." Jelas Fina kembali.

__ADS_1


" Aku tidak salah paham Fin, karena aku tahu kalau kamu menyukainya." Jawab Agus, membuat detak jantung Fina berdegup saat Agus mengatakan kalau Fina menyukai Fadil. yang memang benar kalau ia menyukai Fadil." Sebelum kamu bersamanya, maka aku akan menikmati mu terlebih dahulu, barulah aku melepaskan mu dengannya."


__ADS_2