Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 125


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta.


Keesokan paginya, setelah sarapan pagi, Fazar dan Wiyah akan melakukan penerbangan pagi. Karena Fazar dan Wiyah akan kembali ke kota S.


Padahal keduanya bisa saja siang untuk melakukan penerbangan, tapi, karena Fazar sedang terburu-buru, makanya setelah sarapan pagi keduanya langsung ke bandara.


Dalam mobil itu hanya hening, karena orang-orang didalam sedang berada dalam pikiran mereka sendiri.


Fadil yang berada di satu mobil yang sama dengan Fazar dan Wiyah bisa melihat kedua pasangan di belakang lewat kaca spion, walaupun tidak jelas tapi Fadil bisa merasakan kalau sekarang Fazar sudah posesif kepada istrinya.


" Aku senang Wiyah, karena kamu bahagia bersama dengan Abang. Itu artinya, aku tidak salah memilihkan abang sebagai pengantinku." Batin Fadil menatap kearah luar jendela. Fadil senang dengan kebahagiaan abangnya yang ternyata menerima istrinya dengan sepenuhnya.


Tapi yang Fadil tidak tahu, kalau awal hubungan mereka tidak seperti ini. Malahan dengan begitu sangat bencinya Fazar menghina wanita yang sampai sekarang masih tersusun namanya di hati Fadil. Andai Fadil tahu, seperti apa hubungan keduanya dari awal mereka menikah. Apakah Fadil akan membiarkan gadis yang dia cintai bersama dengan Fazar atau tidak.


Tentunya tidak, karena Fadil akan merebutnya. Karena tidak ingin melihat wanita yang dia cintai terluka.


Terkesan egois, tapi itu nyata dari perasaan Fadil sendiri. Karena Wiyah cinta pertamanya. Wanita kedua setelah ibunya. Wanita yang pertama kali membuat debaran jantung karena jatuh cinta. Andai Fadil egois, pasti dia akan merebut Wiyah kembali.


Tapi Fadil masih berpikir untuk melakukan hal itu, Karena kebahagiaan abangnya itu yang terpenting.


Sedangkan Fazar yang berada di kursi belakang, menggenggam tangan istrinya itu, dengan begitu sangat erat. Walaupun Fazar sedang memegang ipad-nya dengan tangan satunya, Sedangkan ipad-nya i taruh di atas pangkuan nya, karena Fazar sedang mengecek beberapa berkas perusahaan yang berada di Jakarta.


Bagaimana dengan Wiyah. Gadis itu sedang menikmati pemandangan di luar, pemandangan kota yang sebentar lagi dia akan tinggalkan.


" Bang." Panggil Fadil membuat Fazar yang tadi menatap kearah ipad-nya berlarih menatap kearah Fadil.


" Iya Dil, kamu membutuhkan sesuatu." Tanya Fazar dengan khawatir, karena takut kalau adiknya itu membutuhkan sesuatu.

__ADS_1


" Ngga ada bang." Jawab Fadil tersenyum, karena dia bisa melihat wajah khawatir dari abangnya itu.


" Bang, apa abang tidak berniat untuk tinggal kembali di Jakarta." Tanya Fadil membuat Fazar mengerutkan keningnya bingung saat mendengar pertanyaan dari adiknya itu." Maksudku, apa Abang ngga berniat seperti dulu lagi, di kota ini." Tanya Fadil seketika membuat Fazar berpikir.


Fazar tahu, kota ini memiliki banyak kenangan untuknya, apalagi kebersamaannya dengan keluarga nya yang tidak akan pernah dia lupakan.


Tapi rasa sakit, telah membuatnya melupakan kenangan itu, membuat dia berpikir untuk pergi jauh.


Tapi Fazar akan mencoba untuk kembali, walaupun tidak selamanya karena, dia sudah membangun kehidupan baru di kota baru bersama dengan istrinya, untuk membuat kenangan baru.


" Mungkin abang akan kembali di kota ini, tapi tidak untuk tinggal. Karena ada kota yang membuat abang pulang. Banyak tanggung jawab di sana yang lebih besar dan harus abang urus.


Karena tanggung jawab di sini, masih ada kalian yang akan mengurusnya, setelah kamu sembuh. Kalau abang ya akan mengeceknya saja. Abang ke kota ini jika abang ingin mengecek perusahaan atau pergi berziarah di kuburan ayah." Jelas Fazar.


" Kenapa begitu bang, Apa begitu sangat sakit bang, sampai membuat abang tidak ingin kembali disini. Apa abang belum bisa melupakannya" Tanya Fadil. Entahlah pertanyaan itu tiba-tiba saja hadir dalam kepala Fadil. Karena Fadil ingin melihat, apakah abangnya itu sudah benar-benar melupakan masalalunya atau belum.


Karena banyak kenangan di kota ini, yang hampir semuanya sudah Fazar jelajahi bersama dengan dia.


Apalagi Fazar bersama dengan dia bukan satu atau dua tahun, Melaikan bertahun-tahun, karena mereka tumbuh bersama sebagai sahabat, dan setelah perjodohan itu membuat persahabatan mereka menjadi cinta.


Wanita yang sudah membangkitkan nya dari keterpurukan setelah meninggalnya ayahnya, Wanita yang membantunya sampai membuat perusahaannya sebesar ini. Tapi karena kesalahannya sendiri, membuat ikatan mereka terputus.


Apakah Fazar masih mencintainya, jawabannya tidak. Karena sekarang Fazar sudah mencitai istrinya. Tapi untuk melupakan kenangan bersama dia, Fazar belum bisa melupakannya, karena banyak kenangan manis bersamanya sebagai sahabat dan kenangan itu tidak akan pernah Fazar lupakan.


Karena sekarang Fazar sudah bisa berdamai dengan masalalunya setelah dia menerima istrinya di Yang berada sampingnya, bahkan masalalu yang dulu sering menghantuinya karena rasa sakit, seketika menghilang setelah dia menerima Wiyah.


Sedangkan Wiyah yang melihat suaminya itu hanya diam, membuat hatinya merasakan nyeri. Setelah mendengar pertanyaan Fadil barusan. Karena Wiyah mengira kalau Fazar masih mencintai wanita masalalunya. Sedangkan dia sebagai pelapisan saja.

__ADS_1


" Kenapa memikirkan kalau suamiku masih menyukai wanita masalalunya membuat perasaan ku terasa sakit ya Allah." Batin Wiyah merasa nyeri pada dadanya.


Walaupun Wiyah belum sepenuhnya mengetahui apa yang terjadi pada suaminya dulu sampai membuat dia berubah. Tapi melihat seperti apa suaminya dan mendengar apa yang di katakan oleh Fadil, membuat Wiyah yakin kalau Fazar pasti memiliki masalalu yang sulit dia lupakan, sampai membuat dirinya berubah.


Fazar menghebuskan nafasnya." Abang sudah melupakan nya setelah abang menikah. Karena ada perasaan yang membuat Abang bisa melupakan masalalu Abang.


Mungkin kenangan bersama nya itu begitu sangat manis, tapi rasa sakit yang membuat abang ingin melupakannya.


Dulu aku mencintai nya sampai membuat abang sulit untuk melupakannya bahkan membuat abang membenci wanita yang sepertinya, hanya karena abang menyamakan nya dengan dia. Tapi sekarang abang sadar, kalau wanita tidak akan sama sepertinya." Jelas Fazar." Abang meninggalkan kota ini bukan untuk menghindari masalalu abang. Melaikan abang ingin berdamai, karena abang tahu, Sejauh-jauhnya abang pergi, Masalalu itu akan tetap mengikuti Abang, jika abang terus terjebak didalamnya.


Abang pergi dari kota ini karena ingin memulai hidup baru dengan hal baru bersama dengan istrinya Abang." Jelas Fazar kembali, sambil menoleh kearah Wiyah yang sedang diam menatap kearahnya, setelah mendengar ucapannya barusan. Fazar menggenggam lebih erat tangan istrinya itu, karena takut kalau Wiyah akan pergi meninggalkan nya setelah mendengar pertanyaan Fadil barusan.


" Aku mencintaimu istriku. Tunggu setelah kita sampai di kota S, aku akan menyatakan perasaan ku padamu." Batin Fazar menatap kearah Wiyah yang hanya diam.


" Semoga yang kakak katakan bukan sebuah kebohongan, karena adanya aku di samping kakak, melaikan tulus dari hati kakak." Batin Wiyah menatap kearah suaminya itu.


Sedangkan Fadil yang mendengar jawaban dari abangnya itu, bingung ingin mengekspresikan wajahnya seperti apa. Karena dia sendiri bingung. Apakah harus senang atau sedih.


Karena Fadil menginginkan jawaban yang lain, bukan jawaban yang seperti tadi.


" Ya Allah berikanlah aku keihklasan hati untuk menerimanya kalau aku tidak akan bisa bersamanya, karena dia sudah milik orang." Batin Fadil." Ya Allah seperti inikah sakitnya, karena tidak bisa ikhlas menerima semuanya. Apakah abang dulu merasakan hal yang sama sepertiku sekarang, karena Abang tidak bisa ikhlas untuk menerima semuanya, menerima takdir yang di tuliskan untuknya." Batin Fadil kembali.


.


.


Mungkin kata ikhlas mudah untuk kita ucapkan, tapi tidak untuk mengikhlaskan seseorang yang kita cintai bersama dengan orang lain.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2