Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 123


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta.


Setelah makan malam, Fazar, tuan Aslan, bunda Sisi dan juga Wiyah berada di ruangan keluarga, karena Fazar ingin membahas sesuatu yang penting.


Sedangkan Abizard dan Fadil. Keduanya di suruh untuk beristirahat, mengingat kondisi Keduanya belum sepenuhnya pulih


" Apa yang kamu inginkan bicarakan dengan kami Zar." Tanya bunda Sisi. Karena selesai makan malam, Fazar meminta paman dan bunda Sisi untuk pergi ke ruangan keluarga, karena ada hal penting yang ingin Fazar bicarakan dengan mereka.


" Maaf bun. Besok aku harus kembali ke kota S, karena proyek ku disana harus aku selesaikan secepatnya." Jawab Fazar." Sebenarnya aku ingin berlama-lama disini, tapi mengingat proyek itu harus diselesaikan, makanya aku harus kembali kesana." Ucap Fazar, memberitahukan kenapa ia menyuruh bunda dan pamannya itu keruangan keluarga.


" Kenapa Besok, kalian kembali ke kota S." Tanya bunda Sisi bingung, karena putranya itu secara tiba-tiba mengatakan kalau dia akan kembali ke kota S besok pagi.


" Tadi siang, Ardian menelfonku bun kalau proyek yang kami bangun bersama, hampir selesai. Tapi karena Ardian mengatakan, kalau dia perlu membahas beberapa hal yang lain, sebelum peresmian nanti, makanya dia memintaku untuk kembali ke sana." Jawab Fazar membuat bunda Sisi mengangguk kalau ia mengerti.


" Padahal, bunda masih ingin kalian berlama-lama disini, tapi mengingat pekerjaan mu yang berada di kota S yang harus di selesaikan membuat bunda mengijinkan mu untuk pergi ke kota S." Jawab bunda Sisi. Sebenarnya, bunda Sisi ingin putra dan menantunya itu berlama-lama di Jakarta bersama dengan mereka, tapi mengingat pekerjaan putranya membuat bunda Sisi mengizinkan mereka untuk pergi.


" Nanti kalau Fadil sudah sepenuhnya sembuh, bunda bisa kembali kota S bersama dengan Fadil, Karena paman juga mau ke Turki untuk mengecek perusahaan cabang disana bersama dengan Abizard." Ucap Fazar kembali membuat bunda Sisi menggaguk.


" Emangnya, mas Aslan kapan kembali ke Turki." Tanya bunda Sisi melihat kearah tuan Aslan.


" Insyaallah setelah Fadil sembuh, saya akan kembali ke Turki" Jawab tuan Aslan.


" Kenapa mas, bukannya Fadil sekarang sudah lebih baik dari kemarin-kemarinnya. Jadi mas bisa kembali ke Turki. Karena pekerjaan mas lebih penting. Kalau masalah Fadil, disini masih ada saya yang akan menjaganya." Tanya bunda Sisi.

__ADS_1


" Walaupun masih ada kamu Sintia, tapi Fadil sekarang sudah menjadi tanggung jawab saya. Setelah Fadil di nyatakan benar-benar sembuh maka saya akan kembali ke Turki." Jawab tuan Aslan." Anggap ini sebagai tanda saya membalas kesalahan saya dulu ke Aldevaro, yang telah mengabaikannya dan melukai nya." Ucap tuan Aslan kembali dengan wajah kembali sedih.


" Tidak usah di ingat paman, itu hanyalah kesalahan di masalalu yang menjadikan kita sebagai pelajaran. Sekarang kita memulai nya kembali, dengan hal yang baru." Sambung Fazar yang bisa merasakan kalau pamannya itu masih merasa bersalah sampai sekarang.


" Lebih baik sekarang paman dan bunda istirahat karena sudah larut malam. Aku juga dan istriku mau istirahat. Karena besok pagi kami akan melakukan penerbangan pagi untuk pergi ke kota S." Ucap Fazar


" Kalau gitu malam ini Wiyah tidurnya sama bunda, soalnya besok kalian mau pergi ke kota S." Ucap bunda Sisi membuat Wiyah yang tadi hanya diam mendengarkan obrolan ketiganya, langsung menatap kearah Fazar yang menoleh kearah juga.


" Ngga bisa bun, soalnya istriku, mau menyiapkan barang-barang untuk keberangkatan besok." Ucap Fazar menolak permintaan bunda nya itu. Jujur sekarang Fazar tidak bisa tidur tanpa kehadiran Istrinya di sampingnya. Berbeda dengan dulu saat mereka menikah, Fazar begitu sangat tidak suka kalau Wiyah tidur bersamanya.


Karena sekarang, Fazar merasa begitu sangat nyaman saat tidur berdua dengan istrinya itu.


" Malam ini saja Zar. Kalau masalah barang-barang kalian tidak usah di bawah, karena sampai disana kalian sudah memiliki pekaian, jadi pekaian disini ngga usah di bawah." Ucap bunda Sisi yang di benarkan oleh Fazar." Boleh ya Zar." Bunda Sisi memohon menatap putranya itu." Nanti besok malamnya kalian bisa tidur bersama lagi." Ucap bunda Sisi kembali." Bagaimana Wiyah, setuju kan dengan permintaan bunda." Tanya bunda Sisi menatap menantunya itu.


" Iya bun, aku mau tidur sama bunda." Jawab Wiyah langsung mendapatkan tatapan dari Fazar.


Mendengar jawaban dr menantunya itu, membuat senyuman dari bunda Sisi langsung terbit bagaikan matahari.


" Anggaplah ini sebagai balasan untuk mu Zar, karena awal menikah kamu begitu sangat menolak kehadirannya. Jadi rasakan malam kesendirian penuh dengan kemalangan." Batin bunda Sisi tersenyum senang. Karena bunda Sisi ingin mengerjai putranya itu, yang pernah menyakiti menantunya dulu.


" Tapi sayang, bagaimana dengan kakak." Tanya Fazar. Bagaimana jadinya kalau ia tidur sendirian, pasti rasanya tidak akan sama seperti malam-malam yang kemarin.


" Kamu bisa tidur bersama dengan Fadil atau Abizard." Sambung tuan Aslan yang dari tadi melihat tingkah keponakannya itu. Tuan Aslan tahu, apa yang akan terjadi dengan Fazar kalau sampai istrinya itu tidak berada di sampingnya.

__ADS_1


" Paman. Aku tidak bisa." Jawab Fazar frustasi." Sayang, aku tidak ingin tidur sendiri atau bersama Fadil ataupun Abizard." Ucap Fazar menatap Wiyah dengan tatapan memelesnya, seperti anak kecil yang meminta agar ibunya yang pergi. Fazar memegang tangan Wiyah lalu menggelengkan kepalanya, tanda kalau Fazar melarang istrinya itu.


" Jangan dengarkan dia sayang, mending sekarang kamu ikut bunda." Ucap bunda Sisi langsung melepaskan tangan Fazar dari tangan menantu kesayangannya itu." Karena besok kalian akan melakukan penerbangan, jadi menantu bunda harus istirahat dulu." Ucap bunda Sisi kembali.


Sedangkan Wiyah yang di tarik oleh bunda Sisi untuk mengikuti mertuanya itu hanya ikut dan menurut apa yang dikatakan oleh bunda Sisi, tanpa membantah sama sekali.


Bunda Sisi langsung menarik pelan tangan Wiyah untuk ikut bersama dengannya didalam kamarnya, yaitu kamar mendiang suaminya dulu.


Sedangkan Fazar hanya menatap kepergian istrinya dan juga bunda Sisi, tanpa mencegahnya sama sekali. Karena Fazar berpikir, percuma juga dia mencegahnya ujung-ujungnya bunda Sisi juga yang akan menang.


" Apa yang harus aku lakukan malam ini, tanpa istriku." Batin Fazar yang frustasi dengan kepergian istrinya. Padahal Wiyah tidak kemana-mana, karena dia hanya berada didalam kamar sang bunda, dan mereka juga masih satu atap yang sama, Tapi Fazar sudah seperti itu. Bagaimana jika Wiyah pergi jauh, mungkin Fazar akan gila di buatnya.


Tuan Aslan yang melihat keponakannya hanya tersenyum, karena dia dulu pernah merasakan seperti itu. Sebelum istrinya meninggal. Padahal tuan Aslan bisa saja menikah, tapi rasa cintanya kepada mendiang istrinya, membuat tuan Aslan menutup rapat-rapat hati nya, agar perasaan nya kepada mendiang istrinya tetap sama dan tidak akan berpaling ke yang lain.


" Bersabarlah untuk malam ini, Besok kamu bisa bersama dengan istrimu kembali." Ucap tuan Aslan kemudian menepuk pundak Fazar." Paman tahu apa yang kamu rasakan sekarang." Ucap tuan Aslan kembali.


" Iya paman, terimakasih sudah mau mengerti aku." Jawab Fazar dengan wajah di tekuk.


Kemudian tuan Aslan kembali ke kamarnya meninggalkan Fazar untuk sedang duduk di sofa ruangan tamu.


" Padahal malam ini aku ingin mempraktekkan gaya baru." Gumam Fazar lalu berdiri dari duduknya dengan lesu untuk kembali kedalam kamarnya." Malam ini kamu akan tidur sendiri seperti jomblo Fazar. Padahal nyatanya kamu sudah menikah." Batin Fazar.


...----------------...

__ADS_1


Kasianya kamu Zar. Ngga apa-apa Zar malam ini aja, besok ngga lagi 😁


__ADS_2