Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 144


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


Fina yang sudah selesai dengan jam kuliahnya melangkah keluar dari kelasnya, Karena jam kuliah nya yang sudah selesai.


" Fin." Panggil seseorang membuat Fina menghentikan langkahnya, lalu berbalik untuk melihat kearah kebelakang, dan Fina bisa melihat kalau ada Agus disana yang sedang melangkah mendekat kearahnya.


Kebetulan Agus kuliah dikampus yang sama dimana Fina kuliah, hanya saja Agus menjadi senior Fina.


" Agus." Gumam Fina saat melihat kehadiran Agus disana yang melangkah mendekat kearahnya.


" Baru mau pulang Fin." Tanya Agus saat sudah berdiri di samping Fina.


" Iya gus, aku baru saja keluar dari kelas." Jawab Fina yang kembali melanjutkan langkahnya bersama dengan Agus di sampingnya, hanya saja keduanya memiliki jarak yang sedikit jauh.


" Aku lihat motor kamu tadi pagi mogok ya." Tanya Agus membuat Fina menoleh kearah Agus, karena bingung kenapa pria itu bisa tahu kalau motor nya rusak." Soalnya tadi pagi aku lihat motor kamu mogok, Saat aku ingin turun untuk membantu mu. Tapi tidak jadi saat aku lihat kalau kamu sudah di bantu oleh orang, makanya aku duluan aja ke kampus, karena aku pikir kalau kamu tidak membutuhkan bantuan ku." Jelas Agus yang tahu kalau Fina pasti bingung saat mendengar ucapannya barusan, yang tahu kalau motornya rusak.


Apalagi tadi pagi Agus sempat melihat kalau Fina sedang bingung dengan motornya. Tapi disaat Agus ingin membantu Fina, Harus Agus urungkan saat melihat kalau ada pria muda yang sudah duluan membantunya.


" Iya Gus, motorku mogok tadi pagi, dan itu di waktu yang tidak tepat, Untung saja ada orang baik yang membantuku sampai didepan kampus. Kalau saja tidak ada orang baik itu mungkin aku sudah telat dengan kegiatanku tadi pagi." Jawab Fina.


" Alhamdulillah, untuk saja ada orang itu." Ucap Agus." Apakah kamu mengenal orang itu." Tanya Agus penasaran.


" Iya, aku mengenalnya, karena dia teman sahabatku" Jawab Fina.


" Jadi Fina mengenal nya. Pantas Fina mau menerima bantuannya." Batin Agus.


Karena terlalu asyik berbincang membuat keduanya sampai tidak menyadari kalau mereka sudah sampai didepan parkiran kampus.


" Bagaimana kalau kita pergi bareng aja ke restoran, kebetulan motor kamu mogok." Tawar Agus menatap kearah Fina.


" Hmmm, ngga usah aja Gus, nanti aku pergi nya naik taksi aja." Tolak Fina.


" Ngga apa-apa Fin, jadi nya sekalian gitu." Ucap Agus membujuk Fina.


" Ngga usah gus, terimakasih. Nanti aku malah merepotkan kamu lagi kalau aku ikut dengan mu." Tolak Fina kembali, karena Fina merasa tidak enak jika harus ikut bersama dengan Agus. Walaupun ini akan menjadi pertama kalinya untuk Fina, karena jalan bersama dengan Agus.


" Iya ngga apa-apa Fin, malahan kamu tidak merepotkanku sama sekali." Jawab Agus." Aku malah senang kalau kamu mau jalan bersamaku." Batin Agus sambil tersenyum kecil yang hampir tidak terlihat sama sekali.


Fina tampak berpikir, karena ia bingung apakah ia harus menolak ajakan Agus atau menerimanya. Karena ini untuk kesekian kalinya Fina menolak ajakan Agus untuk pulang atau pergi ketempat kerjaan secara bersamaan.


" Baiklah Gus, aku mau ikut bersama mu untuk pergi ketempat kerja, kebetulan kita kerja di satu tempat yang sama." Jawaban Fina. Yang membuat Agus langsung tersenyum, karena untuk pertama kalinya, Agus mendengar kalau Fina mau menerima ajakannya, dari sekian penolakan yang Fina berikan.


" Benarkah, Fin, kamu mau." Tanya Agus memastikan kalau telinga nya tidak salah dengar.


" Iya Gus, kebetulan kita juga satu kerjaan." Jawab Fina tersenyum.

__ADS_1


" Akhirnya aku mendapatkan jawaban dari mu Fin, dari sekian penolakan yang aku terima." Batin Agus yang bersorak gembira.


" Baiklah, kalau gitu ayo." Ucap Agus sambil menyerahkan helem ke Fina, karena helem Fina punya tertinggal di mobil Fadil.


" Terimakasih Gus." Ucap Fina tersenyum.


" Ngga usah, berterimakasih, karena aku senang bisa membantumu." Jawab Agus.


Belum juga Fina naik keatas motor Agus, suara dari belakangnya membuat Agus mematikan kembali motornya untuk melihat kearah kebelakang.


" Kak Fadil." Gumam Fina terkejut saat melihat kalau orang yang memanggilnya tadi ternyata adalah Fadil.


" Bukannya dia pria yang tadi pagi." Batin Agus yang sama-sama terkejut saat melihat kehadiran Fadil disana.


" Mau kemana kamu Fin sama dia." Tanya Fadil sambil melihat kearah Agus dengan tatapan dinginnya.


" Mau pergi ketempat kerjaan kak Fadil." Jawab Fina.


" Sama dia." Tanya Fadil kembali yang masih menatap kearah Agus dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


" Iya kak, soalnya kami satu tempat kerjaan yang sama." Jawab Fina.


Fadil yang mendengar jawaban Fina, membuat dia merasa tidak suka dengan jawaban Fina yang ternyata menerima tawaran pria muda yang lebih mudah lagi dari nya itu." Tidak boleh Fin." Ucap Fadil, sambil melangkah mendekat kearah Fina.


Mendengar ucapan Fadil membuat Fina mengerutkan keningnya bingung, sama halnya dengan Agus yang sama-sama bingung dengan ucapan Fadil barusan.


" Emangnya kenapa tidak boleh kak, bukannya Fina hanya pergi berkerja bersamaku." Tanya Agus bingung menatap kearah Fadil.


" Karena dia CALON ISTRIKU, makanya aku tidak memperbolehkan nya." Jawab Fadil sambil menekan kata calon istri.


Fina yang mendengar ucapan Fadil barusan langsung membulatkan matanya tidak percaya, kalau Fadil mengatakan hal aneh kepada Agus.


Sama halnya dengan Agus yang tidak percaya dengan ucapan Fadil barusan. Yang mengatakan kalau Fina adalah calon istrinya. Agus tidak percaya akan hal itu.


" Apa yang kak Fadil katakan, itu ti..."


" Dan sebentar lagi kami akan menikah setelah abangku melakukan resepsi." Ucap Fadil, sambil memotong ucapan Fina yang mau mengatakan kalau yang dikatakan oleh Fadil tadi tidak benar." Jadi jangan ajak dia pulang bersama mu lagi atau mendekati nya." Ucap Fadil kembali


Fadil langsung memegang tangan Fina dengan lembut, untuk menunjukkan kepada Agus kalau yang dia katakan itu benar bukan sekedar bohongan.


Sedangkan Fina yang melihat kalau Fadil memegang tangan seperti kemarin malam, merasa begitu sangat tidak percaya dengan sikap Fadil yang sekarang.


Bukan saja perkataannya yang membuat bingung, tapi tingkah Fadil juga yang membuat Fina semakin bingung.


" Maaf kak, aku tidak percaya dengan perkataan anda. Karena aku tahu seperti apa Fina." Jawab Agus yang tidak mempercayai ucapan Fadil barusan.

__ADS_1


" Baiklah, kalau kamu tidak percaya. Aku bisa mengirimkan langsung kartu undangan untukmu besok." Jawab Fadil, setelah itu menarik tangan Fina untuk pergi kearah mobil nya.


" Kak Fadil apa yang kak Fadil maksud itu semua tidak benar." Ucap Fina menghempaskan tangan Fadil yang tadi menggenggam tangannya sambil menarik tangan nya kearah mobil Fadil


Fadil melihat kearah tangan yang tadi menggenggam tangan Fina, setelah itu beralih menatap kearah Fina dengan tatapan dinginnya.


" Fina Fabbri Falisha, apa aku kurang jelas mengatakannya, Atau aku harus menikahi mu malam ini juga, agar kamu mengerti." Ucap Fadil kembali penuh dengan penekanan, lalu kembali memegang tangan Fina untuk menariknya kearah mobilnya.


Deg


Seketika jantung Fina berdetak begitu sangat kencang saat mendengar ucapan barusan, yang terlihat begitu sangat nyata bahkan terlihat seperti pria yang sedang cemburu karena pasangannya didekati oleh orang lain.


Sedangkan Agus hanya melihat kepergian Fadil dan Fina, yang sudah masuk kedalam mobil.


" Apakah yang di katakan pria tadi memang benar." Batin Agus.


.


.


Didalam mobil, Fina maupun Fadil sama-sama hanya diam, karena bingung ingin berbicara apa setelah kejadian tadi.


Selama mobil itu bergerak masuk kedalam jalan raya, Fina maupun Fadil tidak ada yang berbicara sama sekali. Keduanya seolah sunyi bagikan patung.


Untung saja ada kendaraan lain yang memecahkan keheningan mereka. Sedangkan Fiki hanya menjadi penonton dari keterdiaman keduanya yang membuat Fiki ikutan bingung.


" Kenapa tidak ada yang berdebat." Batin Fiki menatap kedua secara bergantian lewat kaca spion, kebetulan hari ini keduanya duduk berdua di belakang, walaupun jarak mereka yang begitu sangat berjauhan.


" Jangan berdekatan dengan pria tadi lagi." Ucap Fadil setelah lama terdiam kerena kejadian tadi, diaman dirinya mengakui kalau Fina adalah calon istrinya.


" Tapi kenapa kak, emangnya kak Fadil ada masalah apa sama Agus." Tanya Fina penasaran, kenapa Fadil melarangnya bertemu dengan Agus.


" Pokoknya, kamu ikuti saja ucapakan ku. Karena pria itu tidak baik untukmu." Jawab Fadil dengan wajah datarnya.


" Kenapa tidak boleh, emangnya kak Fadil tahu apa tentang Agus." Tanya Fina kesal.


" Pokoknya kamu ikuti saja apa yang aku ucapkan, jangan dekati pria itu." Jawab Fadil kembali.


" Kalau aku tidak mau bagaimana." Tanya Fina.


" Maka aku akan menikahi mu." Jawab Fadil.


" Kalau aku tidak mau menikah dengan mu bagaimana." Tanya Fina kembali dengan kesal akibat ucapan Fadil barusan.


" Maka aku akan memaksamu untuk menikah denganku." Jawab Fadil kembali.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2