Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Ekstra part terakhir


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta.


"Nai. Apakah om dan Tante tidak datang." Tanya Rafa ikut membuka suara setelah tadi lebih banyak diam karena keluarga sedang mengobrol.


"Biasanya om bakalan mengikuti mu, sampai kamu benar-benar aman." Sambung Rafi, yang tau seperti apa protektif nya papa nya Naila, yang tidak akan membiarkan putri sendiri sebelum Naila benar-benar aman.


"Papa sama mama masih dibelakang, Fa, Fi. Soalnya tadi aku kesini baik taksi." Jawab Naila sambil tersenyum. Karena Naila tau, kalau tindakannya tadi bakalan mendapatkan omelan dari papa nya dan juga keluarganya ini.


"Apa! Jadi papa mu nggak tau kalau kamu kesini sendiri Nai?" Tanya Wiyah terkejut mendengar jawaban anak angkatnya itu.


"Iya ummi."


"Astaghfirullah Nai." Wiyah geleng-geleng dengan tingkat Naila. Wiyah tau, ini adalah kali pertama Naila pergi tanpa pengawasan papa nya.


"Tidak membutuhkan beberapa lama, pasti om bakalan datang dengan terburu-buru." Ucap Rafa.


Dan sepertinya perkataan Rafa memang benar, tidak membutuhkan berapa lama. Suara Bariton seseorang memasuki rumah utama. Bahkan keluarga itu bisa melihat pria tinggi dengan tubuh kekar sedang melangkah kearah mereka, sambil menggendong bayi berusia satu tahun setengah, dan disampingnya terdapat wanita cantik berhijab, yang sedang melangkah kearah mereka sambil tersenyum manis kearah menatap mereka semua.


"Tuh, betul kan. Pasti om Ardian bakalan nyusul dengan cepat." Sambung Rafi, sambil menatap kearah Ardian.


Ya, yang orang yang baru saja datang itu adalah Ardian, papa Naila atau Harum. Sedangkan anak didalam gendongannya adalah anaknya dan wanita berhijab disampingnya adalah istrinya. Karena Ardian menikah tiga tahun yang lalu dengan seorang wanita yang benar-benar merubah sifat pria itu.


"Iya Fi, papa Naila memang posesif banget." Jawab Rafa membenarkan.


"Nai, Kenapa kamu pergi nya diam-diam nak? Papa tadi khawatir saat tidak melihat mu. Untung saja papa duluan mengetahui kalau kamu kesini. Kalau ngga, papa bakalan menghukum semua anak buah papa, karena lalai menjaga mu." Ucap Ardian lembut, tapi tatapan tajam menatap anak gadisnya itu.


"Maaf papa. Naila sudah ngga sabaran mau ketemu sama ummi, makanya Naila pergi saja." Jawab Naila merasa bersalah."Papa juga sih lama benget didalam kamar. Makanya Naila pergi karena bosan." Rengek Naila dengan wajah sedikit cemberut.


Orang-orang yang mendengar jawaban remaja perempuan itu hanya tersenyum. Mereka semua ikut bahagia, karena Naila bisa bertemu dengan keluarga kandungan nya dan mendapatkan kasih sayang yang dulu tidak pernah didapatkan saat masih bersama dengan mamanya ( Mayla )


"Lain kali pergi nya jangan sendiri, Tapi bersama dengan bodyguard. Soalnya diluar sana sangat berbahaya untuk mu. Apalagi orang jahat itu belum tertangkap." Ucap Ardian mengingatkan, takut terjadi sesuatu dengan putri nya itu seperti beberapa tahun yang lalu.


"Iya papa, Naila janji nggak bakalan pergi sendiri. Maaf tadi Naila pergi nggak ijin ke papi." Ucap Naila merasa bersalah.

__ADS_1


"Iya sayang, papa sudah maafkan. Asal jangan di ulangi lagi."


"Assiap papa." Jawab Naila mengangkat tangan seperti orang yang sedang hormat.


🍁🍁🍁🍁🍁


Hari terus berlalu. Tidak terasa hari ini adalah hari ulang tahun sih kembar yang ke empat tahun.


Tidak ada acara mewah seperti perayaan ulang tahun biasanya. Karena Fazar, Wiyah dan keluarga yang lainnya sepakat untuk merayakan hari lahir sih kembar dengan melakukan doa bersama dan juga mengundang beberapa anak yatim-piatu. Fazar mengundang sekitar empat panti asuhan.


Mungkin tidak semewah acara ulang tahun lainnya. Tapi ulang tahun sih kembar sangat bermakna. Bahkan ketiga bocah itu sangat menikmatinya, karena setiap ulang tahun mereka, pasti Fazar akan memboyong semua anak yatim-piatu untuk merasakan kebahagiaan anak-anaknya yang sedang berbahagia hari ini.


Setelah acara selesai, kini keluarga itu sedang berkumpul di rumah Fazar yang tidak kalah besarnya seperti rumah utama. Bahkan halaman bagian belakang sengaja Fazar buat tempat bersantai dan juga tepat bermain anak-anaknya. Karena Fazar hanya ingin melihat keluarganya serta anak-anaknya menikmati hari santai mereka di tempat yang nyaman.


Jika keluarga itu sedang asyik mengobrol di halaman belakang. Maka berbeda dengan Wiyah, yang sedang berada didalam kamarnya. Wanita berusia dua puluh tiga tahun itu sedang menatap beda berbentuk kecil dan berukuran panjang, sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Engkau kembali menitipkan amanah, setelah lama menunggu." Ucap Wiyah tersenyum dengan mata berkaca-kaca karena bahagia.


"Pasti Abi dan keluarga yang lain bakalan bahagia dengan kabar ini." Ucap Wiyah kembali yang tidak sabar melihat reaksi keluarga nya saat mendengar kabar bahagia ini.


Sesampainya di halaman belakang. Wiyah menatap keluarga, yang sedang asyik bercerita. Terlebih lagi anak-anaknya sedang bermain bersama dengan Beby Ji dan juga anak Ardian.


"Perhatian!" Walaupun dengan suara yang lembut, tapi semua orang masih bisa mendengar panggilan Wiyah barusan, dan kini orang-orang di sana sedang menatap kearahnya.


Tapi berbeda dengan Fazar yang langsung berdiri dari duduknya saat mendengar perkataan Wiyah. Karena jarang atau tidak pernah sama sekali, Wiyah mengumumkan sesuatu, biarpun itu adalah hal yang penting. Kalau Wiyah ingin berbicara pasti dia akan mengatakannya langsung pada nya.


Karena menghawatirkan istrinya, Fazar mendekat kearah Wiyah."Ada apa sayang?" Tanya Fazar lembut."Apa sayang butuh sesuatu?"


"Tidak Abi, aku hanya ingin mengatakan sesuatu."


"Apa itu sayang?" Tanya Fazar penasaran.


"Ada Abi. Makanya, Abi dengarkan dulu." Walaupun penasaran, tapi Fazar menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Maaf semuanya, aku mengganggu waktu istirahat kalian semua. Tapi aku hanya ingin menyampaikan sesuatu." Jelas Wiyah menatap serius kearah keluarganya.


"Apa itu nak?"


"Aku hanya ingin memberitahukan. Kalau sebentar lagi, keluarga kita akan bertambah tamu satu orang lagi!" Semua mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan Wiyah, karena mereka belum menyadari sesuatu.


Berapa menit kemudian, mereka semua mulai menyadari sesuatu.


"Kamu hamil Wiyah?" Pekik para keluarga terkejut tapi bahagia. Sedangkan Wiyah merespon pertanyaan keluarga nya dengan menganggukkan kepalanya."Alhamdulillah." Ucap semua orang disana dengan bersamaan mengucapkan syukur saat mendengar kabar kehamilan kedua Wiyah.


"Benarkah sayang?" Tanya Fazar ingin memastikan kembali.


"Iya, Abi. Aku hamil kembali. Ini bukti nya." Jawab Wiyah menyarankan taspek dari tangannya.


"Alhamdulillah. Terimakasih ya Allah." Fazar begitu sangat bahagia saat melihat taspek itu bergaris dua."Terimakasih ya Allah, engkau memberikan ku kebahagiaan yang begitu sangat besar." Ucap Fazar sambil memeluk istrinya."Selamat sayang. Abi, sangat bahagia." Ucap Fazar.


"Sehat-sehat nak sampai kita bertemu, nanti." Ucap Fazar sambil mengusap perut istrinya dengan lembut.


.


.


...TAMAT...


Dan akhirnya Wiyah benar-benar bahagia dengan keluarga kecilnya. Walaupun banyak rahasia yang belum terungkap.


Tapi rahasia itu akan terungkap di karya author selanjutnya.


Kenapa ngga disini?


Karena ada kisah yang lain yang belum author selesaikan. Mungkin sedikit lama dan berbelit-belit, ya karena author terlalu sibuk dengan urusan author di dunia nyata. Doa'in aja, agar author cepat selesai dengan urusan author setelah itu kita lanjut lagi.


__ADS_1


Jangan lupa mampir di karya author selanjutnya.


__ADS_2