Tante Melinda

Tante Melinda
Keadaan Yang Tidak Diinginkan


__ADS_3

Melihat bagaimana keadaan dan kondisi mertuanya, Ferry merasa bersalah. Karena sudah merepotkan mereka berdua, dengan keadaan dirinya yang sekarang.


Karena dirinya juga, kedua mertuanya jadi ikut repot ada di rumahnya ini.


Apalagi, kesehatan mertuanya yang laki-laki, memang tidak begitu sehat akhir-akhir ini.


"Bagaimana Bu? Apa perlu bapak di bawa ke rumah sakit?" tanya Ferry, yang tetap merasa khawatir dengan keadaan bapak mertuanya itu.


"Ada apa? Siapa mau di bawa ke rumah sakit?" bapaknya Linda justru kebingungan dan bertanya-tanya. Siapa yang mau di bawa ke rumah sakit.


"Simbah Kakung. Kak Simbah kakung yang sakit," jawab Erli yang masih ada di dekatnya.


"Hah! Simbah gak sakit Sayang."


Bapaknya Linda, tidak mau mengakui jika dirinya sedang dalam keadaan sakit seperti ini.


"Ya sudah. Ini di minum dulu Pak!"


Ibunya Linda membantu suaminya itu, untuk minum terlebih dahulu. Dengan gelas yang dipegangi olehnya.


Erli, memegangi tangan Simbah kakungnya. Dia masih merasa takut jika, simbahnya ini kenapa-kenapa lagi. Jadi, dia tetap berada di sampingnya. Seakan-akan dia yang akan menjaganya.


"Sudah Bu."


Ibunya Linda meletakan gelas di atas meja, kemudian memijat-mijat tangan suaminya.


"Ada yang sakit Pak?" tanya istrinya, dengan wajah khawatir.


Bapaknya Linda, tampak mengelengkan kepalanya. Dia memang merasa tidak sakit di bagian tertentu dari tubuhnya.


Tapi entah kenapa, tadi dia tiba-tiba hilang kesadaran dan jatuh pingsan.


Bapaknya Linda ini, menderita penyakit deabetes. Yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh glukosa, yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik. Ini dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.


Itulah sebabnya, dia sudah tidak diperkenankan untuk melakukan pekerjaan yang berat.


"Gak apa-apa Bu. Bapak baik-baik saja."

__ADS_1


Erli tampak tersenyum senang, mendengar perkataan yang diucapkan oleh simbah kakungnya. Dia memeluk Simbah kakungnya itu, dengan berkata, "Mbah Kung, sehat ya! Nanti Erli gak ada teman main lagi. Erli gak akan nakal lagi Mbah Kung."


Simbah kakungnya itu, mengangguk mengiyakan perkataan cucu semata wayangnya.


"Iya. Mbah Kung akan tetap sehat-sehat saja. Dan menemani Erli setiap hari."


Ferry tersenyum tipis, mendengar perbincangan mereka berdua. Dia merasa haru, dengan kedekatan hubungan antara kakek dan cucu tersebut.


"Bapak istirahat saja di kamar. Biar bisa tidur dengan nyaman, gak seperti ini. Di kursi."


Ferry meminta pada bapak mertuanya itu, supaya pindah ke kamar untuk beristirahat. Supaya bisa tidur dan mengistirahatkan tubuhnya.


"Iya Pak. Ayo pindah tidur di kamar."


Akhirnya, bapaknya Linda setuju dan mengikuti ajakan istrinya. Agar dia pindah tidur di kamar saja.


Dan Erli tetap mengikuti Simbah kakungnya itu.


*****


Di pabrik, pak Komarudin sedang kesal dengan sahabat dan juga mantan atasannya. Yaitu pak Rudi.


"Bagaimana lagi? dia yang membangkang dengan perintahku." pak Rudi tidak mau disalahkan begitu saja oleh pak Komarudin.


"Tapi, setidaknya dia jangan Kamu pindah ke sewing. Kamu tau sendiri kan, bagaimana keadaan sewing!" sahut pak Komarudin dengan nada kesal.


Dia merasa kecewa dengan sikap temannya itu. Dia menganggap pak Rudi kekanak-kanakan. Hanya karena Linda menolak tawaran untuk kenaikan jabatan, dia melakukan semua ini.


Memindahkan tugas Linda ke devisi sewing, katanya lebih menakutkan di banding dengan devisi lainnya.


"Hah! Aku kesal sih! Dia itu Aku ajak enak. Dengan naik jabatan, dia akan lebih ringan kerjaannya. Gaji juga naik. Apa coba kurangnya Aku, yang sudah mau memberikan jalan bagus buat karirnya di sini?"


Pak Komarudin, hanya menggeleng dan tersenyum sinis terhadap pak Rudi.


Saat ini, mereka memang sengaja bertemu di lorong antar gedung. Karena pak Rudi yang tadi meminta pada pak Komarudin supaya bertemu dengan dirinya.


"Terus sekarang ini bagaimana?"

__ADS_1


"Apanya yang bagaimana?" pak Rudi balik bertanya, dengan apa yang ditanyakan oleh pak Komarudin padanya.


"Haisss... pak Rudi yang terhormat. Bagaimana dengan hubungan kita? Maksud Aku dengan Linda. Ini akan lebih membuat dirinya jauh dengan kita. Ah, Aku harusnya tidak pindah ke gedung lain."


Pak Komarudin benar-benar merasa kesal, dengan sikap dan keputusan yang diambil oleh rekan kerjanya itu.


Tapi pak Rudi tetap saja tersebut. Dia akhirnya hanya tahu, apa yang dimaksud oleh pak Komarudin tadi. Dengan perkataannya tentang kelanjutan hubungan.


"Tenang saja sih! Aku akan membuatnya tetap ada bersama dengan kita. Jika kepindahan tugasnya ini menjadi pemisah, sekalian aja Aku buang dia ke tempat yang lain!"


"Hai! apa maksud dari perkataan Kamu itu?"


"Hehehe... udah sih, gak usah dipikirkan! Ganti yang lain aja. Gampang kan?" Pak Rudi mengibaskan tangannya, seakan-akan tidak lagi mempedulikan tentang Linda.


"Oh... jadi begitu maksudnya. Gak! Aku mau Linda dipindahkan ke gedung tempatku. Jangan Kamu lempar ke sana-sini!"


Pak Komarudin, berkata dengan tegas. Mengatakan jika dia menginginkan Linda untuk dipindahkan ke gedung tempatnya saja. Dia tidak mau jika pak Rudi semakin membuat Linda merasa tidak nyaman bekerja di pabrik ini.


"Apa sih pak Komarudin ini! Aku akan berpikir dua kali, jika harus membuang Linda ke tempat lainnya juga."


Akhirnya, pak Rudi mengatakan bahwa dia akan tetap memantau Linda dan juga pekerjaan yang Linda kerjakan di sewing. Karena di sewing, memang tidak sama seperti devisi lainnya.


Banyak sekali masalah yang terjadi di sewing.


Produk gagal dan permakan barang produksi dari finish good dan juga packing. Sering kali menjadi bumerang untuk devisi sewing sendiri. Selain masalah yang memang datang dari sewing sendiri.


Finish good atau barang jadi merupakan salah satu barang hasil produksi yang sudah dilengkapi dengan berbagai macam aksesoris. Yang dibutuhkan pada saat proses pembuatannya atau barang yang sudah dibeli, dalam wujud yang sudah lengkap, namun belum sempat dijual ke pelanggan.


Sedangkan bagian packing adalah suatu kegiatan pengemasan barang, yang siap untuk dikirim atau didistribusikan ke tempat lainnya. Biasanya packing juga disebut dengan pengepakan.


Dan hasil akhir dari packing adalah bagian di finish good.


Itulah sebabnya, bagain sewing dikenal sebagai jantung produksi, di bagian-bagian proses produksi di pabrik. Karena dia akan menentukan jumlah target produksi atau kuantitas dan kualitas hasil dari produk.


Dan permasalahan terbesar di suatu produksi, juga ada di sewing.


Karena itu juga, pak Komarudin merasa sangat kesal. Karena pak Rudi sudah memindahkan Linda ke sana.

__ADS_1


Pak Komarudin tidak mau Linda mendapat masalah demi masalah di pabrik ini. Dan dia ingin melihat Linda kesusahan.


Dia akan segera membuat permintaan pada HRD, supaya Linda dipindah tugaskan ke gedung tempatnya saja.


__ADS_2