
Hal yang sudah biasa, jika pikiran seorang gadis, berpikir jika dia ingin mendapatkan kepastian tentang sebuah hubungan dan jalan kedepannya.
Begitu juga orang tua, yang tidak ingin melihat anaknya ada dj dalam ketidakpastian.
Tentu saja, jika ada yang datang dengan membawakan sebuah harapan, untuk ke depannya nanti akan terlihat lebih baik lagi dari pada yang menggantung, akan di sambut dengan senang hati.
"Masalah hati dan cinta, akan datang dengan sendirinya, sering waktu Linda."
Begitu kira-kira, apa yang dikatakan oleh ibunya, pada saat Linda meragu, saat polisi Ferry datang lagi untuk mendapatkan jawabannya.
Apalagi, di saat yang sama juga, Romi memberikan kabar jika, dia benar-benar tidak bisa pulang ke kampung, dan menemui dirinya.
"Lihat saja. Pacar Kamu saja sibuk sendiri di kota besar. Jangan-jangan, dia sudah ada pacar lagi di sana. Makanya, tidak memerhatikan Kamu lagi."
"Jika dia memang ada niat menjadikan Kamu sebagai istrinya, dia tidak akan berpikir dua kali, dan segera pulang melamar Kamu Lin. Lha ini, malah alasan saja yang di buat."
"Apa Kamu mau jadi perawan tua? Nolak polisi Ferry, itu adalah hal yang bodoh. Pikir yang panjang!"
"Kita ini orang gak punya. Sudah bagus punya suami polisi Kamu. Jangan menyia-nyiakan kesempatan dan waktu Kamu, hanya untuk menunggu Romi, yang tidak pasti."
Begitu banyak kata-kata yang diucapkan oleh ibu dan bapak Linda, yang intinya adalah meminta dirinya, untuk segera memutuskan Romi dan tidak lagi berharap dengan kekasihnya itu.
Lamaran dari polisi Ferry adalah kesempatan yang bagus, untuk mereka semua, agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Terutama untuk Linda sendiri.
Linda tidak bisa melakukan apa-apa, untuk mempertahankan hubungan mereka berdua, jika Romi benar-benar tidak ada usaha, untuk mendapatkan simpati dari kedua orang tuanya.
Karena apa yang dikatakan oleh ibu dan bapaknya itu, ad banyak kebenarannya juga.
Semua ini, adalah untuk kebaikan Linda sendiri.
Dan Linda sangat mengetahui tentang hal itu.
"Bagaimana Mbak Linda?" tanya polisi Ferry lagi, karena melihat Linda yang hanya diam saja sedari tadi.
Linda, memejamkan mata sambil menghela nafas panjang, kemudian berkata, untuk menjawab pertanyaan dari polisi Ferry.
"Apa... apa Pak polisi tidak keberatan dan bisa memberikan Linda satu kesempatan, untuk bisa pergi menemui kak Romi? Ini agar semuanya tidak ada kesalahpahaman. Biar jelas. Karena Linda tidak mau mengawali sebuah hubungan, dengan ketidak pastian seperti ini."
__ADS_1
Polisi Ferry hanya mengangguk dan tersenyum tipis, mendengar permintaan dari Linda. Sang pujaan hatinya.
"Tidak apa-apa. Ke mana? Biar Saya antar mbak Linda untuk bertemu dengan mas Romi."
Polisi Ferry, justru memberikan sebuah tawaran yang tak di sangka-sangka oleh Linda sendiri.
Ibu dan bapaknya Linda, yang juga ada di antara mereka, melihat dengan tidak percaya, dengan apa yang mereka dengar tadi.
"Linda. Tidak sopan Kamu." Ibunya Linda, memperingatkan anaknya.
"Iya Linda. Romi sudah tidak ada itikad baik, dan berusaha untuk menjelaskan tentang ketidak pastian ini."
Bapaknya, ikut-ikutan menimpali perkataan istrinya, untuk mencegah kepergian anaknya, untuk menemui Romi.
"Memangnya, mas Romi di mana sekarang?" tanya polisi Ferry, yang pura-pura tidak tahu, di mana Romi bekerja saat ini.
"Ada di kota besar lho Nak Ferry. Linda belum ada ke sana, bagaimana bisa dia tahu, di mana Romi tinggal. Kota besar itu kan luas."
Bapaknya Linda, kembali bicara untuk membuat anaknya itu, Linda, mengurungkan niatnya.
"Tahu Pak. Linda ada alamatnya. Nanti kan bisa tanya ke orang-orang Pak."
Linda kekeh untuk pergi, menemui kekasihnya, sebelum benar-benar memutuskan untuk menerima polisi Ferry sebagai suaminya kelak.
Linda mengenal siapa Romi, sejak masih sekolah.
Sayangnya, Romi juga bukan dari keluarga berada. Itulah sebabnya, Romi tidak melanjutkan pendidikannya, dan memilih untuk bekerja. Sama seperti yang dilakukan oleh Linda sendiri.
Apalagi, bapak dan ibunya Romi, juga sudah lama tiada. Dia dan adiknya, ikut tinggal di rumah bibinya, karena sebenarnya rumah Romi, ada di daerah kecamatan lain, yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya Linda sendiri.
Begitulah akhirnya. Polisi Ferry meminta pada Linda, untuk memastikan kapan akan berangkat ke kota besar, supaya dirinya bisa meminta ijin terlebih dahulu, kepada atasannya di kantor, di mana polisi Ferry bertugas.
*****
Di kampungnya Linda, sudah tersebar luas kabar tentang pernikahan Linda, dengan polisi Ferry.
Banyak orang yang memperbincangkan tentang keberuntungan Linda, yang memang sedari dulu menjadi perhatian orang-orang di kampung.
Itu karena kecantikan dan bentuk fisiknya Linda, yang memang tidak sama seperti penduduk yang lain.
__ADS_1
Apalagi, setelah tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik.
Sebenarnya, bukan hanya kang Mus saja, yang ingin menjadikan Linda sebagai seorang istri.
Banyak yang ingin, tapi kebanyakan tidak berani untuk memulai pembicaraan ke arah suatu hubungan.
Ini karena Linda, selalu menolak untuk menerima tawaran menikah atau pacaran dengan cowok-cowok di kampungnya.
Apa yang dilakukan oleh Linda ini, bukannya tanpa alasan.
Linda seakan-akan merasa takut jika, mempunyai hubungan dengan orang yang sama dari desanya, masa lalunya akan ketahuan.
Kebiasaannya yang tidak diketahui oleh siapapun, juga menjadi momok bagi Linda sendiri.
Dia tidak ingin ada orang yang tahu, bagaimana masa lalunya, dengan segala hal yang pernah dia alami.
Baik pada masa kanak-kanak, dan sekolah.
Linda juga merasa takut jika, apa yang sering dia lakukan sendiri atau dengan orang lain, bisa merusak apa yang diidam-idamkan para pemuda, jika mereka menikah nanti, untuk pengantinnya.
Linda tidak percaya diri, jika dia masih memiliki segel yang tetap gres seperti itu.
Meskipun di luar, Linda tampak biasa-biasa saja, dan selalu ceria. Tapi di dalam hatinya, tetap menyimpan rasa takut, yang tidak pernah diketahui oleh orang lain.
Termasuk kedua orang tuanya Linda sendiri.
*****
"Yu. Beruntung sekali anak Kamu Linda. Bakal punya suami polisi. Wah hebat lho iku Yu!"
"Linda cah ayu. Yo pantes jika punya suami polisi yang gagah."
"Ya lah... Linda itu kembang desa. Mosok mau dapat cowok kere, ya eman-eman!"
"Doakan saja ya, Linda bisa nurut, dan menerima polisi Ferry. Saya juga berharap, Linda akan busa selalu beruntung terus."
Ibunya Linda, menyahuti perkataan mereka, para tetangganya itu, dengan sebuah harapan yang baik, untuk anaknya, Linda.
"Aamiin..."
__ADS_1
Para tetangga itu pun, mengamini harapan dan doa Ibunya Linda.
Mereka semua tidak pernah tahu, jika di dalam kamarnya, Linda sedang menangis, membaca semua pesan-pesan yang dikirim oleh Romi untuknya, yang sedari dulu memang tidak pernah dia hapus.