Tante Melinda

Tante Melinda
Jadi Manja


__ADS_3

Begitu handphone aktif, bunyi notifikasi pesan dan panggilan yang tidak terjawab, langsung berdenting bergantian.


Ada telpon dan pesan dari istrinya, ada juga dari beberapa teman yang lain.


Tapi yang lebih banyak, ternyata dari pak Rudi. Bahkan, panggilan tak terjawab dari pak Rudi bisa lebih dari dua puluh lima kali. Itu tidak dihitung dari pesan yang dia kirimkan juga.


"CK. Penasaran sekali dia," gerutu pak Komarudin, dengan apa yang dilakukan oleh pak Rudi padanya.


Dia mendapatkan beberapa kata-kata kasar, yang mengatakan bahwa, pak Komarudin tidak konsisten dengan ajakannya kemarin. Bahkan memakinya juga, karena dipikir jika, pak Komarudin tidak ingin berbagi dengannya juga.


Dan ini, tentu saja terkait dengan Linda. Dengan ajakan hari ini pada tempo hari yang lalu.


Akhirnya, dengan sangat terpaksa dan pertimbangan yang matang, pak Komarudin membalas pesan tersebut.


Dia mengatakan jika, Linda belum siap jika harus bermain dengan pak Rudi juga pada saat bersamaan. Sama seperti yang dulu pernah dia lakukan, bersama dengan satu wanitanya pak Rudi.


Jadi, semasa masih bekerja di Jakarta, pak Rudi punya wanita yang biasa dia ajak bermain. Dan kebetulan, pak Komarudin tahu. Akhirnya, pak Komarudin minta dikasih kesempatan untuk bisa bermain juga dengan wanita tersebut.


Tapi yang lebih mengejutkan ternyata, wanita tersebut memberikan usulan supaya mereka bertiga bisa bermain bersama-sama. Hal yang cukup gila juga. Dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya.


Sebenarnya, awalnya pak Komarudin merasa risih. Begitu juga dengan pak Rudi. Karena belum pernah melakukan cara bermain yang seperti itu. Tapi wanita tersebut justru meyakinkan jika, semua akan baik-baik saja. Dan wanita itu menjamin jika, baik pak Komarudin maupun pak Rudi akan ketagihan untuk bisa melakukannya lagi dan lagi. Benar-benar tidak masuk akal dan gila juga. Menurut akal sehat.


Tapi ternyata, apa yang dikatakan wanita tersebut benar adanya. Karena mereka bertiga, akhirnya melakukan semua hal itu hingga beberapa kali. Bahkan, saat terakhir kalinya sebelum mereka pergi pindah tugas ke kota ini.


Dan wanita itu tidak mau ikut pindah. Dia justru pulang ke daerah asalnya sendiri.


Jika dipikir-pikir, sebenarnya pak Rudi adalah guru yang sudah mengajari pak Komarudin dengan semua ini.


Itulah sebabnya, pak Komarudin selalu tidak bisa menolak permintaan dari pak Rudi.


Tut tut tut!


Tut tut tut!


Akhirnya, Pak Komarudin berusaha untuk menenangkan pak Rudi, dengan menelponnya terlebih dahulu.


..."Ah, Kamu kenapa lama?" ...


..."Bukannya bapak juga ada yang menemani? ke mana memang dia?" ...


..."Tapi Aku ingin bertiga."...


..."Tapi, Linda belum siap Pak. Dia juga sebelumnya tidak tahu, jika Bapak mau ikutan."...

__ADS_1


..."Hah! Kamu tidak bisa diandalkan!" ...


..."Bukan begitu Pak. Maaf. Tapi..."...


..."Sudah-sudah. Katakan, di mana ruangan Kamu sekarang?" ...


..."Pak. Takutnya, Linda malah takut dan lari. Dia bisa juga melaporkan semua ini pada pihak perusahaan nanti." ...


Terdengar suara helaan nafas panjang dari seberang sana. Sepertinya, pak Rudi memikirkan apa yang dikatakan oleh pak Komarudin padanya.


Mereka berdua sama-sama terdiam. Tidak ada yang mencoba untuk memulai pembicaraan lagi.


Dan pak Komarudin juga tidak mau jika, pak Rudi nekat untuk datang ke kamarnya ini.


Sebenarnya, dia tidak tega. Dia juga tidak rela untuk membagi Linda pada pak Rudi. Dia tidak ingin membuat Linda harus melayani orang lain selain dirinya sendiri.


Pak Komarudin takut jika, Linda akan lebih memilih pak Rudi dibandingkan dengan dirinya, setelah ini. Karena pak Rudi, tentunya akan lebih bisa memanjakan Linda dibanding dengan dirinya.


Sisi egois pak Komarudin terbangun. Dia tidak ingin melihat Linda dekat dengan orang lain. Meskipun itu adalah pak Rudi.


Tapi, pak Komarudin juga merasa tidak yakin jika, Linda bisa menahan diri dari rayuan dan ajakan pak Rudi nanti. Di saat mereka berdua ada di Jakarta minggu depan.


..."Pak Komar!" ...


..."Bagaimana?" ...


..."Saya bangunkan Linda dulu ya! Biar dia yang bicara sendiri dengan Bapak." ...


..."Heh! Bagaimana bisa begitu! Kamu kan sudah harus bicara dengannya, begitu kalian pergi tadi pagi. Atau setidaknya, Kamu harus kasih tahu dia kemarin." ...


Pak Rudi memberikan ceramah pada pak Komarudin. Dia merasa di tipu oleh anak buahnya itu.


..."Maaf Pak. Keadaan tidak memungkinkan untuk bicara soal itu padanya." ...


..."Sudahlah. Biar besok Aku sendiri yang bicara dengannya. Saat ada di Jakarta." ...


Klik!


Pak Rudi memutuskan hubungan panggilan telpon tersebut, secara sepihak. Dia tidak menuggu jawaban yang diberikan oleh pak Komarudin.


"Hufh..."


Dengan membuang nafas panjang, pak Komarudin merasa sangat tertekan. Dia tahu, ke depan nanti tidak akan bisa baik-baik saja.

__ADS_1


Pasti akan ada banyak sekali kejadian, di mana dia akan susah untuk bertemu atau berhubungan dengan Linda lagi


"Ehmmm..."


Di tempat tidur, Linda tampak mengeliat dan meregangkan tubuhnya.


Pak Komarudin melihatnya dengan cepat. Dan sesuatu yang ada di bagian bawah perutnya, tampak tegak lagi.


Apalagi di saat secara tidak sengaja, selimut yang menutupi seluruh tubuh Linda merosot. Akibat gerakan Linda saat mengeliat tadi.


Tubuh bagian atas Linda terekspos dengan nyata. Dan pak Komarudin tentu saja, tidak bisa menahan diri untuk tidak mendekat ke tempat tidur.


Dengan lembut, tangan pak Komarudin melakukan pijatan yang bisa membuat Linda terbangun dari mimpinya.


"Emhhh..."


"Nikmati saja hari ini bersamaku Lin. Aku akan memanjakan Kamu. Hal yang tidak akan bisa Kamu lupakan sepanjang masa."


Pak Komarudin melakukan pijatannya lagi, dengan kedua tangannya. Di mana dia bisa memijat dan menemukan titik terbaik untuk bisa di nikmati.


Satu hal yang tidak bisa dia lakukan. Dan ini adalah pesan dari Linda sendiri.


Yaitu, jangan meninggalkan bekas apapun ditubuhnya dengan warna merah. Karena itulah, pak Komarudin hanya bisa menjilati seluruh tempat yang sensitif dan bisa membuat mereka berdua tidak bisa menahan diri.


Dan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pak Komarudin dan Linda memang tidak meninggalkan jejak di tubuh masing-masing.


Itulah sebabnya,mereka berdua tetap menyatukan bibir mereka. Setiap kali ingin ingin melakukannya di tempat lain. Agar tidak ada tanda-tanda yang bisa dicurigai oleh orang terdekat mereka sendiri.


Mereka berdua benar-benar lupa segalanya. Melupakan kebenaran tentang siapa sebenarnya diri mereka di dunia nyata.


Karena apa yang sedang mereka lakukan ini adalah, hal yang tidak seharusnya terjadi.


Beberapa menit kemudian, kegiatan mereka berdua selesai untuk kesekian kalinya. Linda merasa sangat lelah. Badannya juga terasa remuk redam.


Begitu juga dengan pak Komarudin.


"Kita mandi dulu Lin. Setelah itu kita makan. Biar ada tenaga lagi. Atau, Kamu mau Aku mandikan?" tanya pak Komarudin menawari Linda.


Dengan manja, Linda merentangkan kedua tangannya, untuk digendong oleh pak Komarudin ke dalam kamar mandi.


Linda seperti remaja yang baru saja jatuh cinta. Dengan orang yang bisa memanjakan dirinya.


Hal yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

__ADS_1


Baik itu bersama dengan Romi, ataupun dengan suaminya sendiri. Yaitu dengan Ferry.


__ADS_2