Tante Melinda

Tante Melinda
Suara Masa Lalu


__ADS_3

Tamu yang ditunggu-tunggu oleh Della dan juga Romi akhirnya datang juga. Yaitu rombongan keluarga Danang, karena memang keluarga intinya ikut datang semua.


Mereka dipersilahkan masuk oleh Romi dan Della, yang juga kedatangan Pamannya. Yang dulunya merawat mereka, karena rumahnya memang tidak terlalu jauh dari rumah mereka yang sekarang ini.


Romi melihat Linda dengan mata yang penuh kerinduan, tapi dia segera menetralkan penglihatan matanya dan juga sikapnya, karena dia tidak mau jika suaminya Linda merasa curiga.


Tapi yang membuat Linda tertegun adalah pamannya Romi, pada saat menyapa mereka dan mempersilahkan masuk.


Linda sangat mengenal suara tersebut, karena memang terekam dalam ingatannya dari kecil.


"Bukankah itu suara yang... Linda yakin dia tidak salah mengingat suara yang dia dengar saat ini. Yaitu suara laki-laki, yang sudah pernah melakukan mele_cehkan dirinya waktu masih kecil dulu.


Meskipun dia tidak bisa melihat wajah laki-laki tersebut dengan baik.


"Benarkah dia pamannya Mas Romi?" gumam Linda tanpa sadar. Dia tidak pernah menyangka, jika orang yang dulu itu adalah Pamannya Romi sendiri.


Raut wajah Linda yang berubah, membuat Ferry maupun romi khawatir.


"Dek, Kamu gak apa-apa?" tanya Ferry sambil memegangi lengan Linda.


"Tidak... tidak. Aku tidak apa-apa Mas."


Linda sebenarnya ingin pergi dari tempat ini secepatnya. Tapi dia pun tidak mau dianggap tidak sopan, karena meninggalkan acara sebelum selesai. Padahal mereka juga baru saja datang.


Romi yang merasa khawatir juga tidak bisa melakukan apa-apa, karena memang sudah ada Ferry, sebagai suaminya Linda. Sehingga dia hanya berfikir jika, Linda merasa tidak nyaman dengan keberadaannya saja.


Acara lamaran berlangsung lancar, karena ternyata dari kedua belah pihak menginginkan pernikahannya dipercepat.


Akhirnya disepakati bahwa, waktu pernikahan antara Danang dan Della, akan dilaksanakan bulan depannya. Dengan acara yang sederhana, yaitu untuk keluarga inti dan tetangga kiri kanan.


Mereka tidak ingin mengadakan pesta yang meriah, karena mengingat waktu yang singkat dan keadaan mereka yang memang bukan dari keluarga kaya.

__ADS_1


Meskipun sebenarnya Romi bisa mengadakan pesta yang cukup meriah untuk adiknya, tapi dia juga tidak mau membuat keluarga Linda merasa terabaikan. Sehingga dia memilih untuk pesta sederhana saja. Jadi, lebih baik nanti uangnya bisa digunakan untuk adiknya. Entah itu untuk modal membeli rumah ataupun membangun rumah, jika mereka memang ingin memiliki rumah sendiri. Karena rumah ini juga nantinya akan kosong, jika Romi kembali lagi ke kota besar.


Linda hanya diam saja sedari tadi. Dia tidak mengeluarkan suaranya. Bahkan keringat dingin banyak yang keluar pelipisnya. Dan itu disadari oleh Ferry, sehingga Ferry merasa heran juga dengan keadaan istrinya itu.


"Dek, Kamu yakin tidak apa-apa? atau Kamu ingin berbicara dengan Romi?" tanya Ferry, yang berpikir bahwa, Linda ingin berbicara dengan Romi. Mantan kekasih istrinya.


Ferry berpikir bahwa, mungkin saja ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh istrinya, tapi Linda takut karena keberadaannya.


"Gak Mas. Linda gak apa-apa. Linda hanya cepat pulang. Entahlah, sepertinya Linda tidak enak badan ini."


Linda memberikan alasan yang lain, agar suaminya itu tidak bertambah curiga.


"Tapi acara belum selesai Dek. Mereka masih membicarakan tentang acara pernikahan yang akan dilakukan sebulan lagi. Dan lihatlah Erli, yang terlihat begitu senang dan antusias. Mendengarkan diskusi orang-orang yang membahas pesta pernikahan Om nya itu."


Linda yang tidak mendengar bahwa pernikahan adiknya akan diadakan bulan depan, terkejut juga. Sehingga dia mengajukan pertanyaan kepada suaminya dengan berbisik-bisik.


"Bulan depan Mas? cepat sekali," tanya Linda kaget.


"Entahlah Mas. Linda sedikit pusing. Jadi tidak bisa fokus mendengarkan orang-orang yang sedang berbicara." Linda memberikan alasan, dengan memegangi kepalanya.


"Sepertinya Kamu sedang tidak sehat Dek. Bagaimana jika beli obat? atau Mas pijit sebentar kepalanya?" Ferry memberikan tawaran yang bisa membuat istrinya itu lebih nyaman.


Linda mengeleng beberapa kali, dengan mengengam tangan suaminya itu, seakan-akan mencari kenyamanan dan meminta perlindungan. Karena setiap mendengar suara Paamanya Romi, Linda jadi teringat kembali dengan kejadian yang dia alami di masa lalu. Di mana pesta pernikahan anaknya pak lurah, yang ada hiburan orkes dangdutnya.


Ferry juga merasa bahwa istrinya ini dalam keadaan tidak baik. Karena sedari tadi gelisah, tidak fokus dengan pembicaraan orang-orang, dan juga berkeringat dingin.


Akhirnya Ferry berinisiatif untuk mengajak Linda pergi keluar sebentar.


"Kita cari warung yuk, beli obat sakit kepala atau mungkin Kamu mau beli camilan apa gitu Dek," ajak Ferry, kemudian keduanya beranjak dari tempat duduknya.


Mereka tidak mengajak Erli, karena sedang serius mendengarkan pamannya Romi yang sedang berbicara di samping om nya, yaitu Danang.

__ADS_1


Romi yang melihat Ferry dan Linda keluar dari rumah, sebenarnya merasa khawatir. Karena tadi dia juga melihat bahwa, Linda sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


'*Apa yang terjadi dengan Li*nda? kenapa dia seperti itu? apa dia tidak ingin melihatku? Apa dia tidak nyaman berada di rumahku?' Batin Romi dengan melihat ke arah luar.


"Mas, Mas Romi!" panggil Della, sambil memukul pelan lengan kakaknya. Karena sedari tadi dipanggil oleh pamannya, dan Ferry tidak mendengarkan panggilan tersebut.


"Eh, iya Del. Ada apa?" tanya Romi gugup.


"Itu paman tanya, sebulan lagi itu kira-kira tepatnya tanggal berapa?" Della memberi tahu kakaknya, tentang pertanyaan yang diajukan oleh pamannya.


"Emhhh... bagaimana jika tanggal sepuluh saja Del? Itu kan belum terlalu tanggal tua, nanti Mas juga sudah dapat transferan dari pabrik untuk proyek bulan ini. Jadi bisa buat tambah-tambah keperluan pesta Kamu juga."


"Ya sudah kalau begitu. Mas Romi ngomong sama Paman, biar segera dibicarakan oleh orang tuanya kak Danang.


Romi akhirnya berbincang sebentar dengan pamannya, bersama dengan bapaknya Danang, untuk membicarakan tanggal yang pasti untuk pernikahan adiknya itu.


Hingga acara selesai Linda dan Ferry tidak menampakkan diri lagi, karena ternyata mereka duduk teras depan rumah.


Di dalam rumah, Erli mulai mencari mama dan papanya, yang tidak tampak sedari tadi.


Karena tidak menemukan keberadaan mama dan papanya, akhirnya Erli berbisik pada Danang, yang duduk di sebelah simbah Kung nya juga.


"Om. Mama dan papa ke mana?"


"Oh, tadi sepertinya papa sama mama keluar. Tapi tidak tahu juga, coba Erli lihat sendiri keluar ya, berani kan?" tanya danang pada keponakannya.


"Iya Om," sahut Erli cepat.


"Tapi jika mama dan papa tidak ada, cepat kembali ya!" pesan Danang, agar Erli segera kembali lagi.


"Ok Om!"

__ADS_1


__ADS_2